Total Tayangan Laman

Kamis, 16 Oktober 2014

SHE IS SO LOVABLE (MY LOVABLE GIRL) EPISODE 9



“ Aku akan melihat Dal Bong sekarang” kata Se Na setelah dicium oleh Hyun Wook untuk mencairkan suasana (mungkin).

Sementara hyun Wook terlihat bingung akan perasaannya setelah apa yang ia lakukan barusan.

Di ruangan tempat Dal Bong dirawat, Se Na bicara dengan Dal Bong dan memintanya untuk cepat sehat supaya mereka bertiga bisa main bareng lagi.



Sementara Dal Bong terus memejamkan matanya, huhu.. poor Dal Bong..

Setelah selesai, Se Na kembali menghampiri Hyun Wook menyampaikan pesan dari Dal Bong bahwa ia akan baik- baik saja..

Hyun Wook yang masih canggung berusaha mencairkan suasana dan mengajak Se Na pulang.

Saat mereka berjalan berdampingan, beberapa kali Se Na mencoba meraih tangan Hyun Wook, tapi ia tidak berani langsung menggandeng tangan Hyun Wook..

Wkwkwkwk..

Hyun Wook menoleh pada Se Na karena ia merasa bahwa Se Na terus menerus menyentuh tangannya, Se Na ngeles dan bilang bahwa ia bukan mau menggandeng tangan Hyun Wook, tapi ia hanya mau membersihkan tangannya Hyun Wook, mbeehhh.. hahahahaha..

Hyun Wook mengerti dan ia pun meraih tangan Se Na dan menggandengnya, ecieeee..



Beberapa saat kemudian hape Hyun Wook bergetar, ia sempat tidak mau menjawabnya karena ia harus melepaskan tangan Se Na, akan tetapi Se Na menyuruhnya untuk mengangkatnya..

Setelah menerima telpon itu, Hyun Wook mengatakan bahwa ia harus pergi dan tidak bisa mengantar Se Na pulang.
****

Teryata yang nelpon adalah Sung Jin, Hyun Wook pergi ke bar dan mendapati Sung Jin sedang menemani Hae Yoon yang mabuk dan udah ketiduran di bar.

Hyun Wook menanyakan kenapa tidak Sung Jin saja yang mengantarnya pulang?

Tapi Sung Jin mengatakan bahwa Hae Yoon seperti ini karena dirinya, Sung Jin tau bahwa Hyun Wook menurunkan Hae Yoon di jalan..

“ aku mau marah denganmu, kau tidak bisa memperlakukan orang seenaknya hanya karena mereka menyukaimu..”  TEPAT! Hahahahahahaha.. #semicurhat.

Hyun  Wook akhirnya mengantar Hae Yoon ke rumahnya, saat Hyun Wook akan mengambil air, Hae Yoon melarangnya untuk pergi. Ia bahkan meminta Hyun Wook untuk menemaninya malam ini (hei kau pikir Hyun Wook cowok apaan, huhu..).



“ bagaimana besok kau akan menghadapiku di kantor? Kita bicara kalau kau tidak mabuk, tidurlah.”

“ 12 tahun. Waktu itu aku stress karena tidak lulus ujian tengah semester. Aku tidak mau makan berhari- hari sampai ayahku membawaku ke rumahmu untuk bertemu ayahmu. Saat itu kau mengatakan padaku bahwa hidupku tidak akan berakhir hanya karena aku tidak lulus UTS. Kau tersenyum saat mengatakan hal itu. disaat itulah aku mulai suka padamu, “

“ aku belajar dengan keras supaya bisa sekolah diluar negeri denganmu, tapi saat itu kau jatuh cinta dengan wanita lain (So Eun). Aku benci sekali padanya, aku benci juga pada diriku sendiri karena membenci wanita itu. aku tidak bisa mendekatimu jadi aku hanya bisa menunggu. Tapi sekarang aku tidak mau lagi memberikanmu ke orang lain.”

Begitu pengakuan Hae Yoon, tapi Hyun Wook mengatakan bahwa ia tidak bisa jadian dengan Hae Yoon, ia tidak ingin menyakiti Hae Yoon.
****

Sampai di rumah lagi- lagi Hyun Wook nampak menyesali perbuatannya dengan Se Na tadi, tapi Se Na malah merasa sebaliknya di rumahnya, dia senyum- senyum sambil mengingat kejadian tadi.



Di kantor besoknya, Hyun Wook mempersiapkan debut Solo Shi Woo lalu nyamperin Hae Yoon. Cerdasnya, Hae Yoon pura- pura lupa dengan kejadian kemarin, jadi ia bisa mengatasi suasana canggung dengan baik.

Se Na senyum- senyum sambil melihat foto Hyun Wook dan Dal Bong di hapenya, hal ini dilihat oleh Shi Woo.

“ sepertinya kau sedang hepi?”

*Shi Woo cat rambutnya baru, hehehe*

Se Na membenarkan bahwa ia sedang melihat foto Dal Bong, Shi Woo bertanya apa Se Na masih jadi pet sitter?

Se Na bilang iya, apa tidak boleh?

Shi Woo bilang tidak boleh, “ karena itu sangat menyebalkan” EAAAA!!!

Ia langsung ngeles dan mengatakan, “ sekarang kau bukan lagi trainee, trainee yang lain pasti sebel kalo liat sikapmu ini..” halah, trainee apa kamu yang sebel? Wkwkwkwkwk..

“ Dal Bong baik padaku, aku juga menyukainya. Tapi sekarang dia lagi sakit, jadi aku ingin merawatnya.”

“ kalau aku sakit, apa kau mau merawatku?”

Se Na masih enggak geer, (diluar) dan mengatakan bahwa Shi Woo bisa minta ibunya merawatnya, haha..

Se Na kaget melihat lokernya tiba- tiba bagus dan banyak hiasannya, ia mengira Shi Woo yang melakukannya.

Tapi Shi Woo mengaku bahwa bukan ia yang melakukannya. Ia malah mengajak Se Na makan dan meraih tangannya (yang kemarin dipegang Hyun Wook).


“ hei! Kenapa kau memegang tanganku?”

“ kalau aku lepaskan, mau makan denganku?”

“ baiklah, baiklah..” hahahahahaha..



Se Na marah- marah ke Shi Woo karena ia memegang tangannya, waduh, jangan- jangan dari kemarin dia enggak cuci tangan.. wkwkwk..

Saat mereka berdua otw ke kantin untuk beli makan, mereka kepergok Hyun Wook dan Sung Jin.

Shi Woo mengatakan bahwa ia mau makan, dan meminta ijin presdir.

Sung Jin menawarkan mereka berempat tapi Shi Woo enggak mau, hahahahaha..

Hyun Wook mengijinkan tapi ini yang terakhir karena setelah ini ia harus fokus dengan promo single solonya.

Sung Jin menanyakan apakah Hyun Wook punya perasaan pada Se Na?

Hyun Wook mengelak dan bilang bahwa ia tidak ada apa- apa dengan Se Na.

Sung Jin coba menghargai jawaban sahabatnya meski ia tau bahwa Hyun Wook ada rasa, “ kau tau kalau kau tidak boleh.”

“ ya aku tau, aku hampir saja melupakan hal itu. terima kasih.”
****

Presdir Lee memasak untuk istrinya, tapi istrinya tidak di rumah. Istrinya mendatangi langsung selingkuhan presdir Lee dan mengkonfirmasi hubungan mereka.



Setelah didatangi istri presdir, wanita itu langsung nelpon presdir Lee melaporkan semuanya.

Istri presdir langsung menemui manager Kang di bar dan mengajaknya untuk bergandengan tangan dengannya, wkwkwkwk.. gimana maksudnya ini ibuk- ibuk.

di rumah, Hyun Wook membuatkan makanan seolah ada Dal Bong disana, huhu, gak kebayang nanti kalo Dal Bong beneran mati :’)

ia lalu teringat saat Se Na datang main dengan Dal Bong dirumahnya, saat itu juga hapenya bunyi dan ada pesan gambar masuk ke hapenya.

Isinya fotonya dengan Dal Bong dan beberapa saat kemudian fotonya dengan Se Na.



Hyun Wook ingin membalas pesan itu tapi ia mengurungkan niatnya. Sementara Se Na menunggu balasan Hyun Wook.

Besoknya di kantor Hyun Wook datang ke tempat rekaman dan menanyakan bagaiman dengan lagu Shi Woo yang akan broadcast pertama kali hari ini.

Disana ia mendengarkan lagu Shi Woo, beberapa saat kemudian Se Na masuk dan menayakan kenapa Hyun Wook engga bales pesannya kemarin padahal ia menerimanya.

Hyun Wook mengatakan bahwa ia sibuk dengan broadcast Shi Woo hari ini, banyak yang harus ia pikirkan sebagai presdir.

Se Na jadi bingung dengan sikap Hyun Wook, kalau ia tidak menyukainya, kenapa Hyun Wook menciumnya?

Hyun Wook menggantung jawaban dengan mengatakan, “ kau benar- benar tidak tau kenapa aku begitu?”

Gak tau lah bang, iseng? Pengen? Hehe..

Hyun Wook menerima telpon dari Tae Woo yang menyanyikan lagu Se Na kemarin, ia sebenernya ogah satu mobil sama Se Na, tapi ia terpaksa melakukannya karena profesionalitas.

Saat mereka keluar kantor, hal ini dilihat oleh Hae Yoon yang melihat mereka dengan tatapan “ mencoba bersabar”



Se Na diminta untuk bikin lagu untuk Tae Woo lagi, kali ini dengan kesan yang lebih manis.

Ia sangat senang tapi ia mengatakan bahw ia tidak bisa merayakannya dengan Hyun Wook.

Se Na jalan sendiri tapi Hyun Wook mengikutinya dari belakang.



Saat ia memilih syal, Hyun Wook tiba- tiba menghampirinya dan berlagak mau beliin Se Na syal, padahal enggak, haha..

Mereka berdua nonton band jalanan yang lagi manggung, di tengah kerumunan, Se Na kesenggol orang sampai ia terdorong ke arah Hyun Wook, cieciecieee.. skin ship :D

Hujan tiba- tiba turun, Se Na dan Hyun Wook berteduh di depan warung yang lagi tutup.

Hyun Wook bilang ia akan mengambil mobil dan meminta Se Na untuk tunggu disini. Se Na lalu melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Hyun Wook lalu menciumnya, (waduh)



“ aku menyukaimu paman, aku pikir kau juga, apakah aku salah?”

“ memang benar kau membuatku merasakan sesuatu, tapi hanya sampai disini aku bisa melangkah.”

“ kenapa?”

“ karena kau Yoon Se Na, “ eaaa, dan kakakmu Yoon So Eun. Ups! Hehe..

Sampai di rumah Se Na curhat sama Joo Hong dan bilang ia bingung sama Hyun Wook. Ia berkesimpulan bahwa Hyun Wook masih belum bisa move on dari wanita yang ia cintai.

Joo Hong menyemangati Se Na dan bilang bahwa ia harus ada di samping presdir terus, karena orang mati engga bisa ngapa- ngapain, hahahaha.. campah..
****

Besoknya Hyun Wook datang ke kantor SBC untuk membicarakan live show pertama Shi Woo.

Akan tetapi presdir Lee sudah mendahului dan bilang bahwa live show Shi Woo sudah aman. Presdir Lee mengatakan bahwa Jae Young mengancam SBC bahwa bila mereka menerima Shi Woo maka ia akan menarik Infinite Power, aigooo..

Hyun Wook kesal karena presdir Lee harus ikut campur padahal dia adalah presdirnya sekarang. Jae Young tiba- tiba datang dan mengejek Hyun Wook yang tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri dan malah memanggil ayahnya untuk dimintai tolong.

Jae Young memberi clue pada Hyun Wook bahwa ia harus berhati- hati mulai sekarang, akan dimulaui saat live show besok.

Saat diluar presdir Lee bilang bahwa Hyun Wook tidak seharusnya berantem dengan Jae Young, kematian So Eun bukanlah kesalahan ayahnya maupun Jae Young.

Hyun Wook kesal mendengarnya dan meminta ayahnya untuk mengurus saja sendiri hidupnya.

Di ruang latihan, Se Na memainkan keyboard dengan sedih karena kata- kata Hyun Wook kemarin, Shi Woo memperhatikannya dan bilang apa Se Na tidak punya lagu yang lebih bersemangat?



Se Na bilang bahwa ia tidak kepikiran lagu apapun, Shi Woo duduk di sebelahnya dan memainkan keyboard dengan asal- asalan.

“ semangat, semangat, Shi Woo oppa. Shi Woo oppa yang ganteng dan keren.” Shi Woo memainkan keyboard sambil nyanyi. Bhakaakakakakak.. parah..



“ skillmu benar- benar luar biasa..” ledek Se Na sambil ketawa ketawa.

“ kau tidak bisa main keyboard?”

“ gak  bisa, tapi aku bisa main yang lain, “ katanya sambil menyebutkan alat music yang bentuknya aja aku engga tau, hahaha..

Se Na kembali tertawa melihatnya, Shi Woo melarang Se Na ketawa, “ jangan ketawa, aku nerveous..” hahahahahaha..



Tapi ia kembali ngeles kaya biasa, “ aku nervous soalnya besok mau manggung.”

“ ini kan bukan kali pertamamu, kenapa nervous?”

“ itulah yang bikin aku makin nervous, karena ini bukan kali pertamaku.”

Se Na iba melihat Shi Woo, ia pun memainkan lagu yang ceria. Shi Woo tidak melepaskan pandangannya dari Se Na. gadd! Kalo aku, entah udah melelah kalik jadi air di lantai, hahahahaha..



Hyun Wook melihat itu, dan Se Na juga melihat Hyun Wook, Se Na takut Hyun Wook salah paham.

Besoknya fans Shi Woo memadati gedung SBC tempat Shi Woo akan live perform. Shi Woo terlihat senang tapi juga nervous dengan adanya fans yang mendukungnya.

Saat berjalan melintasi koridor, manager Shi Woo mengeluhkan kamar ganti infinite Power yang paling bagus.

Jae Young menghampiri Shi Woo, ia mengatakan bahwa Rae Hoon (HOYA!!) ingin bertemu dengannya, tapi Shi Woo mengatakan bahwa ia tidak ingin ketemu dengan Rae Hoon.

Jae Young berpesan kepada Shi Woo untuk memberikan yang terbaik.

Shi Woo ganti baju dan melihat panggung yang menentukan nasibnya ke depan.



 hyun Wook menghampiri Shi Woo yang terlihat nervous dan menawarinya permen lollipop.

“ kau presdir yang tidak berguna,” hahaha, campah banget ni artis.

“ kalau kau tidak mau ya udah, “ kata Hyun Wook, Shi Woo berubah pikiran dan nyamber permen itu.

Ia bertanya kepada Hyun Wook apa ia bisa mengalahkan Infinite Power?

*Hmm, selama masih ada Hoya, susah, hahaha.. #peace*

“ jangan memikirkan hal itu, kosongkan saja pikiranmu.”

Di ruang latihan, dancer Shi Woo Cuma ada tiga orang yang biasanya empat orang.

Shi Woo menelpon satu lagi dancernya yang belum datang, akan tetapi manager Shi Woo datang dan bilang bahwa Kyu Hyun, dancer satu lagi, barusan menghubungi dan bilang bahwa ia tidak bisa tampil hari ini.

Shi Woo langsung down (aku juga), Hyun Wook tau bahwa inilah yang dibilang Jae Young kemarin.

Se Na hendak nonton comeback Shi Woo juga di ruang latihan, tapi dia di suruh duduk paling pinggir, hehe..

Sementara di backstage SBC, Hae Yoon mencari cara untuk cari pengganti Kyu Hyun. Akan tetapi Hyun Wook minta bahwa biar mereka bertiga plus Shi Woo aja yang perform, minta kamera menyesuaikan.

Shi Woo menyanggupi hal itu dan ia siap naik ke atas panggung. Sebelum naik ke atas panggung ia disemangati oleh Hae Yoon, bilang bahwa Shi Woo keren sekali hari ini, yah itu sih bukan nyemangatin, ngingetin, hahaha..

Saat naik ke atas panggung, penontonnya pada diem semua, Hae Yoon langsung tau bahwa ini bukan fansnya Shi Woo, tapi Infinite Power,

Arghh, pasti kerjaannya Jae Young, hiks..

di tengah lagu, Shi Woo terjatuh, untung dia sempat di tangkap oleh dancernya.

Setelah jatuh Ia langsung gerogi sesaat, beruntung ia masih bisa menguasai dirinya sampai akhir lagu.

Saat selesai, ia langsung jatuh di belakang panggung.

Ga tega liatnya, Shi Woo yah.. T.T

Ia mengatakan bahwa ia tidak bisa menggerakkan kakinya, dan ia pun segera dilarikan ke rumah sakit.
****

Shi Woo harus dirawat di rumah sakit karena ligamennya robek, gosh..

“ bukan berarti kau tidak bisa menari selamanya, kau akan sembuh setelah istirahat beberapa bulan dan mendapatkan terapi.”

Shi Woo keberatan karena beberapa bulan itu terlalu lama, ia bilang bahwa ia bisa.

Hyun Wook melarangnya dan bilang bahwa Shi Woo tidak akan bisa comeback dalam waktu dekat dan memintanya untuk istirahat saja.

Shi Woo menanyakan berapa banyak Hyun Wook rugi gara- gara dirinya,

Hyun Wook mengatakan bahwa itu adalah urusannya,bukan Shi Woo.

“ kenapa kau tidak marah padaku?”

“ kau adalah pihak yang paling menderita sekarang,,” aww.. thoughtful president.

“ dan alasan kau jatuh bukan karena ligamenmu, tapi karena kau itu kelelahan.” Shi Woo terlihat sangat kecewa.

Puk puk.. huhu..
****

Hyun Wook tidak sengaja ketemu dengan Jae Young, ia bilang bahwa ia tau Jae Younglah yang mengambil Kyu Hyun. Jae Young mengatakan bahwa Hyun Wook telah kalah satu langkah.

“ apa kau juga berencana akan mengambil alih ANA?”

“ akan kupikirkan, kira- kira apa yang bisa membuatmu paling marah.. aku ambil ANA, Hae Yoon, atau Yoon Se Na?”

BUG!

Pukulan mendarat di wajah Jae Young, “ harusnya udah dari tiga tahun lalu aku melakukan ini padamu,” kata Hyun Wook.

Sensitif yak kalo udah ngomongin Se Na.. hehe..

Di kantor ANA, Se Na diminta membereskan poster- poster Shi Woo karena ia tidak bisa promo dalam waktu dekat.

Se Na lalu melihat berita tentang Shi Woo yang terluka, (dia engga liat ya pas Shi Woo jatuh di panggung?)

Ia langsung mengirimi Shi Woo sms, “ bagaimana kakimu?”

Shi Woo engga bales, langsung telpon, hahaha, “ kalo penasaran, kesini, selamatkan aku, aku udah pengin lompat dari jendela.”

“ hei! Berhenti bicara seperti itu!” kata Se Na. ia pun segera menjenguk Shi Woo.

Beberapa saat kemudian Se Na datang, Shi Woo menanyakan kenapa Se Na begitu lama?

Se Na bilang kalau ia nunggu bis, wiihh.. bayangin kalo naik sarbagita, Shi Woo udah keburu keluar dari rumah sakit, bhakakakakak..

“ ini gara- gara kau aku begini, kau bilang kau akan merawatku kalau aku sakit.. sekarang rawat aku..”

Hah? perasaan Se Na engga pernah setuju deh waktu itu, hahahaha..

“ saat aku sakit, aku ingin melihatmu.. aku juga tidak tau kenapa..”

“ tanda tangani kakiku, “ hahaha.. Shi Woo memberikan spidolnya.

Saat Se Na menulis di perbannya, ia melihat Se Na terus menerus.

“ aku senang melihatmu tidak terlalu depresi..”

Shi Woo menarik tangan Se Na dan mendekatkan wajah Se Na ke arahnya, “ sekarang aku tau kenapa aku merasa begini..”



Diluar, ada paparazzi yang memoto adegan itu, woops!

“ apa kau menyukaiku?” tanya Se Na.

“ apa boleh kalau aku benar menyukaimu?” balas Shi Woo.. melted.

“ pulanglah, sampai ketemu saat aku keluar dari rumah sakit.”
****

Hyun Wook berada di kantor bersama dengan Hae Yoon, ia kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apa- apa sebagai presdir ANA.

Ia mohon diri untuk pergi mengurus pembatalan jadwal panggung Shi Woo.

Telpon Hae Yoon berbunyi, reporter yang tadi moto Se Na sama Shi Woo memberitahunya tentang foto itu dan bilang bahwa ia akan menyebarluaskan foto itu. (kok bilang- bilang ya?) hehe..

Se Na menemui Hyun Wook di rooftop, ia tidak mengijinkan Hyun Wook berbalik melihat dirinya, ia hanya minta Hyun Wook tetap di posisinya.



“ dulu aku selalu sendiri menghadapi semuanya, tapi saat aku bertemu denganmu aku menemukan seseorang yang bisa aku ajak berbagi. Aku harap kau juga merasakan hal yang sama, aku harap saat kau sedih maupun bahagia, kau bisa membagi itu denganku.”

Hyun Wook berbalik dan memanggil Se Na yang sudah berbalik pergi, “ berdirilah disana dan hitung sampai 10”

Se Na melakukannya, setelah hitungan kesepuluh, Hyun Wook mengatakan bahwa itu  cukup..

Aaaa, Hyun Wook Cuma perlu liat Se Na..hehe..

Kejadian ini kembali dilihat oleh Hae Yoon, ia memanggil Se Na ke kantor dan membuktikan kata- katanya, bahwa apabila ia melihat Se Na bersama dengan Hyun Wook sekali lagi di kantor, ia bisa membuat Se Na pergi.

Hae Yoon benar- benar meminta Se Na pergi dari ANA, “ kenapa?’”



“ kau akan kaget bila aku memberi tahunya padamu..”

Hae Yoon, Hyun Wook, dan semua staff rapat di ruangan Hyun Wook. Setelah selesai rapat Hae Yoon berbicara pribadi dengan Hyun Wook.

“ aku harus melaporkan sesuatu padamu, aku memecat Yoon Se Na..” kata Hae Yoon sambil menunjukkan foto antara Se Na dan Shi Woo yang sudah beredar hari ini.



Hyun Wook mengatakan bahwa tidak ada apa- apa diantara mereka,

“ kenapa kau bisa begitu yakin? Apa karena Yoon Se Na sukanya padamu? Atau kau yang suka padanya?” tanya Hae Yoon.

“ apa maksudmu?”

“ kau tidak kau tidak boleh! Meski Yoon Se Na suka padamu, tapi kau tidak boleh suka padanya! Karena ia adiknya Yoon So Eun,,”

Hyun Wook kaget, ia tidak menyangka kalau Hae Yoon sudah tau, “ darimana kau tau?”

“ Yoon Se Na, “

“ apa ia tau?”

“ tau apa? Tau kalau kau adalah pacar kakaknya?”

“ kau memberi tau Se Na?”

“ apa itu penting sekarang? Apa hanya itu yang kau kuatirkan? Kenapa? Kau takut dia tidak akan menyukaimu lagi?”

Hyun Wook membentak Hae Yoon, “ kau memberi tahunya atau tidak?”

“ bagaimana kalau iya?”

Hyun Wook langsung pergi ke rumah Se Na, tapi Se Na masih belum di rumah.

Saat Hyun Wook hendak pergi, ia bertemu dengan Se Na. hyun Wook speechless, sementara Se Na terlihat seperti takut melihat Hyun Wook.

Saat Hyun Wook melangkah mendekatinya, Se Na mundur satu langkah..



Apa benar dia tau semuanya?
****
Hmm.. masih engga yakin sih apa Hae Yoon benar- benar mengatakan semuanya pada Se Na?

Apa menjadi hak Hae Yoon untuk mengatakan semuanya pada Se Na? bukankah harusnya Hyun Wook yang harus ngomong?

Kalaupun dia bilang sendiri, tidakkah itu membuat Se Na benar- benar terpukul dan merasa dibodohi? Karena ketulusan Hyun Wook hanya akan diartikan sebaliknya oleh Se Na.

Lets see di episode selanjutnya, hehe..

Untuk Shi Woo, semangat yaaa.. mudah- mudahan masih bisa comeback dan sukses.. mudah- mudahan juga momen injurednya Shi Woo bisa jadi ajang perekatan silaturahmi antara Shi Woo sama Se Na..hehe.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar