Total Tayangan Laman

Sabtu, 24 Juni 2017

RULER : MASTER OF THE MASK EP 25 - 28

Sumpaaahhhh males banget bikin review minggu ini.. Jalan ceritanya menyakiti hatiku.. Hiks hiks..



Ga Eun dirawat oleh guru Woo bo di istana. Woo Bo mengatakan pada Lee Sun bahwa Ga Eun baik baik saja dan akan pulih selama beberapa hari.



Woo Bo mengijinkan putra mahkota melihat Ga Eun, saat putra mahkota di samping Ga Eun, Ga Eun pun sadarkan diri.

“ saat aku dalam bahaya, kau selalu ada di sampingku. Entah kau sebagai Chunsoo, sebagai kepala pedagang, terkadang aku bertanya Tanya siapa kau sebenarnya. Tapi untukku, kau hanyalah tuan Chunsoo..”

Putra mahkota merasa tidak nyaman dengan perkataan Ga Eun itu karena ia masih belum bisa mengakui jati dirinya ke Ga Eun. Ia pun hanya bisa memeluk Ga Eun dengan erat.



Woo Bo, Moo Ah, dan putra mahkota berkumpul untuk mendiskusikan siapa kira kira dalang dari teh beracun ini. Woo Bo merasa bahwa ini bukan ulah Pyunsoo karena mereka tidak medapat keuntungan apapun dari insiden ini, mereka malah dirugikan karena kehilangan dua kandidat mereka.



Di tempat Dae Mok, mereka juga bingung siapa kira kira dalangnya. Hwa Gun dengan yakin mengatakan bahwa ini semua adalah ulah ibu suri. Ibu suri sengaja melakukan ini semua agar ia punya kuasa penuh untuk melakukan pemilihan ratu. Di tempat lain, putra mahkota juga memikirkan hal yang sama.

Hwa Gun sama putra mahkota ini cerdasnya sama, hehe..

****

Proses seleksi tahap kedua dilakukan, di tengah proses seleksi, tiba tiba Hwa Gun datang untuk menjadi juri. Ia ingin memastikan bahwa proses seleksi berjalan dengan fair. Ibu suri dan raja sama sama tidak berani melarang Hwa Gun menjadi juri.

Ga Eun kaget melihat Hwa Gun yang tiba tiba masuk ke ruangan, ia makin kaget saat Hwa Gun memperkenalkan dirinya sebagai ketua Pyunsoo.



Hwa Gun sengaja memberikan pertanyaan yang menyakiti hati Ga Eun, yakni pertanyaan mengenai ayahnya.

Hwa Gun bertanya kepada semua kandidat, apa hukuman yang diberikan kepada orang yang mencatut nama raja?

Ga Eun hanya bisa mengepalkan tangannya menahan marah. Biasa lah, kesempatannya Hwa Gun meluapkan kecemburuan.. wkwk..



Selesai menjadi juri, Hwa Gun tidak sengaja bertemu dengan putra mahkota. Ia mengajak putra mahkota pergi untuk bicara privat.

Putra mahkota ogah ogahan tapi akhirnya ngikut juga. Hwa Gun menjelaskan bahwa insiden keracunan kemarin bukanlah perbuatan Pyunsoo.

Putra mahkota mengatakan bahwa ia juga tau itu dan ia berterima kasih pada Hwa Gun atas bantuannya selama ini.

“ aku sungguh berterima kasih kepadamu. Tetapi aku berharap kita tidak bertemu lagi seperti ini. Aku dan Pyunsoo akan selalu menjadi musuh bebuyutan, aku tidak bisa bertemu terus denganmu yang adalah ketua Pyunsoo. Jaga dirimu, selamat tinggal.”



Saat putra mahkota mau pergi, air mata menggenang di mata Hwa Gun, ia pun memanggil putra mahkota

“ Putra Mahkota!”

Putra mahkota tertegun, ternyata Hwa Gun sudah tau bahwa ia adalah putra mahkota selama ini.

“ sejak kapan kau tau identitasku sesunguhnya?”

“ aku tau sejak lima tahun lalu kita bertemu di greenhouse. Akulah yang menyelamatkanmu dari tebing dan memberikanmu obat agar kakekku percaya bahwa kau sudah mati. Tidakkah kau mau tau kenapa aku melakukannya?”

“ karena aku menyukaimu. Karena aku mencintaimu. Aku menjadi ketua Pyunsoo untuk membuat kakekku berjanji bahwa ia tidak akan menyentuhmu lagi. Dan sekarang kau mengatakan bahwa kita tidak bisa bertemu lagi karena aku adalah ketua Pyunsoo? Tidak taukah kau seberapa banyak hal yang sudah kulakukan hanya untukmu? Apa aku pernah meminta banyak darimu? Aku hanya ingin berada di dekatmu. Apalagi yang harus aku lakukan agar kau mau melihatku?”

Oh my god, ini kaya pengakuan tersedih yang pernah gue liat. Akhir akhir ini, Hwa Gun is not bitchy at all. Dia semakin dewasa dalam cara dia mencintai putra mahkota.

Setelah mengatakan hal itu, Hwa Gun tidak menunggu respon putra mahkota. Ia langsung pergi bersama Gon.

Sementara putra mahkota tidak menyangka bahwa Pyunsoo yang sangat ia benci malah menyelamatkan nyawanya.

Chungwoo pun mengatakan pada putra mahkota, bahwa jika Dae Mok sudah berjanji tidak akan melukai putra mahkota, maka yang kemarin mencoba membunuh putra mahkota bukanlah Dae Mok. Putra mahkota pun langsung yakin bahwa itu semua adalah rencana ibu suri.



****
hasil seleksi tahap dua akan di umumkan, saat akan di umumkan, menteri dalam negeri yang merupakan orang Dae Mok menangkap Ga Eun dan menuduhnya bahwa ia adalah pelaku dari insiden keracunan kemarin.

Ga Eun pun langsung dibawa ke tempat interogasi untuk dipaksa mengaku.



Lee sun dan putra mahkota sama sama mencari cara terbaik untuk melepaskan Ga Eun.

Putra mahkota memberi ide kepada Lee Sun untuk bernegosiasi dengan ibu suri.

Sayang, Lee Sun tidak melakukan sesuai dengan saran putra mahkota. Ia malah membuat kesepakatan yang lain dengan ibu suri.



Putra mahkota meminta Lee Sun untuk melepaskan Ga Eun dan membuatnya keluar dari istana. Tapi rupanya Lee Sun salah paham dan malah menganggap putra mahkota mau merebut Ga Eun dari sisinya.

Maka dari itu, Lee Sun membuat kesepakatan dengan ibu suri untuk membuat Ga Eun tetap berada di istana, jadi putra mahkota tidak akan bisa memiliki Ga Eun.

Setelah bebas, GA Eun dibawa ke istana untuk mendengar hasil seleksi ketiga.



Putra mahkota tau duluan hasilnya, bahwa Ga Eun lolos dan terpilih menjadi selir, sementara ratunya adalah ponakan dari ibu suri.

Salah Fokus sama mulusnya tangan abang L.. huhu..


Putra mahkota mencak mencak di depan gerbang karena ga mau Ga Eun menjadi selir.



Ia bicara empat mata dengan Lee Sun, “ apa yang kau lakukan? Ga Eun akan menjadi ratuku. Kau pikir aku akan membiarkan dia menjadi selir rendahan?”


****
Hyun Seok membawakan titipan yang katanya dari putra mahkota.

Menurut surat yang dibaca oleh Lee Sun, pil itu ialah penawar dari kecanduannya akan ganja. Hyun Seok memberi saran kepada Lee Sun untuk tidak mudah percaya dan menyuruh salah satu dayang untuk mencobanya lebih dulu.



Dayang itu pun mencoba dan ia mengatakan bahwa pil ini aman dikonsumsi.

Saat Lee Sun hendak meminumnya, dayang itu pun terbatuk dan darah keluar dari mulutnya. Beberapa detik kemudian, dayang itu pun mati.



Lee Sun marah besar sekaligus sedih karena merasa dikhianati.

“ bisa bisanya ia, yang mengaku temanku, hendak membunuhku dengan cara seperti ini?”

Lee Sun menyangka bahwa putra mahkota ingin membunuhnya dan mengambil kembali tahtanya. Lee Sun pun memberitau Hyun Seok bahwa ketua pedagang itu merupakan putra mahkota yang asli.

Ia pun lalu pergi ke tempat Dae Mok dan mengatakan hal yang sama.



Duh mulai limis deh ini laki laki.

Dae Mok marah besar, terutama pada Hwa Gun yang jelas jelas mengkhianati kakeknya sendiri. Meski sudah tertangkap basah, Hwa Gun tidak gentar. Ia tetap meminta kakeknya menepati janjinya dan mengancam bahwa ia akan bunuh diri jika kakeknya membunuh putra mahkota.



Dae Mok keliatan sangat sedih karena cucunya begitu mencintai musuhnya. Kasian ngeliatnya si kakek ini, mukanya nelangsa.. makan ati cyiin.. wkwk..

****

Ga Eun diajak Mae Chang untuk keluar istana menemui Chunsoo. Awalnya Ga Eun semangat, tapi mereka berdua ketauan oleh penjaga dan malah dibawa ke hadapan raja.



Ga Eun dibawa ke green house oleh Lee Sun.

Disana, Lee Sun melepas topengnya dan mengakui identitasnya kepada Ga Eun.

Ga Eun menatap wajah Lee Sun seolah tidak percaya bahwa Lee Sun masih hidup.



“ aku menunggumu begitu lama. Apa yang kau lakukan disini, Sun-ah?”

Lee Sun pun memulai dramatisasi kehidupan, ergh.. kesel banget..

“ lima tahun lalu, raja melarikan diri dan membuat aku memakai topeng ini dan menjadi boneka Dae Mok.”



Apaan sih, waktu itu kan elu yang mau.. idih..

Ga Eun pun tidak menyangka bahwa raja yang asli jahat sekali.

“ tidak cukupkah ia membunuh ayahku? Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?”

“ yang mulia memintaku merahasiakannya darimu, nona..”

“ merahasiakan dariku?” ga Eun curiga bahwa putra mahkota yang asli adalah seseorang yang ia kenal.

“ ya, ia adalah seseorang yang kau kenal. Ketua pedagang, yang kau kenal sebagai Chunsoo, ia adalah putra mahkota yang asli. Ialah yang membunuh ayahmu..”

Apaan sih tahap kedua, padahal kan waktu itu Lee Sun liat dengan mata dengkulnya sendiri kalo bukan putra mahkota yang menggal bapaknya Ga Eun.  

Oke he tell the truth, tapi dia memanipulasi faktanya demi kepentingannya sendiri. Kalo ngasi info itu yang jelas dong, jangan di tambahin ato dikurangin. Kan berabe..

Ga Eun menemui putra mahkota. Ia memandang putra mahkota dengan tatapan dingin dan membawa putra mahkota ke greenhouse.

Ga Eun menunjukkan surat perintah yang lima tahun lalu ditulis oleh putra mahkota sebagai surat perintah untuk ayahnya.

“ itu merupakan satu satunya bukti yang aku punya demi bisa memulihkan nama baik ayahku.”

Putra mahkota sudah mulai speechless.

“ tuan, ijinkan aku menanyakan sesuatu padamu. Apa greenhouse ini adalah milikmu? Apa kau adalah putra mahkota yang sesungguhnya?”

Putra mahkota tidak bisa berkata apa apa dan hanya menghela nafas panjang berkali kali.

“ tolong katakanlah bahwa kau bukan putra mahkota yang asli.”

Putra mahkota pun mengatakan yang sesungguhnya.

“ Ga Eun-ah, memang akulah putra mahkota yang asli.”

Kaki Ga Eun langsung lemas, putra mahkota berusaha membantu tapi malah dibentak oleh Ga Eun. Ya iyalah bos, gile aja lu..



“ jika kau adalah putra mahkota, lalu kenapa kau menipuku? Apa membunuh ayahku tidak cukup? Apa kau mau mengejekku juga?!”

Ya oloh, suudzon banget sih.. huhu.. tapi bisa dimengerti sih..

“ aku tidak bisa mengungkapkan yang sesungguhnya karena aku takut kehilanganmu. Aku mohon, maafkan aku Ga Eun..”

“ beraninya kau meminta maafku!!!” bentak Ga Eun.

Galak banget bok, cucok..

Ga Eun ingin menusukkan pisaunya ke leher putra mahkota, dua kali ia mencobanya dan putra mahkota bahkan tidak melakukan perlawanan apapun. Tapi Ga Eun tidak bisa melakukannya.



“ayahku meminta untuk tidak menyalahkanmu, ia bilang bahwa kematiannya bukanlah salahmu. pergilah dari hadapanku. Jangan muncul di hadapanku sampai kapanpun juga.”
Ga Eun dan putra mahkota menangis di tempat yang berbeda. Menangisi nasib kisah cinta mereka yang tragis.



Lee sun mengambil kesempatan ini untuk mengambil hati Ga Eun, ia datang ke greenhouse dan mendekap Ga Eun dalam pelukannya..



Iuh..

Chungwoo bicara dengan Woo Bo bahwa Ga Eun sudah tau identitas putra mahkota. Chungwoo ingin bicara langsung dengan Ga Eun bahwa ia lah yang sebenarnya membunuh ayah Ga Eun. Tetapi Woo Bo sepertinya agak tidak setuju dengan ide ini.


****

“ apakah Lee Sun dan putra mahkota sungguh mencintai Ga Eun itu?” Dae Mok bertanya pada seseorang.

Kamera menyorot pada sosok itu, dan sosok itu ternyata adalah Hyun Seok.. ajudan kepercayaan Lee Sun.



Sialan.. maling kedua nih.. parah..

Berarti kiriman obat yang katanya dari putra mahkota itu ternyata dari Hyun Seok. Dan ternyata lagi, yang dikirim kemarin adalah beneran penawar untuk orang yang kecanduan, dan akan menjadi racun bagi yang tidak kecanduan.

Dayang yang nyoba kemarin,  dan meninggal,  kan engga kecanduan kaya Lee Sun, makanya saat minum pil itu dia langsung mati. Kayanya Hyun Seok sengaja menghasut Lee Sun untuk membuat orang lain mencoba obat itu supaya Lee Sun merasa bahwa ia dikhianati oleh putra mahkota. Padahal kalo kemarin dia langsung minum, uda sembuh deh dia sekarang..

Lee Sun mendapat surat dari Dae Mok bahwa bila Lee Sun membunuh putra mahkota maka Dae Mok akan membuatnya menjadi raja sungguhan.



Lee Sun pun meminta Hyun Seok untuk memanggil putra mahkota dan mengatakan bahwa ada hal yang ingin ia bicarakan berdua saja.

Malamnya, putra mahkota datang ke ruangan raja.

Intinya, Lee Sun meremehkan putra mahkota yang tidak bisa mengungkapkan identitasnya dengan mulutnya sendiri. Lalu Lee Sun juga mengatakan bahwa ia tidak mau lagi percaya pada putra mahkota karena menurut dia ga ada untungnya.



Lee Sun pun memberitahu bahwa pertemuan ini adalah jebakan untuknya.

“ jika kau berhasil kabur mala mini, jangan pernah kembali ke istana ini karena istana ini bukan lagi milikmu. Bila kau kembali lagi, aku sendiri yang akan membunuhmu..”

Halah, main pedang aja ga bisa lo, gaya gaya mau bunuh orang..

Sesaat kemudian, istana dikepung oleh pasukan Dae Mok yang ingin membunuh putra mahkota. Beruntung kasim utama istana akhirnya tergerak untuk membantu putra mahkota dan Chungwoo untuk sembunyi dari pasukan Dae Mok.



Putra mahkota dan Chungwoo pun bisa bebas keluar istana.

Putra mahkota lalu berlatih pedang di tengah hutan belantara, ia mengayunkan pedangnya sambil mengingat bagaimana Ga Eun menghempaskan tangannya saat tau bahwa ia adalah putra mahkota yang asli. Ia juga teringat bagaimana Lee Sun mengatakan bahwa ia tidak akan mengembalikan tahta kepada dirinya.

Nothing goes right for him now,, kasian..

Ga Eun diculik oleh Dae Mok dan dibawa ke kediaman Dae Mok. Ia dipanggil oleh Dae Mok entah dengan maksud apa. Tidak ada raut takut sama sekali di wajah Ga Eun saat berhadapan dengan Dae Mok.



Di sela itu, putra mahkota diberitahu bahwa Ga Eun diculik oleh Dae Mok. Putra mahkota langsung emosi dan mengatakan bahwa ia akan pergi ke rumah Dae Mok.



“ aku pun ingin segera menyelamatkan Ga Eun, yang mulia. Tapi, kau harus hidup dan harus menjadi raja suatu hari nanti.” Kata Mae Chang.

Woo Bo membenarkan hal ini, “ Ga Eun adalah murid kesayanganku. Tetapi, aku tidak bisa menukarkan nyawamu dengan nyawanya. Kau, kau bertanggungjawan atas setiap nyawa yang ada di kerajaan ini. “



Putra mahkota Nampak lebih reda emosinya dan berusaha mencerna saran saran brilian di sekitarnya. Akhirnya ia pun memutuskan pergi ke rumah Dae Mok sendirian. Disana sudah ada Ga Eun yang duduk berhadapan dengan Dae Mok, Ga Eun kaget melihat kedatangan putra mahkota.



****
Komen :
I would say lee sun selangkah lebih maju daripada putra mahkota, dia berani ngaku duluan sama ga eun meski dia memanipulasi fakta yang bikin aku geregetan. Play victim banget padahal ada busuknya juga…

Penasaran sama apa yang akan dilakukan putra mahkota untuk membuat Dae Mok melepaskan Ga Eun tapi tidak perlu membahayakan nyawanya putra mahkota.


Seru nih seru.. tinggal 3 minggu lagi tamat T.T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar