Total Tayangan Laman

Kamis, 09 Oktober 2014

RECAP : SHE IS SO LOVABLE EPISODE 5 DAN 6




EPISODE 5

Hyun Wook melihat Se Na menangis, ia lalu berkata, “ Dal Bong itu pasti pembohong..”

Se Na berkata bahwa ia tidak menangis, ia mengatakan bahwa ia hanya kelilipan.

“ mata paman (hyun wook) terlalu kecil, makanya pasti engga pernah kelilipan,,” kata Se Na.

Itu membuat Hyun Wook tertawa, dan Se Na senang melihat Hyun Wook tertawa.



“ katakan pada Dal bong temanmu itu, untuk  lebih sering datang..” kata Hyun Wook. Se Na mengatakan bahwa ia pasti akan menyampaikan hal itu pada Dal Bong boongan.

Sebelum Se Na pergi ia memberikan usb yang berisi lagu yang sudah selesai ia buat. Ia meminta Hyun Wook untuk mendengarkannya. Setelah memberikan usb itu Se Na kembali ke rumah sementara Hyun Wook kembali ke kantor.

Di kantor sedang diadakan meeting berkaitan dengan perginya Jae Young dan tiga member infinite power. Hyun Wook meminta manager Shi Woo untuk mencari Shi Woo yang menghilang sejak kabar infinite power bubar tersebar.

Sayang manager tidak bisa menemukan Shi Woo, ia hanya bisa menemukan ibunya saja.

Sementara itu Shi Woo sedang ada diluar bertemu dengan Rae Hoon, leader infinite power.

Ia mengatakan mengapa Rae Hoon harus berbuat seperti ini?

Sebenarnya apa yang sudah Shi Woo lakukan kepada mereka sampai mereka membencinya seperti ini?

Rae Hoon pun menjawab bahwa sebelum Shi Woo datang dan mengeluarkan salah satu member infinite power, mereka berempat akur- akur saja.

Tapi semenjak ada Shi Woo, semua perhatian terpusat pada Shi Woo karena ia yang paling tampan. (idih! Trus salahnya Shi Woo kalo dia ganteng? Hello! Huh! Bye!)

Padahal Rae Hoon ialah lead vocal di Infinite power, dan dua member lainnya bahkan bersedia tampil di reality show konyol demi meraih popularitas.

Akan tetapi karena Shi Woo semua percuma, semua hanya mengatakan bahwa infinite power bisa sukses karena Shi Woo.

Jadi sekarang member lainnya memutuskan untuk meninggalkan Shi Woo sendirian, supaya Shi Woo sadar bahwa tanpa member lainnya, dan tanpa embel- embel infinite power melekat padanya, Shi Woo tidaklah berarti apa- apa dan bukanlah siapa- siapa.

Sementara ibu Shi Woo bingung dimana anaknya sekarang berada, saat ibunya mau masuk ke rumah, Shi Woo melihat ibunya tapi tidak berani menghampiri ibunya.

Dari jauh, Shi Woo menelpon ibunya dan melihat ibunya dari jauh.



Ia mengatakan bahwa ibunya tidak perlu mengkhawatirkan dirinya, karena bagi semua orang, ia adalah yang paling keren di infinite power.

Shi Woo berusaha sebisa mungkin menahan tangis agar bisa menenangkan ibunya.


Di kantor Hyun Wook mendapat kabar dari Hae Yoon bahwa Shi Woo masih belum 
ditemukan, dan member infinite power yang lain juga belum bisa dihubungi.

Hae Yoon meminta Hyun Wook untuk datang melobi Jae Young, tapi Hyun Wook tidak mau.

Hyun Wook akhirnya minta ditinggal sendirian, ia lalu mendengarkan lagu milik Se Na. mendengar lagu itu, Hyun Wook tersenyum.

Sementara besoknya di perjalanan ke ANA, Se Na menerka nerka apakah Hyun Wook sudah mendengar lagunya atau belum?

Kalo sudah, kenapa Hyun Wook tidak kunjung nelpon? Eciecieciecie.. wkwkwkwk

Sampai di kantor, Se Na bermaksud untuk memakai ruang latihan akan tetapi ada trainee yang lain disana. Se Na berusaha sopan kepada mereka, tapi mereka malah menganggap Se Na yang membuat kekacauan di ANA semenjak kedatangannya.



Se Na berusaha mengacuhkan mereka dan duduk di depan keyboard untuk meng arrange lagu.

“ kita pergi saja, anak kesayangan presdir Hyun Wook mau latihan..” kata salah satu trainee.

Se Na sangat tidak suka mendengar hal itu, sementara ia sudah berjanji kemarin pada Hyun Wook bahwa ia akan bekerja keras. Maka tidak ada pilihan lain bagi Se Na selain belajar untuk fight back orang- orang yang meremehkan dirinya.

“ apa kalian pikir aku sehebat itu?” katanya.

“ tentu tidak, “ kata salah satu trainee.

“ kalau begitu kenapa kalian bilang bahwa karena aku semua bisa kacau? Kalian tau aku tidak sehebat itu kan.”

“ lagipula aku disini karena produser Seo (Jae Young) menyerah pada tantangan.”

“ baiklah, berusahalah dengan baik..” kata salah satu trainee.

“ ya, itulah yang akan aku lakukan mulai sekarang..”

Nice one Se Na! semangat!


Se Na berada di rooftop ANA, ia mendengarkan lagu melalui handphonenya. Hyun Wook datang menghampirinya dan mengatakan bahwa ia sudah mendengarkan lagu Se Na.

Hyun Wook mengatakan bahwa ia menyukai harmoninya, tapi aransemennya masih sangat kurang. Hyun Wook mau Se Na memperbaikinya dengan segera.

Sementara ayah Hyun Wook mulai menunjukkan gelagat mencurigakan yang ia simpan tentang ANA. Ia mengatakan pada seseorang di telpon bahwa kalau sampai ketauan, maka ini adalah akhir dari ANA.

Bahkan istrinya sendiri pun tidak diberi tau. Istri presdir Lee menemui Hyun Wook untuk menanyakan siapa simpanan ayah Hyun Wook.

Rupanya ia mendengar kunjungan Hyun Wook tempo hari. hyun Wook mengatakan bahwa ia tidak tau pasti dan ia juga tidak ingin memastikan. Ia tidak ingin tau siapa wanita yang ada di sekitar ayahnya.

Tidak mendapat info dari Hyun Wook, istri presdir Lee menelpon pengacara Kim dan membawakannya sebuah black box yang biasa ada di mobil. Gak ngerti sih maksudnya buat ngapain..hehe..

Di tempat lain, Hae Yoon menemui Jae Young di rumahnya dan meminta Jae Young untuk kembali.



Tapi Jae Young jelas tidak mau, ia ingin menghancurkan Hyun Wook sepenuhnya. Dan ia senang bahwa karena ia membuat kekacauan, Hae Yoon sekarang bahkan mau datang menemuinya.

Hae Yoon mengatakan bahwa Jae Young tidak menyukainya, ia melakukan semua ini bukan karena cemburu pada Hyun Wook, tapi murni karena Jae Young membenci Hyun Wook.

Sampai di kantor, Hyun Wook memutuskan dalam forum bahwa ia akan membiarkan infinite power bubar. Ia memerintahkan pada team untuk fokus pada single duet Shi Woo dengan Ra Eum (what?!).

Team menanyakan siapa yang akan membuat lagunya?

Hae Yoon langsung menjawab bahwa Hyun Wook yang akan membuat lagunya. Hyun Wook sangat keberatan akan tetapi Hae Yoon memaksanya.

Hyun Wook pun mengajak Hae Yoon bicara di luar forum. Di luar, ia mengatakan bahwa Hae Yoon adalah karyawannya. Ia tidak bisa seenaknya ikut campur atas keputusan yang ia ambil, terlebih lagi memintanya melakukan ini dan itu seperti di dalam rapat tadi.



Hyun Wook menegaskan bahwa ia tidak akan membuat lagu lagi, ia tidak mau melakukannya, maka dari itu Hae Yoon lebih baik tidak usah ikut campur kehidupannya.

Auch!

Hae Yoon pun menangis Bombay.. iyalah ya, sakit coy..


Saat sampai di rumah, Se Na dikagetkan dengan banyak kardus besar di rumah Joo Hong. Ia menanyakan dari siapa ini, dan pengantar paket mengatakan bahwa ini dari Hyun Wook.

Se Na langsung menelpon Hyun Wook dan mengatakan untuk apa semua ini?

“ aku ingin kau cepat menyelesaikan lagumu..” halah, masak syih? Hahaha..

“ tapi aku bisa melakukannya di kantor..” kata Se Na.

“ lalu, apa setelah pulang kantor kau mau main- main? Bahkan 24 jam sehari pun tidak akan cukup buatmu..”

“ tapi ini membuat aku merasa terbeban..”

“ jangan merasa begitu, ini adalah investasi bagiku.” Kata Hyun Wook.. halah, investasi apa perhatian? Wkwkwkwk..

Meski begitu, Se Na sangat senang dengan peralatan music lengkap yang sudah ada di kamarnya. Dia bahkan take a selfie di kamarnya.

Ia berniat mengirim gambar itu ke Hyun Wook tapi di urungkan. Ia malah pergi ke warung untuk beli es krim dan pergi ke rumah Hyun Wook

Akan tetapi Hyun Wook nampaknya belum pulang, jadi Se Na hanya berdiri di depan rumah Hyun Wook.



Di tengah Se Na sedang makan es krim yang dia beli, seseorang menelponnya.

Se Na tidak tau itu siapa, akan tetapi suara di seberang mengatakan, “ wah, kau tidak mengenali suara yang semua orang tidak mungkin lupakan?”

Se Na langsung tau bahwa itu Shi Woo. Ia menanyakan apakah Shi Woo baik- baik saja?

Shi woo dengan lantang menjawab bahwa ia tidak baik- baik saja. Ia menyuruh Se Na datang ke hotel M kamar 1105 dengan membawakan topi yang Shi Woo berikan pada Se Na tempo hari, dan Shi Woo juga minta dibawakan pizza.. wkwkwkwk..

Beberapa saat kemudian Se Na datang dengan topi dan pizza yang diminta Shi Woo. Se Na meminta bayaran untuk pizza dan ongkos taxi.

Shi Woo tidak mau bayar dan mengatakan, “ anggap saja ini bayaran karena aku sudah mau jadi Guidemu kemarin..” wkwkwkwkwk..

Se Na tidak terima, ia mengatakan bahwa ia sangat miskin sekarang dan butuh uang.

Shi woo protes kenapa pizzanya gak ada pinggirannya, wkwkwk.. cerewet.

Se Na tidak peduli dan menanyakan dimana dompet Shi Woo, ia akan mengambil sendiri uangnya.

Shi woo menunjuk pantatnya, wkwkwk.. dompetnya ada di saku celana belakangnya. (ambil!!!! Kapan lagi!!! Wkwkwkwk).



Shi Woo terlihat sangat menikmati pizza itu, ia mengatakan bahwa ia sangat lapar. Se Na heran kenapa Shi Woo tidak makan di hotel saja?

Shi woo bilang bahwa ia tidak boleh keluar, ia tidak boleh ketauan sama orang kalo dia disini..

Se Na melihat bahwa sudah ada topi di meja hotel, kenapa Shi Woo meminta membawakan topi lagi?

“ karena aku pengin make topi yang aku kasih ke kamu,,”

“ lho, tapi tadi katanya kamu gak boleh keluar? Trus mau buat apa topi? Kamu ngerjain aku ya?” kata Se Na.



Clueless banget deh.. IT’S BECAUSE HE WANTS TO SEE YOU, YOUNG LADY! HELLO!!

Shi Woo akhirnya cerita bahwa ia merasa kesepian, sejak dia debut, hanya ada dua orang yang ada di pihaknya

Pertama adalah staff yang terikat kontrak dengan dia, kedua adalah fans. Shi Woo tidak bisa menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya pada fans.

Shi Woo memberikan uang bayaran Se Na yang tadi, Se Na bilang bahwa ia akan memberikan kembaliannya.

Tapi Shi Woo menahan Se Na dan mengatakan, jangan memberikan kembalian itu sekarang. Berikan padaku lain kali, saat kau datang menemuiku lagi..



Awwww >.< co cuitttttt!!!

Besok paginya, Hyun Wook terlihat memarahi manager Shi Woo yang masih belum bisa menemukan dimana Shi Woo.

Melihat itu Se Na menghampiri Hyun Wook, “ Shi Woo meminta untuk tidak mengatakan pada siapapun. Tapi aku tau aku harus memberitahumu..”

Hyun Wook dan Se Na pergi ke hotel tempat Shi woo sembunyi, Hyun Wook heran mengapa Se Na bisa tau Shi Woo disini.

Se Na dengan polosnya menjawab, “ kemarin ia menelponku..”

“ jadi kau disini semalam?”

“ ya, dan aku merasa sangat membantunya..”

Hyun Wook doesn’t look happy to hear that, hahahaha.

Ia bahkan melarang Se Na untuk naik, ia mengatakan bahwa ini urusan bos dengan traineenya, wkwkwk..

Hyun Wook mencet bel kamar Shi Woo, Shi Woo mengira bahwa itu Se Na, tapi ia kaget sekali saat tau bahwa itu Hyun Wook.


Hyun Wook meminta Shi Woo untuk segera keluar dan memperlihatkan diri, akan tetapi Shi Woo jujur dan mengatakan bahwa ia takut.



Hyun Wook mengatakan pada Shi Woo, apakah Shi Woo tidak marah diperlakukan seperti ini oleh member lainnya?

Hyun Wook ingin Shi Woo menang tapi bukan melalui tuntutan hukum, melainkan menang dengan menunjukkan karyanya.

Shi woo mengatakan, “ kau bilang aku tidak akan bisa jadi penyanyi kan?”

“ tidak, aku hanya mengatakan bahwa kau tidak punya talenta” lah, bedanya?

“ tapi menurutku, kau tidak buruk di lagu Se Na.. kau tidak akan pernah maju kalau terus berharap bahwa keadaan akan terus berpihak padamu..”

Shi Woo meminta waktu untuk memikirkan hal ini. Hyun Wook memberi waktu dua hari, tidak lebih.


Se Na menanyakan apakah Shi Woo baik- baik saja?

Hyun Wook mengalihkan pembicaraan, “ apakah kalian dekat? Kenapa ia menelponmu?”

“ tidak, kami tidak dekat..”

“ pokoknya, kau hanya boleh menjawab telponnya, jangan datang ke hotel, akan repot kalau pers tau..” halah, alasan.. wkwkwk..

“ baiklah, kalau begitu aku akan hanya mengangkat telpon Shi Woo saja.” Kata Se Na sambil melengos meninggalkan Hyun Wook.

“ HEY!” Hyun Wook meneriaki Se Na, “ apa kau sudah menerima alat- alat musiknya? Bukankah kau harus berterima kasih?”

“ aku sudah melakukannya di depan rumahmu kemarin..”

Hyun Wook tersenyum, ecieeeee..


Sementara presdir Lee pusing memikirkan masa depan ANA karena infinite power dan Jae Young. Di tambah lagi kabar bahwa istrinya nampaknya akan menggugat cerai dirinya.

Ia bicara langsung dengan istrinya dan mengatakan bahwa ia tidak akan bisa bercerai darinya.

Hae Yoon mentraktir semua trainee makan malam, termasuk Se Na. hae Yoon berpesan pada trainee yang lain untuk bersikap baik pada Se Na.



Di tengah makan malam, Hae Yoon pulang duluan. Diluar sudah ada Hyun Wook yang menunggunya

Karena insiden kemarin, Hae yoon tidak mau bicara dengan Hyun Wook, ia mengatakan bahwa ia hanya pegawai biasa.

Hyun Wook minta maaf dan mengatakan bahwa hari itu ia sudah berlebihan. Hyun Wook akhirnya menjelaskan kenapa sebenarnya ia tidak bisa membuat lagu.

“ aku tidak bisa membuat lagu, aku benar- benar tidak bisa lagi, bukan tidak mau. Aku punya penyakit earworm,”

Ear worm is like saat kita mendengar lagu tertentu, lagu itu terus terngiang di kepala kita terus menerus meskipun lagu atau music sudah tidak lagi dimainkan. Nah Hyun Wook ini kayanya ga bisa mendengar music buatannya sendiri, saat dia mendengarnya, ia merasa sangat tersiksa, dan siksaan itu berlangsung dalam waktu lama.

“ kalau sudah terjadi, ear worm tidak akan berhenti walau sudah berjam- jam. Kepalaku menjadi sangat sakit dan ingin pecah rasanya. Aku tidak bisa mendengarkan music  atau bahkan membuatnya. Sangat melelahkan bagiku..”

Tapi sama musiknya Se Na engga dong ya, hahahaha..

“ aku tidak ingin orang tau tentang ini, tapi paling tidak aku bisa mengatakannya padamu..” kata Hyun Wook.

Hae Yoon sangat kaget sekaligus sedih mendengarnya. Ia pun reflex memeluk Hyun Wook karena tidak tau penderitaan Hyun Wook. Dan Hyun Wook pun membalas pelukan Hae Yoon.

Dan,



Eng ing eng!!! Diliat sama Se Na T.T


Sementara Shi Woo terlihat memikirkan tempting offer dari Hyun Wook. Ia lalu menyalakan hapenya dan melihat sms dari Se Na.



“ hubungi aku kalau kau lapar, kali ini aku akan membelikan pizza yang ada crustnya..” wkwkwk.. Se Na is an angel.. hehe..

Sementara di rumah Joo Hong, Se Na tidak keluar semalaman karena menyelesaikan lagunya. Ia tidak menyadari  bahwa ia telah semalaman tidak keluar kamar.

Saru antara bikin lagu apa patah hati, bruakakakak..

Shi Woo menelpon Se Na,

“ kenapa?” Se Na menjawab telponnya.

“ wah, kau save nomorku?”

Cieee..

“ baiklah, kalo gitu aku tutup trus aku delete aja nomormu ya,,”

“ eh jangan! Btw, aku sekarang pengin sushi, cepet kesini,,”

Tapi Se Na bilang dia sedang sibuk,

“ sibuk apa?”

“ menyelesaikan lagu yang kau nyanyikan kemarin, aku ingin menunjukkannya pada seseorang”

“ seseorang siapa? Aku?” wkwkwkwk, star syndrome..

“ baiklah, aku akan mengirimnya padamu kalau sudah selesai..” wkwkwk, Se Na ini, semacem PHP.

Shi Woo menunggu (dengan imut) kiriman lagu Se Na ke hapenya.



Dan setelah dikirim, Shi Woo segera mendengarkannya, seems like he likes it.

Suka lagunya apa Se Na nya??? Wkwkwkwk


Se Na menelpon Hyun Wook, tapi Hyun Wook mengatakan ia sedang sibuk dan mengatakan mereka bicara nanti saja.

Sementara itu Se Na ditelpon oleh Shi Woo yang menanyakan ia ada dimana dan meminta Se Na menunggunya di kantor.

Sementara di kantor, Ra Eum menyatakan bahwa ia tidak bersedia duet dengan Shi Woo

Idih! Emang Shi Woo ku mau? Huhuhuhuhuhhu..

Se Na menemukan Hyun Wook di rooftop ANA, ia segera menghampiri Hyun Wook dan mengatakan bahwa ia sudah menyelesaikan peer (lagu) yang diberikan Hyun Wook.

Hyun wook meminta untuk mendengarkannya bersama.



Di saat lagu itu diputar, terlihat flash back antara Se Na dan Hyun Wook saat pertama bertemu hingga sekarang. Hingga momen patah hati Se Na kemarin.

Setelah selesain mendengarkan, Se Na meminta Hyun Wook untuk mengomentarinya. Saat mau komentar, ada Hae Yoon yang menyela pembicaraan

Hyun Wook segera menjelaskan apa yang Se Na lakukan disini (like he have to, --“)

Hae Yoon bertanya apakah ia juga boleh mendengarnya?

Se Na keberatan dan mengatakan bahwa Hae Yoon bisa mendengar lain kali saja, Se Na pun pergi dari Hyun Wook dan Hae Yoon.

Saat hendak turun, Se Na tidak sadar hapenya bunyi, itu dari Shi Woo.

Shi Woo bahkan sampai berada di depannya dan Se Na tidak sadar bahwa hapenya bunyi.



“ kenapa kau tidak angkat telponmu?” tanya Shi Woo saat berada tepat di depan Se Na sambil masih menelpon Se Na

“ ah, maaf..” kata Se Na lemas.

Shi Woo dengan gantengnya mengatakan, “ kenapa kau selalu membuat hatiku berdebar?”

Eaeaeaeaea!!!!



Ekspresi hyun Wook yang undescribeable dan unpredictable..

****

EPISODE 6

“ Shi Woo, ada apa ini?” Hae Yoon kaget melihat kedatangan Shi Woo. Hyun Wook begitu, ia bertanya apakah Shi Woo sudah mengambil keputusan?

Shi woo kesal kenapa saat ini harus ada Hyun Wook dan Hae Yoon. Ia mengatakan bahwa ia masih punya satu hari lagi untuk berpikir, jadi hari ini, anggap mereka berdua tidak melihat Shi Woo.

Shi Woo lalu menarik Se Na pergi dari sana. Ia mengajak Se Na ke tempat karaoke.



Se Na bertanya kenapa Shi Woo mengajak ia ke karaoke? Shi Woo mengatakan bahwa ia ingin menyanyi karena Se Na, Ia memuji lagu milik Se Na.

Akan tetapi sayang, saat selesai menyanyi, hasilnya jelek, Shi Woo marah- marah pada mesin karena tidak tau bahwa yang sedang ia nilai ialah Shi Woo Infinite Power.. wkwkwk..



Telpon Shi Woo tiba- tiba berbunyi, ia langsung keluar dari ruangan karaoke diikuti oleh Se Na.

Ibu Shi Woo ternyata mendatangi ibu Rae Hoon dan meminta agar Rae Hoon mengajak Shi Woo juga sebagai member Infinite Power. Ibunya diperlakukan sangat rendah oleh ibu Rae Hoon.

Shi Woo yang ternyata mendapat telpon dari Rae Hoon, langsung mencari ibunya di rumah ibu Rae Hoon. Ia memarahi ibunya dan mengatakan supaya ibunya tidak usah kuatir, kalau ia tidak bisa menjadi penyanyi maka ia akan mencari cara lain untuk memberi makan ibunya.

Awww, emang ibumu binatang.. huhu..

Melihat hal itu Se Na mengutarakan kekecewaannya pada Shi Woo, ia tidak seharusnya kasar begitu pada ibunya.

Akan tetapi Shi Woo mengatakan bahwa keluarganya merupakan beban baginya, disaat ia berada di masa sulit begini, ia tidak bisa bersandar pada ibunya sendiri. jadi Se Na tidak perlu berharap banyak darinya.

Se Na semakin kecewa pada sikap Shi Woo, ia mengatakan bahwa ia sempat berharap pada Shi Woo sebagai penyanyi pertama lagunya, akan tetapi ia tau bahwa ia telah salah berharap pada Shi Woo dan meninggalkan Shi Woo sendirian.

Di dalam mobil Shi Woo menyesali apa yang baru saja dia lakukan. Ia teringat apa yang sudah ibunya lakukan tadi demi dirinya dan bagaimana ibunya sangat kuatir pada dirinya serta Se Na yang ternyata berharap banyak padanya.



****
Di kantor Hyun Wook bermain game di I-Padnya ditemani oleh Hae Yoon. Hae Yoon galau kenapa Hyun Wook bisa begitu santai menunggu keputusan Shi Woo, ia malah main game.

Shi Woo mengatakan bahwa ia juga kuatir, tapi main game juga menyenangkan. Ia menawarkan untuk mengajari Hae Yoon.

Hae Yoon akhirnya mau diajari, Hyun Wook tidak sengaja (catat, gak sengaja,) memegang tangan Hae Yoon untuk mengajarinya main game. Akan tetapi Hae Yoon nampak senang dan salah tingkah dengan hal itu.



Tiba- tiba Shi Woo datang, ia menyatakan bahwa ia bersedia debut sebagai penyanyi solo.

Setelah mendengar keputusan Shi Woo akhirnya Hyun Wook bisa pulang dengan tenang. Di tengah jalan ia melihat Se Na yang sedang duduk termenung memikirkan sesuatu.

Hyun Wook menepikan mobilnya dan menghampiri Se Na dengan menelponnya lebih dulu.

Hyun Wook mengatakan bahwa Shi Woo telah ditemukan dan ia bersedia melakukan debut sebagai penyanyi solo. Se Na sangat lega dan senang mendengarnya.

“ kenapa kau begitu senang mendengar tentang Shi Woo? Apa aku begitu mengkuatirkannya?”

“ bukan, aku mengkuatirkan orang lain..”

Hyun Wook melihat ekspresi Se Na dari dekat tapi Se Na belum sadar juga kalau Hyun Wook ada di dekatnya. “apa kau suka duduk disitu?”

“ ya..” Se Na bingung, kenapa dia tau Hyun Wook sedang duduk, “ apa?”

Se Na lalu menoleh dan mendapati Hyun Wook ada disebelahnya, “ kenapa kau menelpon kalau kau ada di sebelahku?”



“ soalnya aku masih punya gratisan..” wkwkwkwkwk. Gak Cuma nyokap gue yang gitu ternyata.

Se Na meminta Hyun Wook mengantarnya pulang, akan tetapi Hyun Wook tidak mau karena ia capek, Se Na pun bilang kalau dia juga capek.

Tiba- tiba Joo Hong dan pacarnya datang, mereka berdua mentraktir ayam dan bir dan mengajak Hyun Wook makan di rumah mereka, berharap Hyun Wook menjadikan pacar Joo Hong artis.. hadeehh –“

Saat telah mulai setengah mabuk, Joo Hong mengatakan bahwa Se Na dan Hyun Wook terlihat sangat serasi. Joo Hong berterima kasih pada Hyun Wook karena sudah merawat Se Na dan memberi dia pekerjaan yang bagus.

Joo Hong mengatakan bahwa Se Na memiliki kehidupan yang sulit dan menyedihkan.

Kakaknya meninggal, dan ibunya juga meninggal karena shock atas kematian kakaknya (oohh gitu..huhu.. cian..”

Hyun Wook terlihat (sangat) merasa bersalah.



“ tapi aku kan masih tetap bisa bertahan hidup, kakakku mengalami kehidupan yang lebih buruk. Ia datang ke Seoul untuk jadi penyanyi, tapi ia tidak bisa meraih mimpinya. Bahkan pria yang hidup dengannya tidak datang ke pemakaman kakakku. Pria brengsek!” umpat Se Na.

Ups! That guy is right next to you Se Na..

Hyun Wook memanggil sahabatnya ke club setelah dari rumah Se Na. ia meminta ditemani malam ini karena ia ingin mabuk hari ini sampai ia tidak bisa ingat apa- apa..



“ kenapa aku harus melakukan hal itu, kenapa aku waktu itu tidak punya pilihan lain, apakah aku bisa mengatakannya pada Se Na suatu hari nanti?” tanya Hyun Wook.

“ kau pikir kalau Se Na tau hal ini, dia masih bisa menerima kebaikanmu? Kau harus merahasiakan ini selamanya darinya..”

****
Shi Woo menghadiri konferensi pers dan menyatakan bahwa ia akan debut sebagai penyanyi solo. Respon di internet lumayan bagus mengenai hal ini.



Sementara itu ANA menggodog matang- matang konsep come back Shi Woo.

Hyun Wook pergi ke ruang rekaman dan minta untuk memperbaiki aransemen lagu milik Se Na. ia juga meminta Se Na untuk mengubah liriknya menjadi dari sudut pandang laki- laki yang sedang jatuh cinta.

Hyun Wook mencoba untuk mengajukan lagu Se Na sebagai lagu debut Shi Woo, “ sebuah lagu tidak akan berarti apa apa kalau tidak didengar oleh orang lain..”

Sementara itu Shi Woo berlatih tidak kalah kerasnya, sahabat Hyun Wook yang juga jadi pelatih vocal melatih teknik menyanyi Shi Woo yang masih kurang bagus.



Sahabat Hyun Wook menyatakan bahwa Shi Woo harus rileks dan istirahat dulu, akan tetapi Shi Woo tidak mau dan mengatakan bahwa dirinya sanggup melakukannya.
****

Sementara di rumah ayah Hyun Wook, prahara rumah tangga sedang terjadi, bahkan Min Ah sudah mulai mencium gelagat keretakan hubungan antara ayah dan ibunya.

Ibu tiri Hyun Wook bahkan tidak mau lagi memasak untuk ayah Hyun Wook dan memilih menunggu kabar dari detektif yang bertugas mengikuti segala aktifitas ayah Hyun Wook..wkwkwkwk..

Di kantor, Se Na masih serius dengan lagunya dan tidak sadar bahwa itu sudah malam.

Ia jalan- jalan mencari udara segar dan melihat Shi Woo di ruangan latihan dance padahal hari sudah malam.

“ apa yang kau lakukan disini malam- malam begini?” kata Shi Woo.

“ aku harus menyelesaikan laguku, apakah kau sudah baikan dengan ibumu?



“ tidak perlu baikan, cengeng sekali,,”

“ kau harus baikan, sebelum kau menyesalinya nanti..”

“ orang bilang bahwa kau bisa menjadi anak baik setelah kau ditinggal orang tuamu,,” kata Se Na

Shi Woo menebak apa maksud Se Na, “ apakah kau sudah kehilangan orang tuamu?”

“ hmm.. aku tidak pernah kontak dengan ayahku, tapi kalau ibuku, sudah..” kata Se Na.

Shi Woo terlihat merasa tidak enak kepada Se Na, akan tetapi Se Na berusaha mengalihkan pembicaraan dan menanyakan bagaimana perasaan laki- laki yang sedang jatuh cinta pada seorang wanita?

Se Na mengatakan bahwa Hyun Wook memintanya menggubah lirik menjadi perasaan lelaki kepada perempuan yang dicintainya, ia berharap bahwa Shi Woo pasti tau karena ia laki- laki.

Akan tetapi Shi Woo tidak menjawab dan malah melakukan hal ini.. hahahahaha..



Tapi sayang Se Na tidak terpancing sama sekali, (clueless!!)

****
Se Na selesai menggubah lirik lagunya dan Hyun Wook mendengarkan lagu itu. hyun Wook lalu meminta staff untuk membuat lagu itu menjadi versi laki- laki.

Besoknya saat rapat Hyun Wook menyodorkan tiga lagu yang akan dipilih bersama sebagai lagu debut solo Shi Woo.

Dua lagu dari song writer ternama dan satu lagu adalah milik Se Na,  istimewanya saat akan mendengarkan lagu Se Na, Hyun Wook tidak memberi tau lagu milik siapa itu dan meminta staff untuk mendengarkan saja dan memberi penilaian.

Staff akhirnya memilih lagunya Se Na, setelah mereka memilih Hyun Wook memberi tau bahwa itu adalah lagu milik Se Na. sebagian staff ada yang merasa dibodohi, ada juga yang setuju. Hehe

Hae Yoon menghampiri Hyun Wook dan mengatakan mengapa ia begitu memberi banyak perhatian pada Se Na? apakah tidak ada niatan pribadi?

Hyun Wook mengatakan bahwa Hae Yoon tidak boleh subjektif begitu dan harus bisa melihat bakat Se Na. ia tidak boleh meremehkan Se Na hanya karena ia anak baru.

Shi Woo, Se Na, dan Hyun Wook berkumpul di ruangan dance untuk memberi tau bahwa lagu untuk Shi Woo sudah ditentukan dan lagu itu adalah milik Se Na.

Se Na sangat senang, ia langsung menelpon Joo Hong dan menghampirinya ke tempat kerjanya.
****

Detektif memberitahukan apa yang presdir Lee (ayah Hyun Wook) lakukan diluar, ia memberi tau bahwa presdir Lee membeli tanaman selada.

Istri presdir Lee marah besar karena tidak kunjung menangkap basah presdir Lee, wkwkwk.. ngebet amat cerai kayanya..

Sampai di tempat kerja Joo Hong, Se Na langsung bertanya mana restoran yang paling kece di gangnam? (wuuuu..)..

Setelah mendapat info dari Joo Hong, Se Na langsung menelpon Hyun Wook dan memintanya untuk datang ke restoran itu saat makan malam.

Saat Hyun Wook ditelpon, ia sedang berada dengan Hae Yoon. Ia bertanya apakah Se Na mengajak Hyun Wook makan malam?

Dan eng ing eng, Se Na senang melihat sosok Hyun Wook muncul di restoran, tapi air mukanya langsung berubah saat melihat siapa yang ada di belakangnya..wkwkwkwk.

Hae Yoon ikut juga, Se Na tanya kenapa dia ikut, dan Hyun Wook menjawab bahwa Hae Yoon juga ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya lagu Se Na.



Buku menu diberikan oleh pramusaji, Hae Yoon berkata bahwa sebaiknya mereka minum wine malam ini.

Se Na yang berniat mentraktir malam hari ini angkat bicara setelah melihat harga wine yang harganya 668.000 won setara dengan sekitar 1,5 juta rupiah.

“ aku tidak bisa membayar wine itu..” katanya.

“ kau manis sekali, tapi aku yang akan membayarnya..” kata Hae Yoon.

Mereka berdebat tentang siapa yang akan membayar wine dan dinner malam hari ini.

Hyun Wook pusing melihat pertengkaran dua cewek ini, akhirnya dia bilang bahwa dia saja yang akan bayar malam ini.. wkwkwkwkwkwk.. kasian amat Hyun Wook.



Hae Yoon mengucapkan selamat atas debut Se Na sebagai song writer, Se Na berterimakasih.

“ tapi, kenapa kau mengundang Hyun Wook untuk makan berdua saja disini?”

Hyun Wook menyela pembicaraan akan tetapi Hae Yoon tetap bicara, ia menanyakan bagaimana Se Na dan Hyun Wook bertemu.

Se Na menjawab pertanyaan itu dan balik bertanya pada Hae Yoon,

“ sebenarnya aku ingin bertanya, ada hubungan apa antara kau dengan presdir?”

Hae Yoon nampak bingung mau jawab apa, akan tetapi Hae Yoon menyatakannya dengan ambigu,

“ hmm.. gimana ya aku harus menjelaskan hubungan kita?” biar keliatan TTMan..hehe..

Hyun Wook menjelaskan bahwa mereka sudah saling kenal selama 10 tahun.

Se Na memastikan, “ jadi kalian tidak pacaran?”

“ belum.” Jawab Hyun Wook.

Aww!!!! Belum ada kata lain dari akan.. wkwkwkwk..

Jangankan Se Na, bahkan Hae Yoon pun kaget mendengarnya.

Hyun Wook nampak tidak tahan lagi dengan kondisi ini, ia mengucapkan selamat kepada Se Na dan Hae Yoon dengan formal dan mengajak untuk meninggalkan restoran.
****

Hyun Wook menawarkan untuk mengantar Se Na pulang, tapi sama Hae Yoon juga.

What? Sama Hae Yoon juga? Emang mobilmu angkot? Nganterin banyak orang.. wkwkwkwkwk..

Se Na menolak, tapi saat ini Hyun Wook tidak memaksa seperti biasanya. Se Na nampak kecewa karena gak dipaksa, hehe..

Akan tetapi di dalam mobil, Hyun Wook juga menegur Hae Yoon atas sikapnya tadi pada Se Na.

Sampai di rumah, Hyun Wook curhat sama Dal Bong, mengatakan bahwa tadi ia sudah terlalu kasar pada Se Na, dan mengatakan bahwa tidak seharusnya ia begitu pada Se Na.


****
Presdir Lee sedang menyiram tanaman Seladanya sambil diamati dari jauh oleh istrinya.

Ada telpon untuknya dan ia pun segera pergi setelah menerima telpon itu.

Istri presdir Lee segera menyuruh detektif untuk mengikuti Presdir, tapi ternyata Presdir Lee pergi untuk menemui investor.

Se Na terlihat sangat galau di kantor akibat kejadian semalam, ia merenung sambil menyandarkan kepalanya di loker.



Hal itu dilihat oleh Shi Woo, “ kau kenapa? Kau terlihat seperti hape yang belum di charge”

“ tidak juga, aku sangat ber energi..” kata Se Na dengan wajah muram.. haha..

“ ngomong- ngomong, bagaimana perasaanmu menyanyikan laguku? “

“ hmm, aku merasa sangat ber energi..” hahaha, cepet amat balesnya. “ ngomong ngomong, malam ini ada party sama semua trainee dan staff ANA, kamu ikut?”

“ aku harus pergi ya? Tapi gapapa kan ya kalo aku pake baju ini?” kata Se Na.

“ udah, kamu ga usah pergi kesana, pergi sama aku aja..” eciecieciecie..

Presdir Lee datang ke kantor untuk mencari Hyun Wook. Ia mengatakan bahwa investor tidak suka dengan lagu yang akan dipakai untuk debut Shi Woo. Hyun Wook harus menggantinya, kalau tidak maka investor akan menarik investasinya.

Hyun Wook mengeluhkan sifat investor yang ikut campur akan pemilihan lagunya, padahal investor tidak terlalu tau tentang musik.

Presdir Lee tidak peduli dan meminta Hyun Wook untuk mengganti lagunya demi kebaikan ANA.
****

Joo Hong mendandani Se Na agar bisa pergi ke klub dengan baju dan penampilan yang proper. Yah.. ga jadi pergi sama Shi Woo? Huhu..

Hyun Wook dan semuanya sudah ada di klub, sahabat Hyun Wook mengatakan bahwa ia akan pergi mencari wanita cantik malam ini dan meminta Hyun Wook dan Hae Yoon bersenang- senang.

Di tengah- tengah party, Se Na muncul dengan memakai dress hitam di atas lutut dan make up hasil karya Joo Hong.



Hyun Wook kaget melihat penampilan Se Na yang mirip Krystal f(x).. *eh* hahahahaha..

Para trainee meminta Hae Yoon dan Hyun Wook turun ke lantai dansa, akan tetapi Hyun Wook menolak dan memilih untuk duduk saja di atas.

Hyun Wook memperhatikan (terus menerus) Se Na yang lagi dansa sama sahabatnya. Se Na nampak tidak nyaman dan meninggalkan lantai dansa.

Se Na melihat ke atas dan matanya bertemu dengan mata Hyun Wook yang sedari tadi memperhatikan dirinya.

Akan tetapi tiba- tiba Hyun Wook kembali sakit telinganya, dan hal itu dilihat oleh Se Na.


Se Na pun segera lari menyusul Hyun Wook.

Sementara Hae Yoon bertemu dengan Jae Young setelah keluar dari toilet. Jae Yong memberi tahu bahwa investor telah menarik investasinya dan ia ingin memberi tau Hae Yoon kenapa.

Se Na bertanya apakah Hyun Wook baik- baik saja?

Dan Hyun Wook mengatakan bahwa kepalanya tadi agak sakit. Se Na memberi tips menghilangkan sakit kepala yang lebih mirip orang main congklak, wkwk..

Saat Se Na mengangkat salah satu kakinya, ia tergelincir karena lompat dengan sepatu hak tinggi.

Hyun Wook dengan cepat menangkap tubuh (super langsing) Se Na.



Se Na mengatakan bahwa ia hanya ingin mengucapkan terima kasih.

Akan tetapi hal ini dilihat lain oleh Hae Yoon dan Jae Yong yang berdiri di depan pintu klub, memperhatikan Hyun Wook dan Se Na.



“ ini pemandangan yang sama seperti saat Hyun Wook mulai jatuh cinta pada Yoon So Eun..” kata Jae Young.



 ****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar