Total Tayangan Laman

Minggu, 22 Maret 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 18


****
 “ Dalam waktu semalam, aku menjadi seorang penulis webtoon dan Robin menjadi direktur Wonderland. Tidak kusangka semua ini, lalu bagaimana reaksi Robin?”

“ ia tidak senang dengan hal ini,”

“ tapi aku yakin dia mengerti, terima kasih karena sudah membuat kita bertiga bisa hidup beriringan. Ayo kita rayakan ini dengan makan bersama.”

Di kantor, presdir Goo marah besar dengan sekretaris Kwon dan bodyguard mirip Jaejoong setelah membaca artikel yang tersebar luas di internet.



But rather than marah dan kecewa, presdir Goo lebih terlihat kuatir, which is sweet ^^

Dua direktur eksekutif Wonder Group datang ke kantor presdir untuk membicarakan hal ini. presdir Goo kuatir tentang apa yang akan mereka katakan mengenai artikel yang sudah tersebar luas.



Tapi bukannya ingin memecat direktur Goo, mereka malah ingin menjadikan bakat menggambar Seo Jin sebagai theme park Wonderland, wkwkwkwk..

“ kami sudah melihat hasil karya direktur Goo, sangat mengesankan. Direktur Goo ialah simbol Wonder group sekarang. Ia tidak hanya mahir memimpin perusahaan akan tetapi juga memiliki jiwa seni yang tinggi. Dia akan menjadi Walt Disney-nya Korea selatan” wkwkwkwkwkwk, kyeopta >.<

Mendengar pujian dan ekspektasi dari direktur ini, sekretaris Kwon merasa sangat senang dan lega, sementara presdir Goo sepertinya tidak semarah tadi setelah mendengar respon direksi yang sangat positif.

Ha Na dan Seo Jin sarapan bersama di rumah, sms dan telpon berkali kali masuk ke hape Seo Jin, mereka semua mengaku kenal dengan Seo Jin mulai dari teman SMP sampai teman SMA.



Seo Jin mulai ingat kepada mereka satu persatu bahkan setuju untuk bertemu dengan mereka dalam waktu dekat.

Ia menunjukkan salah satu temannya yang dulu sangat bodoh di sekolah, “ sekarang ia menjadi pemilik perusahaan game besar di Korea.” Tuh, nasib orang ga ada yang tau, makanya jangan pernah meremehkan orang dan jangan pernah nyerah :D



Telpon, sms, whatsapp (is it? Haha, drama ini disponsori LINE sih,) terus berdatangan. Seo Jin nampak senang membaca pesan demi pesan yang sampai ke nomornya.

“ terima kasih padamu, aku merasakan hal ini. siapa sangka aku punya banyak teman.” Sure Seo Jin, you have much money, people will look for you, wkwkwk..

****

Robin, Seo Jin, Ha Na dan sekretaris Kwon mengadakan rapat koordinasi mengingat perubahan yang akan dialami baik oleh Seo Jin maupun Robin.



“ kalian akan bertemu dengan banyak orang, oleh karena itu kalian harus banyak mengingat. Kalau bertemu dengan orang, kalian harus tau detail pribadi masing masing.” Kata Sekretaris Kwon.

Robin mengangkat tangannya untuk ijin bicara, “ ada acara yang ingin aku datangi, acara penghargaan untuk penulis Webtoon, aku diundang.”

Seo Jin tidak keberatan dengan hal itu, “ bagaimana tanda tanganmu? Aku akan bertemu dengan teman temanku dan sepertinya mereka ingin tanda tanganmu.”

“ baiklah aku bisa ajari kau, tapi bagaimana dengan skill gambarku? Apa kau mau belajar juga?”

Seo Jin menggeleng seolah berkata ‘ males banget,’ haha.

“ kalau begitu belajarlah menyetir, supaya kejadian seperti kemarin tidak terjadi lagi.” Seo Jin setuju akan saran Robin ini.

Ha Na meminta Seo Jin dan Robin menulis pertanyaan yang ingin ditanyakan satu sama lain, dari pertanyaan itu mereka akan dapat mengenal satu sama lain lebih baik.

Robin mereview jawaban dari Seo Jin bersama Ha Na, Seo Jin banyak merekomendasikan film kepada Robin, mostly film yang Seo Jin tonton ialah film yang bertemakan masa kanak kanak :’)



Besok paginya Seo Jin yang mereview jawaban dari Robin, banyak hal yang ingin Robin lakukan, termasuk triathlon, wkwkwkwk..



“ apa dia ingin aku mati dengan ikut triathlon? Aku benar benar tidak tau siapa dia. Selama ini kita hanya bertukar pesan satu sama lain, tapi aku tidak tau sama sekali tentang hidupnya.”

“ Robin juga bilang begitu, selama 15 tahun terakhir kalian berbagi tubuh yang sama, tapi kalian tidak pernah bertukar pikiran, kenangan, maupun mimpi yang sama.”

****

Ha Na dan Robin sudah siap untuk berangkat ke acara penghargaan, mereka berdua sangat nervous karena ini pertama kalinya mereka muncul di depan publik.



Saat keluar dari lift, banyak sekali fans yang sudah menunggu kedatangan Robin. Mereka berdua sempet engga mau keluar saking nervousnya, wkwkwk.

Akan tetapi pada akhirnya mereka berhasil jalan di atas red carpet dengan elegannya (iyalah ya, udah biasa, wkwkwk).



Di tempat lain, Woo Jung sedih karena yang ada di sisi Robin bukanlah dirinya, meski demikian ia tetap mengakui bahwa Ha Na memang pantas mendapatkan Robin.

Saat itulah Eun Chang datang menghibur hati Woo Jung, mereka naik motor berdua dan Eun Chang meminta Woo Jung meluapkan perasaannya. Malam itu adalah malam terakhir Woo Jung  sebagai penggemar rahasia Robin.



Robin memenangkan penghargaan sebagai webtoon author terbaik tahun ini, di acara tersebut Robin bertemu dengan kartunis lain selain dirinya yang menjalani pekerjaan lain selain menjadi penulis webtoon.

“ kalau aku ingin menjadi penyiar di radio, apa aku terlalu serakah?”

Ha Na mengatakan tidak selama Seo Jin setuju.

Besok paginya Seo Jin mendengarkan cerita dari Ha Na mengenai acara penghargaan kemarin dan menceritakan tentang keinginan Robin untuk jadi penyiar radio.



“ orang akan tau suaraku seperti apa mulai sekarang.” Balas Seo Jin, he’s actually happy about it. He smiled!!

Setelah mendapat restu dari Seo Jin, malamnya Robin pun airing di radio untuk pertama kalinya sebagai celebrity love consultant.



Besok paginya Seo Jin bangun dan teringat akan memori Robin saat siaran kemarin.

Sekretaris Kwon menceritakan apa yang Robin katakan di radio kemarin, dan Seo Jin bisa melanjutkan kalimat yang akan diucapkan sekretaris Kwon padahal ia tidak mendengarkan siaran itu.



Begitu juga dengan Robin, saat bangun ia tidak lagi ingat memori Seo Jin, yang ia ingat hanya memori saat ia siaran saja.

Mungkinkah Robin akan hilang? Hmm..

Robin berkonsultasi dengan dokter Kang mengenai apa yang terjadi, apapun bahasa yang coba disampaikan oleh dokter Kang, Robin tetap menangkapnya sebagai bahwa sebentar lagi dirinya akan menghilang selamanya.



Robin berdiam diri di apartemen, ia bahkan membiarkan Ha Na berada di luar mengetuk dan memencet bel apartemennya.

Ia hanya keluar sebentar dan mengatakan pada Ha Na bahwa ia perlu waktu sendiri untuk beberapa saat.



Besok paginya Seo Jin kembali mendatangi dokter Kang, sama seperti Robin, Seo Jin mengatakan kalau dia belum siap kehilangan Robin, begitu juga sebaliknya.


****

Seo Jin mendatangi Ha Na di kantornya, Ha Na menanyakan apakah Robin baik baik saja karena tiba tiba ingin sendiri.



Seo Jin tidak menceritakan apa yang terjadi kepada ha Na, ia lebih memilih menghibur Ha Na.

“ ia mengalami perubahan besar dalam hidupnya, sebaik apapun perubahan itu tapi tetap bisa membuat orang menjadi kuatir, lagipula seseorang bisa tiba tiba frustrasi tanpa alasan yang jelas.”

“ tapi ia tidak bisasanya begini,ia selalu ceria,”

“ kau seharusnya kuatir kalau ia terus ceria, tidak ada orang yang terus menerus bisa terlihat bahagia (betul!), berikan dia waktu sebentar lagi.”

Seo Jin is very kind :D

Malamnya Robin kembali tidak bisa dihubungi, Ha Na sampe mewek karena galau, hehe.



“ bagaimana aku bisa mengatakan selamat tinggal padamu Ha Na ssi, maafkan aku.”



Besok paginya Ha Na tertidur di sofa, Seo Jin membuat sarapan untuk Ha Na.



Saat bangun Ha Na menceritakan bahwa kemarin Robin juga tidak mau ditemui, “ nanti ia akan menemuimu, aku akan memaksanya bertemu denganmu. Sekarang makanlah, ini aku buatkan sup rumput laut, hari ini kau ulang tahun kan? Pikirkan usaha yang sudah aku curahkan untuk membuatnya lalu cobalah untuk memakannya.”

****

Alarm berbunyi menunjukkan pukul 8 malam, akan tetapi yang terbangun malah Seo Jin.



“ apa apaan ini? apa Robin sudah menghilang? Tidak bisa!”

Diluar Ha Na sudah menunggu untuk ke stasiun radio malam itu, Seo Jin berpura pura menirukan suara Robin.

“ ya Ha Na ssi, aku akan segera keluar.”

Beberapa saat kemudian sekretaris Kwon datang, Seo Jin mendengar kedatangannya dan mengirim sms agar sekretaris Kwon masuk ke kamarnya.

“ hyung, masuklah ke kamarku sebentar.” Kata Seo Jin pura pura jadi Robin.



“ hyung apa aku terlihat aneh?”

“ tentu!”

“ apanya, hyung?”

“ ini kan hari ultah Ha Na, kenapa kau membiarkan dia menunggu diluar?”

Seo Jin menghela nafas, “ hyung, dengarkan aku baik baik.”

“ aku bukan Robin.” Seo Jin kembali ke nada bicaranya,

“ apa? Direktur, Robin, ah tunggu dulu! Jadi kau direktur?”

“ Robin tidak bangun, “ Sekretaris kwon bingung dan langsung bicara formal, wkwk.., ini bos gue penyakitnya bikin bingung, wkwkwk.

Mereka pun menyiapkan sandiwara hari ini, sekretaris Kwon nampak sedih karena Robin hilang begitu saja.

“ belum tentu, kalau besok ia tidak kembali, maka mari kita menangis bersama.” Kata Seo Jin.

Mereka berdua akhirnya keluar, Ha Na lega setelah melihat Robin, ia meminta Robin untuk tidak mengulangi perbuatannya kemarin,



“ aku paling tidak suka pria yang tidak angkat telpon dan mendadak tidak bisa dihubungi.”

“ baiklah, maafkan aku Ha Na ssi.”

Sampai diluar Robin dan Ha Na masuk ke dalam mobil, Seo Jin galau karena dia kan engga bisa nyetir, wkwk.

Untung sekretaris Kwon datang disaat yang tepat,

“ bolehkah aku ikut?” kata Sekretaris Kwon. Duh, sekretaris ini kayanya engga punya personal life ya, haha.

“ tentu, kau harus ikut.” Jawab Seo Jin sambil mengisyaratkan Sekretaris Kwon untuk mengemudi.

Seo Jin melakukan tugasnya dengan baik di radio, di bagian akhir, ia membacakan sebuah prolog yang ditujukan kepada Ha Na yang tentu tidak diketahui sebelumnya oleh Ha Na.



“ ada sebuah tempat bernama Venice di italia, tempat ini diramalkan akan tenggelam suatu hari ini. aku seperti Venice, aku mungkin akan tenggelam suatu hari nanti. Aku tidak tau apakah seseorang akan meninggalkan aku atau apa besok aku akan menghilang. Tapi aku tidak mau lagi hidup dalam ketakutan seperti itu, aku ingin menjalankan hidupku hari demi hari, denganmu, Ha Na ssi.”

Ha Na sangat kaget juga tersentuh mendengar pengakuan itu, dalam beberapa detik staaf sirkus ha Na datang dari balik pintu dan membawakan balon balon serta kue ulang tahun.


Ha Na senang sekali akan surprise party yang diadakan untuknya, everybody seems so happy.

Salah satu staff Ha Na tidak sengaja menaruh salah satu bingkisan hingga menekan tombol di panel control yang mengakibatkan suara mendenging di headset penyiar, termasuk Seo Jin.

Seo Jin melepas headset dan merasakan pusing di kepalanya, dan beberapa saat kemudian bangunlah Robin.



Ia sempat bingung dengan apa yang terjadi, ia dimana? Mental breakdown, wkwk.

Robin menguasai diri dalam waktu singkat, bahkan Ha Na pun tidak menyadari perubahan Robin, atau mungkin Seo Jin yang pinter acting, wkwk.

Diluar, Woo Jung memberikan rekaman surprise tadi kepada Robin.

“ apa tadi aku melakukannya dengan baik?” tanya Robin, ia bukan butuh pujian, ia hanya ingin tau apa ada curiga bahwa tadi adalah Seo Jin.

“ apa aku harus menjelaskannya padamu? kau melakukannya semuanya dengan sempurna.”



Robin tertegun, itu berarti Seo Jin memainkan perannya dengan sangat baik.

Sampai di rumah, Robin menonton video surprise tadi.. ia melihat ekpresi Seo Jin saat melihat Ha Na diberikan surprise,

Ia melihat senyum tulus di wajah Seo Jin, senyuman bahagia di wajah Seo Jin.

“ Ha Na bahkan tidak tau bahwa itu bukan aku. Yang tersenyum itu aku, Seo Jin adalah.. aku..


****


Tidak ada komentar:

Posting Komentar