Total Tayangan Laman

Jumat, 17 Oktober 2014

SHE IS SO LOVABLE (MY LOVABLE GIRL) EPISODE 10



Di kantor ANA, sebelum Se Na dan Hyun Wook bertemu:

“ kenapa aku dipecat?” tanya Se Na.

“ ini lihatlah, “ Hae Yoon memperlihatkan foto Shi Woo dan Se Na yang hampir saja tersebar luas. Se Na mengatakan bahwa tidak ada apa- apa antara dia dengan Shi Woo.

Hae Yoon tidak mau tau, karena apapun itu, ini adalah hal yang sangat berbahaya buat Shi Woo, juga perusahaan.

“ apa presdir tau?”

“ ya.. aku sudah bilang padamu untuk berhati- hati dengan kehidupan personalmu. Jangan ganggu presdir lagi, kau sudah cukup memberi dia masalah.
****

Se Na melihat Hyun Wook menghampiri dirinya, ia melangkahkan kakinya ke belakang, sementara Hyun Wook mengira bahwa Se Na sudah tau.

“ kau pasti juga salah paham padaku, tidak ada apa- apa denganku dan Shi Woo. Tidak adil rasanya aku dipecat karena alasan ini.”

Hyun Wook terlihat lega mendengar Se Na yang tidak bilang apa- apa tentang kakaknya dan dirinya.

“ aku tidak salah paham, tapi hanya sampai sini saja. Kontrakmu berakhir sampai disini.” Kata Hyun Wook.

Hyun Wook mengatakan hal tersebut bukan dengan perasaan yang mudah, setelah ia bicara dengan Se Na, ia menangis di luar mobilnya..



Hae Yoon menghampiri Hyun Wook di bar, “ sejak kapan kau tau?” tanya Hyun Wook.

*aku sebel, Hyun Wook bahkan enggak minta maaf karena udah salah paham sama Hae Yoon, bahkan sampai bentak dia. Padahal terbukti kalo Hae Yoon engga bilang apa- apa*

Hae Yoon bilang bahwa ia sudah lumayan lama tau tentang ini, tapi ia coba untuk mengerti apa yang dilakukan Hyun Wook untuk Se Na. tapi hari ini aku tidak bisa lagi menahannya.

Hae Yoon juga berpesan jangan sampai Hyun Wook membawa Se Na kembali ke ANA, dia tidak akan terima. Hyun Wook setuju dengan suatu syarat, yakni Hae Yoon harus merahasiakan hal ini selamanya.

“ kenapa? Apa kau benar- benar menyukai Se Na? kau tau kau tidak boleh melakukannya, “

Malamnya Hyun Wook mendatangi rumah Se Na tanpa memberitahu Se Na, sementara di dalam, Se Na masih ingat- ingat masa indahnya dengan Hyun Wook.



Besok paginya, Se Na mendatangi rumah Hyun Wook. Ia menanyakan mengapa Hyun Wook seperti ini.

Hyun Wook mengatakan bahwa ia hanya berniat membantu Se Na menjadi song writer karena ia tau kalau Se Na berbakat. Tapi sekarang ia berubah pikiran dan bilang ia tidak mau lagi berhubungan dengan Se Na.

“ jadi sekarang kau tidak menyukaiku lagi?”

“ aku bilang aku punya perasaan padamu, tapi bukan berarti aku menyukaimu. Jangan datang lagi kesini.”
****

Shi Woo merasa bosan di rumah sakit, ia menelpon Se Na tapi tidak diangkat.



“ kenapa kau tidak angkat telponku? Angkatlah, kalau tidak maka aku akan memikirkanmu seharian..”

Bhakakakaka, kalo aku, engga akan aku angkat, bahahahahaha..

Se Na langsung menelpon Shi Woo dan mengatakan bahwa mereka tidak boleh lagi telponan dan bertemu. Shi Woo bingung karena ia tidak tau apa yang terjadi, bahkan foto itu juga.

Hyun Wook datang ke rumah sakit, Shi Woo menanyakan apa yang terjadi pada Se Na.

Hyun Wook mengambil hape Shi Woo dan mendelete nomor Se Na, ia mengatakan bahwa Shi Woo harus fokus dengan solonya, karena sekarang semuanya hampir berantakan.

“ aku tidak akan melakukan apa- apa, aku hanya menyukainya..” encieeee…

di rumah, Se Na ngobrol dengan Joo Hong yang heran kenapa Se Na dipecat, ia mengira apakah Se Na putus dengan Hyun Wook.

“ putus apanya, jadian aja enggak pernah.”

Se Na jalan- jalan, ia lewat di spot dimana dia dan Hyun Wook pernah duduk bersama.



Di bangku itu, Se Na menelpon rekannya di ANA, ia minta maaf karena tidak sempat pamitan face to face. 


Kebetulan sekali ada Hyun Wook disana, ia tau kalau sekarang Se Na jobless dan hanya punya pekerjaan part time.
****

Shi Woo menghampiri Se Na yang berdiri di pinggir jalan, ia menyuruh Se Na untuk masuk kalau tidak mau wartawan melihat mereka berdua lagi.



Perasaan Shi Woo ini harus selalu ngancem Se Na ya kalo mau ngapa- ngapain.. hehe..

“ bagaimana sih gambar yang kau bicarakan itu?”

“ kita kayak mau ciuman, lagian kenapa sih kau harus bercanda begitu?”

Shi Woo terlihat tidak nyaman dengan kata “ bercanda”, terkesan bahwa ia tidak pernah serius akan sesuatu, karir bahkan cinta.

“ apa semua yang aku lakukan hanya terlihat seperti lelucon?”

Se Na meminta Shi Woo pulang karena kakinya masih perlu pemulihan, Shi Woo malah mengunci pintu mobilnya.

“ aku harus nyetir selama 40 menit untuk sampai disini dengan kakiku yang masih diperban. Tinggal dulu disini sampai lagu ini selesai.”

Shi Woo memutar lagu Se Na yang dinyanyikan oleh Tae Woo.

“ kalau aku tau akan begini, mestinya aku sekalian saja menciummu..” kata Shi Woo.. bhakakakakak..

“ kira- kira apa yang akan terjadi kalau aku yang nyanyi lagu ini?” tanya Shi Woo.

“ tidak akan jadi sebagus ini,” kata Se Na. jahat banget sumpah, haha..

“ bercandaanmu  jahat banget,” kata Shi Woo.

“ maaf, tapi aku engga bercanda..” ledek Se Na yang diikuti dengan tawa Shi Woo.

“kau dipecat karena aku, tenanglah, aku akan merawatmu..” awww…
****

Presdir Lee bertemu dengan Jae Young dan memintanya untuk jangan lagi mengganggu Hyun Wook.


“ tidak kah kau kasian padanya? Setelah So Eun meninggal, ia sangat menderita.”

“ bukankah kau yang ingin itu terjadi?” hmm, apa yaa..

Jae Young memberi tau rumor- rumor ANA, presdir Lee langsung datang ke ANA dan tanya hal itu ke Hae Yoon.

Hae Yoon mengatakan bahwa semua sudah beres dan presdir Lee tidak perlu kuatir lagi. Ia meminta bantuan presdir untuk mendekatkan dia dengan Hyun Wook.

Presdir bilang bahwa ia tidak bisa lagi ikut campur masalah wanita di hidup Hyun Wook, tapi ia akan coba bantu Hae Yoon. Ia meminta Hae Yoon untuk merayakan ultah Hyun Wook.

Di jalan pulang, presdir ketemu dengan istrinya yang ngakunya mau ketemu Min Ah, padahal mau ketemu manager Kang.



Ia meminta data- data ANA untuk tau apakah ANA akan bangkrut, haha..
****

Hyun Wook mengadakan rapat dengan staff, ia meminta untuk segera make up schedule Shi Woo dan menyiapkan trainee.

Trainee- trainee diberikan komentar keras oleh Hyun Wook supaya bisa lebih bagus lagi. Ia bermaksud mendebutkan mereka.



Hae Yoon heran kenapa Hyun Wook seperti ini, terlihat seperti orang yang akan pergi.

“ aku hanya sementara disini, aku akan bekerja sebaik mungkin sampai ayahku kembali lagi. Aku tidak mau jadi presdir terus- terusan, tidak menyenangkan.”

“ apa ANA tidak ada artinya bagimu? Apa karena Yoon Se Na tidak lagi disini?”

Hyun Wook tidak menjawabnya dan  bilang bahwa ia mau cabut jemput Dal Bong.

Hae Yoon minta ikut, awalnya Hyun Wook tidak mau, tapi setelah Hae Yoon membujuk beberapa saat, akhirnya Hyun Wook mengijinkannya.
****

Se Na keluar dari warung deket rumahnya dan melihat mobil  yang di dalamnya ada Hae Yoon, Hyun Wook dan Dal Bong yang sudah sehat. Ia sedih dan marah melihat itu.



Dal Bong akhirnya diem kalo ada Hae Yoon, Hyun Wook meminta Hae Yoon pulang karena Dal Bong masih capek. Hae Yoon nurut.

Se Na akhirnya minum di bar, ia menelpon Hyun Wook dan memberi tau dimana dia berada dan bilang bahwa ia akan menunggu sampai Hyun Wook datang.



Saat Se Na tidak sadar, Hyun Wook datang dan melihat Se Na menangis sambil tidur.

Besok paginya Se Na sudah di kamar, Joo Hong mengatakan bahwa kemarin pacarnya yang membawa Se Na pulang.

Pacar Joo Hong bilang syukurlah Hyun Wook menelpon mereka dan bilang dimana Se Na berada.

Se Na kaget, Hyun Wook kan engga tau nomor telpon Joo Hong, berarti kemarin dia dateng dong?

Hyun Wook menelpon Se Na dan minta ketemu. Ia menawarkan pekerjaaan kepada Se Na daripada kerja part time terus.

“ kau bilang kalau mau mengakhirinya, kenapa kau berbuat begini?”

“ makanya jangan telpon aku kalau kau mabuk, apa kau pikir aku tidak kuatir?”

“ baiklah itu salahkku, tidak akan kuulangi, jadi jangan lakukan ini.”

Shi Woo menelpon Se Na, ia bilang kalau dia punya pekerjaan untuk Se Na.

Shi Woo terlihat grogi menyambut Se Na di asramanya, haha..

WHY DO YOU HAVE TO BE SO CUTE?!


“ selamat, kamu cewek pertama yang masuk sini, jangan grogi ya”

“ idih.. oia katanya kau tinggal dengan managermu?”

“ ya, tapi dia pergi..” kata Shi Woo.

“ bohong,,”

“ aku memintanya pergi karena aku ingin berdua saja denganmu. Puas?”

Banget oppa :’)

Shi Woo meminta Se Na kembali ke ANA dan membantunya untuk comeback lagi.

“ tapi mereka memecatku dari sana..”

“ itu kenapa kau harus kembali, kita bahkan tidak kencan. Atau haruskah kita kencan beneran? Mengurangi rasa ketidakadilan yang kau rasakan” bahahahahahaha.. rejeki itu mah oppa :D
****

Se Na akhirnya setuju dan besoknya datang ke ANA bersama Shi Woo. Shi Woo minta ijin supaya ia bisa kerja dengan Se Na.

Awalnya Hyun Wook tidak setuju, tapi karena Se Na bicara bahwa ia disini untuk bekerja dan bukan untuk membuat skandal, Hyun Wook dan Hae Yoon akhirnya tidak bisa berbuat apa- apa.

Se Na mencoba terlihat kuat di hadapan Hyun Wook padahal kakinya udah lemes engga bisa digerakin lagi, hehe..



Saat mau ke ruang latihan Se Na ketemu dengan Hyun Wook, Hyun Wook heran kenapa ia menolak pekerjaan yang Hyun Wook tawarkan tapi malah menerima tawaran Shi Woo.

Se Na mengatakan bahwa ia kesini bukan untuk mencari- cari Hyun Wook.

Hyun Wook pun paham dan bilang pada Se Na untuk tidak nampak di hadapannya lagi

Auch!

Di ruang latihan, Se Na benar- benar lemas, ia hampir saja jatuh,



Shi Woo terlihat sangat kuatir dengan keadaan Se Na yang terlihat sangat tidak sehat.

Se Na ijin pulang, Shi Woo mengatakan bahwa ia akan mengantarnya.

Tapi Se Na tidak mau, Shi Woo akhirnya hanya minta Se Na untuk memberi tahunya kalau sudah di rumah.. duhh… manis banget sihhh.. kalo PDKT emang gitu ya, coba kalo udah jadian.. hahahahaha

Di bis Se Na teringat akan kata- kata Hyun Wook yang sangat menyakiti hatinya, saat sampai rumah, Se Na demam tinggi.



Sakit hatinya kebawa sampai badannya juga..huhu..
****

Hae Yoon datang ke rumah Hyun Wook untuk merayakan ultahnya, Hyun Wook tidak nampak terlalu senang dengan surprise ini.

Se Na tiba- tiba datang ke rumah Hyun Wook dengan wajah pucat, ia masih tidak bisa terima dengan sikap Hyun Wook padanya.

SHE REALLY LOOKS LIKE A PSYCOPAT :')


“ apa aku terlihat begitu murahan dan menyedihkan? Kau sedang main- main denganku?” Se Na menangis.

Ia melihat Hae Yoon di rumah Hyun Wook, ia melihat Hyun Wook dengan tatapan “ tega banget lo!” dan pergi dari rumah Hyun Wook.




Sementara Hyun Wook diam saja, speechless..

Hae Yoon terus menekan Hyun Wook dengan kata- kata, “ tidak kau tidak boleh.. kau bilang kau akan mengakhirinya,,”



Hyun Wook meminta Hae Yoon pergi sebelum ia meledak,

“ aku tidak akan melakukan apapun. Kau pikir siapa dirimu? Kau pikir kau bisa mengontrol perasaanku? Kalau kau memintaku untuk mengakhirinya, haruskah aku dengan mudah mengakhirinya?”

“ aku tau aku bukan siapa- siapa, bukan teman apalagi pacar. Tapi kalian berdua tidak akan bisa bahagia, kalau Yoon Se Na tau siapa kau sebenarnya, ia tidak akan bisa mencintaimu..”

Hae Yoon pergi, di pintu ia ketemu dengan Sung Jin yang baru datang.

Sung Jin menanyakan apa yang terjadi dan menyuruh Hyun Wook untuk menyusul Hae Yoon.

Hyun Wook benar- benar meledak karena semua orang menyuruhnya melakukan ini dan itu.

Ia membentak Sung Jin dan meminta ia untuk mengerti dirinya,

Untung Sung Jin baik, hehe.. dia engga pergi kaya Hae Yoon.

Hyun Wook pergi dan mencari Se Na,

Setelah beberapa saat, ia mendapati Se Na sedang duduk sendiri di bangku dengan wajah pucat



Sementara di bar, Hae Yoon bertemu dengan Jae Young, berkata bahwa mereka berdua memiliki nasib yang sama.



“ Hyun Wook dan Se Na, mereka berdua saling cinta. Tapi.. Se Na adalah adik So Eun..”

Jengjeng!!! Akhirnya Jae Young tau juga!

Dia kaget setengah mati mendengarnya, ia tidak lagi bisa mendengarkan apa yang Hae Yoon bilang dengan akal sehat.

Hyun Wook mengampiri Se Na.

“ aku tidak mau bicara apa- apa lagi denganmu. Aku tidak akan menyukaimu lagi..” kata Se Na.

Hyun Wook menahan Se Na yang akan pergi dan bilang, “ kalau begitu mulai sekarang aku akan merasakan cinta bertepuk sebelah tangan. Aku tidak peduli lagi walau kau adalah Yoon Se Na”


****
Akhirnya Jae Young taunya dari Hae Yoon, haduh.. bakal bahaya sih kayanya.

Tapi reaksi yang kontradiktif bisa terjadi, karena Jae Young menurutku bisa melakukan dua hal.

Menghancurkan Hyun Wook dengan rahasia yang dia pegang, atau malah melindungi Se Na karena dia tidak sempat melakukan itu untuk kakaknya?

Apa yang sebenarnya terjadi antara Hyun Wook dan Jae Young tiga tahun lalu juga masih belum jelas. Jadi masih belum bisa dipastikan who’s the real jerk here, hehe..

Tapi kalo Hyun Wook sama Se Na jadian, Shi Woo-ku gimana dong?

Bisakah dia kerja dengan gebetan yang udah jadian sama cowok lain? My god.. T.T

Tapi mudah- mudahan ini adalah keputusan Hyun Wook yang paling fix ya, capek juga ngeliat adegan tarik ulur perasaan dua- duanya.

Aku harap Hyun Wook bisa make up his mind dan serius menjalani hubungan dengan Se Na walau lebih banyak resiko negatifnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar