Total Tayangan Laman

Sabtu, 31 Januari 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 4



****
Seo Jin nampaknya dibuat geram oleh kehadiran Robin lagi dalam hidupnya. Ia meminta sekretarisnya untuk mempercepat pencarian dokter Kang dan mengumpulkan semua file yang ada di kantor dokter Kang untuk mengetahui apakah ada metode penyembuhan dirinya disana.



Seo Jin melihat meja ruang tamunya berantakan dengan snack dan minuman kaleng, ia tau itu perbuatan Robin.



“ MSPku bukan lagi masalah, mulai sekarang ia bisa muncul kapan saja. Aku bersumpah, kalau Robin bukan diriku sendiri maka aku akan membunuhnya. Tapi karena ia di dalam aku, maka satu- satunya cara membuatnya mati ialah dengan membunuh diriku sendiri. itu membuatku gila!!” bentak Seo Jin pagi- pagi.

“ dan, singkirkan Ha Na dari hadapanku, aku tidak mau lagi melihatnya dimanapun.” Seo Jin tau bahwa Ha Na penyebab Robin muncul kembali, oleh karena itu ia meminta Ha Na dijauhkan supaya ia tidak tau bagaimana keadaan Ha Na termasuk pada saat Ha Na ada dalam bahaya.

Sementara Ha Na menceritakan tentang Robin kepada teman sirkusnya, beberapa saat kemudian datang sms dari Robin yang dikirim dari hapenya Seo Jin yang menanyakan bagaimana keadaan Ha Na.



Sms itu adalah scheduled  sms yang terkirim pada waktu yang sudah di set sebelumnya.

Ha Na membalas sms itu dan dibaca oleh Seo Jin, membaca sms itu Seo Jin marah besar karena Robin sembarangan menggunakan hapenya.

Di tempat lain, muncul tokoh baru bernama Woo Jung ia adalah seorang penulis yang tergila gila dengan Robin. Ia memiliki foto Robin baik yang sendiri maupun dengan dirinya di seluruh penjuru kamar.



Dengan setia ia menunggu kembalinya Robin setelah 5 tahun tidak pernah bertemu.

****
Ayah Seo Jin memanggil direktur Ryu ke kantornya, meminta untuk melakukan investigasi terhadap hilangnya dokter Kang.

Ayah Seo Jin menyebut dokter Kang sebagai dokter Seo Jin yang membantunya menyembuhkan insomnia. Tentu ia tidak ingin siapapun tau mengenai MPD yang di idap Seo Jin.

Seo Jin mendatangi kantor ayahnya, “ pergilah ke luar negeri untuk sementara waktu. Aku sudah cukup memberimu kesempatan.”  Poor kid, Seo Jin disuruh datang untuk pergi oleh ayahnya.



“ tapi bagaimana dengan dokter Kang?” tanya Seo Jin.

“ ayah akan urus itu..”

“ tidak, ayah pasti akan menyerah. Ayah bahkan menyerah terhadap aku anakmu sendiri.” balas Seo Jin pedih.

“ ya, aku bisa menyerah denganmu baik itu sekarang atau kapanpun aku mau. Kau, adalah satu- satunya kelemahanku, akan tetapi di sisi lain kau juga anakku satu satunya. Tapi kenapa kau begitu lemah?!”

“ aku sudah coba melakukan yang terbaik ayah! Aku selalu mengatakan kepada diriku sendiri untuk menjadi lebih baik, aku harus membuat ayah senang. Tapi ayah selalu membuatku menghukum diriku sendiri,”

“ pergilah, diam- diam.” Kata ayah Seo Jin.

“ ayah pengecut. Aku bisa membuka MPDku ke publik. Sesuatu yang ayah selalu sembunyikan.”

“ apa kau..”

“ ya, ini ancaman. Oleh karena itu, biarkan aku sendiri. akan kuurus semuanya dan akan kuputuskan semuanya sendiri.”

****
Entah untuk keberapa kalinya Seo Jin membatalkan kontrak dengan grup sirkus Ha Na. kali ini hal itu lagi- lagi terjadi.

Ha Na tidak mau tinggal diam, dengan bantuan salah satu teman sirkusnya, ia berhasil masuk ke suatu event dimana ada Seo Jin disana.

Saat sesi foto bersama, Ha Na berdiri di sebelah Seo Jin dengan menggunakan pakaian boneka beruang.



“ ini aku Jang Ha Na. disini banyak wartawan, aku bisa memberitahu mereka tentang pembatalan kontrak sepihakmu kepada mereka sekarang kalau kau tidak mau bicara denganku.” Bisik Ha Na.

Seo Jin mau tidak mau mengikuti kemauan Ha Na.

Ha Na pun menanyakan kali ini alasan apa yang Seo Jin ungkapkan mengenai pembatalan kontrak ini.

“ apa karena kejadian beberapa saat terakhir ini?”

Seo Jin tidak menjawab langsung, ia hanya bicara dalam hati.

“ baiklah aku akan memperbaikinya,,”

“ memperbaikinya? Terlalu banyak hal yang tidak seharusnya kau lakukan tapi kau lakukan. Aku paling benci dengan orang yang tidak tau apa kesalahan mereka tapi terus mengulanginya.”
Kata- kata Seo Jin menjurus ke arah bahwa Ha Na lah penyebab lahirnya Robin, dan penyebab Robin kembali lagi. Kesalahan Ha Na ialah muncul dalam hidupnya semenjak 15 tahun yang lalu.

Ha Na mengejar Seo Jin, saat itulah Seo Jin melihat kalung miliknya dipakai oleh Ha Na.

“ kenapa kau memakai itu? itu milikku, kembalikan!”

“ ini milik Robin.” Kata Ha Na.

“ apa yang menjadi milik Robin adalah milikku, ia tidak punya apa- apa. Jangan sebut namanya di depanku juga di depan orang lain!” kata Seo Jin sambil menarik paksa kalungnya.

“ Robin ada disana. Disaat aku memerlukannya dia selalu ada. Di saat genting, kau selalu lari dan Robin selalu datang.”

Seo Jin marah besar mendengar nama Robin terus menerus. Ia mendorong Ha Na ke tembok, tapi tiba- tiba ia sesak nafas.

*tu kan, ga boleh jahat- jahat sama Ha Na makanya, haha*

Seo Jin terlungkup di lantai, Ha Na bingung melihat itu dan Ha Na menutup telinga Seo Jin sejenak untuk menenangkannya.



Beberapa saat kemudian Seo Jin sudah pulih seperti semula dan malah mendorong Ha Na hingga jatuh.

****
Woo jung mengadakan pertemuan dengan fans Robin di sebuah café. Kebetulan disana juga sedang ada direktur Ryu yang bertemu dengan polisi untuk menanyakan tentang kasus dokter Kang.

Saat Woo Jung pergi, ia secara tidak sengaja menjatuhkan foto dirinya dengan Robin. Foto itu diambil oleh direktur Ryu.

Ia mengira bahwa Seo Jin ternyata juga suka bermain dengan wanita, ia tidak mengira bahwa Seo Jin MPD.



Ha Na mendatangi kantor Tae Joo, saat Ha Na tiba, ada pasien yang baru selesai konsultasi, orang itu adalah sopir Ahn penjahat yang mencelakai Ha Na.

Ha Na tentu tidak sadar dengan orang itu, akan tetapi sopir Ahn mengetahui Ha Na dan memandangnya dengan penuh niat jahat.



Ha Na memutuskan untuk kembali melakukan hypnotherapy, kali ini ia mencoba mengingat kejadian lampu jatuh kemarin, ia curiga bahwa kejadian kemarin juga dilakukan oleh penjahat yang sama.

Tapi kali ini Ha Na tidak melihat wajah penjahatnya, yang ia lihat malah Seo Jin yang memanggil namanya sesaat sebelum bola itu jatuh.

“ maafkan aku. Banyak orang yang berharap untuk bisa menemukan penjahat itu, tapi aku tidak bisa banyak membantu” kata Ha Na kepada Tae Joo.

“ sejujurnya aku senang kau menelpon. Biasanya yang mau melakukan hypnotherapy adalah korban atau keluarga korban. Tapi kau bukan siapa- siapa dan kembali. aku sangat berterima kasih.”

Polisi menelpon sekretaris Seo Jin dan memberitahu bahwa ia menemukan file penelitian dokter Kang dan sekarang file itu ada di Tae Joo.

Seo Jin pun bergegas kesana karena ia berharap di file itu ada metode penyembuhan untuknya.

Sampai disana Tae Joo membenarkan bahwa ia telah menyimpan file milik dokter Kang, akan tetapi tidak ada file atas nama Seo Jin.

“ apa maksudmu tidak ada?”

“ ada sekitar 500.000 kasus disini, tapi tidak ada satupun tercantum nama pasien. Yang ada hanya nomor kasus itu. setelah aku buka, yang ada juga hanya foto- foto saja tidak ada data lain.”



*aku tau nomor berapa kasusmu Seo Jin, kasus nomor 101484 , ada di episode 1.. makanya jadi penonton, jangan jadi pasien.. haha..*

Seo Jin terlihat kecewa, di meja Tae Joo ia melihat syal yang ternyata milik Ha Na yang tertinggal.

****
Dalam perjalanan pulang Seo Jin melihat Ha Na berjalan sendirian, ia memperhatikan Ha Na dari dalam mobil.

Dari arah berlawanan ada motor yang berjalan serampangan dan hampir saja menabrak Ha Na.

Secepat kilat Seo Jin menyelamatkan Ha Na dari motor tersebut.

“ berhenti membahayakan dirimu sendiri.” kata Seo Jin lalu mengembalikan syal milik Ha Na.



“ aku akan pergi. Itu kan yang kau mau? Baiklah aku pergi, kau tidak perlu membayarku apapun, akan tetapi tolong biarkan staffku bekerja di Wonderland, apapun pekerjaanya” pinta Ha Na.

“ baiklah..” balas Seo Jin setelah beberapa saat berpikir. Yang perlu ia singkirkan memang hanya Ha Na.

“ dan, aku akan melanjutkan hypnotherapynya. Tidak ada hubungannya lagi denganmu, hanya saja aku tidak bisa hidup tenang kalau dokter Kang belum ditemukan. Kau tidak perlu berterima kasih, itulah kepribadianku.” Ha Na menggunakan kata- kata Robin.

“ kepribadian macam apa itu, omong kosong.” Kata Seo Jin skpetis.

Ha Na hanya tersenyum membenarkan, “ dan, aku menarik kata- kataku tadi. Bahwa kau selalu lari di saat genting.” Sepertinya Ha Na menghargai pertolongan Seo Jin barusan.

Beberapa saat berjalan ke arah yang berlawanan, Seo Jin diam- diam memayungi Ha Na yang berjalan di saat salju tengah turun, “ pakai ini..”



*cie cie cie, sejak kapan salju itu bisa membahahayakan orang Seo Jin, apalagi kalo Cuma dikit dikit.. wkwkwkwk.. cie yang mulai perhatian cie..*

Ha Na memandang Seo Jin sebentar, lalu mengambil payung itu.

****
As expected, penabrak motor tadi adalah sopir Ahn. Sampai di rumahnya, ia mengirim pesan kepada seseorang melalui laptop.

“ aku gagal lagi, dia kembali muncul”

“Goo Seo Jin?” tanya bos sopir Ahn. Belum diketahui siapa. Ayah Seo Jin?

Ha Na pergi ke arena sirkus Wonderland, ia mengingat masa lalu saat ayahnya masih hidup.

Saat Ha Na kecil selalu duduk di bangku terdepan menyaksikan atraksi ayahnya. Sekarang arena sirkus ini harus ia tinggalkan mungkin untuk selamanya.

Ha Na menangis karena tidak bisa mempertahankan apa yang sudah ayahnya bangun selama hidupnya.



Handphonenya tiba- tiba berbunyi, ternyata Robin yang menelpon.

*what? See now he can show up anytime?*

Ha Na sangat senang Robin menelpon dan memberitahu keberadaannya.

Beberapa saat kemudian Robin sudah tiba di arena sirkus.

“ apa kau menangis?” tanya Robin. Ha Na bilang tidak.

Ha Na dan Robin akhirnya bermain di atas trampolin, Ha Na menceritakan bahwa trampolin itu adalah kenangannya bersama dengan ayahnya.

“ aku akan pergi.”

“ kemana?” tanya Robin.

“ ke Amerika, tapi tidak sekarang, mungkin setelah beberapa hal beres kuurus,”

“kenapa? Apa Goo Seo Jin menyuruhmu pergi?”

“ ya.” Jawab Ha Na. Robin terlihat upset, disuruh jagain malah disuruh pergi, haha..

“ dia bilang showku jelek, paradeku jelek.”

“ dia bilang begitu dan kau diam saja? Mestinya kau bilang, ‘ showku jelek? Karaktermu itu yang jelek!’” kata Robin kepada Ha Na. wkwkwkwkwk.. I love Robin.

Robin pun akhirnya meminta Ha Na untuk menyampaikan keluh kesahnya kepada Seo Jin, nanti akan Robin sampaikan.. wkwkwkwkwk..

****
Besok paginya Seo Jin bangun dengan badan sakit semua, ya iyalah, dipake trampolin semaleman..  hahahaha

Di mejanya kembali ada pesan dari Robin, kali ini ia mengatakan, “ Sorry,”



Seo Jin langsung curiga tentang apa yang telah dilakukan Robin.

Pertanyaan Robin terjawab saat ia melihat Ha Na dan temannya datang ke rumahnya pagi- pagi membawa kontrak dan koper.

“ aku baru akan pergi tapi aku lihat kontrak ini di mejaku tadi pagi. Kau bahkan banyak membuat kenentuan menguntungkan dan sudah mengecapnya dengan jarimu. Terima kasih direktur” kata Ha Na.

Seo Jin melihat jari jempolnya yang masih merah tanda bekas cap, sure, Robin.. hahaha.. good job!



“ dan kau juga bilang untuk keamananku sebagai saksi, aku boleh tinggal di rumahmu. Meski aku agak canggung, tapi aku memutuskan akan tinggal disini..”

Seo Jin pun hanya bis mengumpat dalam hati pada Robin..

Hahahahahaha..


****
Untuk pertama kalinya, aku suka bukan sama pemeran utama alias Seo Jin, aku suka banget sama Robin.. hahahaha..

Dalam drama ini baik Seo Jin maupun ayahnya sering sekali menyinggung peristiwa lima tahun lalu. Sampai sekarang belum terungkap sama sekali apa peristiwa lima tahun lalu itu.

Misteri baru muncul mengenai siapa bos dari sopir Ahn, ia sepertinya mengenal Seo Jin dengan baik..

Jumat, 30 Januari 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 3



****
Ha Na melihat Robin yang tengah merayakan kembalinya setelah lima tahun “terkubur”..

“ apakah kau baik- baik saja? Apa kepalamu terbentur terlalu keras saat menyelamatkan aku tadi?” tanya Ha Na bingung melihat perubahan sikap orang yang dikiranya Seo Jin.

Belum sempat Robin menjawab, para bodyguard yang ingin membuatnya tidak sadarkan diri datang, mereka membawa peralatan bersiap untuk melumpuhkan Robin.

Robin mencari cara untuk melarikan diri, ia melihat ke bawah akan tetapi sangat mustahil baginya untuk melompat ke bawah.

Saat Robin sedang mencari cara, Ha Na menepuk pundak Robin sehingga membuat Robin menoleh.



“ ada apa? Apa kau mau berterima kasih padaku? Tidak usah, seperti itulah kepribadianku.”

Mendengar Robin berkata seperti itu, Ha Na langsung teringat akan laki- laki yang menyelamatkan dia 15 tahun lalu di jembatan saat ia terjatuh ke sungai.. anak lelaki itu mengatakan hal yang persis sama.

Tidak peduli sekeras apa Robin coba kabur, ia tetap tidak bisa kemana- mana.

Ha Na yang merupakan pemain sirkus handal pun menawarkan bantuannya, dengan seutas tali (yang ga tau dapet darimana) mereka berhasil menyeberang ke tempat lain.



“ terima kasih..” Robin mengembangkan senyum di wajahnya setelah sampai.

Ha Na sempat terpaku, akan tetapi ia berusaha keras untuk meyakinkan dirinya bahwa yang ada di depannya adalah Seo Jin.

Robin dan Ha Na melarikan diri lagi dari kejaran body guard, kali ini Robin mengajak Ha Na ke kediaman Robin biasanya.

Ayah Seo Jin menyuruh sekretaris Seo Jin untuk membawa Robin dan Ha Na pulang dan meminta Robin untuk minum pil tidur agar besok Seo Ji n kembali.

****
Sampai di kediaman Robin, ia nampak merindukan sekali tempat itu, di meja kerjanya terdapat fotonya bersama dengan teman- temannya.

Teman, sesuatu yang Seo Jin tidak pernah miliki.



Robin mendengarkan pesan suara di hapenya, dari pesan suara itu diketahui bahwa Robin ternyata kartunis, komik buatannya bahkan telah rilis di web..

Sementara itu Ha Na jalan- jalan di halaman Robin yang sangat luas, dalam sekejap tiba- tiba semua lampu menyala sehingga membuat taman itu menjadi wonderland,,



Semua benda yang ada di taman itu seolah terbungkus oleh lampu berwarna- warni..

Robin keluar juga ke halaman dan menikmati lampu- lampu itu.

“ permisi,,” sapa Ha Na.

“ Direktur Goo..” katanya lagi.

“ Direktur Goo? Ah, jadi sekarang Seo Jin sudah jadi direktur..” kata Robin.

“ kau, bertingkah sangat aneh sekarang ini Direktur.”

“ apa kau kenal Seo Jin?”

“ ya, apa kau bukan Seo Jin?”

“ bukan, aku bukan Seo Jin, jadi aku bukan direktur.”

“ lalu kau siapa?”

“ aku Robin..”

Ha Na tertegun sejenak, lalu menunjuk hidungnya dengan telunjuk, “ ah sadarkan dirimu!!”

Robin tertawa melihat Ha Na seperti itu,

“ jangan tertawa! Aku sedang serius sekarang!” kata Ha Na.

“ apa maksudmu kau bukan Seo Jin? Kau memiliki wajahnya, kau denganku di Wonderland, dan kau menyelamatkanku.. tapi kau bilang kau siapa? Robin? Tapi kenapa kau memiliki wajah Seo Jin?”

“ tapi aku yakin sikapku pasti sangat berbeda dengan Seo Jin. Seo Jin tidak akan pernah menyelamatkan orang lain.. menyelamatkan orang lain adalah kepribadianku..

****
“ lalu siapa kau? Caramu bicara, pembawaan, bahkan kepribadianmu sangat berbeda dengan Seo Jin. Lalu kau siapa?” tanya Ha Na.

Robin teringat akan perjanjian yang telah ia buat dengan Seo Jin melalui video, peraturan nomor tiga.

Kalau ada orang yang menanyakan siapa dirimu, maka kau dan aku akan menjawab hal yang sama, kita adalah saudara kembar.

“ aku kembarannya,” jawab Robin kepada Ha Na.

“ kalian kembar?”

“ ya, aku saudara kembar yang lebih tua,.”

****
Beberapa saat kemudian para bodyguard sudah sampai di kediaman Robin, mereka menembakkan peluru bius ke arah Robin tapi Ha Na mencegah peluru itu mengenai Robin dan malah dia yang pingsan.

Robin dan Ha Na pun di bawa ke mobil untuk pergi ke rumah Seo Jin.

Ryu Seung Yeon, paman Seo Jin kayanya, mendengar tentang Seo Jin yang menyelamatkan orang, ia heran sejak kapan Seo Jin menyelamatkan orang. Belum jelas diketahui apa dia tau tentang Robin.

Sementara itu penjahat yang mencelakai dokter Kang menampakkan diri lagi, kali ini ia bahkan memperlihatkan wajahnya di sebuah rumah sakit.



Ia terlihat sangat ramah dan baik hati, ia bahkan menolong seorang nenek yang duduk di kursi roda untuk masuk ke dalam lift.

Tae Joo baru selesai kuliah dan berjalan menuju kantornya, penjahat itu ada disana.

“ sopir Ahn..” sapa Tae Joo. Jelas ia mengenal orang itu dengan baik, tapi ia tidak tau bahwa ia adalah penjahatnya.

Sekarang mulai jelas, pada hari dokter Kang menghilang, ada seseorang yang masuk ke kantornya. Saat orang itu masuk dokter Kang tidak terlihat terkejut.

Pantes aja dia tidak terkejut, karena yang masuk adalah sopirnya sendiri. dia tidak tau bahwa sopirnya ada niat jahat.

*analisis awalku*

Mr. Ahn bertanya kepada Tae Joo tentang hilangnya dokter Kang, ia mengatakan bahwa hari itu harusnya ia mengantar dokter Kang ke dokter untuk CT Scan, mendengar bahwa dokter Kang menghilang membuat ia sangat kuatir.

Jangan- jangan ini orang MPD juga.. -.-

Mr. Ahn meminta waktu kepada Tae Joo untuk konseling, Tae Joo pun menyanggupinya.

****
Sampai di rumah Seo Jin, Robin segera menemui ayahnya (atau ayah Seo Jin, haha).



Ayah Seo Jin mengatakan banyak hal buruk kepada Robin.

Ia mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi Robin untuk kembali mengacaukan kehidupan Seo Jin. Ia melemparkan pil tidur kepada Robin dan pergi dari kamar itu.

“ tidak ada alasan bagimu untuk ada di sini, tidak ada satu orang pun yang mengharapkan kehadiranmu.”

Robin nampak sedih akan tetapi masih berusaha tersenyum.

Beberapa saat kemudian, sekretaris Seo Jin masuk ke kamar. Robin nampak senang melihatnya, ia bahkan memanggil sekretaris dengan sebutan hyung.

Akan tetapi sekretaris itu berusaha sebisa mungkin untuk tidak bersikap ramah. sepertinya ia sedikit banyak menyukai Robin.. hehe..

“ kau tau aturan nomor 7 kan? Sebutkan.”

“ disaat aku hadir, tidak boleh lebih dari 12 jam. Ya aku tau, tapi ini baru 5 jam, jadi jangan memintaku minum pil tidur,”

Sekretaris menceritakan tentang hilangnya dokter Kang, ia juga menanyakan apakah hari itu Robin menyelamatkan Ha Na.

“ apakah karena dokter Kang hilang makanya aku kembali? karena Seo Jin membutuhkanku?”

“ kurasa bukan seperti itu, Seo Jin sudah banyak berubah.”

“ lalu kenapa aku kembali? aku kembali bukan atas kemauanku.. kalau bukan karena Seo Jin, pasti karena orang lain.”

“ orang lain siapa? Sangat sedikit orang yang tau tentangmu. Aku menganggapmu sebagai adikku, dengarkan aku. Tidak ada lagi yang membutuhkanmu. Tidak ada alasan bagimu untuk ada disini..”

Dalam waktu 15 menit, Robin harus mendengar penolakan dari orang terdekatnya. Poor Robin T.T ia terlihat sangat terpukul tapi tetap berusaha tersenyum.

****
Robin masuk ke taman yoga, ia masuk ke dalam ruangan rahasia Seo Jin.

Ruangan itu hanya  bisa dimasuki dengan deteksi sidik jari, since mereka adalah orang yang sama, jadi bukan masalah untuk Robin untuk bisa masuk.. hehe..

Saat menyalakan komputer, lagi- lagi Robin mendapat pesan dari Seo Jin yang mengatakan tidak lagi membutuhkan dirinya.

“ kalau bukan kau yang butuh aku, lalu siapa?” tanya Robin bingung.

Robin lalu mengingat kejadian ia menyelamatkan Ha Na dari lampu yang jatuh

Ia mengecek CCTV Wonderland dan melihat bahwa saat melihat Ha Na dalam bahaya, Seo Jin langsung berubah menjadi Robin.

Robin pun mengecek kejadian gorilla di Wonderland, saat itu juga ada Ha Na di dalam bahaya.

Ia pun teringat bahwa ia telah menyelamatkan Ha Na di rumah sakit dokter Kang.

“ apa itu karena Ha Na?”

Ha Na pun terbangun dari biusnya, ia ingat apa yang terjadi. Di lehernya terdapat kalung milik Seo Jin dan Robin, hehe.

Di mobil saat di perjalanan, Robin ternyata memakaikan kalung itu kepada Ha Na.



Mereka berdua sama- sama mengingat kejadian di jembatan 15 tahun yang lalu.

“ jadi Ha Na adalah gadis di masa lalu itu, karena dialah aku kembali.”

Robin pun mencari Ha Na, saat ia menelpon sekretaris hyungnya, Ha Na memanggil Robin dari lantai atas yang terhubung dengan ruangan yoga, what a nice house, hehe..

Ha Na segera melompat turun dan ditangkap oleh Robin.

Mereka kembali melarikan diri, “ itu kau kan?” tanya Ha Na.

Robin mengangguk yakin.



“ 15 tahun lalu itu, juga kau kan?” tanya Ha Na memastikan,

Robin kembali mengangguk yakin. Ha Na senang akhirnya bisa ketemu dia penyelamatnya.

Sayang kebersamaan mereka harus berakhir sampai disana, Robin harus masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Ha Na. entah kapan mereka bertemu lagi.. hiks

****
Ha Na menceritakan kejadian 15 tahun lalu kepada penonton.

Dulu Ha Na selalu berada di jembatan itu untuk berlatih sirkus, kaya si manis jembatan ancol, haha

Bukan hanya Ha Na, ada seorang lelaki yang juga tiap malam datang kesana untuk bunuh diri. Lelaki itu adalah Seo Jin.

Ha Na selalu bersembunyi sambil memperhatikan anak itu setiap malam, khawatir apa ia akan bunuh diri betulan apa tidak.. begitulah cara Ha Na melindungi Seo Jin.



Sampai di suatu malam Seo Jin betulan melompat, dan Ha Na mencegahnya sehingga Ha Na yang terjatuh ke sungai.

Melihat Ha Na terjatuh, Seo Jin tentu tidak menolong. Akan tetapi sesaat kemudian hadirlah Robin menyelamatkan Ha Na.

Hari itu, adalah hari dimana Robin pertama kali hadir dalam hidup Seo Jin. Karena melihat Ha Na dalam bahaya.

****
Pagi datang, Robin menghilang dan digantikan Seo Jin..

Saat bangun Seo Jin melihat pesan di mejanya, gambar yang dibuat oleh Robin dengan tulisan “HI!” ceria sekali, haha..



Ia tau bahwa Robin pasti sudah kembali, ia segera ke ruang rahasia dan mendapati pesan video dari Robin.

“ aku minta maaf karena aku kembali. tapi kau ingat peraturan nomor 19 kan? Bahwa kalau aku sudah tidak dibutuhkan, maka aku akan dihancurkan selamanya.”



“ maafkan aku tapi, peraturan itu sudah tidak berlaku lagi. Kau bukan lagi satu- satunya alasanku ada, aku bisa muncul meski kau tidak lagi menginginkan aku. Kau tau siapa kan? Yap, Jang Ha Na.”

“ kenapa, kenapa harus Ha Na!” Seo Jin kesal.

“ kau ingat kejadian 15 tahun lalu di jembatan itu kan? Hari saat kau mau bunuh diri dan hari lahirku. Ha Na adalah orang yang menyelamatkanmu dan membangunkan aku dari tidur panjangku. Dan sekarang, ia juga penyebabnya.”

“ aku tau bahwa ia penting bagimu, kenapa? Karena dia saksi kunci hilangnya dokter Kang. Oleh karena itu aku membuat aturan baru. Peraturan nomor 20, lindungi Jang Ha Na.”

Seo Jin mengecek CCTV dan melihat Ha Na ngobrol dengan Robin kemarin malam.



Seo Jin langsung berkesimpulan, Ha Na sudah tau tentang Robin.

****
Comment :

Aku pikir Seo Jin berada di posisi mau tidak mau melindungi Ha Na.

Selain karena Ha Na adalah saksi kuncinya, alasan lainnya adalah apabila Ha Na berada dalam bahaya maka kemungkinan Robin muncul akan sangat besar.

Oleh karena itu, untuk menghindari Robin muncul kembali, maka ia harus melindungi Ha Na dari bahaya.. wakakakakaka..

Sejenis PHP terselubung..

Sabtu, 24 Januari 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 2


****

Seo Jin tidak bisa mengingat apa yang terjadi pada dirinya selama mengira dirinya pingsan. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Ha Na tentang apakah ia menyelamatkan Ha Na.

Seo Jin menyuruh Ha Na keluar karena ia tidak mau Ha Na melihat kebingungannya. Sebelum keluar, Ha Na melihat kalung yang selalu dikenakan Seo Jin.



“ apakah kalung itu milikmu?” tanya Ha Na seperti melihat sesuatu yang sangat penting.

“ apa?” tanya Seo Jin bingung. Ha Na mengatakan bahwa bukan apa- apa dan keluar dari kamar Seo Jin.

Di depan pintu kamar Seo Jin,Ha Na teringat akan masa lalunya.

Ada seorang gadis kecil yang hampir terjatuh ke  sungai dan hanya mampu bertumpu pada kedua tangannya.



Lalu tiba- tiba seorang laki- laki datang untuk mengulurkan tangannya, saat ia menolong gadis itu, gadis itu melihat ada kalung yang terjuntai dari leher lelaki itu.

Gadis itu adalah Ha Na saat kecil, ia ingat betul saat itu lelaki itu juga ikut lompat ke sungai. Pada saat di dalam air, Ha Na melihat kalung yang dipakai anak lelaki itu, dan sangat mirip dengan yang dipakai Seo Jin.

Kembali ke masa sekarang, Ha Na mengelak, ia tau bahwa pasti bukan Seo Jin yang menyelamatkan dia, baik itu dulu maupun kemarin.
****

Ayah Seo Jin, presdir Wonderland, berarti Seo Jin itu direktur, salah.. haha..



Ayah Seo Jin mendengar kondisi anaknya di Korea, ia tau bahwa anaknya mengidap MPD, sehingga ia menanyakan pada asistennya apakah Seo Jin mengingat apa yang terjadi?

Dan ternyata Seo Jin tidak mengingatnya. Ayahnya pun segera datang ke rumah sakit untuk menemui anaknya.

Sementara di rumah sakit, Seo Jin sedang shock karena Robin yang tiba- tiba kembali setelah lima tahun tidak pernah mengganggunya.

“ telpon dokter kang..” kata Seo Jin. Akan tetapi sekretarisnya mengatakan bahwa dokter Kang menghilang di hari Seo Jin datang ke rumah sakit.

Polisi sedang menyelidiki kasus hilangnya dokter Kang berdasarkan telpon dari dokter Kang sesaat sebelum ia hilang, ia meminta seseorang untuk datang dan menyelamatkannya.

Akan tetapi saat polisi datang kesana, dokter Kang sudah hilang. Polisi hanya mendapati dari saksi bahwa ada Seo Jin dan Ha Na di sekitar tempat itu di waktu itu, semua CCTV di matikan di lantai tempat kantor dokter Kang berada.

Semakin mengindikasikan bahwa penculikan ini sangat terencana.

Ayah Seo Jin sampai di rumah sakit dan meminta Seo Jin untuk pergi jauh sampai kasus ini selesai dan dokter Kang ditemukan.

Akan tetapi Seo Jin menolak dengan alasan bahwa ia akan sembuh dan selama lima tahun ini pun ia bisa hidup dengan baik dan normal.
****

Keluar dari rumah sakit, Seo Jin langsung pulang ke rumah dan menuju ke ruangan hutan dalam ruangan, haha..

Di dalam ruangan itu, ternyata ada tombol yang mengantar Seo Jin ke ruang rahasia lainnya, dimana hanya dia yang tau mengenai ruangan itu.

Di ruangan rahasia tersebut terdapat tiga layar monitor, dua yang besar tertempel di tembok, dan satu lagi seperti computer biasanya.



Seo Jin menyalakan computer itu dan melihat rekaman CCTV selama beberapa tahun ke belakang di Wonderland.

Terlihat rekaman itu pada tahun 2010, ia melihat dirinya menolong banyak orang di berbagai kesempatan.

Ada saat ia menolong orang yang terjatuh dari caroussel, saat menolong orang yang terjatuh dari escalator, dan saat orang terjebak di dalam lift.

Seo Jin tau bahwa itu bukan dia, tapi Robin. Itu adalah saat Robin mulai muncul dalam hidup Seo Jin.

Seo Jin nampak kesal dengan dirinya di dalam CCTV itu, dengan sandi rahasia yang cerdas, ia mengirim pesan rahasia untuk Robin yang dibuat dalam bentuk video.



“ dengarkan aku Robin, saat kau melihat ini berarti kau sudah kembali. kau ingat kan peraturan nomor 19 kita? Tidak ada alasan bagimu untuk muncul lagi, aku sudah berubah dan aku tidak mau lagi ada kau disekitarku. Kalau kau muncul sekali lagi, aku akan memusnahkanmu, selamanya.

****

Sekretaris memberikan laporan bahwa polisi sedang menyelidiki hilangnya Dokter Kang. Seo Jin menyayangkan tidak ada saksi yang melihat dokter Kang.

Akan tetapi saat melihat staff sirkus yang hendak pergi, ia ingat bahwa seseorang adalah saksi yang dapat menguak hilangnya dokter Kang.

Jang Ha Na. ia ingat bahwa hari itu ia melihat Ha Na keluar dari ruangan dokter Kang sambil dikejar penjahat itu.

Ha Na dimintai keterangan oleh polisi mengenai dokter Kang, ia mengatakan bahwa saat ia masuk, dokter Kang sudah tergeletak di lantai.

Akan tetapi polisi mencurigai bagaimana cara Ha Na masuk, padahal CCTV di lantai bawah tidak pernah merekam Ha Na masuk dan keluar gedung ini.

Saat itu Ha Na masuk dengan menggunakan tali dari gedung satu ke gedung rumah sakit dokter Kang untuk mencari Seo Jin, jadi wajar kalau CCTV tidak merekam kedatangannya.

Seo Jin tiba- tiba datang dan menyampaikan bahwa Ha Na masuk dengan menggunakan tali sling shot.

Akhirnya Seo Jin, Ha Na, dan pak polisi masuk ke dalam ruangan dan Ha Na merekonstruksi ulang kejadian hari itu.



Semua dapat di ingat oleh Ha Na kecuali saat ia harus mengingat wajah si penjahat.

Seo Jin sangat geregetan karena Ha Na melupakan bagian yang paling penting. Mereka membawa Ha Na ke rumah sakit dan dokter bilang bahwa ini adalah jenis amnesia sementara dan Ha Na akan segera pulih ingatannya.

Seo Jin tidak sabar menunggu lama karena nyawa dokter Kang bisa saja dalam bahaya. Ia pun menjadwalkan hypnotherapy tanpa persetujuan Ha Na.

“ tunggu dulu, kenapa aku harus melakukan hypnotherapy?”

“ karena seseorang menghilang dank au satu- satunya saksi.”

“ jadi aku penting untukmu?”

“ ya.”

“ kau butuh aku?”

“ ya.”

“ sangat butuh aku?”

“ ya,,”

“ kalau begitu aku tidak mau melakukannya.”

“ apa?”

“ dalam kondisi ini, seseorang harusnya minta tolong dengan tulus, dan membayar orang yang membantu dengan layak.” Kata Ha Na sambil meninggalkan Seo Jin.

Seo Jin paham betul dengan maksud Ha Na, ia akhirnya memperpanjang kontrak grup sirkus Ha Na di Wonderland.



Ha Na meminta kontrak diperpanjang sampai 10 tahun.

“ 10 tahun atau tidak sama sekali..” kata Ha Na, Seo Jin tidak ada pilihan lain selain setuju.. haha

What a deal.

****
Ha Na akhirnya sepakat untuk melakukan hypnotherapy meski ia tidak terlalu percaya dengan metode tersebut.

Ha Na sampai di sebuah apartemen dimana ia akan di hypnotherapy oleh mantan murid dokter Kang. Namanya Yoon Tae Joo.

Ha Na ngobrol- ngobrol dengan Tae Joo sejenak dan mengatakan bahwa ia tidak terlalu percaya dengan hal ini.

Akan tetapi Tae Joo meminta Ha Na untuk percaya padanya, Tae Joo menyalakan music dan mengatakan bahwa music inilah yang akan membuat Ha Na terhipnotis dan music ini juga yang akan membuat Ha Na terbangun. Ha Na mengerti.

Tanpa sepengetahuan Ha Na, Tae Joo mengalihkan perhatian Ha Na dengan mengajaknya bermain karet gelang, ia meminta Ha Na mengikuti polanya sambil menjawab pertanyaannya.



“ tanggal 22 januari jam 4 sore, kau ada di kantor dokter Kang, satu dua tiga, gambarkan situasinya.” Tae Joo menjentikkan jarinya dan Ha Na pun tertidur.

Tae Joo meminta Ha Na menggambarkan apa yang terjadi, ia menanyakan beberapa hal yang dijawab Ha Na sambil tertidur.

Ha Na sempat berteriak saat ia dicekik oleh penjahat itu, saat ia hendak membuka masker penjahat, Tae Joo membangunkan Ha Na dengan music yang tadi.

“ aku melihat wajahnya, aku ingat wajahnya.” Kata Ha Na.

Berita itu sampai ke Seo Jin, ia tau bahwa jika Ha Na melihat wajah penjahat, maka penjahat akan mencelakai Ha Na sekarang karena telah melihat wajahnya.

Seo Jin mencari Ha Na untuk mengamankan saksi kunci ini.

Enaknya punya urusan sama direktur taman hiburan, di amankannya di penthouse, haha..



Seo Jin menyuruh Ha Na untuk tinggal disini dan jangan kemana- mana, sementara diluar sana penjahat itu terus mencari Ha Na untuk mencelakainya.

Ha Na menolak tinggal disana karena ia merasa sangat dimanfaatkan oleh Seo Jin demi kepentingan Seo Jin sendiri.

Ha Na ikut naik lift yang dinaiki oleh Seo Jin, ia mengatakan bahwa pasti bukan Seo Jin yang menyelamatkannya.

Seo Jin mulai curiga mengenai apa yang dikatakan oleh Ha Na, “ apa yang kau bilang sudah menyelamatkanmu itu, mirip denganku?”

“ tidak, tidak sedikitpun..” kata Ha Na pergi meninggalkan Seo Jin..

Seo Jin coba mengumpulkan bagian- bagian puzzle beberapa hari terakhir.

Dimulai saat Bing Bing menghampiri Ha Na dimana MPDnya langsung naik, dan saat Ha Na mengatakan bahwa ia telah menyelamatkan Ha Na kemarin.

“ apa mungkin Robin kembali karena Ha Na?”

Seo Jin mengikuti Ha Na ke tempat sirkus yang baru, ia ingat bahwa tempat itu adalah tempat yang sama seperti yang ia lihat di dalam mimpinya.

Bajunya, bahkan detail anglenya pun sama.

Ia melihat lampu yang sama di dalam mimpinya, dan tau bahwa lampu itu akan jatuh,

Dan benar lampu itu jatuh, penjahat itulah pelakunya yang akan membuat Ha Na terluka karena lampu itu menimpa dirinya.

Saat itu MSP Seo Jin kembali naik, dan beberapa saat kemudian, tanpa ragu Seo Jin menolong Ha Na dari lampu yang jatuh.



Ha Na terjatuh di pelukan Seo Jin, saat terbangun ia melihat kalung itu lagi, dan yang lebih mengejutkan lagi, ia melihat Seo Jin tersenyum. Sangat lebar..

“ apakah kau baik- baik saja? Pergilah ke rumah sakit dan pastikan kau baik baik saja dan tidak ada luka dalam..”



“ tapi sepertinya kau baik- baik saja, syukurlah..” kata Seo Jin sambil tersenyum.

Ha Na sangat bingung dengan perubahan sikap Seo Jin yang tiba- tiba dan sangat drastis ini.

Salah satu utusan ayah Seo Jin melihat perubahan sikap itu dan langsung menyimpulkan bahwa itu adalah Robin.

Kedua petugas itu langsung mengeluarkan alat kejut listrik untuk Robin,

Robin melihat itu dan langsung kabur dengan wajah pelajar yang mau bolos.. hehe..



Ha Na melihat dan mengikuti Robin, ia bersembunyi di dalam keranjang besar menunggu petugas pergi.

Setelah pergi ia keluar dari sana dengan wajah senang, ia melompat kesana kemari dengan wajah sangat senang seolah sudah sangat lama tidak bisa bermain seperti itu.

“ apa yang aku lihat ini?” Ha Na bertanya pada dirinya sendiri. Robin terlihat sangat playful.

Ia mengikuti Robin sampai ke atap  dengan masih menganggap bahwa itu adalah Seo Jin.

Di balkon, Robin membentangkan tangannya dan mengatakan,

“ aku sudah kembali..”


****

Jumat, 23 Januari 2015

KOREAN DRAMA RECAP: HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 1

Hello!! I’m back with Hyde, Jekyll, Me. Drama korea terbaru keluaran SBS yang tayang perdana 21 januari 2015 kemarin.

Drama ini aku tunggu- tunggu sekali sejak Hyun Bin menerima tawaran untuk memerankan karakter di drama ini.

Kalo aku engga salah, it’s his first comeback in small screen since he had finished his military service. Aku selalu menantikan comeback aktor yang habis wamil.

Kemarin aku review drama pertama Rain setelah wamil, meski ga terlalu bagus, dan sekarang giliran Hyun Bin.. hehe..

Secara garis besar, drama ini berkisah tentang seorang lelaki yang memiliki gangguan kejiwaan yang disebut dengan multiple personality disorder atau bahasa kitanya kepribadian ganda.

Sesuai dengan judulnya, dua kepribadian ini dalam dunia psikologi disebut dengan kepribadian Hyde dan Jekyll.

Menurut sumber yang aku baca, kepribadian hyde and Jekyll ini dipakai untuk menggambarkan adanya dua kepribadian yang bertolak belakang dalam satu tubuh.

Dalam novel yang pernah ditulis oleh orang luar negeri, aku lupa siapa hehe, hyde digambarkan sebagai karakter yang jahat, sedangkan Jekyll digambarkan sebagai karakter yang baik.

Kembali ke drama ini, karena bertema tentang kepribadian ganda, maka Hyun Bin memerankan dua karakter yang berbeda.

Karakter pertama ialah Goo Seo Jin, seorang presiden direktur taman hiburan besar di Korea Selatan “ Wonderland” yang dingin dan tidak peduli dengan orang lain. Ia menyadari bahwa ia menderita multiple personality disorder dan berusaha setiap hari supaya kepribadian satunya tidak keluar.

Karakter kedua adalah Robin, sifat bertolak belakang dari Seo Jin yang dingin. Robin merupakan sisi penyayang dan pelindung yang sangat dibenci oleh Seo Jin.

Ketiga adalah pemeran utama wanita, namanya Jang Ha Na. ia adalah leader dari grup sirkus di Wonderland milik Seo Jin. Ia baru tiba di Korea setelah beberapa waktu memperdalam ilmu sirkus di Las Vegas.

****
Episode 1

Scene pertama di awali dengan mimpi Seo Jin. Di dalam mimpi itu Seo Jin berada di Wonderland dan melepaskan balon anak kecil yang menghalangi jalannya.

Ia melihat balon itu terbang ke atap Wonderland yang tinggi,saat melihat balon itu, ia melihat bahwa lampu besar akan jatuh dari atap itu dan akan mengenai seorang wanita yang tengah berjalan di bawahnya.

Saat lampu itu jatuh, Seo Jin dengan cepat menolong wanita itu dengan mendorongnya menjauh dari lampu itu.

Dan Seo Jin pun terbangun. Semacam alarm terdengar dari tubuhnya, Seo Jin segera mencari kacamata yang bisa memberitahunya tingkat MSP.

MSP stands for Metamorphosis Signal Point yang menggambarkan detak jantung, tekanan darah, dan suhu badan.

*kacamatanya keren ya, is it google glass? Haha*



MSP nya 132, Seo Jin nampak kesal dengan angka itu. dengan segera ia beranjak dari kamar tidur dan beralih ke ruangan lain yang nampak seperti hutan di dalam rumah, hehe..

Ruangan itu dipenuhi dengan pepohonan, Seo Jin duduk di tempat yang ada dan menyalakan music.

Ia pun melakukan yoga, haha.. untuk menenangkan diri dan menurunkan MSPnya.



Saat melakukan yoga, tiba- tiba mimpinya terngiang lagi, sehingga MSP nya kembali terpacu ke angka 132.



Sekretaris Seo Jin datang karena mencemaskan keadaan Seo Jin, apa dia bisa konek sama kacamatanya Seo Jin itu ya? Haha..

Ia langsung mengkontak dokter Seo Jin dan memberitahu tentang keadaan Seo Jin.

Seo Jin menceritakan tentang mimpinya bahwa yang ada di mimpinya bukanlah dia, tapi orang lain.

“ jika itu aku, apakah aku akan menyelematkan orang lain seperti itu?”

Sekretarisnya mengatakan semua akan baik saja selama MSPnya tidak sampai ke angka 150. Ia pun menanyakan apakah yang di mimpi itu adalah Robin?

Akan tetapi Seo Jin nampak marah dan meminta sekretarisnya jangan menyebut nama Robin di depannya. Ia telah berusaha selama lima tahun untuk mengubur Robin dalam dirinya.

Di bandara, Jang Ha Na baru tiba di korea dan langsung menuju Wonderland untuk bertemu rekan- rekannya.

Sedangkan Seo Jin juga baru tiba di Wonderland, ia kesal melihat banyak balon hari itu, mengingatkan dia akan mimpinya semalam.

Ya iyalah om, itu kan taman hiburan.. kalo banyak dosen, namanya di kampus.

“ larang semua balon hari ini..” wkwkwkwk, arogan sekali presdir ini.

Ia melihat sebuah spanduk atas Ryu Seung Yeon di taman hiburannya, siapapun dia, Seo Jin nampak tidak senang dengan kehadiran orang itu.

Ia meminta Seung Yeon untuk pergi dari Wonderland bersama dengan anak- anak yang dibawanya. Lelaki yang lebih tua dari Seo Jin itu nampak kesal tapi menurut juga.



Beberapa saat kemudian, suasana mencekam terjadi saat seekor gorilla lepas dari kandangnya.



Pengunjung berlarian, Seo Jin nampak kaget dan terpaku di tempatnya berdiri sejak tadi. Seorang pengunjung wanita berlindung di belakang Seo Jin akan tetapi Seo Jin malah mendorong wanita itu hingga terjatuh dan berlari menyelamatkan dirinya sendiri..

What a gentleman.. -.-

Ia memanjat ke atap salah satu stand, ia nampak panik dan menutup telinganya agar tidak mendengar teriakan orang- orang.



Sekretarisnya dengan sigap memasangkan headset berisi music yoga ke telingan Seo Jin, setelah tenang ia pun mulai memberikan komando untuk segera menangkap gorilla itu.

Saat semua orang sedang berusaha menangkap gorilla itu, seorang wanita memanggil nama gorilla itu
“ BING BING!!!” teriak wanita itu dari jauh.



Jang Ha Na lah yang memanggil gorilla itu, bing bing pun menoleh dan berlari ke arah Ha Na.

Mellihat bing bing berlari ke arah Ha Na, Seo Jin malah panik, MSPnya meningkat sampai ke angka 148.

Akan tetapi saat melihat bahwa bing bing tidak menyerang malah bermain dengan Ha Na, MSPnya mendadak turun sampai ke angka 126.


****
Di kantor, Seo Jin segera menelpon dokter Kang, dokter pribadi yang mengetahui keadaannya.

“ dokter kang, code blue, tolong telpon aku setelah kau selesai memberikan kuliah.”

Sekretaris Seo Jin kaget, code blue?

Seo jin mengatakan bahwa MSPnya hampir 150.

“ hampir 150 atau sudah lewat 150?”

“ hampir, tadi 148..”

“ biar kulihat alatmu,”

“ jangan berlebihan”

Sekretaris Seo Jin mengambil alat kejut listrik dan mengarahkan kepada Seo Jin,



“ kita makan apa kemarin siang?” tanya sekretaris, ia takut kalo Seo Jin sudah berubah jadi Robin. Haha..

Seo Jin nampak kaget tapi ia menjawab bahwa kemarin siang ia makan bibimbap sayur. Sekretarisnya mengatakan bahwa mereka kemarin siang tidak makan itu, mereka makan bibimbap sapi.

Seo Jin mangkel, “ sapi itu saat makan malam!”

Sekretarisnya minta maaf karena lupa, haha..
****

Seo Jin meminta Ha Na dipanggil ke kantornya, ia mau cek sesuatu.

Saat Ha Na di kantornya, ia mendekat ke arah Ha Na. akan tetapi MSPnya tidak naik, berarti bukan Ha Na penyebabnya.



“ pemain sirkusmu, dipecat. Kontrak sudah berakhir.”

Ha Na kaget dengan kabar itu, mengingat grupnya sudah menjadi bagian penting dari Wonderland.

“ kontraknya bahkan belum berakhir.”

“ sudah berakhir mulai hari ini, team hukumku akan mengurus ini dan membayar biaya pembatalan kontrak.:”

“ kenapa kau melakukan hal ini tiba- tiba?”

“ karena aku punya kuasa untuk melakukannya..” widih..

Ha Na akhirnya keluar tanpa kata, ia menghampiri teamnya yang sudah menunggu dengan cemas.

Ha Na menceritakan bahwa mereka harus pergi dari sini. Akan tetapi salah satu staffnya mengatakan bahwa ini  tidak adil.

“ aku punya rekaman bagaimana ia mendorong pengunjung wanita tadi, pasti akan kacau kalau berita ini sampai di internet.”

Ha Na pun menggunakan video itu sebagai ancaman supaya kontrak diperpanjang.

Saat ditunjukkan video itu, Seo Jin nampak sangat menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan kepada pengunjung wanita tadi.



Saking menyesalnya sampai berhasil menipu Ha Na. Ha Na yang tadinya mau marah- marah eh malah ga jadi.. haha..

“ aku sangat memalukan, kontrakmu diperpanjang.. pergilah..” kata Seo Jin sok menyesal.

Ha Na senang dan meminta hape itu kembali,

“ sebentar, biarkan aku sendiri dengan video ini sebentar saja..” kata Seo Jin. Ha Na pun nurut.. wkwkwkwk..

Ha Na menceritakan kabar baik ini kepada staffnya, mereka tidak percaya bahwa Seo Jin bisa baik begitu.
****

Jangankan Ha Na, sekretarisnya Seo Jin aja ketipu,

“ kau menyiapkan kontraknya hanya karena aku menyuruhmu?” kata Seo Jin kembali dingin.

“ tapi tadi kau menyuruhku menyiapkan secepatnya.”

“ tadi aku hanya ber improvisasi..” wkwkwkwkwk..

Seo Jin menyuruh kontrak dibuang dan video di hapus dari memori card untuk selama- lamanya.

* itu Ha Na mestinya kopi dulu ke tempat lain kali videonya, polos amat.. haha*

Ha Na sedang mendiskusikan konsep sirkus baru untuk meningkatkan penjualan di Wonderland. Akan tetapi staff lain Wonderland menyatakan bahwa mereka harus segera pergi dari sini karena itu adalah perintah presdir.



Staff Ha Na sangat kecewa, sementara Ha Na merasa sangat marah karena sudah tertipu. Barang yang dipakai mengancam pun sekarang sudah hilang selamanya.

****
Dokter kang sedang memberikan kuliah tentang multiple personality disorder. Ia mengatakan bahwa orang dengan MPD mengetahui bahwa ia memiliki sisi lain dalam dirinya, ia ingat apa yang dilakukan kepribadian lainnya.



“ akan tetapi orang yang akan kita bicarakan disini tidak mengingat apapun. Apa yang mereka lakukan, siapa yang mereka temui, dan dimana mereka berada. Billy Milligan, lahir tahun 1855 di Ohio, Adelaina umur 19 tahun seorang lesbian, allen berumur 18 tahun seorang aktor, Christene, Christopher, Tommy, Danny, Sean, Walter, April, Timothy, dan guru..”

“ ke 24 orang itu, adalah satu orang yang sama. 24 kepribadian itu ada di dalam diri Billy Milligan”

*DAEBAK!!!! How can people actually live with that??!*

“ pada tahun 1997, ia ditangkap polisi dengan berbagai tuduhan berat. Tapi ia bertanya kepada polisi ‘ apa kesalahan yang sudah aku lakukan?’. Sampai saat itu banyak spekulasi yang mengatakan apa saat itu Billy benar- benar tidak tau atau pura- pura tidak tau.”

“ saat Billy kecil, ia mengalami kekerasan dari ayah baptisnya. Sangat mengerikan hingga ia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa hal itu tidak terjadi pada dirinya, melainkan terjadi pada tommy dan walter, kepribadiannya yang lain.”

* aku pernah denger penjelasan dari guru, bahwa orang bisa menciptakan kepribadian lain dalam dirinya karena dia tidak bisa menerima trauma suatu hal terjadi pada dirinya. Jadi dia menciptakan karakter lain sebagai pelampiasan bagian lain dari dirinya yang tidak ingin ia miliki.*

Dokter Kang menelpon Seo Jin dan menawarkan kesembuhan untuk Seo Jin dari MPDnya. Ia menemukan metode yang paling aman digunakan dan tidak membahayakan Seo Jin.

Seo Jin pun bergegas mencari dokter Kang.

Sementara itu, Ha Na membuntuti Seo Jin karena ingin menuntut pertanggungjawaban Seo Jin memecat ia dan staffnya dari Wonderland.

Dokter kang merekam pembicaraan dirinya sendiri dalam sebuah recorder, “ nama pasien Goo Seo Jin. Alter egonya muncul lima tahun lalu dengan nama Robin. Goo Seo Jin dan Robin memiliki kemiripan dengan kasus Hyde dan Jekyll, hanya saja dalam kasus Goo Seo Jin, kepribadiannya kebalikannya.”

* seperti tadi dijelaskan bahwa Hyde merupakan karakter yang jahat sedangkan Jekyll karakter yang baik. Dalam kasus Seo Jin, Hyde adalah yang baik dan Jekyll adalah yang jahat. Mungkin dalam novel itu, karakter yang muncul kemudian  adalah karakter yang jahat, sedangkan dalam kasus Seo Jin karakter yang muncul kemudian adalah karakter yang baik, maka disebut kebalikan dari kasus Hyde and Jekyll.*

Sebelum Seo Jin datang, ada seseorang dengan jubah hitam datang ke kantornya, Dokter Kang nampak mengenal orang itu, akan tetapi wajahnya tidak diperlihatkan kepada penonton.



dan beberapa saat kemudian, Ha Na yang ingin mencari Seo Jin menemukan dokter Kang sudah terkapar di lantai dengan darah bersimpah keluar dari tengkorak kepalanya.



Penjahat itu melihat Ha Na dan mengejarnya, Ha Na berlari keluar dan melihat Seo Jin.

Merasakan adanya bahaya, Seo Jin pergi ke lift, ia tidak mengijinkan Ha Na masuk dan mendorongnya. Sama seperti ia mendorong pengunjung di Wonderland saat itu.

Di depan mata Seo Jin, ia melihat Ha Na diserang oleh penjahat itu. saat lift tertutup, MSPnya kembali naik.

Seo Jin terlihat tercekik, MSPnya mencapai angka 148. Sampai akhirnya ia terkapar di lantai, tanpa tenaga.



Akan tetapi sepersekian detik kemudian, ia berdiri lagi, seolah tidak ada yang terjadi. Robin is coming?

Ia melepaskan jas, kacamata, bahkan alat yang biasa ia pakai untuk mengontrol MSPnya. Ia berjalan keluar dari lift dan melihat Ha Na dalam bahaya.



Saat sampai di atap, Seo jin yang sepertinya jadi Robin menyelamatkan Ha Na dari penjahat itu. tapi terlambat karena Ha Na akhirnya terjatuh.

Beruntung di bawah ada kolam, Seo Jin pun melompat mengikuti Ha Na. ia sempat memeluk Ha Na saat jatuh ke dalam air.


****

Ha Na terbangun di rumah sakit ditemani oleh staffnya, staffnya mengatakan bahwa Seo Jin menyelamatkan nyawa Ha Na.

Ha Na bingung kenapa orang itu terus menunjukkan sikap yang bertolak belakang. Akan tetapi Ha Na menghampiri Seo Jin di kamar rumah sakit.

Disana Seo Jin tidak ingat apa- apa setelah ia di dalam lift.

“ aku tidak ingat apapun setelahnya. Aku pikir aku pingsan.”

Ha Na datang dan mengkonfirmasi apakah Seo Jin yang menolongnya, ia bilang bahwa Seo Jin melompat ke air bersamanya dan menyelamatkannya.

Seo Jin nampak bingung, dalam hati ia mengatakan, “ aku? Menyelamatkan? Lompat ke air?”

Prolog terakhir dari dokter kang muncul, “ menyelamatkan adalah sisi dari Robin, Seo Jin’s Hyde. Robin lahir dari rasa bersalah Seo Jin. Jadi Robin menyelamatkan, dan melindungi.



Kembali ke rumah sakit, Seo Jin menatap dirinya di cermin dan berkata, “ Robin, sudah kembali.”



****
Hua!!! Butuh kesabaran dan kerajinan ekstra bikin review drama ini.

Dan perlu konsentrasi penuh untuk mengerti apa yang terjadi..

Pertanyaan yang sering muncul adalah, “ kamu siapa? Seo jin atau Robin?” hahaha.

But I’m enjoy watching this drama.. :D