Total Tayangan Laman

Sabtu, 07 Maret 2015

HYDE,JEKYLL,ME EPISODE 14


****
Tae Joo menghipnotis Seo Jin untuk mengetahui apa yang Seo Jin ingat. Seo Jin yang berpura pura jadi Robin pun berpura – pura tidur saat Tae Joo coba menghipnotisnya.



“ aku ditarik oleh penculik itu!” kata Seo Jin dalam hipnotisnya.

“ kau ditarik? Dengan temanmu?” tanya Tae Joo untuk memastikan.

“ ya,”

“ ckckckck..” kata Tae Joo “ disitulah memori kita mulai berbeda.”

“ bukan seperti itu yang benar, yang benar itu kau ditarik oleh penculik dan Soo Hyun memohon pada penculik agar ia tidak membawa Seo Jin. Bukankah begitu?” Jelas Tae Joo.

“ ya, itulah yang sebenarnya.” Kata Seo Jin dalam hati. seo Jin hanya ingin membangkitkan amarah Tae Joo dengan mengatakan kebohongan.

Perlahan tapi pasti Tae Joo mengakui siapa dirinya, “ kau pasti heran kenapa aku bisa tau kan? Itu karena aku, Lee Soo Hyun..”

Di dalam van, detektif Na dan Ha Na sangat kaget mendengar pengakuan tersebut, dokter yang selama ini mereka percayai ternyata adalah penjahatnya.

“ aku menunggu saat ini selama hidupku, tapi saat aku dapat kesempatan ini kenapa aku harus bicara dengan Robin tamengmu itu?!” bentak Soo Hyun merasa frustasi.

Saat itu juga Seo Jin memanggil nama Soo Hyun dan membuka matanya serta mendekatkan badannya ke arah Soo Hyun, “ Soo Hyun-ah..”



Soo Hyun kaget setengah mati setelah sadar bahwa yang ia hipnotis bukanlah Robin melainkan Seo Jin, dan berarti hipnotisnya kali ini gagal.. *jengjeng!*

Setelah mendengar nama Lee Soo Hyun tadi, para polisi bergerak cepat mengitari gedung untuk menangkap Soo Hyun.



“ polisi sudah berjaga disekitar sini untuk menangkapmu, mereka mendengar percakapan kita dan sudah tau bahwa kau Lee Soo Hyun.”

“ aku minta maaf, untuk hidup kita yang sudah dihancurkan selama 22 tahun belakangan ini. tapi apa kau sungguh tidak tau bahwa ayahmu juga penjahatnya?”

“ jangan bercanda! Ayahku tidak mungkin melakukan itu!”

“ kita dikorbankan!” bentak Seo Jin.

“ dikorbankan katamu? Kita? Hanya kau yang dikorbankan ayahmu, bukan aku!”

“ tidak satupun dari kita ingin itu terjadi! Kita adalah korban kedua orang tua kita.”

“ bukan aku, kau lah korban ayahmu, ayahku tidak pernah meninggalkan aku.”

“ akuilah, tidak apa apa mengakuinya. Yang paling penting kita berdua bisa hidup hingga sekarang. Seberapa berat dan pahitnya itu bukankah yang lebih penting adalah kita masih hidup?” kata Seo Jin.

“ tidak, jangan membohongiku, kau hanya coba memanipulasi pikiranmu agar kau bisa lari lagi kan?!”

“ apa kau sungguh tidak ingat itu?” tanya Seo Jin.



“ tidak, aku jujur.”

*gad.. ga kebayang kalo Lee Soo Hyun harus dihadapkan pada kenyataan tak terbantahkan  bahwa ayahnyalah penjahatnya,he might be lose his insanity*

“ dokter Kang ada disini, temukanlah dia.” Kata Soo Hyun, ia lalu keluar dimana polisi sudah mengetuk pintunya sejak tadi.
****

Seo Jin akhirnya menemukan dokter Kang dan melepaskan ikatannya, sementara Soo Hyun berhasil melarikan diri dari detektif Na, polisi yang lain pun mencoba mencegat Soo Hyun di lantai dasar.

Saat sudah disergap polisi, Soo Hyun masih tetap tenang dan mengangkat kedua tangannya.



Ia memegang handphone dan memutar sebuah lagu, beberapa hari lalu ia memutar lagu itu di kantor polisi saat ia memperkenalkan metode hipnotis.

Lagu itu adalah trigger bagi polisi yang mengitarinya untuk jatuh di bawah pengaruh hipnotisnya.

What a jerk!

Karena sudah terkena hipnotis maka Soo Hyun bisa jalan dengan santainya dan melarikan diri dengan motor besarnya.

Detektif Na marah marah pada bawahannya kenapa Soo hyun bisa lolos lagi, akan tetapi bawahannya menjelaskan bahwa Soo Hyun telah menghipnotis mereka sehingga mereka seolah tidak bisa bergerak.
****

Ha Na masuk ke apartemen Tae Joo, ia melihat Dokter Kang masih dalam keadaan selamat dan akan dibawa ke rumah sakit.

Ha Na mencari Seo Jin karena tadi Seo Jin tiba tiba mematikan recordernya,

“ apa kau baik baik saja? Kenapa kau mematikan recordermu? Bukankah kau sudah berjanji tidak akan seperti itu? kalau kau kenapa kenapa bagaimana?!” Ha Na nyerocos tanpa sadar.

Seo Jin nampak senang karena ada yang begitu kuatir padanya, tanpa menjawab Ha Na, Seo Jin langsung memeluk Ha Na..



*awww.. melted..*

Seo Jin dan Ha Na menengok dokter Kang, “ ini semua salahku, aku terlalu terburu buru saat aku tau bahwa Tae Joo adalah Soo Hyun..”



“ Soo Hyun juga secara selektif menghapus memori yang tidak bisa dia terima. Bedanya dia denganmu, kalau kau merubah memori pahit itu dengan menyalahkan dirimu sendiri, sedangkan Soo Hyun merubah kenangan itu menjadi dendam kepada orang lain.”

“ ia masih memiliki satu senjata untuk menyerangmu, jagalah dia, jangan sampai Soo Hyun mengambil dia darimu.”

Saat itu juga Ha Na masuk, mungkinkah Ha na yang dimaksud dokter Kang?

Setelah dari rumah sakit, Seo Jin dan Ha Na kembali ke rumah. Ha Na memanggil seo Jin.



“ direktur, aku pikir aku sedikit mengerti kondisimu sekarang. Baru saja aku merasa sangat bodoh karena percaya kepada dokter Yoon. Saat aku tau bahwa dia adalah Soo Hyun, aku merasa bahwa aku tidak lagi bisa percaya pada siapapun. Direktur sudah dikhianati oleh ayah dan bahkan teman dekatmu sendiri, aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku akan bertahan hidup jika mengalami hal itu. kau sudah berusaha sangat keras dan melakukannya dengan sangat baik, direktur.”

Di tempat lain, Soo Hyun duduk sendiri di suatu tempat, ia terlihat terpukul dengan apa yang barusan dikatakan Seo Jin.



Setelah malam itu, wajah Soo Hyun ada dimana mana, pencarian terhadapnya sudah sampai di seluruh negeri, polisi pun semakin detail terhadap upaya pencarian Soo Hyun.



Detektif Na menanyakan kondisi Jung Man Shik sekarang, di rumah sakit Taeyang, Jung Man Shik dijaga oleh dua polisi di depan pintu.



Mereka di beri pesan untuk menjaga ketat Man Shik, saat itu juga ada seorang dokter mengenakan masker dan mengatakan bahwa ia harus melakukan CT Scan.

Polisi curiga dan meminta dokter itu melepas maskernya dan bersiap siap dengan pistol mereka.



Tapi setelah dibuka, itu bukan Soo Hyun, sure, Soo Hyun won’t be that careless.

Saat Man Shik selesai di CT Scan, dokter residen meminta Man Shik di bawa kembali ke ruangannya.

Dan dokter Residen itulah Soo Hyun, huahuahua, pasti hipnotis lagi deh T.T



Soo Hyun kembali menculik Man Shik untuk memastikan apa yang dikatakan Seo Jin benar atau tidak, gosh he’s not even a human anymore.

****

Di rumah, Seo Jin masuk ke kamar Ha Na setelah ketukannya tidak digubris, di tempat tidur, Ha Na ternyata demam.



Seo Jin segera merawat Ha Na dengan cara yang sama saat Ha Na merawatnya, ia bahkan mengangkat telpon dari kantor dan bilang bahwa Ha Na tidak bisa kerja hari ini.

“ direktur.”

“ kau tidak bisa kerja, ini sungguhan,”

“ kenapa?”

“ Lee Soo Hyun kembali berkeliaran, tinggal di rumah karena penjagaan di rumah ini sangat ketat.”

Setelah merawat Ha Na, Seo Jin mengecek CCTV karena kepo dengan apa yang Robin lakukan kemarin malam. Dari CCTV itu diketahui bahwa Robin tinggal di kamar Ha Na semalaman, wkwkwk..



Seo Jin cemburu berat, “ tapi aku sudah merawatnya, aku melakukan hal yang benar,” wkwkwk,cute ^^



Robin tau Ha Na sakit saat ia melihat video dari Seo Jin, “ dia sakit?”

Robin langsung merangsek masuk ke kamar Ha Na dan melihat makanan yang disiapkan oleh Seo Jin, “ astaga, apa hanya ini yang diberikan Seo Jin?”



Ia langsung menelpon sekretaris Kwon dan minta tolong dibelanjakan bahan bahan fresh, di kulkas Seo Jin tidak ada makanan layak makan, wkwkwk..

Robin pun segera masak untuk Ha Na, setelah makan mereka berdua ke ruangan Robin dan menghabiskan waktu mereka bersama disana,



Huhu, somehow it breaks my heart that Seo Jin can’t do that T.T
****

Di suatu daerah di luar Seoul, Soo Hyun menyekap Man Shik yang masih di perban sana sini, ia menanyakan ayahnya adalah penjahatnya juga.



Man Shik ingat ia sempat ditanyai hal yang sama oleh Sung Goon saat di penjara, dan saat ia mengatakan yang sebenarnya, jadilah dia menjadi sekarang, babak belur. Ia takut kalau sekarang ia jujur lagi maka ia akan mati.

Terlebih lagi Soo Hyun mengancam Mana Shik dengan kayu yang terbakar, di pukul pake itu, jadi sate T.T

“ apakah ada penjahat lain selain kau?”

“ tidak, “ jawab Man Shik ketakutan.

“ kau yakin?!”

“ ya!!”

“ ayahku tidak terlibat kan?!”

“ ti.. tidak!”

“ kau yakin?!!”

“ ya aku yakin!!”

“ Seo Jin kau pembohong!!” kata Soo Hyun.

* aigooo!!!*

Sementara di rumah, Seo Jin kaget melihat kulkasnya isi macem macem kaya kulkas emak emak, haha.

Ia kembali mengecek CCTVnya, ia melihat bahwa Robin masak besar untuk Ha Na, they have dinner together and Ha Na seems very happy.




It must be hurt for Seo Jin, huhu..

Ia akhirnya mengajak Ha Na makan malam juga, haha, kaya anak kecil aja, ga mau kalah, hehe.



“ apa kau melakukan apa yang aku pikirkan? Karena Robin juga mengajakku makan malam?” kata Ha Na.

“tidak, aku hanya ingin kita makan bersama. (halah! Alesan, wkwk). Aku tidak bisa mengingat apa yang aku lakukan saat aku menjadi Robin, tapi kau ingat. Maka aku ingin mengingatnya bersamamu, bagaimana cara aku membuatmu tertawa, dan bagaimana aku menunjukkan cintaku padamu, “ eaaa!!

Dan saat itu juga, lampu rumah tiba tiba mati, (belum beli pulsa listrik, haha).

Of course it’s not like that,

“ kenapa listriknya mati?”

“ pasti akan nyala sebentar lagi,” kata Seo Jin, ganggu pengakuan gue aja nih lampu, haha.

Tapi tiba tiba seseorang datang di belakang Ha Na dan membekap mulut Ha Na, seo Jin bisa melihat siapa itu,



Sure, it’s Soo Hyun.

“ kau dan aku, masih ada hal yang harus kita bicarakan,”


****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar