Total Tayangan Laman

Sabtu, 28 Maret 2015

HYDE, JEKYLL, ME FINAL EPISODE

Sebelumnya mau kasi tau kalau aku akan langsung buat 2 episode karena engga ada waktunya untuk bikin pisah pisah, hehe.


 ****

Sekretaris  Kwon datang ke rumah Seo Jin dan menyangka bahwa Robin adalah Seo Jin. Ia nyerocos mengatakan bahwa Seo Jin melakukannya dengan baik, sekretaris Kwon mengatakan bahwa ia tidak menyangka bahwa presdir akan membuat pengorbanan besar dengan membiarkan Robin tetap hidup demi kebahagiaan Ha Na.



Robin sedikit terpukul mendengar hal itu, ia menelpon Ha Na dan mengajaknya ke apartemen Robin.

Saat mereka sedang berdua, Robin merasakan sakit kepala, ia mulai terbayang memori saat ia pertama ketemu dengan Ha Na, akan tetapi dalam memorinya, sosok  dirinya mulai berubah menjadi sosok Seo Jin.



Kebalikan dengan Robin, esoknya Seo Jin malah mengatakan bahwa ia mengingat dengan jelas apa saja yang Robin lakukan kemarin, mulai dari minum bersama dengan sekretaris Kwon hingga bertemu dengan Ha Na.



Bukan hanya memorinya, Seo Jin bahkan merasakan apa yang Robin rasakan, semuanya ia ingat dan rasakan dengan jelas.

Robin terus kehilangan memorinya, ia berkonsultasi dengan dokter Kang, ia mengatakan berapa lama waktu yang ia punya sampai kepalanya menjadi benar benar kosong, dokter Kang mengatakan tidak akan lama lagi, huhu..



Bersiap untuk kepergiannya, Robin mengajak Ha Na untuk piknik, ia janii tidak akan membiarkan Seo Jin bangun selama dua hari.

Sampai di suatu desa, Robin mengajak Ha Na ke sebuah rumah tua jaman kerajaan dulu, ia bilang bahwa dulu ia punya ibu adik dan kakak di rumah ini.



Ia mengajak Ha Na ke sebuah pohon besar tempat Robin biasa menanam koin pemberian ibunya,

“ saat dokter Kang bilang padaku bahwa aku ini hanyalah ilusi, aku lari kesini, aku menggali yang aku tanam disini tapi tidak ada apa apa. Aku pergi ke rumah tadi tapi keluargaku tidak tinggal disana. Aku mencari mereka ke mana mana tapi tidak ada nama yang terdaftar atas nama itu.”

Ha Na memutuskan untuk membuat sesuatu yang nyata untuk Robin, mereka membuat kapsul waktu yang di dalamnya ada pesan masing masing yang boleh dibuka tiga tahun setelah kapsul tersebut dikubur.



Setelah mengubur kapsul mereka, Ha Na dan Robin jalan jalan di pinggiran kota yang cantik, mereka mengambil foto bersama dan Robin menulis di tembok dengan tulisan “ Robin dan Ha Na pernah kesini.”



Malamnya Robin ingin mengatakan rencana kepergiannya kepada Ha Na akan tetapi ia tidak sanggup mengatakannya.



Yeah, who will be :’)


Besok paginya mereka kembali jalan jalan, dengan wajah ceria Robin mengatakan bahwa hari ini pasti menyenangkan.

Robin membawa Ha Na ke rumah yang kemarin, tanpa sadar ia kembali menceritakan apa yang sudah ia ceritakan kemarin seolah ia belum pernah bilang sebelumnya,




Ha Na curiga dengan sikap Robin, ia berasalan ada barang ketinggalan dan mau ambil, lalu ia menelpon dokter Kang.

Hal yang tidak bisa disampaikan Robin kemarin akhirnya disampaikan oleh dokter Kang, Ha Na sangat terpukul mendengarnya.

Ia berlari ke pohon tempat mereka mengubur kapsul waktu mereka,

Robin menulis sebuah pesan untuk Ha Na, “ Ha Na ssi saat kau membaca ini mungkin aku tidak ada lagi, tapi saat kau kesini pasti karena kau ingin mencari jejakku. Selama beberapa minggu terakhir ini aku bisa melakukan hal hal sebagai diriku sendiri. Ha Na ssi, ada satu saat dimana aku tidak mau sampai melupakannya, saat dimana kita datang ke acara penghargaan dan bagaimana kau sangat gugup malam itu. jadi sebelum aku kehilangan ingatan itu, aku ingin pergi selagi aku masih Robin.”



Selesai membaca itu Ha Na langsung berlari kembali ke rumah tempat Robin menunggunya, akan tetapi yang terbangun bukanlah Robin melainkan Seo Jin.

Ha Na menangis penuh haru karena ia tidak bisa mengucapkan perpisahan kepada Robin, Seo Jin yang baru bangun juga engga tau apa apa, kesian, haha.



****

Seo Jin mendapatkan pesan dari Robin, pesan video, di video itu Robin berpesan untuk menjaga dan mencintai Ha Na.



“ Ha Na juga harus mencintaimu,, berikanlah perhatian padanya. Bukakan pintu mobil untuknya, meski untukmu itu memalukan tapi cobalah melakukannya nanti juga akan terbiasa. Dan, buatlah ia nyaman dan tenang, dalam waktu seminggu saat aku pergi, Ha Na akan sangat terpukul, temanilah dia, untukku.”

Setelah menonton video itu, Seo Jin memutuskan untuk memberikan Robin kesempatan untuk bangun lagi dan mengucapkan selamat tinggal pada Ha Na.

“ berikanlah dia cintamu yang ia pantas dapatkan, setelah itu baru kau boleh pergi.”

Awww, baik banget >.<

Ha Na mengira Robinn sudah benar benar pergi, ia berjalan sendiri menyusuri tempat yang ia lewati bersama Robin.

Beberapa saat kemudian Robin menelpon dan minta bertemu dengan Ha Na.

Sampai di seoul, hari sudah malam. Robin berdiri di pinggir jembatan bersiap untuk lompat,

Haha, bukan bukan,

Robin berdiri di pinggir jembatan memandang ke arah sungai, di langit pesta kembang api sedang dilakukan.

Ha Na berlari ke arah Robin dan memeluknya erat lalu menangis karena ia mengira bahwa ia akan kehilangan Robin selamanya.



“ tidak ada orang yang siap untuk hal seperti ini Ha Na ssi. Kalau aku kehilangan tanganku maka aku masih Robin, kalau aku kehilangan kakiku aku juga masih Robin. Tapi kalau aku kehilangan ingatanku, maka aku bukan Robin lagi..”

Hurts T.T, when u don’t have any memories, then who are you? Huhu.

Saat itu juga memori yang paling ingin Robin simpan menghilang, ia frustasi sampai memukul mukul kepalanya sendiri dengan tangan..

“ ingatan hari itu benar benar sudah hilang Ha Na ssi..”

Melihat Robin yang begitu terpukul karena baru saja kehilangan memori yang paling penting, Ha Na mengumpulkan rekan timnya untuk melakukan sesuatu yang terakhir kalinya untuk Robin.



Semuanya bersiap siap, ada yang menyiapkan gedung bahkan ada yang menyiapkan speech.

Ha Na mengajak Robin ke ballroom yang sama dengan ballroom tempat acara penghargaan dilakukan.

“ Ha Na ssi, aku memang sudah lupa dengan hal itu, tapi aku tau kenapa kita kesini.”

Ha Na tidak terlalu merespon perkataan Robin, ia mengajak Robin masuk ke dalam ballroom.

Di dalam ballroom, sudah di set dengan bunga, ternyata di set buat nikah, wkwkwkwk..



Sekretaris Kwon bertugas sebagai penerima tamu, ayah Woojung berperan sebagai pendeta yang akan menikahkan secara agama, dan yang lain sebagai pelengkap, hehe.

“ memori yang paling berharga untukmu, maukah kau membantuku membuatnya untukmu? Menikahlah denganku, Robin.”

- End of episode 19 –
****

Ha Na dan Robin pun akhirnya resmi menjadi suami istri, setelah menikah mereka berdua tinggal di apartemen Robin untuk melihat video ucapan selamat dari rekan rekan mereka.



Di video itu tidak ada satupun yang bisa mengucapkan selamat dengan benar, mereka malah curhat, haha..



Sekretaris Kwon bahkan tidak bisa menahan tangisnya, hehe, sweet hyung..

Setelah melihat video perpisahan, Robin ingin menggambar sketsa Ha Na sedang memegang buket bunga pernikahan mereka, akan tetapi sekeras apapun Robin mencoba untuk menggambar ia tidak bisa melakukannya.



Bukan hanya kehilangan memorinya, Robin juga kehilangan kemampuan menggambarnya, huhu..

“ sepertinya waktuku sudah habis Ha Na ssi, bahkan memori di tubuhku pun sudah tidak bisa lagi menggambar hal itu sudah mulai menghilang. “

Robin menelpon semua orang untuk mengantarkan kepergiannya.

Dokter Kang, Sekretaris Kwon, hingga presdir Goo di hubunginya. Beberapa saat kemudian mereka semua sudah tiba di rumah Seo Jin.

“ kau tau bahwa aku sangat sayang padamu, kau tau kan? Maafkan segala perkataanku yang mungkin menyakitimu.” Kata sekretaris Kwon sambil memeluk Robin.



Can’t hold my tears T.T

Presdir Goo tidak mengatakan apa apa, ia hanya menepuk nepuk bahu Robin.bagaimanapun Robinlah yang membuat Seo Jin bertahan selama ini.

“ kapanpun kau siap, katakanlah padaku, aku akan menunggu.” Kata dokter Kang. Sepertinya Robin akan dihilangkan dengan metode hipnoterapi.

Sebelum pergi Robin mengatakan bahwa ia ingin sekali pamit dengan Seo Jin tapi ia tidak bisa.

Ha Na akhirnya menunjukkan video dari seo Jin untuk Robin. Intinya Seo Jin mengatakan bahwa ia sangat beruntung karena memiliki Robin dalam hidupnya.



Robin membalas pesan tersebut,

“ aku banyak sekali ingin menyampaikan hal padamu, tapi sekarang aku hanya ingin mengatakan satu hal. jangan cari aku lagi, Goo Seo Jin.”

Udah, gitu doang, haha. Maksud Robin, ia ingin Seo Jin hidup normal tanpa DID lagi.

Setelah mengatakan hal itu, Robin dihipnotis oleh dokter Kang.



Pagi hari saat bangun, Seo Jin bangun dan Robin benar benar hilang, huhu.

Ha Na  sangat terpukul, ia tidak mau bertemu dengan direktur Goo dulu.



Saat terbangun, Seo Jin menggenggam sebuah cincin di tangannya, itu cincin kawin Robin dengan Ha Na yang Robin lepaskan sebelum ia pergi.

Di tempat yang berbeda, Ha Na dan Seo Jin sama sama mengenang keberadaan Robin dengan cara mereka masing masing.

Ha Na berdiam diri di apartemen Robin, sementara Seo Jin menonton ulang semua video yang Robin buat sejak dulu. Saat melihatnya, Seo Jin menangis.




Di pesan terakhir Robin ia titip Ha Na ke Seo Jin. Besok paginya Seo Jin menjemput Ha Na ke apartemen Robin.

“ kita berdua sama sama belum bisa melepaskan Robin, jadi ayo mengenangnya bersama.”



Dan akhirnya mereka kembali ke tempat terakhir dimana Robin dan Ha Na pergi.

“ apa mellihatku begitu berat untukmu? Lihatlah aku sebagai Robin, aku ingin kau merasa nyaman dengan cara apapun.:”



“ jangan lakukan ini direktur, aku tidak pantas mendapatkannya. Saat kau bangun aku berharap bahwa Robin tidak pergi, tapi disisi lain aku juga ingin kau sembuh. Aneh kan? Aku berharap kau dan Robin adalah satu orang yang sama, aku harap ada orang yang bisa memenuhi kualifikasi dirimu dan juga Robin. Apabila orang itu ada, maka aku bisa mencintai dengan sepenuh hati tanpa harus menyakiti salah satunya.”

“ tapi kalian adalah orang yang berbeda, sekarang Robin sudah tidak ada jadi jangan minta aku untuk melihatmu sebgai Robin. Itu hanya akan menyakiti kau dan aku.”

Ha Na pun pergi dan seo Jin tidak mengejarnya, ia tau bahwa Ha Na perlu waktu sendiri.

Malamnya Ha Na datang ke jembatan dimana Robin kehilangan ingatannya, saat Ha Na pulang, Seo Jin juga datang kesana.

Tanpa disadari, saat Seo Jin berdiri disana ia menangis, ia merasa sangat sedih.

“ kenapa suaramu? Apa ada yang salah?” tanya dokter Kang yang menelponnya.

“ tidak, aku hanya merasa sedih tiba tiba begitu sampai disini.”

“ apa kau ingat sesuatu? Apa kau demam?”

“ aku tidak ingat apa apa, dan aku demam sedikit.”

“ mampirlah kesini, identitas lain sedang masuk ke dalam dirimu.”

“ apa maksud dokter? Memori Robin sudah aku ketahui sejak lama,”

“ memori Robin bukan hanya kau ingat, tapi memorinya akan segera menjadi milikmu.”

Waahhh, menakjubkan, hehe.

****

Seo Jin meminta sekretaris Kwon menjaga Ha Na dari jauh agar Ha Na tidak melewati masa masa ini sendiri.

Jin Joo menemani Ha Na di apartemen Robin,



“ direktur sangat kuatir padamu, apa yang akan kau lakukan?”

Ha Na menggeleng tidak tau, “ saat bersamanya aku merasa sangat nyaman.”

“ bukankah itu baik?”

“ ia bahkan rela membiarkan dirinya sakit seumur hidup demi kebahagiaanku. Kalau ia melihat aku bersedih, maka ia hanya akan menyalahkan dirinya sendiri lagi. Akan lebih baik kalau kita tidak saling bertemu.”

Bedanya laki sama perempuan kalo lagi sedih adalah, laki laki biasanya lebih produktif pelariannya.

Tuh Goo Seo Jin malah kerja lagi, trus diangkat jadi CEO, hahahahahaha.



Sekretaris Kwon datang menjemput Seo Jin untuk acara penahbisannya sebagai CEO Wonderland.

“ kau jangan gugup ya, presdir.”

“ tidak, aku malah takut hyung yang gugup.” Seo Jin memanggil sekretarisnya dengan hyung secara tidak sadar.

Hyung? Hyung? Sejak kapan, wkwkwk.

“ kau memanggil aku hyung, presdir?”

“ masa? Mungkin kau salah dengar,”

Sampai diluar, Seo Jin langsung berjalan ke arah kursi pengemudi. Bodyguard mirip Jaejoong yang udah siap nyetir sampe keluar, haha.



“ presdir, kenapa kau kesini?”

“ tidak tau, aku tidak tau kenapa aku kesini, “ wkwkwkwk..

Saat di pidatonya, Seo Jin melakukannya dengan baik. Ia lagi lagi secara tidak sadar mengatakan hal yang pernah Robin katakan saat ia menghadiri presentasi direksi menggantikan Seo Jin yang tidak bangun, hehe.



Sekretaris Kwon lah yang paling kaget dengan hal tersebut.  direktur Ryu yang tidak terima akan pengangkatan Seo Jin sebagai CEO mencoba mempermalukan Seo Jin dengan menyuruhnya menggambar. Mengejutkannya, Seo Jin bisa menggambar seperti Robin sekarang.



Setelah selesai acara, Seo Jin coba nyupir sendri dan ternyata ia bisa menyetir sekarang.  Ia merenungkan perkataan Ha Na mengenai kemungkinan ada orang yang bisa memenuhi kualifikasi Seo Jin dan Robin.



Seo Jin pergi ke apartemen Robin dan dengan mudah memencet nomor PIN apartemen Robin.



Ia pun akhirnya mulai menggambar dan mempublikasikan webtoonnya.

Ha Na mengetahui hal ini dan meminta Seo Jin menghentikannya,



Sebelum ia pergi, Ha Na melihat lukisan yang tidak bisa Robin selesaikan tapi sekarang sudah terpajang dalam keadaan sempurna.



Melihat itu, Ha Na percaya bahwa Seo Jin memang bisa menggambar sekarang.

Seo Jin mengajak Ha Na pergi, ia mengajak Ha Na ke sebuah rumah dengan halaman. Ada ayam dan anak anjing disana.

Hal itu adalah hal yang ingin dimiliki Ha Na  bersama Robin, akan tetapi Seo Jin yang mewujudkannya untuk Ha Na.



“ jika kau   menanyakan apa aku Seo Jin atau Robin, maka aku akan menjawab bahwa aku adalah lelaki yang mencintaimu, terus mencintaimu, dan berharap untuk kau cintai kembali. aku mencintaimu, Ha Na ssi.”

Prolog Seo Jin : aku berbohong pada Ha Na akan satu hal, aku tidak ingat memori hari pernikahan mereka. Memori itu, aku pikir Robin membawanya saat ia pergi.

Setelah itu diceritakan bahwa Ha Na akhirnya tidak lagi merasa bersalah untuk mengungkapkan bahwa ia mencintai Seo Jin.

Mereka tinggal di rumah seo Jin, berkebun bersama dan mencintai satu sama lain semakin dalam semakin hari. saat ini Seo Jin sudah berhasil membuat Ha Na tersenyum bahkan tertawa karena dirinya, bukan lagi karena Robin.


****
Comment :

Huaaa, drama ini akhirnya habis, huhu.

Basically aku suka sama drama ini, meski aku agak gak puas sama jalan ceritanya karena sedikit banget episode yang menunjukkan perkembangan hubungan antara ha na dengan seo jin.

Mungkin ini drama dimana pemeran utamanya lebih menderita dari pemeran utama kedua, meski mereka orang yang sama, haha.

Sedih banget karena drama ini ratingnya sangat rendah dibandingkan dengan drama Hyun Bin yang terakhir yang mencapai angka hampir 28 persen di episode akhir, huhu, engga tau apa sebabnya,

Tapi bright sidenya, OST drama ini memuncaki tangga lagu korea selama beberapa minggu dan Hyun Bin tetep dapet tawaran iklan  berkat drama ini, hehe.

Mungkin ini syndrome yang harus dialami aktor yang comeback setelah menjalani wamil kali ya, drama yang mereka perankan selalu ratingnya  rendah dibanding drama mereka sebelum wamil,

Hope Hyun Bin doesn’t get stress from it :D


Minggu, 22 Maret 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 18


****
 “ Dalam waktu semalam, aku menjadi seorang penulis webtoon dan Robin menjadi direktur Wonderland. Tidak kusangka semua ini, lalu bagaimana reaksi Robin?”

“ ia tidak senang dengan hal ini,”

“ tapi aku yakin dia mengerti, terima kasih karena sudah membuat kita bertiga bisa hidup beriringan. Ayo kita rayakan ini dengan makan bersama.”

Di kantor, presdir Goo marah besar dengan sekretaris Kwon dan bodyguard mirip Jaejoong setelah membaca artikel yang tersebar luas di internet.



But rather than marah dan kecewa, presdir Goo lebih terlihat kuatir, which is sweet ^^

Dua direktur eksekutif Wonder Group datang ke kantor presdir untuk membicarakan hal ini. presdir Goo kuatir tentang apa yang akan mereka katakan mengenai artikel yang sudah tersebar luas.



Tapi bukannya ingin memecat direktur Goo, mereka malah ingin menjadikan bakat menggambar Seo Jin sebagai theme park Wonderland, wkwkwkwk..

“ kami sudah melihat hasil karya direktur Goo, sangat mengesankan. Direktur Goo ialah simbol Wonder group sekarang. Ia tidak hanya mahir memimpin perusahaan akan tetapi juga memiliki jiwa seni yang tinggi. Dia akan menjadi Walt Disney-nya Korea selatan” wkwkwkwkwkwk, kyeopta >.<

Mendengar pujian dan ekspektasi dari direktur ini, sekretaris Kwon merasa sangat senang dan lega, sementara presdir Goo sepertinya tidak semarah tadi setelah mendengar respon direksi yang sangat positif.

Ha Na dan Seo Jin sarapan bersama di rumah, sms dan telpon berkali kali masuk ke hape Seo Jin, mereka semua mengaku kenal dengan Seo Jin mulai dari teman SMP sampai teman SMA.



Seo Jin mulai ingat kepada mereka satu persatu bahkan setuju untuk bertemu dengan mereka dalam waktu dekat.

Ia menunjukkan salah satu temannya yang dulu sangat bodoh di sekolah, “ sekarang ia menjadi pemilik perusahaan game besar di Korea.” Tuh, nasib orang ga ada yang tau, makanya jangan pernah meremehkan orang dan jangan pernah nyerah :D



Telpon, sms, whatsapp (is it? Haha, drama ini disponsori LINE sih,) terus berdatangan. Seo Jin nampak senang membaca pesan demi pesan yang sampai ke nomornya.

“ terima kasih padamu, aku merasakan hal ini. siapa sangka aku punya banyak teman.” Sure Seo Jin, you have much money, people will look for you, wkwkwk..

****

Robin, Seo Jin, Ha Na dan sekretaris Kwon mengadakan rapat koordinasi mengingat perubahan yang akan dialami baik oleh Seo Jin maupun Robin.



“ kalian akan bertemu dengan banyak orang, oleh karena itu kalian harus banyak mengingat. Kalau bertemu dengan orang, kalian harus tau detail pribadi masing masing.” Kata Sekretaris Kwon.

Robin mengangkat tangannya untuk ijin bicara, “ ada acara yang ingin aku datangi, acara penghargaan untuk penulis Webtoon, aku diundang.”

Seo Jin tidak keberatan dengan hal itu, “ bagaimana tanda tanganmu? Aku akan bertemu dengan teman temanku dan sepertinya mereka ingin tanda tanganmu.”

“ baiklah aku bisa ajari kau, tapi bagaimana dengan skill gambarku? Apa kau mau belajar juga?”

Seo Jin menggeleng seolah berkata ‘ males banget,’ haha.

“ kalau begitu belajarlah menyetir, supaya kejadian seperti kemarin tidak terjadi lagi.” Seo Jin setuju akan saran Robin ini.

Ha Na meminta Seo Jin dan Robin menulis pertanyaan yang ingin ditanyakan satu sama lain, dari pertanyaan itu mereka akan dapat mengenal satu sama lain lebih baik.

Robin mereview jawaban dari Seo Jin bersama Ha Na, Seo Jin banyak merekomendasikan film kepada Robin, mostly film yang Seo Jin tonton ialah film yang bertemakan masa kanak kanak :’)



Besok paginya Seo Jin yang mereview jawaban dari Robin, banyak hal yang ingin Robin lakukan, termasuk triathlon, wkwkwkwk..



“ apa dia ingin aku mati dengan ikut triathlon? Aku benar benar tidak tau siapa dia. Selama ini kita hanya bertukar pesan satu sama lain, tapi aku tidak tau sama sekali tentang hidupnya.”

“ Robin juga bilang begitu, selama 15 tahun terakhir kalian berbagi tubuh yang sama, tapi kalian tidak pernah bertukar pikiran, kenangan, maupun mimpi yang sama.”

****

Ha Na dan Robin sudah siap untuk berangkat ke acara penghargaan, mereka berdua sangat nervous karena ini pertama kalinya mereka muncul di depan publik.



Saat keluar dari lift, banyak sekali fans yang sudah menunggu kedatangan Robin. Mereka berdua sempet engga mau keluar saking nervousnya, wkwkwk.

Akan tetapi pada akhirnya mereka berhasil jalan di atas red carpet dengan elegannya (iyalah ya, udah biasa, wkwkwk).



Di tempat lain, Woo Jung sedih karena yang ada di sisi Robin bukanlah dirinya, meski demikian ia tetap mengakui bahwa Ha Na memang pantas mendapatkan Robin.

Saat itulah Eun Chang datang menghibur hati Woo Jung, mereka naik motor berdua dan Eun Chang meminta Woo Jung meluapkan perasaannya. Malam itu adalah malam terakhir Woo Jung  sebagai penggemar rahasia Robin.



Robin memenangkan penghargaan sebagai webtoon author terbaik tahun ini, di acara tersebut Robin bertemu dengan kartunis lain selain dirinya yang menjalani pekerjaan lain selain menjadi penulis webtoon.

“ kalau aku ingin menjadi penyiar di radio, apa aku terlalu serakah?”

Ha Na mengatakan tidak selama Seo Jin setuju.

Besok paginya Seo Jin mendengarkan cerita dari Ha Na mengenai acara penghargaan kemarin dan menceritakan tentang keinginan Robin untuk jadi penyiar radio.



“ orang akan tau suaraku seperti apa mulai sekarang.” Balas Seo Jin, he’s actually happy about it. He smiled!!

Setelah mendapat restu dari Seo Jin, malamnya Robin pun airing di radio untuk pertama kalinya sebagai celebrity love consultant.



Besok paginya Seo Jin bangun dan teringat akan memori Robin saat siaran kemarin.

Sekretaris Kwon menceritakan apa yang Robin katakan di radio kemarin, dan Seo Jin bisa melanjutkan kalimat yang akan diucapkan sekretaris Kwon padahal ia tidak mendengarkan siaran itu.



Begitu juga dengan Robin, saat bangun ia tidak lagi ingat memori Seo Jin, yang ia ingat hanya memori saat ia siaran saja.

Mungkinkah Robin akan hilang? Hmm..

Robin berkonsultasi dengan dokter Kang mengenai apa yang terjadi, apapun bahasa yang coba disampaikan oleh dokter Kang, Robin tetap menangkapnya sebagai bahwa sebentar lagi dirinya akan menghilang selamanya.



Robin berdiam diri di apartemen, ia bahkan membiarkan Ha Na berada di luar mengetuk dan memencet bel apartemennya.

Ia hanya keluar sebentar dan mengatakan pada Ha Na bahwa ia perlu waktu sendiri untuk beberapa saat.



Besok paginya Seo Jin kembali mendatangi dokter Kang, sama seperti Robin, Seo Jin mengatakan kalau dia belum siap kehilangan Robin, begitu juga sebaliknya.


****

Seo Jin mendatangi Ha Na di kantornya, Ha Na menanyakan apakah Robin baik baik saja karena tiba tiba ingin sendiri.



Seo Jin tidak menceritakan apa yang terjadi kepada ha Na, ia lebih memilih menghibur Ha Na.

“ ia mengalami perubahan besar dalam hidupnya, sebaik apapun perubahan itu tapi tetap bisa membuat orang menjadi kuatir, lagipula seseorang bisa tiba tiba frustrasi tanpa alasan yang jelas.”

“ tapi ia tidak bisasanya begini,ia selalu ceria,”

“ kau seharusnya kuatir kalau ia terus ceria, tidak ada orang yang terus menerus bisa terlihat bahagia (betul!), berikan dia waktu sebentar lagi.”

Seo Jin is very kind :D

Malamnya Robin kembali tidak bisa dihubungi, Ha Na sampe mewek karena galau, hehe.



“ bagaimana aku bisa mengatakan selamat tinggal padamu Ha Na ssi, maafkan aku.”



Besok paginya Ha Na tertidur di sofa, Seo Jin membuat sarapan untuk Ha Na.



Saat bangun Ha Na menceritakan bahwa kemarin Robin juga tidak mau ditemui, “ nanti ia akan menemuimu, aku akan memaksanya bertemu denganmu. Sekarang makanlah, ini aku buatkan sup rumput laut, hari ini kau ulang tahun kan? Pikirkan usaha yang sudah aku curahkan untuk membuatnya lalu cobalah untuk memakannya.”

****

Alarm berbunyi menunjukkan pukul 8 malam, akan tetapi yang terbangun malah Seo Jin.



“ apa apaan ini? apa Robin sudah menghilang? Tidak bisa!”

Diluar Ha Na sudah menunggu untuk ke stasiun radio malam itu, Seo Jin berpura pura menirukan suara Robin.

“ ya Ha Na ssi, aku akan segera keluar.”

Beberapa saat kemudian sekretaris Kwon datang, Seo Jin mendengar kedatangannya dan mengirim sms agar sekretaris Kwon masuk ke kamarnya.

“ hyung, masuklah ke kamarku sebentar.” Kata Seo Jin pura pura jadi Robin.



“ hyung apa aku terlihat aneh?”

“ tentu!”

“ apanya, hyung?”

“ ini kan hari ultah Ha Na, kenapa kau membiarkan dia menunggu diluar?”

Seo Jin menghela nafas, “ hyung, dengarkan aku baik baik.”

“ aku bukan Robin.” Seo Jin kembali ke nada bicaranya,

“ apa? Direktur, Robin, ah tunggu dulu! Jadi kau direktur?”

“ Robin tidak bangun, “ Sekretaris kwon bingung dan langsung bicara formal, wkwk.., ini bos gue penyakitnya bikin bingung, wkwkwk.

Mereka pun menyiapkan sandiwara hari ini, sekretaris Kwon nampak sedih karena Robin hilang begitu saja.

“ belum tentu, kalau besok ia tidak kembali, maka mari kita menangis bersama.” Kata Seo Jin.

Mereka berdua akhirnya keluar, Ha Na lega setelah melihat Robin, ia meminta Robin untuk tidak mengulangi perbuatannya kemarin,



“ aku paling tidak suka pria yang tidak angkat telpon dan mendadak tidak bisa dihubungi.”

“ baiklah, maafkan aku Ha Na ssi.”

Sampai diluar Robin dan Ha Na masuk ke dalam mobil, Seo Jin galau karena dia kan engga bisa nyetir, wkwk.

Untung sekretaris Kwon datang disaat yang tepat,

“ bolehkah aku ikut?” kata Sekretaris Kwon. Duh, sekretaris ini kayanya engga punya personal life ya, haha.

“ tentu, kau harus ikut.” Jawab Seo Jin sambil mengisyaratkan Sekretaris Kwon untuk mengemudi.

Seo Jin melakukan tugasnya dengan baik di radio, di bagian akhir, ia membacakan sebuah prolog yang ditujukan kepada Ha Na yang tentu tidak diketahui sebelumnya oleh Ha Na.



“ ada sebuah tempat bernama Venice di italia, tempat ini diramalkan akan tenggelam suatu hari ini. aku seperti Venice, aku mungkin akan tenggelam suatu hari nanti. Aku tidak tau apakah seseorang akan meninggalkan aku atau apa besok aku akan menghilang. Tapi aku tidak mau lagi hidup dalam ketakutan seperti itu, aku ingin menjalankan hidupku hari demi hari, denganmu, Ha Na ssi.”

Ha Na sangat kaget juga tersentuh mendengar pengakuan itu, dalam beberapa detik staaf sirkus ha Na datang dari balik pintu dan membawakan balon balon serta kue ulang tahun.


Ha Na senang sekali akan surprise party yang diadakan untuknya, everybody seems so happy.

Salah satu staff Ha Na tidak sengaja menaruh salah satu bingkisan hingga menekan tombol di panel control yang mengakibatkan suara mendenging di headset penyiar, termasuk Seo Jin.

Seo Jin melepas headset dan merasakan pusing di kepalanya, dan beberapa saat kemudian bangunlah Robin.



Ia sempat bingung dengan apa yang terjadi, ia dimana? Mental breakdown, wkwk.

Robin menguasai diri dalam waktu singkat, bahkan Ha Na pun tidak menyadari perubahan Robin, atau mungkin Seo Jin yang pinter acting, wkwk.

Diluar, Woo Jung memberikan rekaman surprise tadi kepada Robin.

“ apa tadi aku melakukannya dengan baik?” tanya Robin, ia bukan butuh pujian, ia hanya ingin tau apa ada curiga bahwa tadi adalah Seo Jin.

“ apa aku harus menjelaskannya padamu? kau melakukannya semuanya dengan sempurna.”



Robin tertegun, itu berarti Seo Jin memainkan perannya dengan sangat baik.

Sampai di rumah, Robin menonton video surprise tadi.. ia melihat ekpresi Seo Jin saat melihat Ha Na diberikan surprise,

Ia melihat senyum tulus di wajah Seo Jin, senyuman bahagia di wajah Seo Jin.

“ Ha Na bahkan tidak tau bahwa itu bukan aku. Yang tersenyum itu aku, Seo Jin adalah.. aku..


****