Total Tayangan Laman

Jumat, 31 Oktober 2014

SHE IS SO LOVABLE (MY LOVABLE GIRL) EPISODE 12

Se Na terus berceloteh tentang kakaknya juga Jae Young yang mengatakan kenal dengan kakaknya lalu menanyakan apakah Hyun Wook kenal dengan kakaknya?

“ ahjusshi..” Se Na memanggil Hyun Wook yang diam saja dari tadi.

“ ya?” Hyun Wook tersadar dari pikirannya yang melayang entah kemana.

“ kau tidak mendengarku ya? Hmm lagipula mungkin kau tidak kenal kakakku, tapi kakakku kayanya pasti tau kamu, karena kau sangat terkenal..”

Hyun Wook diam saja,,

Mereka berdua pulang ke rumah Se Na, Hyun Wook menyuruh Se Na masuk dan istirahat karena beberapa hari ini Se Na kurang tidur.

Selesai mengantar Se Na, Hyun Wook datang ke rumah Jae Young untuk mengkonfirmasi apa yang terjadi.



Hyun Wook meminta Jae Young untuk tidak menganggu Se Na, karena Se Na adalah urusan pribadinya.

Jae Young bilang bahwa ia hanya kasihan dengan Se Na, jika tau sejak awal maka ia akan memperlakukan Se Na dengan baik.

Tapi tentu saja Hyun Wook tidak percaya bahwa Jae Young akan diam saja.

Hyun Wook kembali ke depan rumah Se Na dan menelpon Se Na dan mengatakan bahwa ia merindukan Se Na.

Se Na segera keluar dan bermaksud ke rumah Hyun Wook, akan tetapi Hyun Wook sudah ada di depan rumahnya.

“ kenapa kau tidak bilang kalau disini?”

Hyun Wook hanya melihat Se Na, “ lihatlah aku sampai puas, besok kau tidak akan ketemu aku..” kata Se Na,

Tanpa kata, Hyun Wook memeluk Se Na..


****

Respon sangat bagus dihasilkan oleh lagu solo Shi Woo, hal ini menyebarluas di ANA dan di asrama Shi Woo bersama manajernya.

“ waahh!! Ada 2000 comment di artikelmu..” kata manajer.



Manajer terus membacakan komen bagus untuk Shi Woo, sementara sang solois sok santai dan mengatakan bahwa para fans harusnya menyadari kekerenannya sejak lama, hahahaha..

Shi Woo lalu menelpon Se Na yang lagi bersih bersih rumah sambil roll rambut, hehe.



Ia mengundang Se Na datang ke asramanya untuk merayakan lagu pertama mereka.

Se Na datang dan duduk berhadapan dengan Shi Woo dengan kue di tengah- tengah lengkap dengan lilin.



“ aku ingin mengerjakan albumku denganmu..” kata Shi Woo..

“ aku sih mau, tapi apa perusahaan akan mengijinkan?”

“ pastilah, reaksi akan lagu soloku bagus sekali.. tiuplah lilinnya, ini perayaan kita..”

Se Na meniup lilinnya sambil diiatin sama Shi Woo, hayo liatin lilinnya apa yang niupin lilin? Wkwkwkwk…

“ apa kau mau mulai bekerja hari ini?” tanya Shi Woo.

“ kerja apa?”

“ kau ini lambat sekali,,” oo Shi Woo ngajak kencan, haha..

“ aku, suka dengan orang lain..”

Shi Woo berusaha tetap cool, “ apa aku baru saja ditolak?” sure, indeed.. hahaha.. sabar yaaa..

Meski ditolak, tapi Shi Woo tetap nganter Se Na pulang, what a gentleman, hehe..

“ bagaimana mungkin kau suka sama orang lain saat ada aku di sampingmu? Aku sangat shock sampai aku tidak bisa nyetir dengan baik..”

Bruakakakakakak.. mental breakdown..

“ hei, aku menikmati menulis lagu denganmu, tapi kalau kau gini terus, akan sulit untuk kerja sama lagi..”

“ makanya akan lebih baik kalau kita tidak hanya nulis lagu..” Shi Woo maksa.

“ ya!”

“ baiklah baiklah.. tapi mulai hari ini jangan pikirkan yang lain selain aku.” Tetep.. usaha.. haha..

Se Na hanya tertawa, some how they seems like a very good friend.. hehe..

“ jangan tertawa, aku tidak mau membiarkanmu keluar,,”

Se Na noyor kepalanya Shi Woo lalu keluar, “ ati ati yaaaww..”
****

Hae Yoon bertemu dengan Presdir Lee, ia merasa tidak enak karena Presdir Lee akhirnya tau bahwa ia memiliki niat untuk keluar dari ANA.

Presdir Lee pun membujuk Hae Yoon sebisa mungkin untuk kembali ke ANA.

Di rumah, Se Na di telpon oleh seseorang yang mengajaknya membuat kontrak sebagai penulis lagu.

Se Na menunggu dan penasaran akan sosok yang menelponnya.

Ternyata orang itu adalah Jae Young, ia menawarkan Se Na agar mau kerja sama dengannya.



Selain menawarkan kerja sama, Jae Young menggunakan kesempatan ini untuk mengungkit So Eun di depan Se Na. hingga membuat Se Na kepo

Jae Young bilang bahwa ia dan So Eun cukup dekat, So Eun pernah cerita tentang adiknya dan juga ia sering cerita kalau lagi kesel sama pacarnya.

Se Na kaget mendengar tentang pacar kakaknya, “ apa pacarnya juga dari dunia music?”

“ ya, tapi aku tidak bisa memberitahumu, karena ini adalah bagiannya untuk memberitahumu..”
****

Se Na kembali ke rumah dengan langkah gontai, ia ketemu dengan Hyun Wook dengan Dal Bong.

“ kenapa dengan wajahmu? Apa pertemuannya tidak berjalan dengan baik?” tanya Hyun Wook.

Se Na mengatakan bahwa ternyata yang nelpon adalah Jae Young, “ aku sebenarnya tidak suka dengannya, tapi dia bilang dia kenal dengan kakakku dan bahkan tau siapa pacar kakakku. Aku sebenarnya sempat penasaran dengan pacar kakakku itu, tapi sekarang tidak lagi, karena aku pikir aku akan benci padanya kalau aku ketemu..”

Hyun Wook langsung bingung..

Malamnya ia bertemu dengan Sung Jin dan mencurhatkan kegalauan hatinya, ia mulai bimbang apakah ia benar- benar akan bisa melindungi Se Na? atau ia malah hanya akan melukai Se Na?

I think it depends on how you react to her anger later, hehe..

Paginya Hae Yoon memutuskan untuk kembali ke ANA, ia nampak lebih baik sekarang, kayanya dia udah move on dari Hyun Wook, pelan- pelan,,

Manajer Kang membantu istri Presdir untuk menyelidiki simpanan presdir, setelah datang ke kafenya, ternyata manajer kang mengenal selingkuhan presdir,. Mantan istri kah jangan- jangan? Hehe..
Di asrama Shi Woo ditemani ibunya menandatangani banyak kertas, dia bilang inilah konsekuensi jadi artis terkenal.. haha..



Di sela- sela obrolan hangat antara ibu dan anak, shi Woo menanyakan apakah ada cewek yang bisa gak suka dengan dirinya?

“ tentu saja tidak ada..” jawab ibunya, wah,, salah nanya.. hahaha..

Setelah mendapat encouragement dari sang bunda, Shi Woo langsung datang ke rumah Se Na.

Ia memberikan kontrak ekslusif ala Shi Woo kepada Se Na, isinya bahwa Se Na akan menulis lagu dengannya.. haha..



Kontrak tersebut di sahkan dengan cap jari dari lipstick,

Ah itu sih gak sah, kan ada unsur paksaan, wkwkwkwk..


 tapi Shi Woo tetap senang, aku pikir selain dapet kontrak, he’s happy enough to see her face :D
****

Jae Young dan Sung Jin ketemuan di sebuah café, Jae Young meminta Sung Jin untuk jadi guru vocal di perusahaannya. Akan tetapi Sung Jin menolak dengan halus karena ia masih kerja juga di ANA.

Sung jin ini keren deh, bisa temenan baik sama dua orang yang saling bermusuhan.. hehe..

Mereka terlibat perang mulut mengenai kejadian kematian So Eun dan mengenai keadaan Hyun Wook setelahnya. Jae Young masih mempertahankan harga dirinya dan bilang bahwa Hyun Wook lah yang mengambil So Eun yang lebih dulu ia temukan..

Lah, ibarat beli barang, yang bayar duluan ya dia yang berhak lah mas,, huhu..

Sung Jin terlihat mengalah dengan Jae Young, di tengah pembicaraan, Se Na menelpon Jae Young dan bilang bahwa ia tidak bisa menerima tawaran Jae Young.

Jae Young tidak begitu saja menyerah, ia mengajak Se Na ketemuan di bar tempat kakaknya kerja untuk membahas masalah ini.

Sung Jin kaget kenapa Jae Young bisa tau, ia langsung memberitahu Hyun Wook mengenai hal ini.

Hyun Wook bergegas menelpon Se Na untuk mencegahnya datang ke bar kakaknya, akan tetapi Se Na tidak menjawab telponnya.

Sementara di bar Jae Young melihat kumpulan foto yang ada di tembok bar dan melihat sesuatu yang ia ingin Se Na lihat.



Tepat saat Se Na mau sampai di bar, Hyun Wook datang dan menyuruh Se Na untuk masuk ke mobil.



“ kau menelponku berkali- kali.. apa ada sesuatu?”

Jae young menelpon Se Na akan tetapi Hyun Wook melarang Se Na mengangkatnya, Se Na menurut karena mengira Hyun Wook sedang cemburu.. yee -.-

Hyun Wook mengajak Se Na ke pantai, disana ia menanyakan pertanyaan sensitive yang saat itu hanya Hyun Wook yang mengerti apa maksudnya, seperti

“ kalau aku bukan seperti yang kau bayangkan, apa kau tetap cinta padaku?”

“ bagaimana kalau aku ini ternyata jahat?” atau

“ maukah kau pergi jauh bersamaku?”

Dan Se Na menjawab pertanyaan itu dengan respon yang positif. Hyun Wook memeluk Se Na dengan pelukan yang mengandung arti I don’t wanna loose you, yes I wanna hold you, I don’t wanna make you, make you sad and make you cry.. hahaha..



Malamnya, Hyun Wook lagi- lagi menemui Jae Young dan bilang untuk jangan menganggu Se Na lagi. Akan tetapi Jae Young mengatakan bahwa ia tidak tahan melihat adik So Eun dibohongi oleh orang seperti Hyun Wook, ia meminta Hyun Wook untuk mengakhiri ini semua sebelum ia berubah pikiran dan membeberkan semua pada Se Na.
****

Shi Woo mendatangi kantor Hyun Wook dan menunjukkan kontrak yang baru dia buat kemarin dengan Se Na.

Hyun Wook mengatakan bahwa Se Na tidak bisa melakukannya, Shi Woo kesal kenapa Hyun Wook tau banyak hal tentang Se Na melebihi dirinya.

“ apa sebenarnya hubunganmu dengan Se Na?”

“ apa kau benar- benar ingin tau?”tanya Hyun Wook. Batinnya, biarin lah, gua mau pergi ini.. biarin aja dia tau.. hehe..

“ tidak, aku akan tanya sendiri dengan Se Na”

Shi Woo langsung ke rumah Se Na dan bertemu dengan Se Na.

“ aku dengar kau tidak bisa kerja denganku.”

“ maaf, aku baru aja mau bilang ke kamu,”

Se Na bilang bahwa ia akan belajar di luar negeri,

“ tidak, tidak boleh. Aku tidak mau rilis album tanpamu disini..”

Se Na tersenyum, “ banyak penulis lagu bagus selain aku,,”

“ bagiku kaulah yang terbaik.”

Shi Woo langsung memeluk Se Na, menyatakan bahwa ia tidak rela Se Na pergi, wawawawawawawa!!!



Se Na memeluk balik Shi Woo dan menepuk pundaknya, “ hei, kita kan masih bisa bertemu..”
****

Di Rumah, Hyun Wook mulai packing untuk pergi ke Boston bersama dengan Se Na, ia akan menitipkan Dal Bong kepada Sung jin.

Se Na juga berpamitan kepada temannya untuk pergi ke Amerika bersama Hyun Wook lalu pergi ke rumah Hyun Wook untuk membantu packing.

Saat di sana Se Na menemukan figura berisi foto Dal Bong saat masih kecil, di foto itu ada yang menarik perhatiannya, syal yang dipakai oleh Dal Bong.



Syal itu adalah syal yang sama seperti yang ia berikan kepada kakaknya, dan ada brosnya juga..



Se Na menanyakan darimana Hyun Wook mendapatkan syal ini, Hyun Wook mengatakan bahwa dirinya benar- benar lupa karena itu sudah lama sekali.. bohong..

Di rumah, Se Na masih kepikiran syal dan bros yang tadi dia liat di foto..

Paginya, Hae Yoon tidak sengaja menemukan tiket pesawat Hyun Wook dan Se Na ke Boston di meja kerja Hyun Wook.

Hyun Wook tidak mengelak dan mengatakan bahwa ia dan Se Na memang akan pergi supaya tidak terkena ulah Jae Young yang sudah tau tentang Se Na dan So Eun.

Hae Yoon langsung menghampiri Jae Young dan mengatakan bahwa ia kecewa karena jae Young tidak mengindahkan kata- katanya untuk tidak menganggu Se Na.

Hae Yoon bilang bahwa ia sudah bisa terima Hyun Wook tidak cinta padanya, akan tetapi sekarang ia hanya ingin Hyun Wook bersamanya, dan sekarang keinginannya hancur karena Jae Young..

Kasian juga Jae Young, hehe..

Di rumah, Hyun Wook melakukan acara pamitan secara diam- diam kepada ayahnya dan ibu tirinya.

Ia meminta ayahnya untuk kembali ke ANA dan menitipkan ayahnya kepada ibu tirinya.
****

Se Na sudah siap dengan tasnya, ia berpamitan kepada teman- temannya untuk terakhir kalinya.

Sebelum ia pergi, ia ditelpon Jae Young yang menanyakan kenapa kemarin Se Na tidak datang.

“ sayang sekali, padahal ada banyak foto kakakmu disana, lihatlah sendiri kalau kau memang penasaran..” kata Jae Young.

Hyun Wook menelpon Se Na dan bilang bahwa Hyun Wook sudah sampai di rumah Se Na. akan tetapi Se Na berada di dalam taksi, dia bilang bahwa ia akan ke airport sendiri saja. Ia mau pamitan sama seseorang.

Se Na mendatangi bar tempat kakaknya bekerja dulu, ia mencari foto yang dibilang oleh Jae Young, setelah beberapa saat melihat, ia menemukan foto kakaknya.

Foto itu hanya memperlihatkan wajah kakaknya, sementara setengah lagi tertutup foto lainnya.

Se Na menggeser foto lain untuk melihat dengan siapa kakaknya berfoto.

Dan saat menggeser foto itu,

Yak..

Ada foto Hyun Wook dengan kakaknya,



Se Na terpaku dalam diam, terngiang bayangan masa lalu sejak Hyun Wook berusaha keras mendekatinya, menyelamatkannya dari kecelakaan sampai Hyun Wook melukai tangannya sendiri.

Saat itu Se Na menanyakan kenapa Hyun Wook baik dengan orang asing, dan Hyun Wook menjawab bahwa Se Na bukan orang asing baginya.

Teringat pula saat Hyun Wook mengatakan bahwa ia tidak bisa melangkah lebih jauh karena dia adalah Yoon Se Na.

Hyun Wook menelpon Se Na karena ia sudah ada di bandara, sementara Se Na masih tidak tau apakah akan mengangkat telpon apa tidak.
****

Kind of good how she figure thing out, meski secara tidak langsung dari Jae Young memang, hehe..

Hyun Wook telat menyadari untuk khawatir tentang Se na kalau nantinya Se Na tau, sekarang entah apa yang bisa dilakukan Hyun Wook atau bagaimana Se Na akan memperlakukan Hyun Wook.

Tapi Se Na punya temen yang baik, dan dia punya Shi Woo juga yang siap sedia menjadi pendengar or someone that she can turn to..


Senin, 27 Oktober 2014

SHE IS SO LOVABLE (MY LOVABLE GIRL) EPISODE 11



“ mulai saat ini, aku akan menunjukkanperasaanku  yang sesungguhnya..” kata Hyun Wook lalu memeluk Se Na.



Hyun Wook jalan berdua dengan Se Na, Se Na menggoda Hyun Wook dengan bilang bahwa seharusnya sejak awal Hyun Wook bilang bahwa ia menyukai Se Na.

Ia lalu menanyakan kenapa ada Hae Yoon tadi di rumah?

Hyun Wook menjawab bahwa ada Sung Jin juga di rumahnya, karena hari ini adalah hari ulang tahunnya.

Se Na mengajak Hyun Wook main ambil bola, hehe..



Di dalam bola itu ada hadiah bagi yang beruntung, tapi berkali- kali Se Na mencoba dan gagal.

Akhirnya ia berhasil dan mendapatkan cincin anak kecil,haha..

Ia memberikan cincin itu kepada Hyun Wook, dia bilang bahwa cincin ini bagus untuk hadiah karena bisa glow in the dark.. hahahahahahahaa..



Saat ingin membuktikan bahwa cincin itu glow in the dark, Hyun wook mendekatkan wajahnya ke Se Na dan merasakan hawa panas dari Se Na, ia curiga bahwa Se Na sedang demam.






Ia mengajak Se Na pulang tapi Se Na enggak mau, akhirnya Hyun Wook mengulurkan tangannya untuk di gandeng Se Na, trus Se Na langsung mau pulang, hahahahaha.. alay..

Se Na menyuruh Hyun Wook duduk di sebuah taman sementara ia melakukan sesuatu. Beberapa saat kemudian Se Na memanggil Hyun Wook dan menyuruhnya melihat apa yang ia buat.

Se Na menggambar sebuah kue ulang tahun di tanah, ia menyuruh Hyun Wook meniupnya tapi Hyun Wook tidak mau.. hehe..



Hyun Wook dengan jujur bilang bahwa ia tidak terlalu menyukai cincin dan kue itu saat ditanya oleh Se Na

“ sudah kuduga, tapi gapapa, ini hadiahku yang sesungguhnya..” Se Na mencium Hyun Wook.. akakakakak..

Sampai rumah, Se Na masuk dengan wajah berbunga, berbeda sekali dengan ekspresinya saat keluar rumah di episode lalu, hehe..

Joo Hong langsung tau bahwa Se Na pasti habis balikan sama Hyun Wook, ia ikut senang.

Se Na menelpon Hyun Wook menanyakan apakah sekarang Hyun Wook sedang demam?

Hyun Wook bilang bahwa ia tidak akan demam hanya karena sebuah ciuman..

*inget sesuatu: Do Min Joon, You Who Came From The Stars.. hehe*

Tapi itu tidak benar, karena setelah menutup telpon, Hyun Wook tiba- tiba batuk- batuk.. haha.. jangan- jangan Hyun Wook alien..

Besok paginya Hyun Wook menelpon lagi dan menanyakan apakah Se Na sudah sehat?

Se Na bilang sudah..

“ gitu ya?padahal baru mau anterin,.” Kata Hyun Wook,

Se Na langsung pura- pura batuk, haha..

Ternyata Hyun Wook sudah ada di belakangnya dan langsung memberi Se Na tumpangan ke kantor.

Di dalam mobil Se Na menanyakan sejak kapan Hyun Wook mulai menyukainya?

Apa yang Hyun Wook suka darinya?



Hyun Wook tidak mau menjawab dan menyuruh Se Na untuk turun dari mobilnya, haha..

“ kenapa kau menyuruhku turun?”

“ kita sudah sampai, kau tidak bermaksud masuk denganku kan?”

Se Na pun menurut dan masuk ke kantor sendiri- sendiri.

Di kantor, Hyun Wook sudah ditunggu oleh Sung Jin. Ia menanyakan apakah kemarin Hyun Wook menemui Se Na?

Hyun Wook membenarkan.

Sung jin tidak bisa berkata banyak dan berasalan bahwa Hyun Wook pantas bahagia setelah tiga tahun menderita. Sung Jin hanya bilang untuk tetap menjalin hubungan baik dengan Hae Yoon.
****

Hyun Wook menemui Hae Yoon dan mengembalikan hadiah yang diberikan Hae Yoon.



Hae Yoon menyimpulkan bahwa Hyun Wook tidak mengakhiri hubungan dengan Se Na.

Hae Yoon menanyakan bagaimana jika nanti Yoon Se Na tau? Apa Hyun Wook memikirkan itu?

Hyun Wook bilang bahwa Ia tidak memikirkannya, saat ini yang ia pikirkan hanya Se Na.

Hae Yoon bahkan menanyakan bagaimanA jika ia memberitahu Se Na tentang rahasia besar Hyun Wook?

“ aku mungkin tidak akan lagi menemui kalian berdua, tapi aku tidak akan membencimu..”

Hae Yoon mencoba tegar dan bilang bahwa ia harus pergi karena ada meeting.

Sementara di kantor Se Na bertemu dengan trainee yang sirik padanya, tapi ia bilang bahwa ia tidak kembali di ANA, dia hanya akan menyelesaikan lagunya dengan Shi Woo..

Yang lain makin sirik, kemarin presdir, sekarang Shi Woo,, hehe..

Di jalan mau ke ruang latian, Se Na bertemu dengan Hae Yoon. Terlihat sekali bahwa Hae Yoon berusaha keras untuk tidak mengucapkan kata- kata yang ingin sekali ia ucapkan.

Ia hanya meminta Se Na untuk bekerja dengan baik.
****

Di ruang latihan, Se Na menanyakan lagu apa yang bisa menyentuh hati orang?

Shi Woo bilang supaya Se Na santai saja, karena wajahnya saja sudah membuat orang tersentuh..

HAHA!! Your face really touched my heart deeply oppa :’)

Se Na mengeluh kenapa Shi Woo narsis sekali, tapi Shi Woo bilang bahwa inilah yang bisa ia lakukan kalau lagi banyak masalah.

Se Na menanyakan masalah apa, tapi Shi Woo tidak mau bilang. Ia lalu melanjutkan bahwa ia harus tau karena ia harus buat lagu untuk Shi Woo.

 “ menurutmu aku orang macam apa?”

“ mana aku tau, makanya aku harus mengenalmu lebih dalam”

“ tetap dekat denganku untuk tau,,”

“ tidak bisa kalau kau langsung bilang saja?”

“ aku engga mau,,”

Ia lalu mendekatkan wajahnya ke Se Na, “ kau makin cantik setelah kau sakit.. eh bukan, kau memang selalu cantik..” kata Shi Woo



My gosh!!

Se Na terlihat bingung menanggapi hal tersebut, Shi Woo bilang bahwa ia harus pergi. Se Na bilang bahwa ia mau ikut tapi Shi Woo bilang ini urusan pribadi.

“ kau bilang aku harus di dekatmu?” Se Na lalu berjalan di depan Shi Woo,, hehe..

Saat keluar, mereka berdua ketemu dengan Hyun Wook. Shi Woo laporan bahwa mereka berdua akan pergi.

Kali ini Hyun Wook mengijinkan dengan ikhlas seikhlasnya, hehe..

Efek baru jadian, rasa percaya masih 100%,. Haha..
****

Jae Young bertemu dengan Hae Yoon dan memintanya untuk meninggalkan ANA,

Hae Yoon bingung kenapa tiba- tiba Jae Young bilang gitu, Jae Young mengingatkan bahwa saat mabuk kemarin Hae Yoon mengatakan banyak hal.

Setelah beberapa saat Hae Yoon ingat apa saja yang ia bilang, termasuk bagian bahwa Yoon Se Na adalah adik Yoon So Eun.

Ia meminta Jae Young untuk pura- pura tidak dengar, Jae Young setuju dan meminta Hae Yoon untuk memberi jawaban padanya untuk keluar dari ANA dan bergabung dengannya.

Lah, kalo Hae Yoon join, perusahaan itu penuh dengan korban sakit hati gara- gara Hyun Wook dong,haha..
****

Shi Woo mengajak Se Na belanja tas, “ kau tidak usah beliin aku ini,.”

“ siapa bilang ini buatmu, ini buat ibuku..”

Shi Woo mengajak Se Na ke sekolah ibunya, sebuah SMA dimana ibu sedang sekolah. Kayanya ibunya Shi Woo ini kaya kejar paket gitu deh, aslinya hanya lulusan SD.

Shi Woo mendatangi kelas ibunya dan mendapati sedang ada wartawan yang ingin mewawancara ibunya tentang hal ini.



Ia tidak mengijinkan wartawan itu untuk menganggu ibunya, setelah wartawan itu pergi, Shi Woo berkata kenapa ibunya harus seperti ini.

“  ibu mendapatkan segalanya darimu, tapi ibu tidak bisa berbuat apa- apa untukmu”

“ lalu apa ibu mau menitipkan aku ke semua orang? Apa itu akan mengubah segalanya?” shi Woo marah sekali dengan ibunya dan meninggalkan ruangan kelas.

Se Na mengikuti Shi Woo dan menegurnya kenapa Shi Woo selalu bertengkar dengan ibunya, Se Na menceritakan bahwa ia dulu juga begitu, selalu berantem dengan ibunya.

Tapi sampai sekarang ia tidak punya kesempatan untuk minta maaf atau bilang sayang pada ibunya. Shi Woo terlihat tersentuh dan menyesal dengan apa yang telah ia lakukan pada ibunya.

“ aku harap aku punya ibu..” kata Se Na.

“ kalau begitu, anggap saja ibuku itu ibumu juga, bukankah ibu dari suamimu itu juga ibumu?”

HAHAHAHAHAHAHA!!!
****

Hyun Wook menunggu Se Na dan menanyakan ia dimana, ia ngomel- ngomel kenapa Se Na begitu lama.



Se Na bilang bahwa ia sudah ada di ruang latihan.

Hyun Wook menghampiri Se Na dan marah- marah kenapa Se Na ga bilang- bilang kalau dia ada disini..

Se Na manas- manasin Hyun Wook tentang apa yang dia lakukan dengan Shi Woo..haha..

Hyun Wook cemburu berat dan meminta Se Na cepat menyelesaikan lagunya karena besok mereka harus jalan- jalan.
****

Besok paginya Se Na berdandan untuk kencan dengan Hyun Wook, tiba- tiba Hyun Wook telpon dan bilang bahwa dia sakit dan tidak bisa kencan.

Se Na langsung mendatangi rumah Hyun Wook, dan melihat Hyun Wook beneran sakit.



Se Na memasakkan Hyun Wook nasi goreng supaya bisa minum obat, tapi makanannya gak enak.

Hyun Wook meminta Se Na merasakannya sendiri, haha..



Akhirnya Se Na hanya memotongkan buah untuk Hyun Wook, sambil melihat Se Na, Hyun Wook tertidur.

Ujung- ujungnya, Se Na juga ikut tidur di samping Hyun Wook.. hehe



****

Istri presdir Lee pergi ke cenayang dan menanyakan apakah manager kang akan menjadi partner bisnis yang baik?

Cenayang itu malah bilang bahwa sebaiknya dia dan manager kang nikah aja, karena mereka pasangan serasi.. bhakakakakakakak.. istri presdir jadi galau..

Di rumah, Presdir Lee meminta istrinya untuk bersabar beberapa hari dan setelah itu maka ia akan menjelaskan semuanya pada istrinya.
****

Hyun Wook mendengarkan lagu Se Na dan Shi Woo, ia bilang bahwa ia suka dengan liriknya lalu ia keluar.



Se Na menyusul Hyun Wook dan memberikan jeruk dengan gambar hati di tengahnya, encieee..



Kembali ke ruang rekaman, shi Woo meminta Se Na untuk fokus padanya saja kalau sedang berdua, cieeee.. hehehehe..

Shi Woo mencoba untuk menulis lagu dengan Se Na, ia bilang bahwa ia bisa melakukan apa saja asalkan sama Se Na.

Hae Yoon mengundurkan diri dari ANA, hyun Wook bilang bahwa Hae Yoon tidak perlu sampai sejauh ini. Hyun Wook benar- benar ingin menjaga hubungan baik selama 12 tahun ini dengan Hae Yoon.



Tapi Hae Yoon tidak mau, ia tetap mengundurkan diri karena tidak sanggup lagi dengan semua ini.

Sampai di rumah, Jae Young sudah menunggunya, ia bilang bahwa ia telah keluar dari ANA tapi tidak akan bergabung dengan perusahaan Jae Young.

“ tidakkah kau merasa sedikit kasihan dengan Se Na? kau juga ikut andil akan kematian kakaknya..”

Jae Young ngotot bahwa itu bukanlah salahnya,

Duh, makin penasaran.. huhu.. ada apakah sebenarnya..
****

Se Na mencari Hyun Wook di kantornya dan memintanya datang ke ruang latihan.

Ia berkonsultasi tentang lagu yang akan dia buat, hyun Wook ingin mencoba tapi ia tidak sanggup untuk main keyboard itu.



Se Na tanya kenapa, tapi Hyun Wook bilang bahwa Se Na harus bisa sendiri tanpa bantuannya.

Besoknya, presdir Lee main bersama wanita simpanan dan anaknya, ia bilang bahwa ia akan mengakui semuanya pada keluarganya.

Di kantor, istrinya sudah menunggu, tapi sayang presdir tidak sempat bilang apa- apa karena istrinya sudah keburu pergi.. hehe..
****

Shi Woo di back stage ditemani oleh Se Na. hari ini ia perform solo tanpa dancer untuk pertama kalinya.

Se Na juga tidak kalah tegang karena ini juga pertama kali baginya.

Shi Woo terlihat sangat nervous saat gilirannya benar- benar tiba, ia meminta Se Na untuk tetap mendukungnya.

“ kau bilang kalau bisa melakukan apa saja asalkan denganku kan, jangan khawatir..”

Saat Shi Woo akan manggung, Se Na memanggil Shi Woo,

“ Shi Woo- yah.. fighting!”

Aww.. what a very kind friend ^^

Saat Se Na akan jalan ke bangku penonton, ia ketemu dengan Jae Young, setelah basa- basi busuk, Jae Young bilang bahwa Se Na mengingatkan dia pada seseorang.

“ siapa?”

“ ada, penyanyi indie, kalau aku sebut juga kamu belum tentu tau..”

“ Yoon So Eun..” kata Jae Young.

Se Na kaget, “ kau tau kakakku?”

“ apa? So Eun itu kakakmu? wah, tau gitu aku pasti akan bersikap baik padamu. Nanti kita ngobrol lagi ya, infinite power mau tampil..”

Se Na terpaku bingung.


****

Di tengah penonton, ibu Shi Woo nonton karena memang diundang oleh Shi Woo.



Ia menceritakan tentang lagu yang akan dia bawakan, bahwa lagu ini adalah untuk ibunya, kata- kata yang sampai saat ini belum pernah ia ucapkan.

Saat shi Woo menyanyikan lagunya, audiens terlihat sangat tersentuh dengan nyanyian Shi Woo.

Shi Woo terlihat sangat senang juga tidak percaya atas respons baik ini :D

*duh, kenapa engga akustikan aja sih oppa,,huhu*

Setelah selesai manggung, Shi Woo menghampiri Se Na di backstage dan langsung memeluk Se Na, cieee,,hehe..



“ terima kasih kau sudah melakukan ini..”

“ kita melakukannya bersama..” kata Se Na sambil tersenyum.

Shi Woo memandang Se Na,

“ kenapa?” tanya Se Na.

“ aku hanya memikirkan apa yang harus aku lakukan supaya aku bisa terus bersamamu” awww..

Hyun Wook menelpon Se Na, ia minta bicara pada Shi Woo dan bilang selamat untuk comeback solonya.

Setelah itu Hyun Wook meminta Se Na untuk datang ke kantor. Shi Woo awalnya melarang,

“ ayo kita rayakan keberhasilan ini..” kata Shi Woo.

“ lain kali ya.. aku harus pergi ke kantor..”

“ apa kau suka dengan presdir?” 

Se Na terlihat bingung, “ lain kali ayo kita rayakan..” kata Se Na sambil pergi meninggalkan Shi Woo #patah hati..
****

Hyun Wook membelikan Kalung untuk Se Na,

Saat Se Na datang ke kantor, Hyun Wook meletakkan kado itu di atas meja.

“ kau meninggalkan sesuatu..” kata Hyun Wook supaya Se Na melihat kado itu.

Se Na tidak ngeh dan malah melihat buku musiknya yang memang sebelahan dengan kotak kadonya, haha.. polos banget deh..


“ bukan itu, boxnya boxnya..”



Se Na membukanya dan melihat kalung itu, Hyun Wook lalu memakaikannya kepada Se Na.

“ aku ingin kau selalu tersenyum saat bersamaku..”

Lalu mencium kening Se Na..

Setelah itu mereka makan malam bersama, saat makan, Se Na mengatakan bahwa ia sangat senang bisa bertemu dengan Hyun Wook.

Disaat seperti ini ia ingin bisa bersama dengan kakaknya juga,

Ups..

Hyun Wook mulai merasa tidak nyaman.

“ oia, tadi aku ketemu dengan Produser Seo (jae Young), dia bilang dia kenal kakakku. Apa kau juga kenal?”

DAR! DAR!

Hyun Wook bingung harus menjawab apa..
****
Kemarin drama ini sempet engga tayang, jadi minggu ini Cuma tayang 1 episode,,huhu..

Coba aja kalo dua episode, pasti langsung tau apa yang akan dilakukan Hyun Wook setelahnya.

Sepintar apapun orang menyembunyikan kebohongan, pasti akan terbongkar juga.

Bisa saja rahasia itu keluar dari mulut Hae Yoon, Sung Jin, atau bahkan Hyun Wook sendiri.

It just happen to be  Jae Young yang memberikan clue atas rahasia yang lebih besar.

Saat Hyun Wook bilang bahwa ia akan menunjukkan perasaan yang sebenarnya, dan ia bilang tidak memikirkan apa- apa selain Se Na, bukanlah hal yang sepenuhnya bijak.

Benar apa yang dibilang sama Hae Yoon, apa Hyun Wook tidak mikir gimana nanti kalo Se Na tau?

Tapi mungkin karena Hyun Wook sedang totally in love with Se Na, jadi susah mendengar masukan engga enak dari orang lain.

Sementara itu Hae Yoon menunjukkan sikap yang sangat terhormat dengan meninggalkan perusahaan dan tidak bergabung dengan Jae Young.

Meski sudah kenal selama 12 tahun, bukan berarti kenangan indah itu tidak bisa hilang begitu saja.

I think I would do the same if I were her. Ketimbang aku stress dan ngeliat orang yang udah aku kecengin selama 12 tahun malah jadian sama yang lain?


Jumat, 17 Oktober 2014

SHE IS SO LOVABLE (MY LOVABLE GIRL) EPISODE 10



Di kantor ANA, sebelum Se Na dan Hyun Wook bertemu:

“ kenapa aku dipecat?” tanya Se Na.

“ ini lihatlah, “ Hae Yoon memperlihatkan foto Shi Woo dan Se Na yang hampir saja tersebar luas. Se Na mengatakan bahwa tidak ada apa- apa antara dia dengan Shi Woo.

Hae Yoon tidak mau tau, karena apapun itu, ini adalah hal yang sangat berbahaya buat Shi Woo, juga perusahaan.

“ apa presdir tau?”

“ ya.. aku sudah bilang padamu untuk berhati- hati dengan kehidupan personalmu. Jangan ganggu presdir lagi, kau sudah cukup memberi dia masalah.
****

Se Na melihat Hyun Wook menghampiri dirinya, ia melangkahkan kakinya ke belakang, sementara Hyun Wook mengira bahwa Se Na sudah tau.

“ kau pasti juga salah paham padaku, tidak ada apa- apa denganku dan Shi Woo. Tidak adil rasanya aku dipecat karena alasan ini.”

Hyun Wook terlihat lega mendengar Se Na yang tidak bilang apa- apa tentang kakaknya dan dirinya.

“ aku tidak salah paham, tapi hanya sampai sini saja. Kontrakmu berakhir sampai disini.” Kata Hyun Wook.

Hyun Wook mengatakan hal tersebut bukan dengan perasaan yang mudah, setelah ia bicara dengan Se Na, ia menangis di luar mobilnya..



Hae Yoon menghampiri Hyun Wook di bar, “ sejak kapan kau tau?” tanya Hyun Wook.

*aku sebel, Hyun Wook bahkan enggak minta maaf karena udah salah paham sama Hae Yoon, bahkan sampai bentak dia. Padahal terbukti kalo Hae Yoon engga bilang apa- apa*

Hae Yoon bilang bahwa ia sudah lumayan lama tau tentang ini, tapi ia coba untuk mengerti apa yang dilakukan Hyun Wook untuk Se Na. tapi hari ini aku tidak bisa lagi menahannya.

Hae Yoon juga berpesan jangan sampai Hyun Wook membawa Se Na kembali ke ANA, dia tidak akan terima. Hyun Wook setuju dengan suatu syarat, yakni Hae Yoon harus merahasiakan hal ini selamanya.

“ kenapa? Apa kau benar- benar menyukai Se Na? kau tau kau tidak boleh melakukannya, “

Malamnya Hyun Wook mendatangi rumah Se Na tanpa memberitahu Se Na, sementara di dalam, Se Na masih ingat- ingat masa indahnya dengan Hyun Wook.



Besok paginya, Se Na mendatangi rumah Hyun Wook. Ia menanyakan mengapa Hyun Wook seperti ini.

Hyun Wook mengatakan bahwa ia hanya berniat membantu Se Na menjadi song writer karena ia tau kalau Se Na berbakat. Tapi sekarang ia berubah pikiran dan bilang ia tidak mau lagi berhubungan dengan Se Na.

“ jadi sekarang kau tidak menyukaiku lagi?”

“ aku bilang aku punya perasaan padamu, tapi bukan berarti aku menyukaimu. Jangan datang lagi kesini.”
****

Shi Woo merasa bosan di rumah sakit, ia menelpon Se Na tapi tidak diangkat.



“ kenapa kau tidak angkat telponku? Angkatlah, kalau tidak maka aku akan memikirkanmu seharian..”

Bhakakakaka, kalo aku, engga akan aku angkat, bahahahahaha..

Se Na langsung menelpon Shi Woo dan mengatakan bahwa mereka tidak boleh lagi telponan dan bertemu. Shi Woo bingung karena ia tidak tau apa yang terjadi, bahkan foto itu juga.

Hyun Wook datang ke rumah sakit, Shi Woo menanyakan apa yang terjadi pada Se Na.

Hyun Wook mengambil hape Shi Woo dan mendelete nomor Se Na, ia mengatakan bahwa Shi Woo harus fokus dengan solonya, karena sekarang semuanya hampir berantakan.

“ aku tidak akan melakukan apa- apa, aku hanya menyukainya..” encieeee…

di rumah, Se Na ngobrol dengan Joo Hong yang heran kenapa Se Na dipecat, ia mengira apakah Se Na putus dengan Hyun Wook.

“ putus apanya, jadian aja enggak pernah.”

Se Na jalan- jalan, ia lewat di spot dimana dia dan Hyun Wook pernah duduk bersama.



Di bangku itu, Se Na menelpon rekannya di ANA, ia minta maaf karena tidak sempat pamitan face to face. 


Kebetulan sekali ada Hyun Wook disana, ia tau kalau sekarang Se Na jobless dan hanya punya pekerjaan part time.
****

Shi Woo menghampiri Se Na yang berdiri di pinggir jalan, ia menyuruh Se Na untuk masuk kalau tidak mau wartawan melihat mereka berdua lagi.



Perasaan Shi Woo ini harus selalu ngancem Se Na ya kalo mau ngapa- ngapain.. hehe..

“ bagaimana sih gambar yang kau bicarakan itu?”

“ kita kayak mau ciuman, lagian kenapa sih kau harus bercanda begitu?”

Shi Woo terlihat tidak nyaman dengan kata “ bercanda”, terkesan bahwa ia tidak pernah serius akan sesuatu, karir bahkan cinta.

“ apa semua yang aku lakukan hanya terlihat seperti lelucon?”

Se Na meminta Shi Woo pulang karena kakinya masih perlu pemulihan, Shi Woo malah mengunci pintu mobilnya.

“ aku harus nyetir selama 40 menit untuk sampai disini dengan kakiku yang masih diperban. Tinggal dulu disini sampai lagu ini selesai.”

Shi Woo memutar lagu Se Na yang dinyanyikan oleh Tae Woo.

“ kalau aku tau akan begini, mestinya aku sekalian saja menciummu..” kata Shi Woo.. bhakakakakak..

“ kira- kira apa yang akan terjadi kalau aku yang nyanyi lagu ini?” tanya Shi Woo.

“ tidak akan jadi sebagus ini,” kata Se Na. jahat banget sumpah, haha..

“ bercandaanmu  jahat banget,” kata Shi Woo.

“ maaf, tapi aku engga bercanda..” ledek Se Na yang diikuti dengan tawa Shi Woo.

“kau dipecat karena aku, tenanglah, aku akan merawatmu..” awww…
****

Presdir Lee bertemu dengan Jae Young dan memintanya untuk jangan lagi mengganggu Hyun Wook.


“ tidak kah kau kasian padanya? Setelah So Eun meninggal, ia sangat menderita.”

“ bukankah kau yang ingin itu terjadi?” hmm, apa yaa..

Jae Young memberi tau rumor- rumor ANA, presdir Lee langsung datang ke ANA dan tanya hal itu ke Hae Yoon.

Hae Yoon mengatakan bahwa semua sudah beres dan presdir Lee tidak perlu kuatir lagi. Ia meminta bantuan presdir untuk mendekatkan dia dengan Hyun Wook.

Presdir bilang bahwa ia tidak bisa lagi ikut campur masalah wanita di hidup Hyun Wook, tapi ia akan coba bantu Hae Yoon. Ia meminta Hae Yoon untuk merayakan ultah Hyun Wook.

Di jalan pulang, presdir ketemu dengan istrinya yang ngakunya mau ketemu Min Ah, padahal mau ketemu manager Kang.



Ia meminta data- data ANA untuk tau apakah ANA akan bangkrut, haha..
****

Hyun Wook mengadakan rapat dengan staff, ia meminta untuk segera make up schedule Shi Woo dan menyiapkan trainee.

Trainee- trainee diberikan komentar keras oleh Hyun Wook supaya bisa lebih bagus lagi. Ia bermaksud mendebutkan mereka.



Hae Yoon heran kenapa Hyun Wook seperti ini, terlihat seperti orang yang akan pergi.

“ aku hanya sementara disini, aku akan bekerja sebaik mungkin sampai ayahku kembali lagi. Aku tidak mau jadi presdir terus- terusan, tidak menyenangkan.”

“ apa ANA tidak ada artinya bagimu? Apa karena Yoon Se Na tidak lagi disini?”

Hyun Wook tidak menjawabnya dan  bilang bahwa ia mau cabut jemput Dal Bong.

Hae Yoon minta ikut, awalnya Hyun Wook tidak mau, tapi setelah Hae Yoon membujuk beberapa saat, akhirnya Hyun Wook mengijinkannya.
****

Se Na keluar dari warung deket rumahnya dan melihat mobil  yang di dalamnya ada Hae Yoon, Hyun Wook dan Dal Bong yang sudah sehat. Ia sedih dan marah melihat itu.



Dal Bong akhirnya diem kalo ada Hae Yoon, Hyun Wook meminta Hae Yoon pulang karena Dal Bong masih capek. Hae Yoon nurut.

Se Na akhirnya minum di bar, ia menelpon Hyun Wook dan memberi tau dimana dia berada dan bilang bahwa ia akan menunggu sampai Hyun Wook datang.



Saat Se Na tidak sadar, Hyun Wook datang dan melihat Se Na menangis sambil tidur.

Besok paginya Se Na sudah di kamar, Joo Hong mengatakan bahwa kemarin pacarnya yang membawa Se Na pulang.

Pacar Joo Hong bilang syukurlah Hyun Wook menelpon mereka dan bilang dimana Se Na berada.

Se Na kaget, Hyun Wook kan engga tau nomor telpon Joo Hong, berarti kemarin dia dateng dong?

Hyun Wook menelpon Se Na dan minta ketemu. Ia menawarkan pekerjaaan kepada Se Na daripada kerja part time terus.

“ kau bilang kalau mau mengakhirinya, kenapa kau berbuat begini?”

“ makanya jangan telpon aku kalau kau mabuk, apa kau pikir aku tidak kuatir?”

“ baiklah itu salahkku, tidak akan kuulangi, jadi jangan lakukan ini.”

Shi Woo menelpon Se Na, ia bilang kalau dia punya pekerjaan untuk Se Na.

Shi Woo terlihat grogi menyambut Se Na di asramanya, haha..

WHY DO YOU HAVE TO BE SO CUTE?!


“ selamat, kamu cewek pertama yang masuk sini, jangan grogi ya”

“ idih.. oia katanya kau tinggal dengan managermu?”

“ ya, tapi dia pergi..” kata Shi Woo.

“ bohong,,”

“ aku memintanya pergi karena aku ingin berdua saja denganmu. Puas?”

Banget oppa :’)

Shi Woo meminta Se Na kembali ke ANA dan membantunya untuk comeback lagi.

“ tapi mereka memecatku dari sana..”

“ itu kenapa kau harus kembali, kita bahkan tidak kencan. Atau haruskah kita kencan beneran? Mengurangi rasa ketidakadilan yang kau rasakan” bahahahahahaha.. rejeki itu mah oppa :D
****

Se Na akhirnya setuju dan besoknya datang ke ANA bersama Shi Woo. Shi Woo minta ijin supaya ia bisa kerja dengan Se Na.

Awalnya Hyun Wook tidak setuju, tapi karena Se Na bicara bahwa ia disini untuk bekerja dan bukan untuk membuat skandal, Hyun Wook dan Hae Yoon akhirnya tidak bisa berbuat apa- apa.

Se Na mencoba terlihat kuat di hadapan Hyun Wook padahal kakinya udah lemes engga bisa digerakin lagi, hehe..



Saat mau ke ruang latihan Se Na ketemu dengan Hyun Wook, Hyun Wook heran kenapa ia menolak pekerjaan yang Hyun Wook tawarkan tapi malah menerima tawaran Shi Woo.

Se Na mengatakan bahwa ia kesini bukan untuk mencari- cari Hyun Wook.

Hyun Wook pun paham dan bilang pada Se Na untuk tidak nampak di hadapannya lagi

Auch!

Di ruang latihan, Se Na benar- benar lemas, ia hampir saja jatuh,



Shi Woo terlihat sangat kuatir dengan keadaan Se Na yang terlihat sangat tidak sehat.

Se Na ijin pulang, Shi Woo mengatakan bahwa ia akan mengantarnya.

Tapi Se Na tidak mau, Shi Woo akhirnya hanya minta Se Na untuk memberi tahunya kalau sudah di rumah.. duhh… manis banget sihhh.. kalo PDKT emang gitu ya, coba kalo udah jadian.. hahahahaha

Di bis Se Na teringat akan kata- kata Hyun Wook yang sangat menyakiti hatinya, saat sampai rumah, Se Na demam tinggi.



Sakit hatinya kebawa sampai badannya juga..huhu..
****

Hae Yoon datang ke rumah Hyun Wook untuk merayakan ultahnya, Hyun Wook tidak nampak terlalu senang dengan surprise ini.

Se Na tiba- tiba datang ke rumah Hyun Wook dengan wajah pucat, ia masih tidak bisa terima dengan sikap Hyun Wook padanya.

SHE REALLY LOOKS LIKE A PSYCOPAT :')


“ apa aku terlihat begitu murahan dan menyedihkan? Kau sedang main- main denganku?” Se Na menangis.

Ia melihat Hae Yoon di rumah Hyun Wook, ia melihat Hyun Wook dengan tatapan “ tega banget lo!” dan pergi dari rumah Hyun Wook.




Sementara Hyun Wook diam saja, speechless..

Hae Yoon terus menekan Hyun Wook dengan kata- kata, “ tidak kau tidak boleh.. kau bilang kau akan mengakhirinya,,”



Hyun Wook meminta Hae Yoon pergi sebelum ia meledak,

“ aku tidak akan melakukan apapun. Kau pikir siapa dirimu? Kau pikir kau bisa mengontrol perasaanku? Kalau kau memintaku untuk mengakhirinya, haruskah aku dengan mudah mengakhirinya?”

“ aku tau aku bukan siapa- siapa, bukan teman apalagi pacar. Tapi kalian berdua tidak akan bisa bahagia, kalau Yoon Se Na tau siapa kau sebenarnya, ia tidak akan bisa mencintaimu..”

Hae Yoon pergi, di pintu ia ketemu dengan Sung Jin yang baru datang.

Sung Jin menanyakan apa yang terjadi dan menyuruh Hyun Wook untuk menyusul Hae Yoon.

Hyun Wook benar- benar meledak karena semua orang menyuruhnya melakukan ini dan itu.

Ia membentak Sung Jin dan meminta ia untuk mengerti dirinya,

Untung Sung Jin baik, hehe.. dia engga pergi kaya Hae Yoon.

Hyun Wook pergi dan mencari Se Na,

Setelah beberapa saat, ia mendapati Se Na sedang duduk sendiri di bangku dengan wajah pucat



Sementara di bar, Hae Yoon bertemu dengan Jae Young, berkata bahwa mereka berdua memiliki nasib yang sama.



“ Hyun Wook dan Se Na, mereka berdua saling cinta. Tapi.. Se Na adalah adik So Eun..”

Jengjeng!!! Akhirnya Jae Young tau juga!

Dia kaget setengah mati mendengarnya, ia tidak lagi bisa mendengarkan apa yang Hae Yoon bilang dengan akal sehat.

Hyun Wook mengampiri Se Na.

“ aku tidak mau bicara apa- apa lagi denganmu. Aku tidak akan menyukaimu lagi..” kata Se Na.

Hyun Wook menahan Se Na yang akan pergi dan bilang, “ kalau begitu mulai sekarang aku akan merasakan cinta bertepuk sebelah tangan. Aku tidak peduli lagi walau kau adalah Yoon Se Na”


****
Akhirnya Jae Young taunya dari Hae Yoon, haduh.. bakal bahaya sih kayanya.

Tapi reaksi yang kontradiktif bisa terjadi, karena Jae Young menurutku bisa melakukan dua hal.

Menghancurkan Hyun Wook dengan rahasia yang dia pegang, atau malah melindungi Se Na karena dia tidak sempat melakukan itu untuk kakaknya?

Apa yang sebenarnya terjadi antara Hyun Wook dan Jae Young tiga tahun lalu juga masih belum jelas. Jadi masih belum bisa dipastikan who’s the real jerk here, hehe..

Tapi kalo Hyun Wook sama Se Na jadian, Shi Woo-ku gimana dong?

Bisakah dia kerja dengan gebetan yang udah jadian sama cowok lain? My god.. T.T

Tapi mudah- mudahan ini adalah keputusan Hyun Wook yang paling fix ya, capek juga ngeliat adegan tarik ulur perasaan dua- duanya.

Aku harap Hyun Wook bisa make up his mind dan serius menjalani hubungan dengan Se Na walau lebih banyak resiko negatifnya..