Total Tayangan Laman

Sabtu, 17 Juni 2017

RULER : MASTER OF THE MASK EP 21 - 24


****

*Flashback*

Putra mahkota dan mendiang raja berada di ruang rapat raja. Raja mengatakan bahwa duduk di tahta akan membuat Putra mahkota merasa kesepian. Akan ada masa di mana rakyat tidak mau mendengarkanmu.

Putra mahkota yang lugu menanyakan kepada ayahnya apa yang harus ia lakukan jika masa itu datang?



Raja pun menjawab bahwa jika masa itu datang, maka putra mahkota harus mendengarkan kata hatinya sendiri dan jangan membiarkan seorangpun mengambil keputusan bagi raja.

*end of flashback *

Putra mahkota menatap kedua hambanya, Woo Bo dan Jenderal Jeo Heon, yang sedang berlutut di hadapannya.

“ aku akan menyerang Pyunsoo sekarang juga. Aku akan membalaskan dendam atas kematian keluargaku, ayah Chung Woo, dan ayah Gae un.”



Jenderal Jeo Heon senang mendengarnya, sementara Woo Bo bersedih hati mendengarnya.

“ aku sangat ingin melakukannya, tapi aku tidak bisa. “

Guru Woo Bo menatap kembali putra mahkota dengan penuh harap.

“ aku bisa saja menyerang Pyunsoo sekarang dan merebut singgasanaku kembali. Tetapi aku tidak bisa memastikan apakah Pyunsoo sudah hancur seluruhnya. Aku tidak ingin mengorbankan nyawa rakyatku demi mendapatkan kembali singgasanaku.”

Jenderal Jeo Heon kecewa berat.

“ lagipula, bila pasukanmu meninggalkan perbatasan, suku Jurchen ( semacem Negara tetangga yang suka berulah ) tidak akan tinggal diam dan akan menyerang wilayah perbatasan kita. Menjadi raja yang meresahkan dan membuat Negara kita diserang oleh musuh, aku tidak ingin menjadi raja yang seperti itu. Di bawah kepemimpinanku, aku akan menjadi raja yang peduli dan melindungi rakyatku.”

“ jenderal, bila kau betul menganggap aku rajamu, maka kembalilah ke perbatasan. Kau tidak perlu melindungiku, tetapi lindungilah rakyatku..”

Oh my God, bijak bingits coiii…

Jenderal Jae Heon akkhirnya mengikuti perintah putra mahkota, sementara guru Woo Bo menangis haru melihat muridnya sudah menjadi sangat bijak sekarang..

****

Besoknya, Jenderal Jae Heon menghadap ibu suri dan menyatakan bahwa ia tidak akan mengerahkan pasukannya melawan Dae Mok.



Ibu suri Nampak marah dan kecewa.

“ aku melakukannya atas perintah putra mahkota.”

Ibu suri syok mendengar bahwa putra mahkota masih hidup.

Ibu suri menangis haru dan menanyakan kondisi putra mahkota di luar sana.

“ jangan kuatir yang mulia. Sesungguhnya yang mulia pernah bertatap muka dengan putra mahkota.”

Ibu suri pun kaget.

“ kepala pedagang itu ialah putra mahkota yang sesungguhnya..” kata Jenderal. Duh si bapak ini limis banget deh beneran. Mulutnya ember kaya emak emak..

Malam harinya, Chunsoo di undang oleh ibu suri ke istana. Ga Eun ditugasi untuk membawa kudapan untuk tamu ibu suri tanpa tau bahwa tamu itu adalah Chunsoo.



Saat Chunsoo melihat kedatangan Ga Eun, ia meminta Ga Eun untuk menemaninya sampai tehnya habis.

“ tuan masih saja suka melecehkan dayang istana seperti ini. Lain kali saya akan meminta orang lain melakukan hal ini.”

“ aku.. tidak bisa menyelesaikan tegukan terakhir tehnya..”

Ga Eun tidak menggubris Chunsoo dan membawa kudapan itu keluar. Sampai di luar Ga Eun menangis karena sudah mengacuhkan Chunsoo.



Tiba tiba Ga Eun melihat ke dalam wadah teh Chunsoo, ia mencium aroma teh itu dan menyadari bahwa teh itu beracun.



Ga Eun segera kembali ke ruangan Chunsoo tapi Chunsoo sudah di bawa oleh segerombol orang yang ternyata adalah orang orang ibu suri.

Ternyata DIA MALINGNYA! Gue tertipu sama mulut manisnya. Di awal drama dia seneng karena akhirnya lahir pangeran meski bukan dari rahimnya. Ibu suri bahkan memberikan gelar kehormatan pada ibu kandung putra mahkota.

Ternyata semua itu hanyalah tipu muslihat saudara saudara.. * kezel *

Ga Eun berhasil mengikuti Chunsoo yang dibawa ke tebing dalam keadaan tangan dan kaki terikat dan diberi pemberat batu di kakinya.



Orang suruhan itu pun menenggelamkan putra mahkota ke dasar danau.

Mending bu menteri Susi lah ya, menenggelamkan kapal pencuri ikan..

Hehehehe..



Setelah orang orang itu pergi, Ga Eun terjun ke danau dan menyelamatkan putra mahkota. Ia berhasil melepaskan ikatan ditangan dan kaki putra mahkota dan berusaha membawanya naik.



Meski Ga Eun tidak terlalu pandai berenang, tapi yang ada di pikirannya hanyalah menyelamatkan putra mahkota. That is sweet :D

Putra mahkota dan Ga Eun sama sama pingsan di pinggir danau.



Putra mahkota lebih dulu tersadar dan mendapati Ga Eun di sebelahnya dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“ Ga Eun – ah, bangunlah… “

Ga Eun pun akhirnya terbangun dan lega karena Chunsoo selamat.

“ kenapa kau melakukan hal yang berbahaya seperti itu?” kata putra mahkota.

“ karena aku takut. Aku takut akan kehilangan seseorang yang lebih berharga dari nyawaku..”

*oh come on.. gombal abis deh.. wkwk *



Putra mahkota terharu sekali mendengar pernyataan Ga Eun. Ia pun mencium Ga Eun dengan penuh kasih sayang.

By the way scene ini bikin penonton heboh banget, aku nonton videonya di You tube dan commentnya pada bilang , “ akhirnya adegan ini kejadian juga..” wkwkwk.. pada ngarep semua ternyata.



Putra mahkota mengantar Ga Eun kembali ke istana. Di jalan, Ga Eun meminta maaf karena sudah mengacuhkan putra mahkota.

“ tidak apa. Aku memahamimu.. “

****

Sampai di istana, Ga Eun dan putra mahkota kedapatan sedang berduaan. Mereka berdua pun dibawa ke hadapan raja.

Lucu deh, Ga Eun kaya anak gadis ketauan pacaran sama bapaknya.. wkwk..



Ga Eun dan putra mahkota sama sama menyalahkan diri sendiri di hadapan raja.

Ga Eun bilang bahwa ia ceroboh dan terjatuh ke sungai, sementara Putra mahkota mengatakan bahwa ialah yang kelewat batas mendekati dayang istana.



Lee Sun marah melihat aksi bela belaan mereka berdua. Lee Sun pun menutupi kejadian ini dengan mengatakan bahwa ia mengutus Chunsoo untuk mencari Ga Eun.

Lee Sun mengenakan jubah kerajaannya pada Ga Eun karena ia melihat Ga Eun yang basah kuyup dan kuatir Ga Eun akan sakit.



Ia meminta kasim utama membawa Ga Eun dan memastikan bahwa Ga Eun baik baik saja.

Sementara itu, Lee Sun, di depan pasukannya,  menegur Putra mahkota yang sembarangan berduaan dengan dayang istana.

Putra mahkota meminta maaf akan kecerobohannya.

Tidak cukup dengan hal itu, Lee Sun menunjukkan kekuasaannya dengan memberikan hadiah kepada Putra mahkota karena sudah menyelamatkan dayang kesayangannya.



Putra mahkota bahkan dipaksa untuk mengatakan terima kasih kepada Lee Sun..

Erghhh.. apaan sih ni raja abal abal.. enggak banget deh.

Mulai dari sinilah putra mahkota mulai menyadari bahwa bukan hanya dirinya yang menaruh hati pada Ga Eun.


****

Setelah yakin bahwa putra mahkota sudah meninggal, ibu suri pun memulai dramanya.

Ia memanggil Jeo Heon dan mengatakan bahwa Pyunsoo sudah membunuh putra mahkota.



Jae Heon pun meledak dan menyatakan bahwa ia akan membawa pasukannya ke ibukota dan memenggal kepala Dae Mok dengan tangannya sendiri.

Ternyata ibu suri mengincar pasukan Jae Heon yang jumlahnya 40.000 orang itu. Dia pikir, setelah putra mahkota meninggal, maka pasukan Jae Heon akan berpihak padanya..

Hei hei.. siapa bilang tante.. pede amat..

Jae Heon mengirim surat kepada Ryul mengatakan bahwa putra mahkota dibunuh oleh Pyunsoo dan sekarang ia dalam perjalanan menjemput pasukannya di perbatasan.

Ryul menyampaikan hal ini kepada Woo Bo dan Park Moo Ah.

Mereka semua menangis,

Di tengah tangisan mereka yang pecah, datanglah putra mahkota yang dikira sudah meninggal.

Putra mahkota ikut nimbrung membaca surat Ryul yang menyatakan bahwa Jae Heon akan mengerahkan pasukannya ke ibukota di hari jadi ibu suri.

Woo Bo kaget melihat putra mahkota yang masih hidup, Woo Bo pun keceplosan dan mengatakan, “ siapa kau?”



Wkwkwkk… kocak parah ini guru..

Mereka pun akhirnya berdiskusi mencari cara agar Jae Heon tidak bisa membawa pasukannya ke ibukota.



Putra mahkota pun pergi meminta bantuan kepada Hwa Gun.

Hwa gun kaget mendengar putra mahkota yang mengatakan bahwa Jae Heon akan menyerang Pyunsoo.



Bagaimanapun juga Hwa Gun adalah pemimpin Pyunsoo sekarang.. tapi Hwa Gun bisa menguasai diri dengan baik di hadapan putra mahkota.

“ tuan, Pyunsoo adalah musuh besarmu, tetapi kenapa kau ingin mencegah Jenderal untuk menyerang Pyunsoo?”

“ karena, kita tidak boleh mengorbankan rakyat yang tidak tau apa apa..”



Aseekk… wkwk..

Besoknya, Hwa Gun pergi menemui kakeknya. Hwa Gun menanyakan kenapa kakeknya berusaha membunuh putra mahkota lagi?


Dae Mok menoleh cucunya dan tersenyum simpul, “ ternyata banyak juga yang tidak suka dengan kepala pedagang itu..”

Dari situ Hwa Gun tau bahwa bukan kakeknya pelakunya.



Hwa Gun pun mengadakan rapat  bersama tetua Pyunsoo. Ia membeberkan bahwa Jae Heon sedang menuju ibu kota untuk menyerang Pyunsoo.

Hwa Gun berhasil meyakinkan kakeknya bahwa Jae Heon harus segera dihentikan dan Pyunsoo harus melakukan sesuatu untuk ini.

Dae Mok menanyakan bagaimana caranya menghentikan pasukan yang jumlahnya puluhan ribu itu..



Hwa Gun pun menawarkan rencana brilian,

“ aku akan memindahkan pedagang dari utara dan menghentikan suplai makanan bagi suku Jurchen. Dengan begitu maka dalam beberapa hari Suku Jurchen akan mulai berulah. Bila suku Jurchen sudah berulah, maka pasukan Jae Heon tidak akan bisa meninggalkan perbatasan itu..”

Dae Mok sangat terkesan dengan kecerdasan cucunya. Demi apa, ini pertama kalinya ngeliat Dae Mok senyum selebar itu.. hehehehe..



Bapaknya Hwa Gun pun manggut manggut, mungkin dia mulai bisa ngerti kenapa anaknya bisa jadi pemimpin Pyunsoo dan bukannya dia.. hehe..

****

Putra mahkota dan Lee Sun ngobrol dengan menggunakan secarik kertas. Awalnya mereka membicarakan masalah jenderal Jeo Heon.



Tapi kemudian putra mahkota membicarakan Ga Eun dan menyatakan ingin bertemu dengannya.

Lee sun kembali tersulut emosinya.

Ia pun memanggil Ga Eun dan menanyakan kondisinya. Sengaja untuk manas manasin putra mahkota dan menunjukkan bahwa Ga Eun adalah dayang istana ‘ miliknya ‘

Lee Sun mengajak putra mahkota bicara di green house. Disana Lee Sun menyatakan bahwa ia akan mengembalikan tahta ini kepada putra mahkota bila waktunya tiba, tetapi ia tidak akan menyerahkan Ga Eun kepada putra mahkota.

Tapi kalo Ga Eun yang menyerahkan diri ke putra mahkota, bisa apa lo?

Kezel..

“ Ga Eun membenciku karena topeng ini. Tidakkah yang mulia sadar bahwa sesungguhnya ia membencimu bukannya aku? Sampai kapan yang mulia akan menipunya dengan berkedok sebagai Chunsoo?!” gertak Lee Sun.



Bener juga sih.. aku punya firasat kalau hal ini yang akan membuat putra mahkota gentar untuk memperjuangkan Ga Eun suatu hari nanti.. hmm..

****
Mae Chang menemui ayahnya, kasim utama,

Kasim utama mengetahui bahwa yang berencana melenyapkan putra mahkota adalah ibu suri.



Mae chang kaget mendengarnya.. kenapa ibu suri melakukan hal sekeji itu?

“ sekali ini ibu suri sudah bertindak keterlaluan, aku harus memberinya peringatan.. “ kata kasim utama.

Ibu suri datang ke tempat pesta ulang tahunnya. Saat masuk ke ruangan, terlihat Dae Mok yang duduk di tempat ibu suri,  leh uga ni kakek.. wkwk..



Dae Mok membawakan hadiah 3 untuk ibu suri, 2 carik kertas dan satu lagi darah harimau. Maap aku engga ngerti apa yang ditulis di 2 carik pertama..

Tapi saat membuka hadiah ketiga, ibu suri terkaget kaget. Dae Mok hanya mengatakan pada ibu suri untuk mengingat masa lalu.



Pesta dimulai, Chunsoo datang membawa hadiah untuk ibu suri. Betapa kagetnya ibu suri karena melihat putra mahkota masih hidup.



Dae Mok membaca ekspresi ibu suri dengan tatapan curiga.


Di puncak perayaan, ada semacam pementasan wayang kecil kecilan. Tapi ternyata cerita wayang ini merupakan kisah nyata. Kisah nyata tentang kejahatan yang dilakukan oleh ibu suri kepada Lee Sun.

Ternyata saat kecil, yang meracun Lee Sun bukanlah Pyunsoo. Saat itu Dae Mok sungguh sungguh ingin memberikan hadiah untuk putra mahkota yang baru lahir. Akan tetapi hadiah itu ditukar dengan darah harimau yang sudah di isi racun oleh ibu suri.



Itu mengapa Dae Mok memberikan darah harimau kepada ibu suri tadi dan meminta ibu suri untuk mengingat masa lalu. Ibu suri sepertinya cemburu karena ia tidak bisa memberikan keturunan kepada raja. Ia ingin melenyapkan putra mahkota karena ia ingin berkuasan sepenuhnya terhadap Joseon.

Woo Bo memberitahu putra mahkota bahwa kisah ini adalah kisah nyata dan adalah kisah dirinya saat kecil. Putra mahkota pun kaget saat tau bahwa ibu suri ternyata adalah orang yang mau membunuhnya dulu. Well she did it again few days ago, crown prince..



****
Ibu suri marah besar atas pertunjukan wayang barusan. Ia pun mengira bahwa Dae Mok lah yang merancang ini. Tidak hanya ibu suri, kubu putra mahkota pun mengira bahwa Dae Mok lah pelakunya.. padahal yang merencanakan ini ialah kasim utama untuk memperingatkan ibu suri karena coba melenyapkan putra mahkota.



Wkwk.. si kakek di fitnah lagi.. sabar kek..

Besok paginya, putra mahkota datang menghadap ibu suri dan mengadu bahwa beberapa saat lalu dirinya coba dibunuh oleh Dae Mok. Putra mahkota pun meminta perlindungan ibu suri, sebagai gantinya, ia akan memberikan informasi mengenai Pyunsoo yang akan berguna bagi ibu suri.

Putra mahkota menyarankan ibu suri untuk segera melakukan pemilihan ratu sebelum Dae Mok memintanya.

“ akan lebih baik jika Yang Mulia menyiapkan ratu dari pihak yang mulia. Kita tidak bisa membiarkan orang Dae Mok menjadi ratu..”

Ibu suri pun setuju akan hal itu, tetapi saat keluar dari ruangan ibu suri, raut wajah putra mahkota tiba tiba berubah. Seolah ia merencanakan sesuatu dengan dalih membantu ibu suri. Mungkinkah ia mau membongkar kedok ibu suri?



Ibu suri memanggil Ga Eun dan pura pura baik dengan mengatakan bahwa ia menyesal karena belum bisa memulihkan nama baik ayahnya. Ibu suri dulu berjanji bahwa ia akan memulihkan nama baik ayah Ga Eun di hari ulang tahunnya.

“ bisakah kau percaya padaku dan tetap membantuku? Aku bersumpah akan menepati janjiku.”



Ga Eun pun akhirnya bersedia.

Ibu suri meminta Ga Eun mengambil wadah bamboo yang ada di kamar raja dan memberikannya pada ibu suri karena ibu suri ingin tau apa isi di dalamnya.

****

Putra mahkota menemui Hwa Gun. Ia memperlihatkan pil yang dikonsumsi oleh Yang, ternyata pil itu adalah pil opium. Btw opium apaan sih? Ganja yak?

Hwa Gun kaget melihat putra mahkota punya pil itu, karena baru saja kemarin ia melihat pegawai yang mati karena tidak bisa makan pil itu.

Namun lagi lagi Hwa Gun bisa mengendalikan ekspresinya.



“ apa ini, tuan?”

Putra mahkota pun menjelaskan apa pil itu, ia menjelaskan bahwa bahkan ahli herbal di Joseon pun tidak tau apa saja kandungan di dalamnya. Ia pun mengira bahwa mungkin Hwa Gun akan tau pil apa ini karena ia sering bergaul dengan pedagang jepang.

Hwa Gun berbohong dan berkata bahwa ia tidak pernah melihat pil itu sebelumnya. Namun ia meminta pil itu untuk ia pelajari lebih lanjut. Tanpa curiga, putra mahkota pun memberikan pil itu kepada Hwa Gun.

Ga eun membawakan teh kepada raja. Setelah meminumnya, raja tertidur dan Ga Eun mengambil wadah bamboo itu dari raja.



Saat keluar ruangan, Ga Eun bertemu dengan Mae Chang. Mereka berdua minum teh bersama dan Mae Chang mengingatkan Ga Eun untuk tidak bertindak gegabah karena ia bisa kehilangan nyawanya bila demikian.

Ga Eun segera menghadap ibu suri dan memberikan wadah bamboo itu, setelah di buka ternyata wadah itu kosong.



Mae chang sudah menukar bamboo yang asli saat mengajak Ga Eun minum tadi. Jadi bamboo yang berisi pil opium itu kini ada di tangan Mae Chang.



Lee sun kebingungan mencari pil opiumnya yang hilang. Putra mahkota menghampirinya ke green house dan melihat Lee Sun yang memiliki gejala seperti Yang.

“ apa kau kecanduan pil opium juga?”

Bukannya jawab, Lee Sun malah marah marah bahwa ia menjadi seperti ini karena putra mahkota.

“ katanya Yang mulia akan segera kembali. Tapi kenapa kau tidak kunjung kembali?”



Aduh, my little puppy.. hehe.. kacian..

Putra mahkota minta maaf dan mengatakan bahwa ia akan mendapatkan pil itu untuk Lee Sun bagaimana pun caranya.

Ternyata, putra mahkota dan Chungwoo menjadi penyusup ke rumah Dae Mok untuk mendapatkan pil untuk Lee Sun.

Udah setres nih putra mahkota.. wkwk..

Mereka berdua ketauan oleh orang orang Dae Mok, mereka berdua lari ke sebuah kamar dan malah ketemu Gon.

Gon kaget meliat putra mahkota dan Chungwoo.

“ apa yang terjadi?” Tanya Hwa Gun dari dalam.

Betapa kagetnya Hwa Gun saat melihat putra mahkota dan Chungwoo ada di kamarnya, begitu pula dengan putra mahkota.

“ Hwa Gun apa kau di dalam?” Tanya Dae Mok mengecek keadaan cucunya.

“ kakek tunggu sebentar! “

Putra mahkota makin syok. What ? kakek kata lo? What? What?


****

Dae Mok masuk dan memastikan bahwa Hwa Gun baik baik saja. Akan tetapi ia tau bahwa penyusup itu ada di kamar Hwa Gun dan ia tau bahwa penyusup itu adalah ketua pedagang.

“ dia ketua pedagangmu itu kan? Berani sekali ia menyusup ke rumahku. Gon, jagalah ketua Pyunsoo baik baik..”



And that’s it. Dae Mok tidak melakukan apa apa pada putra mahkota dan meninggalkannya bersama Hwa Gun. Sementara putra mahkota kaget ternyata perempuan yang anggun cantik jelita ini adalah ketua kelompok yang menjadi musuh besarnya.

Ini baru namanya di tipu mentah mentah T.T

Si Dae Mok ini tepat janji banget, gentle man.. wkwk.. tapi kita liat aja sampe akhir, masih gentleman apa engga dia waktu tau kalo ketua pedagang ini adalah putra mahkota.

“ apa yang membawamu kesini, tuan?” Tanya Hwa Gun.

Putra mahkota pun menjelaskan bahwa ia perlu pil opium untuk temannya. Hwa Gun pun menyerahkan pil opium yang tadi diberikan oleh putra mahkota.



“ aku akan menjelaskan semuanya nanti. Sekarang pergilah dari sini, Gon akan mengantarmu dengan selamat..”

Oh yes of course, you have a lot to explain young lady.. wkwk..

Di istana, dalam keadaan sekarat, Lee Sun mengakui perasaannya pada Ga Eun. Tetapi Ga Eun langsung mengatakan bahwa ia tidak bisa menerima perasaan Raja karena ia memiliki seseorang dalam hatinya.

“ kenapa kau lebih memilih ketua pedagang dibanding seorang raja?”

“ kami memiliki mimpi yang sama, bagiku itu sudah cukup..”


Skak mat! Bye!

Lee Sun ingin menunjukkan wajahnya kepada Ga Eun, tepat di saat itu, putra mahkota datang membawakan pil opiumnya.

Putra mahkota segera menyuapi Lee Sun pil itu, bercak di wajah Lee Sun pun hilang sedikit demi sedikit. Lee Sun berterima kasih karena putra mahkota sudah menyelamatkan nyawanya.


****
Chunsoo menemui Ga Eun di luar ruangan raja. Ga Eun menanyakan apakah pil yang diberikan Chunsoo tadi ada hubungannya dengan wadah bamboo yang tadi Ga Eun ambil.

Saat melihat wadah bamboo itu, putra mahkota mengingat bahwa ayahnya juga memiliki wadah bamboo yang sama. Disana ia langsung menyimpulkan bahwa ayahnya juga kecanduan opium, makanya ayahnya manut banget sama Pyunsoo.



Putra mahkota mengatakan kepada Ga Eun bahwa wadah bamboo ini berhubungan dengan pil yang diminum oleh Lee Sun.

“ aku bersumpah wadah itu kosong.. “ kata Ga Eun dengan wajah yang syok.

“ apa kau yang mencuri wadah ini?” Tanya putra mahkota enggak kalah syoknya.

Ga Eun mengangguk dan mengatakan bahwa ia hampir saja membunuh raja. Putra mahkota mengatakan bahwa pasti ada pil di dalam wadah itu dan ada yang mau menjebak Ga Eun.

Ga Eun akhirnya mengungkapkan alasannya menjadi dayang istana.

“ ia menjanjikan akan memulihkan nama baik ayahku. Aku menjadi dayang karena ingin memulihkan nama baik ayahku dan menjatuhkan kelompok Pyunsoo.”

Mereka berdua kembali kepergok oleh kasim utama saat putra mahkota menanyakan siapa yang menjanjikan hal tersebut.

****

Putra mahkota mendiskusikan mengenai pil itu dengan Woo Bo. Ia menyampaikan bahwa Lee Sun juga kecanduan pil itu.



Putra mahkota mengatakan bahwa mereka harus segera menemukan keberadaan ladang itu dan membuat penawarnya.

Ibu suri mengumumkan bahwa akan segera diadakan pemilihan ratu.

Baik ibu suri dan pihak Pyunsoo sama sama menyiapkan kandidatnya.

Pada hari pemilihan, semua kandidat datang ke istana dengan di absen lebih dahulu oleh Woo Bo yang diserahi tanggung jawab untuk pemilihan ini. Putra mahkota pun ikut andil sebagai pengawas pemilihan.

Betapa kagetnya mereka saat melihat Ga Eun yang juga menjadi kandidat ratu.

Ekspresinya putra mahkota kaya mau copot jantungnya.. wkwk..



Ga Eun juga kaget melihat Guru dan Chunsoo ada disana, namun ia tidak bisa melangkah mundur atas keputusannya. Rupanya ia kembali di iming imingi pemulihan nama baik ayahnya oleh ibu suri. Ibu suri memberikan nama Choi Soo Yeon untuk Ga Eun, supaya orang tidak tau bahwa dia anak mendiang menteri Han yang masih dianggap pengkhianat Negara.



Seleksi dimulai. Semua kandidat berkumpul dengan para dayang dan tetua termasuk ibu suri. Mereka diminta memperlihatkan cara menyajikan teh dan memberikan teh itu kepada para tetua dan calon kandidat yang lain.

Tibalah saatnya Ga Eun menyajikan teh, ia membuat para tetua terkesima dengan keterampilannya.



Ga Eun memberikan teh itu kepada semua orang, namun saat ia akan meminum teh buatannya sendiri, Ga Eun kaget dengan aromanya. Teh itu sudah diracuni.

Satu persatu orang yang ada di ruangan itu pingsan, ga Eun dan Mae Chang kaget dengan keadaan ini. Ga Eun berniat keluar mencari bantuan tapi Mae Chang mencegahnya.

“ nona, minumlah teh ini. Jika kau jadi satu satunya yang sadarkan diri, maka mereka akan menuduhmu sebagai pelakunya. Tentukan pilihanmu sekarang.”



Ga Eun akhirnya minum teh itu, sementara Mae Chang memberi tau putra mahkota bahwa orang di dalam keracunan teh.

Putra mahkota langsung mencari dimana Ga Eun dan panik Ga Eun yang juga ikut pingsan.



Komentar :
Kim Myungsoo, kenapa kamu harus membuatku ga suka sama kamu sih di drama ini. I cannot believe I can hate your face T.T

Fix drama ini penuh dengan intrik, anjrit gue ketipu sama manisnya ibu suri selama ini. Ternyata dia busuk juga. Baru kali ini aku kasian sama Dae Mok karena difitnah.. wkwk..

Harus kuakui aku suka sama perannya Hwa Gun yang terkesan lebih dewasa sekarang, dia makin keren semenjak jadi ketua Pyunsoo.. ehehehe..


Ga Eun oh Ga Eun, sampai kapan kau akan terus dijebak. Kayanya putra mahkota harus cepet naik tahta. Kayanya Cuma dia yang bisa melindungi Ga Eun sepenuhnya di istana. Kalo Mae Chang sih juga bisa, tapi terbatas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar