Total Tayangan Laman

Sabtu, 28 Februari 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 12



**** 

“ apabila tujuanmu melakukan penyekapan dua hari yang lalu adalah untuk mengingatkan aku tentang kejadian 22 tahun lalu, maka kau berhasil. Aku memang pengecut. Tapi saat aku mencoba kembali mengingatnya, ada satu hal lain yang juga aku ingat. Dan aku yakin, bahwa kau melupakan bagian ini dari memorimu.” Kata Seo Jin lewat video youtubenya.



“ ingatan lain?” tanya Soo Hyun.

“ aku ingin membicarakan hal tersebut tapi aku tidak tau bagaimana cara mengontakmu, akhirnya aku coba berpikir dari sudut pandangmu. Kau pasti sudah bertahun tahun menggunakan internet untuk melacak keberadaanku, jadi pasti kau menemukan video ini dalam waktu singkat. Kirim email padaku, aku akan menemuimu dimana pun kau mau.”

“ bohong, kau berbohong!” kata Soo hyun yang terlihat mulai gentar dengan permainan yang ia mulai sendiri.

Konsekuensi mengupload video di youtube adalah semua orang bisa melihatnya, terutama orang yang kepo sama seo Jin. Oleh karena itu video ini sudah dilihat oleh banyak orang seperti Ryu Seung Yeon dan presdir Goo, bahkan Ha Na.




Seo Jin membujuk Ha Na untuk pulang ke Seoul, “ berbahaya jika kau sendiri disini, lagipula aku tidak bisa menyetir, bisakah kau menyetir untukku?”

Ha Na pun akhirnya setuju, di dalam mobil Seo Jin memejamkan matanya, “ aku tidak tidur. Apa kau berharap aku tidur dan terbangun menjadi Robin?”



Ha Na bingung mau jawab apa, “ aku tidak nyaman dengan pertanyaanmu.”

“ baiklah, kalau begitu bagaimana kalau kita makan? Aku lapar.”



Setelah selesai makan, mereka berdua berjalan menikmati udara segar, Seo Jin berjalan di belakang Ha Na.



“ kenapa kau berjalan di belakangku?”

“ aku menyukainya, beginilah kita berjalan saat itu.” maksud Seo Jin adalah saat mereka melakukan training diluar kota, saat Seo Jin harus pura pura jadi Robin dan Ha Na menyatakan perasaannya.

“ saat itu? aku yakin saat itu aku bersama Robin.”

“ saat itu terjadi kecelakaan kan, Robin pingsan dan aku terbangun. Saat itulah kau bilang suka padaku.”

“ direktur,”

“ kau bilang suka Robin berarti kau suka padaku.” Simpul Seo Jin.

“ itulah yang membuatku gila, aku melihat kalian sebagai dua orang yang berbeda,”

“ Robin ada di dalamku, inilah aku sebenarnya. Bukan cinta namanya bila aku tidak bisa menunjukkan siapa dirikku sebenarnya. Aku sudah memberitahukan semuanya padamu, sekarang keputusan ada di tanganmu.”

*itu Seo Jin ceritanya nembak?haha*

“ aku berjanji, apa yang terjadi lima tahun lalu tidak akan terjadi lagi.” Kata Seo Jin. (maksudnya??)

****
Sekretaris Kwon datang ke kantor polisi dan memberitahu detektif Na untuk menyebarkan foto masa kecil Soo Hyun dan melakukan pencarian publik.

Dalam waktu sekejap foto Soo Hyun ada di berbagai sudut LCD TV di Seoul, hal ini dilihat oleh Soo Hyun dan ia sangat marah. Gapapa bang, imut kok, hahahaha.



Tae Joo menceritakan hal itu kepada dokter Kang, “ dia bilang aku melupakan sesuatu?”

“ hal itu mungkin saja terjadi. Kau mungkin saja melupakan hal tersebut.”

“ tidak mungkin!” sangkal Tae Joo.

“Saat itu kalian masih sangat kecil dan mengalami hal yang begitu mengerikan, apa kau pikir hanya Seo Jin yang ingin melupakannya?”

“ ya, aku dan Seo Jin mengalami hal yang sama. tapi aku dan dia berbeda, Seo Jin pengecut dan aku tidak.”

Ergghhh.. ini orang kepala batu banget >.<

“ jika Seo Jin ingat sesuatu, maka itu hanyalah ingatan delusionalnya yang ia buat untuk melarikan diri dari masa lalunya, karena hanya dengan cara itulah ia bisa bertahan hingga sekarang.”

Seseorang datang ke apartemen Tae Joo dan itu adalah petugas keamanan gedung, ia mengatakan bahwa pemilik apartemen di bawah mendengar suara aneh dari apartemen ini kemarin.

Setelah mendengar hal tersebut Tae Joo segera ke ruangan Dokter Kang dan ternyata dokter Kang sempat coba meloloskan diri darinya.



“ kau coba minta pertolongan dengan ini dan pergi dari sini?”

“ tidak, aku tidak akan melakukan itu lagi. Aku bersalah padamu, aku menganggap kau sebagai obat untuk Seo Jin, maafkan aku. Lihatlah Seo Jin sudah sedikit berubah karenamu, aku akan jadi tamen pelindungmu sekarang. Aku tidak akan pergi meski kau memintaku untuk pergi. Seo jin sudah mulai sembuh, sekarang giliranmu..” Jelas dokter Kang.

****
Direktur Ryu diberitahukan oleh sekretaris presdir tentang dokter yang akan memberikan treatment kepada Seo Jin.

Ia pun mulai mencari nama dokter tersebut di internet, “ Jerrold R. Misky”.

Direktur Ryu sangat kaget melihat spesialisasi dokter tersebut yang adalah mengenai penyakit DID.

Dengan sigap pertemuan BOD pun di inisiasi oleh direktur Ryu, Seo Jin pun diharuskan datang.

Sebelum pertemuan dimulai Direktur Ryu datang ke kantor presdir dan mengatakan apa yang ia tau tentang dokter Jarrold.



Presdir kaget sekali darimana direktur Ryu bisa tau, akan tetapi presdir Goo tidak mau terlihat lemah dan mempersilahkan direktur Ryu untuk mengatakan apa yang dia mau katakan di hadapan BOD nanti.

“ kalau direktur Ryu tau, kau bisa saja diturunkan dari posisi CEOmu,” kata sekretaris Kwon pada Seo Jin.

“ benarkah? Kalau begitu baguslah,” jawab Seo Jin tenang.

****
Seo Jin datang tepat sebelum Direktur Ryu membocorkan mengenai DIDnya, sebelum direktur Ryu berbicara banyak, Seo Jin lebih dulu mohon ijin bicara.

“ ada dua hal yang ingin aku sampaikan hari ini.pertama kita semua tau bahwa jabatan presdir hotel Wonderland sedang kosong, oleh karena itu aku ingin mengusulkan direktur Ryu untuk mengisi posisi itu, ia memiliki kemampuan untuk mengatur hotel Wonderland dengan baik. Dan yang kedua, dengan ini aku mohon ijin untuk cuti 6 bulan dari jabatan direkturku.”



Semua orang di ruangan itu kaget, termasuk direktur Ryu dan presdir Goo.

Direktur Ryu tidak ambil pusing dengan alasan Seo Jin, he’s just happy because he’s the new CEO right now, hahahahaha.. ini orang lucu sebenernya.

“ kau pikir apa yang kau lakukan! jika akhirnya kau akan begini, mestinya kau pergi saja saat aku suruh pergi!” bentak presdir Goo.



“ ini bukan menyerah, aku sedang berjuang. Berjuang untuk hal yang menurutku lebih penting dari posisi CEO. Aku akan mencari dan mengembalikan segala sesuatunya seperti sebelum kejadian itu terjadi. Aku yakin direktur Ryu akan melakukan dengan baik, karena ia sejak dulu terobsesi menjadi CEO Wonderland.”

“ direktur, kau sudah banyak berubah. Teruslah begini dan jangan lepaskan Ha Na, meski situasi ini mirip dengan 5 tahun lalu.”

“ ini berbeda,”

“ apanya yang berbeda?”

“ hmm ya, mungkin semuanya sama. tapi kali ini aku berbeda, aku sudah berubah. Dulu aku dan Robin menyukai gadis yang sama. tapi sekarang aku sudah berubah, jika cinta dapat mengubah seseorang, maka aku sudah jatuh cinta padanya.” Papar Seo Jin.

Seo Jin kembali mendatangi Tae Joo dan menceritakan bahwa ia sudah ingat semuanya,

“ kau ingat sesuatu yang kau lakukan pada Soo Hyun?”

“ ya aku ingat, hal yang aku lakukan dimana aku harus berlutut di hadapannya dan minta maaf padanya. Hal yang kulakukan yang membuat ia dendam padaku seumur hidupnya. Aku ingin minta maaf padanya.”

Pada kesempatan yang sama, Ha Na menemui sekretaris Kwon dan menanyakan tentang apa yang terjadi 5 tahun yang lalu. Sekretaris Kwon awalnya tidak ingin menjawab hal itu tapi ia tidak kuasa menolak permintaan Ha Na. di waktu yang sama Tae Joo juga menanyakan apakah Robin pernah mengalami trauma sebelumnya, Seo Jin tau maksud Tae Joo tapi ia tidak mengatakan yang terjadi 5 tahun lalu.



“ Robin pernah mengalami trauma yang dalam lima tahun lalu, kejadiannya sama seperti sekarang. Robin dan direktur menyukai gadis yang sama. mereka mengatakan bahwa mereka kembar untuk menutupi semuanya, tapi pada akhirnya gadis itu tau.”

“ lalu apa yang terjadi?” tanya Ha Na.

“ gadis itu menanggap bahwa mereka monster dan pergi begitu saja. Setelah kejadian itu Robin pergi ke dokter Kan dan memintanya untuk membantunya hidup selamanya yang berarti percobaan bunuh diri. Meskipun mustahil, tapi hal itu bisa dilakukan melalui metode hypnotheraphy. Tapi saat hal itu dilakukan, Terry lahir.”

*lah? 3 kepribadian? Daebak!*

“ Robin membuat kepribadian yang bernama Terry, kepribadian yang sangat kejam dan penuh kekerasan. Kepribadian itu muncul dan coba untuk membunuh dokter Kang.”

*aaa, Robin tidak mau menghilang dan karena ia tidak bisa berbuat jahat, maka dia menciptakan kepribadian lain yang bisa jahat, lahirlah Terry. Aigooo*

“ beruntung saat itu banyak pihak yang membantu dan membuat Terry tertidur. Setelah itu direktur Goo terbangun dan Robin tidak pernah muncul lagi. Sejak saat itu direktur Goo tidak mau berhubungan dengan siapapun, ia tidak mau orang lain terluka lagi karena dirinya.”

****
Tae Joo dan Ha Na bertemu di sebuah taman,



“ apa kau tau apa yang membedakan kita dengan pasien DID?”

“ apa itu?”

“ memori,,”

“ memori?”

“ kita dapat mengingat semua kenangan yang pernah kita alami, baik itu hal buruk maupun hal baik. Tapi pasien DID tidak punya kemampuan itu, mereka memisah misahkan kenangan yang mereka miliki ke kepribadian yang mereka buat sendiri.”

Ha Na menyinggung mengenai kejadian 5 tahun lalu yang baru saja ia dengar, akan tetapi ia tidak mau menceritakan hal tersebut. tae Joo tau ada yang janggal, ia pun menghipnotis Ha Na untuk berkata jujur.



Setelah dihipnotis tentu Ha Na tidak sadar tentang info apa yang sudah ia berikan kepada Tae Joo, ia pun pergi setelah ngobrol dengan Tae Joo.

“ Terry. Aku tau bahwa pasti ada kepribadian lain.tidak mungkin seorang pasien DID hanya membuat satu kepribadian yang baik saja. Sekarang waktunya membawa Robin keluar.”

Robin terbangun dan kembali mengingat memori seo Jin. Sementara Ha Na pergi ke rumah Woojung dan bertemu dengan ayahnya.



Mereka berdua telah tau tentang DID Seo Jin, dan saat mereka membicarakan hal tersebut, Woojung mendengarnya dan tidak percaya bahwa Robin adalah alter ego Seo Jin.

Poor Woojung, mudah mudahan L yang aku puja bukan alter egonya Myungsoo, if that’s so then L is just an allusion T.T can’s stand it!!!



Robin menerima pesan dari Ha Na, it’s a scheduled text message, dan ternyata yang membuat pesan itu adalah Tae Joo saat tadi sore ia menghipnotis Ha Na.

Tae Joo membawa Robin ke sebuah convention hall, disana Robin mencari dimana Ha Na berada.

Tae Joo berada di sebuah hall menunggu kedatangan Robin, beberapa saat kemudian Robin masuk ke ruangan itu, Tae Joo segera menyalakan lampu sorot yang menyorot ke arah seorang perempuan dengan jubah putih.




“ Ha Na ssi?”

Robin berjalan ke arah panggung tempat orang itu duduk tertunduk, saat dilihat dari dekat ternyata itu dokter Kang.

“ dokter Kang?” Robin ingin menolong dokter Kang saat tiba tiba monitor di depannya menyala dan musik mulai mengalun, musik itu membuat Robin terhipnotis. Di monitor itu tertulis pula bahwa dokter Kang sudah menemukan metode untuk melenyapkan Robin. Tulisan itu membuat Robin marah dan keluarlah Terry..



“ selamat datang, Terry..” kata Tae Joo dalam hati.

Dengan tatapan violence, Terry memandang dokter Kang dan membangunkannya. Dokter Kang bangun dari kursinya dan menjauh dari Robin yang terus menatapnya.



Sementara Ha Na menerima video keberadaan Robin dan dokter Kang, ia tau bahwa yang disana bukanlah Robin tapi Terry.



Terry hendak mencekik dokter Kang akan tetapi ia berhenti saat dokter Kang meneriakkan nama Robin.

Saat itu juga memori Robin datang, saat Robin menyelamatkan Ha Na di jembatan dan di Wonderland.

“ tidak usah berterima kasih padaku, menyelamatkan orang itu kepribadianku.”

Ha Na menelpon Robin dan kali ini Robin mengangkat telponnya, “ Robin, kau mendengarku? Aku akan segera kesana jadi tetap disana, ya? Jawab aku dan bilang bahwa kau akan menungguku? Ya?” Ha Na berusaha tenang padahal dia nangis nangis tuh nelponnya takut Robin ngapa ngapain dokter Kang, hehe.



“ aku ingin hidup, aku tidak ingin menghilang.” Kata Robin sambil berusaha menahan tangisnya.

“ kalau begitu hiduplah, “ kata Ha Na yang membuat Robin tertegun, mungkin ini adalah pertama kalinya ada yang meminta dia hidup daripada menghilang.



Now Terry is Robin again. ia pun segera melepaskan ikatan dokter Kang dan membawa dokter Kang keluar dari sana.



Tae Joo terlihat sangat marah karena tidak berhasil membuat Terry mencelakai dokter Kang, ia pun kembali menggunakan metode gas beracun akan tetapi kali ini Robin dan dokter Kang dengan mudah meloloskan diri.

Ha Na yang sudah minta bantuan polisi tiba di convention hall tempat Robin dan dokter Kang, mereka tiba tepat waktu, Dokter Kang dapat diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.

Ha Na bertemu dengan Robin dan langsung memeluknya, “ aku ingin hidup sebagai Robin. Yang bisa menyelamatkan orang lain, dan menjadi orang yang kau sukai.”



Ha Na terlihat galau dan tidak tau apa yang harus ia katakan, haruskah ia mengatakan bahwa itu mungkin? Atau haruskah ia mengatakan bahwa itu tidak seharusnya terjadi?


****

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 11



****

Seo Jin sadar dan ia mengingat bagaimana kemarin ia menyelamatkan Ha Na dengan memasangkan masker gas ke Ha Na, ia juga ingat bahwa ia minta tolong pada Robin.

*terjawab sudah, yang bangun adalah Seo Jin, ia hanya minta tolong sama Robin malam itu saja, hehe*

“ aku menyelamatkannya?” tanya Seo Jin pada dirinya sendiri, ia baru sadar bahwa ia menyelamatkan Ha Na.

Ha Na masuk ke dalam kamarnya dan menanyakan siapa dia sebenarnya,

“ apa kau terluka?” tanya Seo Jin.

“ tidak..”

“ apa kau lelah?”

“ tidak, aku baik baik saja,,”

“ aku lelah, aku ingin tidur, bisakah kau ada di sampingku sampai aku bangun?”

Ha Na bingung dengan permintaan Seo Jin, “ direktur..”

“ bukankah kau mau tau siapa aku? Tunggulah sampai aku bangun maka kau akan tau aku siapa.”

Seo Jin tertidur dan Ha Na ada di sampingnya, beberapa saat kemudian Robin terbangun.



Robin melihat Ha Na ada di sebelahnya, “ Ha Na  ssi, apa kau baik baik saja? Kenapa kau ada disana kemarin? Itu sangat berbahaya!” kata Robin sambil menyentuh wajah Ha Na hingga membuat Ha Na tersadar bahwa itu adalah Robin.



“ apa kau benar benar Robin?”

“ apa yang terjadi?” tanya Robin.

“ tadi direktur Goo memintaku untuk berada disini karena sebentar lagi ia akan bangun, dan saat itulah aku akan tau siapa dia sebenarnya. Aku yakin yang tadi tertidur adalah direktur Goo, bukan kau.” Kata Ha Na bingung.

Robin mau tidak mau menjelaskan apa adanya, “ dengarkan aku Ha Na, aku dan Seo Jin adalah dua pribadi yang berbeda. kami menderita DID, atau biasa disebut dengan multiple personality disorder.”

Ha Na nampak sangat shock mendengarnya, “ kalau begitu kau dan direktur, adalah orang yang sama?”

“ tidak! Aku dan Seo Jin bukan orang yang sama. kita punya kepribadian, pekerjaan, perasaan, dan memori yang berbeda. Dan orang yang suka padamu adalah aku, dan yang kau sukai adalah aku.” Papar Robin.



****
Dokter Kang diperlihatkan rekaman kejadian kemarin dari laptop Tae Joo, ia nampak senang melihat Seo Jin yang sudah bisa menyelamatkan orang lain. Untuk dokter yang sudah menterapi Seo Jin selama 10 tahun terakhir, ini adalah perkembangan yang sangat pesat.



“ kenapa kau begitu senang melihatnya begitu? Tidakkah kau tau metode paling baik untuk pasien DID? Ia harus menghadapi trauma yang membuatnya menderita DID. Hanya dengan cara itu pasien itu bisa melepaskan ketergantungannya pada alter egonya. ”kata Tae Joo sinis.

“ aku tidak sependapat denganmu, beberapa orang memang harus mengingat untuk bertahan, tapi ada juga orang yang harus melupakan untuk bertahan, bukankah itu sifat dasar manusia? Berusaha melupakan kenangan buruk yang menimpanya.” Kata dokter Kang.

“ Seo Jin sangat pengecut, karena ia takut menghadapi masa lalunya maka ia membuat benteng yaitu kau dan Robin.”

“ dokter Yoon, tidak bisakah kau melihat bahwa Seo Jin seperti ini karena ia juga mengalami masa lalu yang berat?”

“ tidak, itu karena ia pengecut maka ia membuat kepribadian yang baik supaya siapa ia sebenarnya tidak diketahui orang lain. Dan ia bahkan membuat benteng ketiga, Ha Na. ia seharusnya tidak pernah ada. Aku akan membuat benteng benteng seo Jin menghilang satu persatu, dengan begitu aku bisa melihat siapa dia sebenarnya. ”

Di rumahnya, Seo Jin kembali terbangun, Ha Na kembali masuk ke dalam kamarnya.



“ apa kau sudah tau semuanya?”

“ direktur Goo?”

“ ya ini aku. Kau kaget kan ? aku pun merasa demikian saat pertama kali mengalaminya. Tempat kita disekap kemarin adalah kenangan buruk untukku, sepertinya itu alasan Robin lahir.”

“ tapi aku sudah berubah, kali ini aku yang menyelamatkanmu, kau datang untuk melindungiku. Aku dan Robin adalah orang yang sama, aku dan Robin adalah satu.”

Ha Na bingung mendengar dua pernyataan yang bertolak belakang dari orang yang mukanya sama, which one does she have to believe??


Sementara itu Seo Jin mendengarkan video call dari Robin, “ kenapa kau mengatakan itu kepada Ha Na? selama ini bukankah kau yang selalu melarang aku mengatakan semuanya? Aku tidak siap untuk hal ini. ini adalah perasaanku, kenapa kau melakukan ini tanpa mengatakan apa apa padaku? Kenapa kau melakukan ini kepada orang yang aku sukai?” protes Robin.


****
“ aku masih belum yakin apa yang sebenarnya terjadi, tapi satu hal yang aku tau dan yakini, bahwa yang aku sukai adalah Robin. Saat direktur mengatakan bahwa kau dan Robin adalah orang yang sama, jangan katakan bahwa perasaanku padamu juga sama.”

“ lalu kenapa kau mengikutiku ke gudang itu kemarin? Apa menyelamatkan seseorang memang sifatmu? Atau kau kawatir padaku? Kalau iya, kenapa kau kuatir padaku? Aku tidak peduli kalau kau bilang itu hanya simpati, karena simpati adalah perasaan yang sangat dekat menuju cinta.” awww, that’s so sweet of Seo Jin.

Seo Jin mendatangi kantor polisi dan bertemu dengan detektif Na, “ keluarkan dokter Kang dari daftar tersangka.”

“ kenapa kau yakin kalau bukan dokter Kang pelakunya?”

“ dokter Kang tidak tau hal yang aku lupakan, lalu bagaimana ia bisa menanamkan hal yang aku sendiri tidak tau kepada Ahn Sung Goon? Yang menanamkan memori itu pasti Lee Soo Hyun, karena ia mengingat hal yang aku lupakan.”

“ baiklah bila itu menurutmu, tapi sejak kejadian penculikan itu tidak ada jejak apapun dari Soo Hyun. Sepertinya kita harus mempublikasikan hal ini untuk mempermudah pencarian, tapi bila itu dilakukan maka masalah ini akan berpengaruh pada citra Wonderland.”

Seo Jin menemui Ahn Sung Goon yang masih mengira dirinya adalah Soo Hyun.

“ aku ingat semuanya, tapi semakin aku mengingat hari itu, aku mengingat hal lain yang sepertinya kau lupakan.” Seo Jin lalu membisikkan sesuatu kepada Sung Goon. Sung Goon terlihat kaget dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Seo Jin.



“ jangan bohong!” kata Sung Goon.

“ jadi kau tidak ingat? Sepertinya kau juga menghapus ingatan sama seperti yang aku lakukan. Kau tau kan bahwa hari itu ada dua penjahat?”

*wow, that’s new, siapakah itu?*

Seo Jin diceritakan oleh sekretaris Kwon tentang bagaimana Robin menghandle pertemuan dengan BOD saat Seo Jin menghilang beberapa hari lalu.

Seo Jin nampak bingung kenapa bisa terjadi hal seperti itu, nampaknya hilangnya Seo Jin kemarin bukan karena dia takut atau bersembunyi, Seo Jin sendiri tidak tau kenapa hal itu bisa terjadi, ia nampak kuatir.

Presdir Goo memanggil Seo Jin ke kantornya dan memberi tahu bahwa ia akan menerima terapi dari dokter MPD dari Amerika mulai minggu depan.



Seo Jin mendatangi Tae Joo untuk membantunya menyembuhkan penyakitnya, Tae Joo pura pura kaget saat mendengar bahwa Seo Jin mengidap MPD.



“ aku di diagnosis DID sejak 15 tahun lalu, tapi ini pertama kalinya aku berhenti menjalani terapi. Aku mengalami gejala yang tidak pernah aku alami sebelumnya.”

“ gejala apa itu?”

“ selama ini aku memiliki waktu yang aku sepakati dengan alter egoku, tapi aku diberi tau bahwa aku sempat tidak kembali selama satu hari penuh.”

Tae Joo kaget, dokter Kang pun kaget karena di ruang ia di sekap ada speaker, dan Tae Joo mengaktifkan speaker tersebut sehingga dokter Kang bisa mendengar percakapan antara dirinya dengan Seo Jin.”

“ ini tidak pernah terjadi sebelumnya, apa artinya ini?” tanya Seo Jin.

Dokter Kang terlihat panik karena tau apa yang terjadi, Tae Joo menjawab pertanyaan Seo Jin.

“ aku harus berhati hati dan melakukan research lagi tentang hal ini, tapi dengan gejala itu dapat berarti bahwa kepribadian yang lain akan segera hilang..”

Mendengar hal itu Seo Jin shock berat.

“ kau dengar kan? Kepribadian utama akan segera hilang, artinya kepribadian yang lain akan semakin kuat. Robin ingin hidup sebagai Robin selamanya dan membuat Seo Jin menghilang,” kata Tae Joo kepada dokter Kang.
****

Seo Jin akhirnya memutuskan untuk membuat kasusnya go public, ia tau bahwa ini akan membawa nama Wonderland terseret di dalamnya.

Sementara Ha Na pergi dari rumah Seo Jin dan tinggal di luar kota, “ awasi dia meski dari jauh.” Pesan Seo Jin kepada bodyguard yang mirip Kim Jaejoong. Hehe.



Robin terbangun dan melihat pesan dari Ha Na yang bilang padanya bahwa ia perlu waktu untuk berpikir, makanya dia pergi sebentar.

Robin membuka pesan dari Seo Jin, “ aku berterima kasih atas kehadiranmu dalam hidupku, kau melakukan apa yang tidak bisa aku lakukan. tapi aku sadar bahwa kau adalah aku. Kau akan menghilang, ah, bukan hilang, tapi kau akan tetap hidup di dalam diriku.”



Robin terlihat tidak terima dengan apa yang dikatakan Seo Jin.

Robin mencari Ha Na kemana mana tapi tidak ketemu, ia akhirnya ke tempat Tae Joo.

Ha Na tentu tidak disana, Robin akhirnya malah ngobrol dengan Tae Joo, Tae Joo mengatakan bahwa ia tau siapa Robin dan seo Jin sebenarnya.



“ tadi Seo Jin kesini dan menanyakan beberapa hal mengenai gejala yang terjadi padanya.”

“ ada apa dengan Seo Jin? Kenapa ia mengalami hal itu?”

“ itu dapat berarti bahwa Seo Jin mungkin akan segera menghilang. Dan kau harus membantu Seo Jin agar ia tidak seperti itu.” jelas Tae Joo.

Robin bertanya pada Tae Joo tentang gejala yang juga di alaminya, Robin bilang bahwa ia mengingat sesuatu yang tidak pernah ia alami. Ia mengingat kejadian saat Seo Jin diculik.

“ apa artinya itu?”

Tae Joo terlihat kaget dengan apa yang ia dengar, tapi ia menolak untuk memberitahu Robin tentang hal itu dan mengatakan bahwa hanya Seo Jin yang berhak tau apa artinya itu.

“ itu mungkin hanya sesuatu yang sifatnya sementara karena kalian berbagi tubuh yang sama.” kata Tae Joo coba berbohong.

“ benarkah? Tapi kenapa kau terlihat kaget?”

Tae Joo pura pura kaget kayanya biar mancing Robin nanya terus, huhu.

“ apa aku akan menghilang?” tanya Robin.

“ tidak, malah sebaliknya.”Tae Joo angkat bicara. Dokter Kang teriak teriak dalam hati melarang Tae Joo untuk mengatakannya pada Robin.

“ memori identitas utama mulai kau ingat, itu berarti memorinya sudah mulai merasuk pada memorimu. Itu artinya bukan kau yang akan hilang, tapi Seo Jin yang mungkin akan hilang untuk selamanya.”

*geez it is so scary!!!*

Mendengar hal itu, ekspresi Robin menyatakan bahwa ia ingin hal itu terjadi, ia ingin Seo Jin hilang selamanya agar Ha Na bisa menjadi miliknya selamanya.

Robin pergi ke tempat ayah Woo Jung dan mendapatkan sepucuk surat, surat itu dari Tae Joo yang tidak menyebutkan identitasnya.

Surat itu menuliskan bahwa Dokter Kang sudah menemukan metode untuk menyembuhkan Seo Jin, dan bilang bahwa apabila metode itu berhasil maka Robin akan hilang selamanya.




Setelah membaca surat itu Robin nampak semakin marah karena keberadaannya semakin diusik.

Robin menelpon Ha Na tapi hapenya tidak aktif, ia pun hanya meninggalkan pesan suara dan bertanya dimana Ha Na sekarang.



Sementara di suatu tempat jauh dari Seoul, Ha Na sendiri di dalam kamar dan menyalakan hapenya.

Ia mendengar beberapa pesan yang masuk untuknya, dua dari Robin dan satu lagi dari seo Jin. Isinya sama sama aja, menanyakan dimana Ha Na.



Tae Joo menelpon Ha Na dan menanyakan Ha Na dimana, dengan sedikit clue dari Ha Na, Tae Joo langsung mencari keberadaan Ha Na.

Tapi sebelum Tae Joo sampai, Robin sudah duluan sampai di tempat Ha Na menginap, (entah tau darimana, hehe)

Ia berlari ke arah Ha Na dan langsung menciumnya,



“ dengarkan apa yang akan kukatakan padamu, jangan dengarkan Seo Jin, dengarkan aku. Disaat semua orang ingin aku menghilang dan menganggap aku hanya ilusi, kau tidak seperti itu. jika aku adalah ilusi, lalu apa arti perasaan berdebar ini saat aku ada bersamamu?”

Besok paginya Seo Jin bangun, tapi ia berada di mobil bukan di rumah. Sepertinya Robin membiarkan ia bertemu dengan Ha Na.. hehe.

“ apa kemarin Robin disini?” tanya Seo Jin yang dibenarkan oleh Ha Na.



“ saat ayahmu bilang padamu untuk percaya pada dirimu sendiri, apa kau langsung bisa percaya pada dirimu sendiri? apa kau langsung bisa bermain tali lagi?” tanya Seo Jin.

“ tidak, aku harus berlatih keras dan mengulangi kata kata itu dalam pikiranku.”

“ benarkah? Aku juga mengalami fase itu, saat ini aku sedang mencoba untuk menghadapi rasa takutku sejak 22 tahun yang lalu.”



Saat Seo Jin mengatakan hal itu Tae Joo memperhatikannya dari bawah tanpa sepengetahuan Ha Na dan Seo Jin.

Tae Joo menerima notifikasi dari hapenya yang bisa memberi info update apapun tentang Seo Jin, inilah cara Tae Joo mengamati Seo Jin selama ini.

Dan kali ini update dari Seo Jin adalah video youtube yang diunggah untuk Soo Hyun.



“ Lee Soo Hyun, ayo kita bicara. Mari kita bicarakan tentang kebenarannya, ayo kita bicara tentang apa yang aku lupakan dan tentang apa yang tidak kau tau. Ayo, kita selesaikan.” Kata Seo Jin di video itu.

Sementara dengan Ha Na Seo Jin mengatakan, “ karena kau aku berubah. Kembalilah, aku akan menunggumu.”


****
Comment : awww.. Seo Jin mulai terang terangan dengan perasaannya. Sementara Tae Joo alias Soo Hyun malah mulai ciut nyalinya, from what I saw.

Disaat Seo Jin sudah mau mengajak bertemu dan membicarakan semuanya, dari ekpresi Soo Hyun terlihat bahwa ia yang sekarang tidak punya nyali untuk membicarakan semuanya.

Sama kaya orang yang suka nantangin, pas udah ditantang balik, eh malah ga jadi

Mungkin karena Soo Hyun tidak siap dengan perubahan drastis dari Seo Jin ya, Seo Jin memang sudah banyak berubah.



Sabtu, 21 Februari 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 10



****

Tae Joo terus menuntun Robin yang dikira Seo Jin masuk ke dalam rumah hantu.

Tanpa rasa takut sedikitpun Robin melangkahkan kakinya semakin dalam ke rumah hantu itu.

Tae Joo meminta Robin berhenti di spot tepat dimana mereka berdua dulu pernah diculik, kalau itu adalah Seo Jin maka mungkin dia sudah pingsan saat berada di tempat itu.

Tapi karena itu adalah Robin maka ia bisa tetap tenang, ia hanya bertanya tanya dalam hati apa ini tempat Seo Jin dulu diculik.

Saat itu Robin membawa dua hape, yang sekarang sedang ia gunakan untuk menelpon Tae Joo ialah hape Seo Jin dan satu lagi ia simpan di kantongnya yang adalah hapenya sendiri.

Robin pun menelpon dengan menggunakan hapenya secara diam diam di balik kantong coatnya, ia menelpon sekretaris Kwon.



Awalnya sekretaris Kwon memanggil Robin kenapa nelpon sembarangan, tapi saat ia mau menutup telponnya, Robin mulai bicara pada Tae Joo yang di dengar oleh sekretaris Kwon.

“ Lee Soo Hyun? Ini kau kan?” kata Robin membuat sekretaris Kwon kalang kabut.

Sekretaris Kwon lalu mencari bodyguard keluarga Seo Jin untuk memberitahu bahwa Robin dalam bahaya sekarang.



*gadd demi apa bodyguardnya yang biasa jadi sopirnya ini mirip banget sama kim jaejoong >.<*

Saat itu juga Ha Na menelpon dan memberitahu bahwa Seo Jin ada di rumah hantu,

“ direktur Goo tidak pernah mau masuk ke sana kan? Tapi baru saja ia masuk dan sampai sekarang belum keluar,”

Sekretaris Kwon pun meminta kemanan untuk segera menuju ke wahana tersebut.

Ha Na masuk ke dalam rumah hantu untuk mencari Seo Jin akan tetapi ia tidak menemukannya. Ia keluar dari rumah hantu dan melihat Seo Jin sedang berjalan ke arah pintu keluar masih dengan telpon di telinganya.

Robin berada di luar dan menuruti perintah Lee Soo Hyun untuk mengendarai mobil yang sudah ada di depannya, tanpa ragu lagi Robin masuk ke dalam mobil itu dan pergi dari Wonderland.



Ha Na memanggil manggil Seo Jin tapi Seo Jin tidak dengar, Ha  Na memberitahu Sekretaris Kwon bahwa Seo Jin sudah pergi dan Ha Na mengikutinya dengan taksi.

Sekretaris Kwon menelpon detektif Na dan memberitahu bahwa Soo Hyun menelpon Seo Jin dan memintanya datang ke suatu tempat, detektif Na langsung mengerti dan bergerak menuju lokasi mobil Seo Jin.



“ kau dimana? “ tanya Tae Joo yang sudah sampai duluan di gudang yang sudah tidak terpakai,

“ kemana aku harus pergi?”

“ ikuti saja jalannya aku akan memberitahumu nanti.”

“ kenapa kau melakukan ini?”

“ aku marah, jadi ayo selesaikan ini semua. Aku ingin kau mengungkapkan kebohonganmu selama ini. aku ingin kita sama – sama tau kesulitan yang kita alami selama ini. ayo kita buktikan selama ini memori siapa yang salah, aku atau kau. Kau benar benar lupa atau kau hanya berbohong.”



*btw, earphonenya Tae Joo kaya boyband yang mau manggung, haha*

****
Tae Joo membuka lemari besi di dalam gudang dan mengambil masker gas dari sana.



Ia lalu melihat kembali laptopnya untuk memantau keadaan diluar, tae Joo pun melihat Ha Na datang juga kesana.

Tae Joo berubah pikiran, ia meletakkan kembali masker gas itu di dalam lemari dengan niat tertentu.

Soo Hyun menyuruh Robin berhenti berjalan, Robin pun melihat sebuah gudang yang besar namun sudah lama tidak digunakan.



“ kau tau kan kau ada dimana?”

Robin mengamati gedung tersebut dengan seksama, ia akhirnya  ingat akan apa yang diberitahukan dokter Kang padanya sebagai Robin beberapa tahun lalu.



“ Robin, ini adalah tempat dimana Seo Jin diculik. Ia diculik bersama temannya Lee Soo Hyun, akan tetapi saat itu ia melarikan diri sendiri tanpa membantu Soo Hyun. Rasa bersalah itulah yang membuat kau lahir, ia membuat kau sebagai pribadi yang bisa membantu orang lain saat dibutuhkan. Disinilah semua itu berasal.” Kata dokter Kang sambil menunjukkan foto sebuah gudang tua yang persis sama dengan apa yang ada di depan Robin sekarang.



* sekarang mungkin Robin sudah sedikit tau kenapa dia lahir,*

Ha Na menelpon sekretaris Kwon dan memberitahu daerah dimana ia berada,

Begitu Ha Na menyebut daerah Paju, sekretaris Kwon langsung tau bahwa itu adalah tempat Seo Jin diculik dulu.

Robin masuk ke dalam gudang itu dan dibekap dari belakang oleh Tae Joo, setelah melakukan perlawanan Robin tetap saja kalah dan akhirnya pingsan.



Setelah membekap dan mengikat Robin di kursi, Tae Joo pun keluar dari sana dan menunggu Robin bangun dari dalam mobil.

Saat bangun, yang bangun adalah Seo Jin, apes banget, haha.



ia terlihat panik karena langsung ingat akan kejadian 22 tahun lalu.

“ kenapa kau terlihat kaget? Kau datang kesini dengan mudah, padahal aku sudah melakukan banyak persiapan untuk mengancammu datang kesini, tapi sepertinya itu tidak perlu.” Kata Tae Joo melalui telpon yang ada di sebelah Seo Jin.

 “ Soo hyun, kenapa kau melakukan ini padaku?”

“ apa kau benar benar lupa? Semua yang kau lakukan padaku? Kau tidak ingat?”

“ apa yang harus aku ingat?!” Seo Jin mulai frustasi.

“lihatlah, semuanya sama dengan hari itu, kau diikat dan tidak ada yang datang menolongmu, tapi aku tidak disana, meski ada yang akan datang bersamamu, aku kesal karena ada yang menolongmu, tapi mari kita lihat apa yang bisa ia lakukan.”

Saat itulah Ha Na masuk ke tempat Seo Jin diikat, ia melihat Seo Jin dan langsung panik melihat Seo Jin sudah susah bernafas karena stress.

“ direktur Goo kau baik baik saja, polisi akan kesini, sekretaris Kwon juga akan kesini, semua akan kesini menyelamatkanmu.” Ha Na pun segera melepaskan tali yang mengikat Seo Jin di kursi.

Saat itu pintu gudang ditutup membuat Ha Na panik. dari dalam mobil Tae Joo kembali bicara.

“ kau akan lihat hari ini bahwa kau tidak bisa melindungi siapapun, kau akan kembali meninggalkan dia hari ini. saat itulah kau akan ingat bahwa kau dulu meninggalkan aku,” kata Tae Joo sambil mengingat kejadian 22 tahun yang lalu saat mereka diculik.

Saat itu Seo Jin sudah berhasil keluar, ia bermaksud menarik Soo Hyun dari sana akan tetapi ia tidak cukup kuat.

Di tengah usahnya itulah lalu penculik masuk dan memergoki mereka yang akan kabur, saat itulah Seo Jin lalu melepaskan paksa Soo Hyun yang menggenggam tangannya erat.

“ lepaskan aku Soo Hyun!”

“ selamatkan aku Seo Jin- ah..” itulah kata kata terakhir Soo Hyun sebelum Seo Jin pergi dan melepaskan tangannya dari Soo Hyun.

Itulah memori yang diingat Tae Joo alias Soo Hyun, entah itu benar atau tidak.

****
Tae Joo menekan tombol dari dalam mobil dan secara otomatis membuat pipa gas di dalam gudang mengeluarkan gas beracun yang membuat Ha Na dan Seo Jin susah bernafas.



Seo Jin berusaha mencari sesuatu untuk membantunya bernafas, ia menemukan masker gas yang sudah ditaruh Tae Joo tadi,

Tapi hanya ada satu, membuat Seo Jin berada di antara pilihan akan memakainya sendiri atau memakaikan pada Ha Na.



Di tengah kalutnya pikiran Seo Jin ia teringat akan apa yang sudah Ha Na lakukan selama ini padanya.

Ha Na yang menenangkan Seo Jin saat ia panik, ia mengingat bagaimana Ha Na ketakutan saat harus mengingat penjahat yang berniat untuk mencelakainya, padahal bisa saja saat itu Ha Na menolak untuk melihat karena itu bukan kepentingannya.

Seo Jin juga ingat saat Ha Na dengan ikhlas merawatnya saat ia sakit walau saat itu Seo Jin tidak peduli.

Seo Jin akhirnya memutuskan memberikan masker gas itu kepada Ha Na, membuat Tae Joo alias Soo Hyun terpukul.. mungkin dia bepikir bahwa, “ kamu nyelametin dia, kenapa aku enggak?” yeah, people change right?



* padahal menurutku bisa dipake gentian juga sih kayanya maskernya, hehe, mungkin ga terlalu bantu juga ya kalau sama gas beracun.*

Di saat kritisnya Seo Jin ingat tawaran Robin untuk membantunya, ia hanya perlu bilang minta tolong.

“ Robin, tolong aku,,” setelah itu Seo Jin pingsan dan beberapa saat kemudian bangunlah Robin.

Robin pun segera mencari cara membuat mereka berdua bisa menghirup udara segar, ia pun melihat jendela dan memecahkan kacanya sehingga membuat kedua tangannya terluka dan berdarah.



“ Ha Na ssi, kau tidak apa apa?” tanya Robin.

Ha Na langsung tau bahwa itu Robin, “ Robin?”

Tae Joo juga kaget, “ Robin?”

****
Saat itu juga polisi datang, Tae Joo pun memberhentikan aliran gas itu di gudang. Ia segera pulang ke apartemennya.

Tae Joo mengingat hari itu dokter Kang sudah tau identitas aslinya

“ aku tau kau Soo Hyun,, hentikan ini semua, kau dan Seo Jin sama sama perlu di obati. Melakukan ini semua hanya akan memperdalam luka kalian. Aku mengerti apa yang kau alami.”

Mendengar itu Soo Hyun marah karena menilai dokter Kang sok tau dengan traumanya dengan bilang bahwa ia mengerti, hal inilah yang membuat Tae Joo marah dan tidak sengaja mendorong dokter Kang hingga jatuh dan menimpa meja kaca di kantornya.

Sampai di apartemen ia segera menghampiri dokter Kang dan melepaskan lakban di mulutnya.

“ aku tidak melakukan apapun, aku sudah bilang aku tidak akan membunuhnya.”

“ Robin?” kata Tae Joo. Dokter Kang kaget dan menyesal karena akhirnya Tae Joo tau.

“ Seo Jin tidak punya tempat sembunyi jadi dia membuat kepribadian lain untuk sembunyi?”

“ hari ini ia menyelamatkan Ha Na, apa ia mau melindungi Ha Na? kau tau bahwa Ha Na terlalu baik untuk Seo Jin kan? Tapi dokter Kang kenapa aku merasa seperti ini?”

“ merasa kalah dan kosong?”

Tae Joo terdiam, tepat itulah yang ia rasakan. Kosong dan kalah melihat Seo Jin menyelamatkan orang lain, kejadian yang ia harapkan dan rencanakan sedemikian rupa tidak terjadi sama sekali.

“ berhenti menyalahkan dirimu dan orang lain atas apa yang terjadi, itu satu satunya jalan agar kalian berdua bisa hidup dengan baik. Kalian saat itu masih sangat muda dan lemah, tidak ada yang bisa kalian lakukan atas apa yang sudah terjadi. Bicaralah dengan Seo Jin dan selesaikanlah ini semua.” Kata Dokter Kang.

Akan tetapi Tae Joo sepertinya berkesimpulan lain, ia menemukan kelemahan Seo Jin yang lain sekarang, yaitu Ha Na.. waahh,, bahaya nih.

****
Besok paginya Ha Na berada di rumah Seo Jin dan dirawat begitu juga dengan Seo Jin.

Ha Na menanyakan kepada teman temannya di sirkus apakah kemarin malam ada Robin? Karena ia merasa Robin datang kemarin untuk menyelamatkannya.


Teman temannya bilang tidak ada Robin, yang ada hanya Seo Jin.

Tae Joo datang dengan senyum seolah tidak ada apa apa semalam, scary guy.. :’)

Presdir datang mendatangi kamar anaknya dan bertanya pada sekretaris Kwon, “ saat ia bangun tadi, siapa yang bangun?” akan tetapi sekretaris Kwon tidak jawab, antara dia mau bohong atau tidak bisa membedakan, hehe.



Beberapa saat kemudian Seo Jin bangun, ia bilang bahwa dirinya tidak apa – apa.

Ha Na pun masuk ke kamar Seo Jin untuk melihat keadaan Seo Jin dan menanyakan beberapa hal.

“ apakah direktur baik baik saja? Apa kau ingat apa yang terjadi semalam? Kau memakaikan masker gas kepadaku, lalu Robin datang untuk memecahkan kaca, tapi mereka bilang bahwa Robin tidak disana. Apa kau tau apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Ha Na.

Seo Jin menatap Ha Na tanpa mengatakan apapun, tapi tatapan matanya itu loh, hangat sekali, tidak sedingin tatapan mata Seo Jin biasanya.



Ha Na tidak sengaja melihat tangan Seo Jin yang dibalut perban, ia ingat bahwa yang terluka kemarin adalah Robin bukan Seo Jin. Ha Na pun bingung, begitu juga Seo Jin ia nampak sedikit panik,



“ siapa kau? Siapa dirimu sebenarnya?” tanya Ha Na.


****
Comment :
Huahuahua, siapakah yang terbangun? Robin ataukah Seo Jin?

Mungkinkah Robin yang bangun karena kemarin Seo Jin minta tolong padanya? Pertolongan itu apa hanya untuk malam itu atau untuk waktu lama?

Kalau itu Robin akankah ia mengakui tentang MPD Seo Jin? Ataukah minggu depan ia akan pura pura lupa dengan apa yang terjadi?

Dia bisa pura pura dari Ha Na, tapi tidak dari Tae Joo atau Soo Hyun. Setelah tau tentang MPD Seo Jin, entah apa yang akan ia coba lakukan.