Total Tayangan Laman

Kamis, 09 Oktober 2014

SHE IS SO LOVABLE EPISODE 7

“ Masuklah ke dalam..” kata Hyun Wook coba mencairkan suasana awkward di antara dia dan Se Na. ia mengatakan bahwa ia akan mencari udara segar.

“ haaaaahhh!!! Lee Hyun Wook apa yang sudah kau lakukan..” kata Hyun Wook pada dirinya sendiri, mengingat kejadian dirinya menangkap tubuh Se Na yang dibumbui lagi dengan pandang pandangan..

Se Na datang menghampiri Hyun Wook dan mengatakan sepertinya sakit kepala Hyun Wook sudah hilang.

Se Na mengatakan bahwa dirinya tidak nyaman kalau harus datang ke klub seperti tadi, sedangkan Hyun Wook mengatakan bahwa Se Na perlu untuk hangout ke klub supaya tau apa yang lagi jadi trend.

Ia menanyakan apakah Hyun Wook juga pergi ke klub untuk mencari wanita untuk dijadikan inspirasi?

Hyun Wook mengatakan bahwa ia tidak melakukan hal semacam itu, bakatnya itu natural.

Wkwkwkwk.. narsis gilakk..

Se Na lalu menanyakan kenapa Hyun Wook berhenti menulis lagu? Apa terjadi sesuatu?

Hyun Wook bilang kepada Se Na untuk tidak usah banyak tanya, kepalanya bisa pusing lagi denger Se Na ngomong.

Ia lalu mengalihkan pembicaraan ke topik lain, “ apa kau tidak dingin?” sambil melihat baju Se Na yang sangat pendek.

“ sedikit..”

“ kalau begitu ayo masuk ke dalam..” ajak Hyun Wook.

Se Na nampak kecewa, “ kau pakai banyak baju, lepaskan salah satu dan berikan padaku,,” bhakakakak.. aku juga mikir gitu sih, Hyun Wook pake baju sampe tiga lapis. Heran, gak panas apa ya, di sana lagi panas…

Tapi Hyun Wook tidak mau dan mengatakan bahwa baju tiga lapis itu tidak banyak, hahahaha…

“ lalu kenapa kau berpakaian seperti itu?” tanya Hyun Wook, “ apa kau ingin mengesankan seseorang?”

“ ya..”

“ siapa? Shi Woo?”

“ idih..” kata Se Na.

Hyun Wook tersenyum dan melepaskan coatnya, Se Na demen..haha..



“ jangan memakai pakaian seperti ini lagi..” hmm bener sih, it’s not classy.. :’) sorry to say Se Na. but I still love you :*

Se Na berkata apabila Hyun Wook seperti ini, Se Na mungkin bisa naksir sama dia. Hyun Wook mengatakan bahwa hal itu memang sering terjadi.. wkwkwk..

Sampai di dalam club, Hae Yoon melihat Se Na mengembalikan jaket Hyun Wook, ia nampak cemburu melihatnya. Haha.. makanya, pake dress pendek dong..

****
Shi Woo berada si asrama,


 Ia dikirimi file lagu yang akan dijadikan lagu andalan Rae Hoon saat comeback nanti. Ia dengar bahwa Rae Hoon mempersiapkan debutnya dengan tim- tim terbaik- baik, Shi Woo terlihat tidak pede dengan hal itu, ia mendengarkan lagu Rae Hoon semalaman tanpa henti hingga pagi datang.



Saat pagi, Shi Woo menghampiri Hyun Wook dan mengatakan bahwa ia tidak mau menggunakan lagu Se Na untuk comeback. Ia memutuskan itu setelah mendengar lagu Rae Hoon dan ambisinya untuk mengalahkan Rae Hoon.



Hyun Wook bingung kenapa Shi Woo tiba- tiba berubah pikiran? Ia pikir Shi Woo menyukai lagu Se Na

“ aku memang menyukai lagunya, saat aku menyanyikannya, hatiku berdegup kencang. Tapi bukan lagu Se Na yang membuatku minder, tapi aku minder pada diriku sendiri. lebih baik kita pakai lagu Dive saja, ia sudah terkenal. Lebih baik aku menyuguhkan penampilan yang mengesankan daripada sekedar lagu yang mengesankan.” Kata Shi Woo.

Sementara Hae Yoon juga sudah mengetahui tentang investor yang resmi menarik investasinya dari ANA. Ia bicara pada Hyun Wook dan memintanya untuk menggunakan lagu Dive saja.

“ aku juga tidak suka ia ikut campur masalah pemilihan lagu, tapi di situasi kita sekarang, kita tidak bisa mengabaikan keinginannya begitu saja.. “

“ aku tau.. “ kata Hyun Wook. Ia mengatakan bahwa ia akan memberitahu Se Na tentang hal ini.
****

Sementara itu Se Na sedang on fire sekali memperbaiki lagunya dan nervous bagaimana ia harus men direct Shi Woo saat ia direkam nanti. Ia pun ingin mendampingi  Hyun Wook saat rekaman.

Se Na mencari Hyun Wook untuk menanyakan hal ini, akan tetapi Hyun Wook lebih dulu menemui Se Na.

“ apa ada tempat yang ingin kau datangi?” tanya Hyun Wook.

Se Na mengajak Hyun Wook berjalan di tepi sungai Han, ini pertama kalinya ia berjalan di sana bersama dengan orang lain, biasanya sendiri. 



“ Yoon Se Na.. aku akan melakukan hal yang membuatmu sangat tidak nyaman..”

“ lagumu tidak buruk, tetapi rencana untuk merekam lagumu, telah dibatalkan..” Hyun Wook akhirnya sanggup mengatakan hal itu pada Se Na sendiri.

“ sebagai presdir, aku minta maaf karena menarik kembali keputusanku..”

Se Na terlihat sangat kecewa, akan tetapi ia mencoba menutupi rasa kecewa dan sedihnya.

“ waah.. aku jadi sangat malu. Aku bahkan sampai sudah cerita sama Joo Hong dan pacarnya. Jadi kau membawaku kesini hanya untuk memberi tau hal ini? kau bisa mengatakan ini di kantor saja..” (banyak toilet di kantor, aku bisa langsung nangis, haha. Gitu kalik batin Se Na.)

“ tapi aku senang karena bisa membawamu kesini, lain kali bawa Dal Bong, ia pasti suka main disini. Oia, kau tidak lapar? Ayo kita makan ramen, aku traktir deh.. tunggu disini ya, aku beliin dulu..” kata Se Na sambil berjalan pergi.



Tapi baru beberapa langkah, ia tidak sanggup melanjutkan langkahnya. Ia menangis.

Hyun Wook berjalan ke arah Se Na, “ menangislah disini..” ia lalu membenamkan kepala Se Na ke pundaknya..



Huhu.. poor Se Na..
****

Di rumah Presdir Lee, ia kaget melihat tanaman seladanya berantakan. Ia tau bahwa ini adalah perbuatan istrinya yang curiga bahwa ia selingkuh.

Malamnya, ia meminta istrinya datang ke klub. Presdir Lee membuat surprise menyanyikan sebuah lagu untuk istrinya dan menghadiahkan cincin berlian 5 karat pada istrinya. Dan istrinya langsung luluh..



Huft.. women.. -.-“

Sampai di rumah, Hyun Wook curhat pada Dal Bong. Ia nampak menyesali apa yang ia lakukan tadi siang pada Se Na (menghapus air matanya dan memeluk Se Na)



“ kenapa aku melakukan itu ya, itu diluar rencana..”

Dan akhirnya Hyun Wook menggunakan Dal Bong sebagai alasan menelpon Se Na.

Ia mengatakan bahwa Dal Bong ingin bicara dengan Se Na, Dal Bong sempat tidak mau meng gonggong, gak mau dijadiin modusnya Hyun Wook.. haha..


Akhirnya setelah dibujuk, Dal Bong meng gonggong juga.. Se Na tersenyum dan bilang bahwa ia tidak mengerti apa yang Dal Bong bilang.



“ ia bilang jangan terlalu memikirkan tentang lagunya, ini bukan salahmu. Dal Bong bilang bahwa lagumu bagus dan membuat jantungnya berdebar..”

“ selamat tidur.. sampaikan itu pada Dal Bong..”

“ selamat tidur,  itu kata Dal Bong padamu..” halah! Bisa banget deh..

****
Se Na keluar minum bersama teman- temannya, ia memikirkan apa yang tadi siang ia alami bersama Hyun Wook.

Joo Hong mengatakan bahwa sepertinya Se Na jatuh cinta pada Hyun Wook.

Setelah mendengar perkataan Joo Hong, Se Na langsung pergi ke rumah Hyun Wook. Ia bilang bahwa ia ingin bertemu Dal Bong.. dan Dal Bong langsung menyambut Se Na. mau gak mau Hyun Wook menyuruh Se Na masuk.. haha..



Di dalam, Se Na bermain- main dengan Dal Bong seperti anak kecil main boneka..hehe. hyun Wook memperhatikan Se Na sejenak lalu kembali membaca buku di sofanya.



Se Na diam- diam memperhatikan Hyun Wook dari tangan yang tadi siang menghapus air matanya, hingga setiap detail wajahnya.



Beberapa saat kemudian Hyun Wook menyuruh Se Na pulang, akan tetapi Se Na sudah tidur sambil duduk.

Hyun Wook memperhatikan Se Na yang sedang tidur, tiba- tiba kepala Se Na miring ke samping tanpa sadar karena tertidur, Hyun Wook menahannya dengan tangannya.



Lalu ia menyandarkan kepala Se Na ke bahunya.. cieeee..



Di tengah Se Na yang sedang tertidur, hapenya bergetar tanda ada yang menelpon, itu adalah Shi Woo.

Hyun Wook bermaksud mengambil hape Se Na, akan tetapi Se Na keburu bangun dan membuat ia kaget dengan posisi Hyun Wook yang berada tepat di depan wajahnya.

Hyun Wook salah tingkah dan memberi tau bahwa ada telpon.

Sayang telponnya sudah mati, Se Na akhirnya pamit. Hyun Wook mengantarnya pulang.

Awalnya Se Na tersipu malu, tapi Hyun Wook memperjelas bahwa ia mengantar Se  Na karena sudah sangat malam.

Di tengah perjalanan pulang Se Na mengatakan bahwa Hyun Wook harus jatuh cinta kalau mau menulis lagu lagi.

Akan tetapi Hyun Wook mengatakan bahwa ia tidak bisa, ia meminta Se Na cepat memberikan lagunya padanya,

“ tidak bisa, aku harus bersamamu untuk bisa membuat lagu..”

“ wah.. kalo gitu kau tidak ada masalah lagi, kau sering bersamaku..” kata Hyun Wook.

Se Na enggan untuk pulang ke rumah, tapi Hyun Wook menyuruhnya untuk cepat masuk ke dalam.



Gosh, she totally in love with him >.<

****
Besok paginya Se Na di bully oleh trainee lainnya karena kedekatannya dengan presdir. Hal ini dilihat oleh Shi Woo.



“ hei kalian trainee, kalian lupa aturan disini bahwa tidak boleh membully antar trainee?”

Mereka semua langsung diam, “ kenapa kalian tidak jawab? Apa karena aku bukan lagi bagian dari infinite?”

Mereka langsung menjawab, “ ah.. tidak tidak seperti itu, maafkan kami. Kami tidak akan mengulangi itu lagi,,”

Setelah para trainee itu pergi, Shi Woo mengomel pada Se Na.

“ kau selalu menjawab setiap pertanyaanku, tapi kenapa kau tadi diam saja?”

“ aku akan menjawab mereka kalau kau tidak keburu datang, berhentilah membelaku,,”

Shi Woo mengajak Se Na bicara di rooftop ANA.. ia bertanya mengapa kemarin Se Na tidak telpon balik.

Se Na bilang bahwa ia sedang sedikit sibuk, memang kenapa?

“ jadi kau tidak marah padaku karena aku tidak memakai lagumu?”

“ maksudmu?”

“ presdir tidak memberitahumu?”

“ aku tidak mau memakai lagumu, itu kenapa lagumu tidak jadi dipakai.”

“ apa kau akan membenciku?” tanya Shi Woo terlihat kuatir.

“ tidak, aku hanya bingung padamu, katamu kau suka laguku..”

Shi Woo tidak menjawab pertanyaan Se Na.
****

Se Na duduk di café sendirian, akhirnya disamperin sama sahabatnya Hyun Wook.

Akhirnya aku tau namanya, haha.. Sung Jin!

Se Na di traktir Machiatto sama Sung Jin..

Look!! Tempting banget ya di cuaca yang panas gilak ini.. huhuhu..



Se Na curiga kenapa Sung Jin bisa tau banyak hal tentang dia dan Hyun Wook. Akan tetapi belum sempat ngobrol lama, Hae Yoon datang dan mengajak Sung Jin pergi.

Di rumah Presdir Lee, istrinya yang udah gak ngambek lagi mulai percaya sama suaminya.

Presdir Lee bilang kalau dia mau ke rumah sakit dan istrinya tidak usah ikut.

Tapi ternyata presdir Lee ke rumah simpanannya, huhu.. dan ada yang memotret saat presdir Lee memberikan hadiah untuk  simpanannya.. hadeh..


****

Se Na belajar main gitar di rooftop ANA, tiba- tiba Hyun Wook datang menemuinya. Ia memberi tau bahwa Se Na harus memperkaya pengetahuan komposisi nadanya.

Se Na meminya Hyun Wook untuk mengajarinya chord lain supaya ia lebih mahir. Hyun Wook menyentuh jari- jari Se Na. ia mengatakan bahwa ini masih sangat halus, Se Na harus latihan terus sampai kapalan.. haha.. bener juga sih..



 Dan kemesraan ini dilihat oleh Hae Yoon. Ia segera menelpon Yoon Se Na dan berbicara empat mata dengannya.

“ aku adalah orang yang bertanggung jawab memperhatikan tingkah laku sampai kehidupan pribadi trainee disini..”



“ apa kau ingin mengatakan sesuatu tentang sikapku atau kehidupan pribadiku?”

“ jaga sikapmu saat berada bersama Presdir, trainee yang lain bisa salah paham. Saat di klub kemarin harusnya kau bergaul dengan trainee lainnya tapi apa yang kau lakukan kemarin? Kau pikir terlihat baik di depan presdir itu sudah cukup?”

“ dan kau memanggil presdir dengan sebutan paman kan? Itu sangat tidak sopan, berhentilah melakukan itu. kalau kau trainee maka bersikaplah seperti seorang trainee. Aku tidak suka caramu masuk ke ANA, aku percaya padamu karena aku percaya pada presdir. Tapi kalau kau terus tertangkap olehku, aku bisa membuatmu keluar dari sini. Aku harap kau mengerti”

Se Na terlihat sedih tapi ia tau bahwa yang dikatakan Hae Yoon memang benar, setelah Hae Yoon keluar dari ruang latihannya, Se Na memainkan lagu dengan keyboard.

Hae Yoon mengenal persis lagu yang dimainkan Se Na sekarang, ia pun segera kembali ke ruang latihan.

“ apa ada yang ingin kau sampaikan lagi? “ tanya Se Na.

Hae Yoon terlihat sedikit gemetar, “ kau, kenapa kau bisa tau lagu itu?”

“ hmm.. itu lagu kakakku,,”

Hae Yoon terkejut setengah mati, “ kakakmu? Jangan- jangan kakakmu..”

“ Yoon So Eun..”

Dar dar dar dar!!!! Hae Yoon kaya kesamber petir.



“ apa kau mengenal kakakku?” tanya Se Na heran.

“ tidak..” jawab Hae Yoon sambil meninggalkan ruangan itu. saat diluar, ia tidak kuat lagi berdiri dengan kedua kakinya.

Ia kembali teringat kejadian- kejadian saat ia bertemu dengan Se Na dan mulai terganggu dengan keberadaannya.
****

Hae Yoon langsung mencari Sung Jin untuk mengkonfirmasi hal ini. ia tambah sedih karena Sung Jin juga sudah tau hal ini.

“ tapi ambil hikmahnya, karena Se Na Hyun Wook kembali ke Seoul, mau mengurus ANA, dan bahkan baikan dengan ayahnya.” Kata Sung Jin.

“ tapi bagaimana kalau mereka berdua jatuh cinta?” kata Hae Yoon. Tapi Sung Jin menyatakan bahwa itu tidak mungkin, Hae Yoon tentu tau kenapa tidak mungkin. (karena So Eun).

“ cobalah memahami perasaan Hyun Wook, ia lebih merasa bersalah melakukan hal ini..”

Hae Yoon tidak bisa terima dan tetap menangis.. huhu.. cian juga Hae Yoon.


****

Saat di rumah, Hyun Wook menunggu kedatangan Se Na karena ia tidak kunjung datang.

Sementara di rumahnya, Se Na tidak datang akibat kata- kata Hae Yoon tadi. Akan tetapi Joo Hong menasihati Se Na bahwa sebaiknya ia menemui Presdir.

Hyun Wook menelpon dan mengatakan kenapa Se Na tidak datang?

“ apa kau menungguku?” tanya Se Na.

“ tentu saja. Lupakan. Malam ini kau tidak bisa ketemu Dal Bong. Dia harus istirahat karena besok dia mau diajak camping. Aku kasih tau siapa tau kamu mau dateng jenguk besok,,” bhakakakakak.. Dal Bong oh Dal Bong.

Mendengar suara Hyun Wook membuat Se Na berlari mencari Hyun Wook. Ia akhirnya ketemu dengan Hyun Wook yang hendak pulang ke rumah.

“ ahjussi!! “ teriak Se Na membuat Hyun Wook kaget.

“ aku sudah bilang Dal Bong gak bisa ketemu kau hari ini.”

“ aku tidak datang untuk menemui Dal Bong”

“ paman..” kata Se Na.

“ paman..”

“ berhenti memanggilku seperti itu. aku tau aku lebih tua darimu, tapi aku merasa terhina kau memanggilku seperti itu, padahal aku keliatan sangat awet muda.” Bhakakakakak.. iya deh iya..

“ lalu aku harus memanggilmu apa?” tanya Se Na,



Hyun Wook langsung membayangkan Se Na memanggil dia dengan sebutan “oppa” dengan gaya imut.. hahahahaha..



“ tidak tidak, panggil aku paman saja”

“ kalau begitu aku boleh tetap memanggilmu paman? “

“ lagipula selama ini juga kau memanggilku begitu kan.”

“ baiklah kalo gitu, aku pamit dulu paman..”

“ kau mau kemana?”

“ aku sudah melihatmu, aku pergi dulu paman..”

Bhakakakakakak.. cute banget deehhh,,
****

Besoknya staff dan trainee ANA naik kereta untuk camping. Se Na berjalan menyusuri koridor kereta membawakan minuman untuk semua orang.

Saat tiba di tempat duduk Hyun Wook dan Hae Yoon, Se Na menawarkan minum untuk Hyun Wook dan Hae Yoon.

“ apa yang anda ingin minum, presdir?” Hyun Wook kaget melihatnya.

“ air mineral saja..” jawab Hyun Wook.. hei! Lihat! Hyun Wook rambut baru.. hehe..



“ ini presdir. Anda ingin minum apa nona Hae Yoon?”

Hae Yoon bilang ia mau air juga, saat Se Na pergi ia memandang Se Na dengan penuh arti.

Shi Woo berada bersama dengan penulis lagunya, Dive, tapi dia tidak betah karena diajak minum siang- siang gini.

Sampai di tempat camping, Se Na membawa barang- barang untuk barbekiuan. Hyun Wook menawarkan bantuan membawakan akan tetapi Se Na tidak mau.

Telponnya berbunyi dan itu dari Shi Woo.

“ menoleh ke arah kirimu, 500 meter..”

Sementara itu Hae Yoon mengajak Hyun Wook jalan berdua. Ia menanyakan apa yang akan Hyun Wook lakukan pada Se Na setelah menolak lagunya?

Hyun Wook bilang akan segera membuat Se Na debut lalu menjualnya, hehe

Hae Yoon berharap hal itu bisa cepat terjadi.

“ apa ini?” tanya Se Na kepada Shi Woo.



“ ini hadiah, ada sepatu di dalamnya..”

“ kenapa kau memberiku hadiah? Kasi aja ke Ra Eum.”

“ kau cemburu pada Ra Eum?” bhakakakak.. ngaco.

Shi Woo mendekatkan wajahnya kepada Se Na, hal ini dilihat oleh Hyun Wook.

Ia langsung memarahi Shi Woo dan menanyakan apa yang ia lakukan disini, Shi Woo nampak tidak senang karena Hyun Wook lagi-lagi menganggunya yang lagi sama Se Na. hyun Wook meminta Se Na balik ke camping.

“ aku ga mau diajak minum sama Dive..”

“ kalau begitu kau harusnya balik ke asrama. Aku  udah ngasi kamu banyak fasilitas, inikah yang dapat kau lakukan? Berhentilah bermain- main”

“ aku tidak main- main, aku tidak main- main dengan Yoon Se Na,,” yuhu!!!

“ hentikan rasa tertarikmu dengan Yoon Se Na, ingat kau ini selebriti.. kembali ke Seoul dan berlatihlah!”

Hae Yoon melihat Hyun Wook dan mengatakan apakah Hyun Wook cemburu? Karena ia jelas terlihat seperti itu.

Sampai malam ia memikirkan kata- kata Hae Yoon tentang cemburu, ia tertawa sendiri.

Se Na tiba- tiba muncul di hadapannya. Se Na menjelaskan maksud kedatangan Shi Woo tadi

“ kenapa kau menjelaskannya padaku?” kata Hyun Wook.

“ aku takut kau salah paham”

“ kalau kau takut aku salah paham, maka jangan lakukan apapun. Selama kau di ANA, jangan lakukan apapun dengan siapapun..”

“ tidak boleh juga kalau denganmu?”


****


Aigoooo.. aku baru cari tau kalo beda usia Se Na dan Hyun Wook itu kurang lebih 10 tahun.

Jauh buanget, meski aku orang yang menganut paham bahwa cowok harus lebih tau dari cewek kalo mau pacaran, but still, 10 tahun perbedaan usia itu too much.

Aku lebih prefer Se Na sama Shi Woo ajalah, bedanya Cuma 2 – 3 tahun.. hehe..

Di episode ini Se Na keliatan sekali jatuh cinta sama Hyun Wook. Sedangkan hyun Wook seperti tidak tau cara menolak perasaan Se Na untuknya. Dan malah ikut pada alur bermain Se Na.

Meski diragukan Hyun Wook sulit menolak Se Na atau dirinya yang malah terbawa oleh perasaan Se Na padanya.

Tapi aku juga mikir that it won’t be easy for Hyun Wook to say No to Se Na. dilain sisi dia juga tidak ingin membuat Se Na menjauh darinya, susah payah ia menemukan Se Na dan begitu kuat niatnya merawat Se Na.

Tapi dengan cara seperti ini? I don’t think it will work as the main purpose. Sangat wajar kalau Hae Yoon kuatir mereka akan jatuh cinta.

Episode ini Hae Yoon yang tau, entah bagaimana reaksi Jae Young kalau akhirnya dia tau. Akankah dia juga suka sama Se Na?

Wkwkwkwkwk..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar