Total Tayangan Laman

Jumat, 20 Maret 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 17


****
Presdir Goo memperlihatkan artikel yang tersebar di internet yang memberitakan tentang Robin dan webtoonnya.

 “ lihatlah, ia berusaha untuk mengukuhkan keberadaannya sendiri.”

“ jadi itu kenapa ayah menyuruh Ha Na pergi? Ayah hanya mau menyembuyikan penyakitku kan?”

“ ayah ingin melindungimu! Kalau Robin mengatakan identitasnya maka semua yang sudah kau usahakan, dan semua yang ayah sudah siapkan untukmu akan berantakan semuanya.”

“ itu yang ayah punya dan yang ayah mau. Aku tidak ingin hidup di dunia yang ayah mau, aku ingin menjalani hidupku sendiri dan mencapai apa yang hendak aku capai. Oleh karena itu aku akan melindungi apa yang menjadi milikku.”

Direktur Ryu menelpon semua wartawan agar menuju apartemen Robin, akhirnya dalam waktu singkat depan pintu apartemen Robin dipenuhi wartawan.. rese ya.. huhu.



Ha Na ada di dalam bersama Jin Joo, ia bingung kenapa wartawan pada mengerubungi apartemen Robin.



Ia akhirnya kehabisan bala bantuan dan menelpon sekretaris Kwon dan meminta bantuan, Seo Jin mendengar itu dan memutuskan pergi ke apartemen itu bersama sekretaris Kwon, ia berencana mengungkap kebenaran mumpung ada wartawan.



What? Not that fast!!!

Seo Jin segera menuju ke kamar Robin, ia melihat banyak wartawan yang menunggu.

“ sedang apa kalian di apartemen orang?”



“ kami datang untuk menginterview Robin, apa kau ada hubungan dengannya?”

Seo Jin mulai ancang ancang akan menceritakan semuanya, sementara Ha Na kelimpungan di dalam, jangan sampe Seo Jin bilang semuanya sekarang.

Beberapa saat kemudian Ha Na memutuskan keluar dan menarik Seo Jin dari kerumunan wartwan dan membawanya ke rooftop.



“ apa yang ingin kau lakukan? bagaimana kalau mereka tau?” kata Ha Na.

“ memang kenapa kalau mereka tau?” jawab Seo Jin.

“ kau sudah bersusah payah bertahan selama ini, apa kau akan menyerah begitu saja? Kenapa kau membuatku kuatir begini?!”

“ jangan kuatir padaku kalau kau tidak akan mencintaiku!”

Eaaaaa… seo Jin mulai lelah berharap, wkwkwkwkwk.

Ha Na terdiam mendengar Seo Jin berkata demikian,

“ kau bilang aku bingung kan? Kau lah yang sebenarnya bingung. Kau suka padaku. Aku tau kau mencintai Robin, tapi bukan berarti kau tidak mencintaiku juga. Kau wanita yang setia,makanya kau merasa bahwa tidak boleh mencintai dua pria pada saat yang sama. pikirkanlah hal itu.”

Beberapa saat kemudian Sekretaris Kwon dan bodyguard yang mirip Jaejoong naik juga ke rooftop.



Seo Jin bersikeras bahwa ia mengungkap segalanya, tapi Sekretaris Kwon malah membentak Seo Jin dan mengatakan bahwa bila Seo Jin mengungkap tentang penyakitnya pada publik maka presdir akan memecat mereka semua.

“ aku tidak bisa diam lagi! Kalau direktur mau menyatakan semuanya maka katakanlah setelah aku menemukan pekerjaan baru, aku juga harus memberi makan anak anakku, direktur!”

Poor Kwon pison-nim  :’)

Seo Jin kaget karena Sekretaris Kwon memarahinya, ia pun akhirnya nurut untuk kembali ke mobil dan menunda konferensi persnya, hehe.

****

Sampai di rumah masing masing, Ha Na mengirim sms kepada Seo Jin dan mengatakan bahwa ia tidak menyukai Seo Jin seperti yang ia rasakan kepada Robin. Seo Jin masih belum mau kalah, ia bilang bahwa Ha Na menyimpulkan terlalu cepat.



Dan karena kemarin Seo Jin pergi dari apartemen dengan Ha Na, maka wartawan memberikan spekulasi bahwa Ha Na adalah Robin, dan mengatakan bahwa Seo Jin pacaran dengan Robin

Wkwkwkwkwk, what an article.

Tentu yang paling emosi dengan artikel itu adalah direktur Ryu, karena rencana untuk mengungkap siapa Robin harus ditata ulang dari awal, hahahahaha.



Ha Na menunggu Robin di café Woojung, disana ia mendengarkan curhat Woojung yang mulai kuatir dengan keadaan eun chang (gebetan barunya).



“ aku tidak menyukainya kan unnie?” tanya Woo Jung. Wa, Ha Na juga lagi merasakan hal yang sama, dan ia menganggap itu bukan perasaan suka tapi murni perasaan kuatir, tapi mendengar cerita Woojung ia jadi goyah, haha.

Setelah Robin datang, mereka berdua pergi ke mall untuk kencan. They did like other couple did.

Mereka beli eskrim bareng, hingga beli barang barang couple bareng,



I’m not happy, somehow, hehe.

Besok paginya Seo Jin mengunjungi Soo Hyun.

“ dulu ayahku melarang kita nonton bioskop. Aku marah sekali sampai sejak saat itu aku tidak pernah nonton apapun termasuk TV show.”




Soo Hyun tersenyum, “ mulailah melakukannya dari sekarang. Apa yang tidak bisa kau tonton, kau dengarkan, dan kau lakukan, mulailah melakukannya.”

“ lalu kau?”

“ pergilah melakukannya, lalu ceritakanlah semuanya kepadaku disini (aww, ijin terselubung kalo Seo Jin boleh dateng lagi). Dulu saat kau pulang dari luar negeri, kau selalu menceritakan semua hal yang kau alami dan tempat yang kau datangi. Saking pintarnya kau menceritakannya, saat aku pergi ke negara negara tersebut, aku merasa sangat familiar karena kau sudah lebih dulu menceritakannya. “

This is very heart warming, seeing them reconciled :D

Tapi aku kok ngerasa ga enak ya, apa masih bisa Seo Jin menceritakan pada Soo Hyun? Would he end up telling all his stories in Soo Hyun’s cemetery? Duhh, amit amit.. :’)

****

Seo Jin banyak menunjukkan perubahan, ia makan siang bersama dengan staff sirkus, naik mainan di taman hiburan miliknya (how nice!) bahkan menonton film saat sampai di rumah.



Duh, aku engga nonton drama korea dua bulan aja ngerasa ga gaul,gimana dia udah 15 tahun, wkwkwkwk.

Seo Jin nonton, minum, dan membaca sampai ia tertidur di sofa. Robin bangun dan diceritakan mengenai rencana Seo Jin untuk mengungkap identitasnya oleh Sekretaris Kwon.



Robin menjemput Ha Na, di belakang mereka ada reporter yang membuntuti Robin atas suruhan direktur Ryu agar bisa membuktikan siapa Robin sebenarnya.

Saat di lampu merah, ada sebuah mobil menabrak dengan sengaja dan keras mobil milik Robin dan Ha Na.



Ia yang malah marah marah bilang bahwa Robin harusnya tidak ngerem mendadak, ( wah, kalo sama gue, udah habis gue begal orang kaya gini. Siapa yang salah siapa yang nyolot, huhu.)

Ternyata nyolotnya orang itu bukan tanpa alasan, ia adalah orang suruhan wartawan.

“ mana, aku lihat ID cardmu. Apa kau punya SIM untuk bawa mobil?”

Hingga polisi datang, Robin tidak bisa menunjukkan SIMnya, ia berkilah bahwa ia tidak membawanya.



Mereka bertiga pun akhirnya end up di kantor polisi setempat, seandainya kalo ga bawa SIM semudah tinggal bayar kaya disini ya, Robin udah aman, haha.



Ha Na menelpon sekretaris Kwon untuk minta tolong menyelesaikan masalah ini.

Polisi menemukan bahwa mobil yang dikendarai oleh Robin ialah mobil yang terdaftar di perusahaan Wonder Group.

Polisi pun makin heran mengenai siapa pria yang ada di depannya, apa hubungannya dia dengan perusahaan sebesar wonder group?

Pada saat itu juga wartawan datang masuk ke kantor polisi dan mengerubungi Robin, mereka menanyakan apa hubungannya dengan Seo Jin,



Dalam waktu sesaat semuanya kacau, Ha Na bingung harus berbuat apa untuk menyelamatkan tidak hanya Robin tapi juga Seo Jin.

“ benar, dia adalah Robin, penulis webtoon yang terkenal itu. banyak sekali yang sudah dia terbitkan, karyanya sangat bagus dan dikenal.”



Robin terlihat senang karena Ha Na mengungkapkan identitas dirinya.




“ tapi,,” Ha Na melanjutkan penjelasannya.

“ itu hanya nama samarannya. Ia menggunakan nama Robin untuk menerbitkan karyanya. Orang ini adalah juga mantan direktur eksekutif dari Wonder Group, Goo Seo Jin.”

Bhakakakakakaka, what an idea! Dia berhasil menyelamatkan keduanya.

“ direktur Goo mengalami trauma masa kecil, dan trauma itu yang membuat dia berkarya lewat webtoon. Pelarian yang sangat produktif bukan.” Lanjut Ha Na. dalam waktu singkat, Robin berubah raut wajahnya menjadi shock, wkwkwk.

Direktur Ryu pengin mati kayanya setelah mendengar cerita yang dikarang oleh Ha Na, sementara para reporter segera menulis hal ini sebagai headline untuk esok pagi.

Besok paginya Seo Jin bangun dan bertemu dengan sekretaris Kwon dan Ha Na di ruang tamunya.



“ kali ini aku yang  membuat masalah, bukan Robin.”

Seo Jin melihat artikel yang tersebar di seluruh internet, ia sendiri kaget membaca apa yang ditulis di artikel itu.



“ kau, apa yang sudah kau lakukan?”

Ha Na tidak bisa berkata apa apa dan hanya tersenyum seperti anak kecil yang habis mecahin vas bunga, haha.


 ****


Tidak ada komentar:

Posting Komentar