Total Tayangan Laman

Jumat, 09 Juni 2017

RULER : MASTER OF THE MASK EP 17 - 20

Aku pake fotonya myungsoo dalam rangka memperingati 7 tahun debutnya INFINITE..



Maaf ya kalo ada yang bukan fans, tapi tahun 7 adalah tahun yang sangat krusial buat group di korea, hehe..

****

Hwa gun menghadap sang kakek untuk membuat kesepakatan.



Dae mok menanyakan pada Hwa Gun, apa yang bisa Hwa Gun berikan sebagai ganti nyawa Chunsoo si kepala pedagang.

“ aku akan menjadi pengganti kakek..”

Dae Mok kaget sekaligus terkesan dengan keberanian dan keyakinan cucu semata wayangnya ini. Ayah Hwa Gun Nampak kecewa dan ditusuk dari belakang oleh anaknya sendiri. Hwa gun pun bersedih melihat ayahnya yang menatap dirinya dengan mata nanar. Tapi Hwa Gun harus melakukan ini semua demi putr mahkota.

Dae Mok pun akhirnya menyetujui tawaran Hwa Gun. Setelah melalui proses pelantikan oleh para tetua Pyunsoo, Hwa Gun pun resmi menjadi ketua organisasi rahasia dan kuat yakni Pyunsoo.



Gile bener, leadernya perempuan cyinn..

Setelah dilantik, Hwa Gun meminta Gon membawanya menemui putra mahkota.

Sayang, yang dicari malah lagi pacaran.. hehe..



Putra mahkota mengenggam tangan Ga Eun saat Hwa Gun datang mencarinya. Hwa Gun mengatakan bahwa ia sangat mencemaskan putra mahkota, tapi nampaknya putra mahkota kini sudah baik baik saja.

“ di masa depan, mohon jangan membuat hatiku berhenti berdetak lagi saat tuan terluka.. “

Putra mahkota kaget mendengar perkataan yang lebih mirip pengakuan dari Hwa Gun ini.

Apalagi Ga Eun, wkwkwk..



This means war.. hehehe..

Selepas Hwa Gun pergi, Ga Eun melepaskan tangan putra mahkota. Ia menanyakan ada hubungan apa antara Chunsoo dan Hwa Gun.

Putra mahkota panik melihat Ga Eun yang lagi ngambek,

“ kita ga ada hubungan apa apa.. serius.. “

“ kita?” Tanya Ga Eun merujuk pada putra mahkota yang lebih memilih menggunakan ‘ kita ‘ daripadai ‘ aku dan dia’



Salah ngomong deh putra mahkota, wkwkwk..  cute abis parah..

Sementara yang di sono lagi lovey dovey, si Hwa Gun lagi pengen menggal kepala seseorang..

“ nona, apa kau tidak mau menyingkirkan gadis itu?” Tanya Gon.

“ buat apa aku meimikirkan gadis ga penting itu. Aku punya sesuatu yang akan membuat putra mahkota datang kepadaku. Sesuatu yang tidak dimiliki gadis itu.”

Wooo.. scary.. watch out Ga Eun.. hehe..

****

Lee Sun mendengar berita tentang kepiawaian kepala pedagang, ia bahkan tau bahwa ibu suri sudah bekerja sama dengan kepala pegadang tersebut.

Woo Bo, Park Moo Ah, Putra mahkota dan Chungwoo pergi menemui seorang pejabat bernama Ryul yang dulunya loyal dengan mendiang raja tetapi sekarang ia di mutasi ke posisi yang rendah.

Pejabat itu ditawari Woo Bo untuk kembali menempati posisinya yang dulu.



Pejabat itu menolak karena ia hanya mau diangkat oleh raja, bukan ibu suri yang merupakan koneksi Chunsoo saat ini.

Chunsoo berusaha meyakinkan Ryul untuk mau menduduki jabatan di isntana. Saat itulah Ryul teringat akan mendiang raja saat masih muda.

Akhirnya, putra mahkota pun mengakui identitas sebenarnya pada Ryul. Dengan begitu Ryul pun sekaligus menyetujui jabatan sebagai menteri.

Chungwoo mengkhawatirkan keputusan putra mahkota untuk membuka identitasnya, tapi putra mahkota mengatakan bahwa,

“ untuk membalas kemauan orang orang yang mau mempertaruhka nyawanya untukku, hal yang dapat kutawarkan hanyalah kesungguhanku..”

Woo bo tersenyum mendengar jawaban putra mahkota.

****

Seorang anak kecil bernama Yang jatuh sakit, ia adalah anak dari salah satu penduduk di lingkungan Ga Eun.



Ga Eun dan guru Woo Bo merawat anak itu dan mengetahui bahwa anak itu sudah di racun.

Selidik punya selidik, ternyata Yang bekerja di ladang milik Pyunsoo yang mengembangkan tanaman untuk pembuatan obat beracun.

Menurut guru Woo Bo, obat ini adalah racun yang biasa digunakan oleh Pyunsoo untuk melenyapkan kelompok yang menentang keberadaan Pyunsoo.



Nampaknya ladang ini juga yang menjadi pemasok obat yang bikin mendiang raja dan Lee Sun ketergantungan. Kalau Lee Sun ga minum obat ini tepat waktu, maka akan timbul bercak merah besar di wajah dan sekujur tubuhnya dan jantungnya terasa sangat sesak.

Anak kecil yang bernama Yang pun akhirnya meninggal. Sebelum meninggal, ia dengan sekuat tenaga menggambar tempat ia bekerja agar Ga Eun dan Chunsoo bisa menemukan tempat itu dan menyelamatkan teman temannya.



Yang meninggal di pangkuan Mae Chang yang kebetulan ada di TKP saat pertama kali Yang pingsan. Mae Chang memberikan peta yang di gambar oleh Yang.



Tapi peta tersebut berbeda dengan yang digambar oleh Yang, karena peta yang dibuat oleh Mae Chang tempatnya sangat detail bahkan lengkap dengan nama pegunungan tempat ladang itu berada.



Semakin menjadi misteri apa sebenernya motifnya si Mae Chang ini..

Ga Eun dan Chunsoo ngobrol ngobrol berdua di luar. Chunsoo meminta Ga Eun untuk pergi agak jauh karena situasi sangat membahayakan sekarang ini.



Setelah perdebatan sedikit, akhirnya Ga Eun menuruti permintaan Chunsoo untuk pulang ke kampung halamannya bersama ibunya Lee Sun dan Koo Mool.

“ sebelum aku pergi, bisakah tuan meluangkan waktu satu hari untukku?

Chunsoo pun menyanggupi hal tersebut. Di hari Ga Eun akan berpamitan, Ga Eun mengajak Chunsoo ziarah ke makam almarhum menteri Han yang adalah ayah Ga Eun.

Cie mentang mentang bulan Ramadhan, hehe..

Chunsoo kaget saat Ga Eun mengajaknya ke sana, karena Chunsoo sebenarnya ingin mengakui bahwa dirinya adalah putra mahkota. Kalo dibawa ke makam ayahnya, bisa berabe urusannya.. bubar dramanya.. wkwk..

Chunsoo berlutut di makam menteri Han semnetara Ga Eun bercerita kepada ayahnya bahwa ia bertemu dengan raja yang membunuh ayahnya. Ga Eun pun meminta ayahnya untuk melindungi Chunsoo yang sedang berjuang melawan Pyunsoo.



Chunsoo tidak bisa mengatakan apa apa dan hanya bisa menghela nafas dalam dalam. Ia sepertinya tidak berani membayangkan bagaimana kalau Ga Eun mengetahui bahwa dirinya adalah putra mahkota sebenarnya.

Setelah dari makam itu, Chunsoo tidak berkata apa apa. Hingga malam menjemput, Chunsoo ingin tetap mengakui siapa dirinya namun di cegah oleh Ga Eun, entah dengan alasan mengapa.

“ tuan, aku ingin kau berjanji padaku. Saat aku tidak ada dekatmu, jangan membahayakan dirimu sendiri.. bisakah kau berjanji?”



Chunsoo mengangguk.

“ kalau begitu maka aku bisa pergi dengan tenang.” Chunsoo agak bingung dengan perkataan Ga Eun, tetapi dia tidak terlalu ambil pusing.

Dalam hatinya, Ga Eun mengatakan bahwa ia sesungguhnya ia ingin terus bersama Chunsoo. Tapi sekarang ia punya mimpi besar yang lain. ia pun ingin melawan Pyunsoo seperti yang Chunsoo lakukan.

****

Lee Sun mendengar bahwa toko ibunya akna ditutup. Ia pun bergegas ke toko adik dan ibunya dengan menyamar sebagai rakyat biasa.

Lee sun melihat ibunya dan bahkan memeluk adiknya, Koo Mool. Saat itulah Dae mok beserta pasukannya datang dan mengancam kalau Lee Sun berhenti menjadi raja boneka, maka Dae Mok akan menghabisi keluarganya.



Koo Mool berlari saat melihat Chunsoo datang, dengan riang ia menyapa Chunsoo.

Lee Sun menoleh melihat siapa yang disambut oleh adiknya dan betapa kagetnya dia saat melihat bahwa itu adalah putra mahkota.



Lee sun berusaha mengalihkan perhatian Dae Mok agar tidak melihat putra mahkota. Lee sun pun berjanji bahwa ia tidak akan berbuat gegabah dan mendatangi keluarganya lagi.

Putra mahkota iba sekali melihat Lee Sun yang harus sampai memohon seperi itu kepada Dae Mok. Chunsoo pun meminta Koo Mool untuk menyampaikan pesan pada Lee Sun agar dirinya dan Lee Sun bisa bertemu lagi.



Ga Eun akhirnya memutuskan untuk menjadi dayang istana. Ia ingin melancarkan rencana ibu Suri untuk melengserkan raja. Ga Eun bersedia membantu ibu suri untuk memakzulkan raja yang berpihak pada Pyunsoo.

Ternyata itulah kenapa Ga Eun mengucapkan perpisahan kepada Chunsoo. Ia ingin berpamitan karena sekali ia masuk ke istana dan menjadi dayang, maka ia tidak akan bisa keluar lagi karena dayang istana adalah wanita kepunyaan raja.

Mampus lo putra mahkota, hayo cepetan jadi raja.. wkwk..

Chunsoo berusaha mencegah Ga Eun tapi Ga Eun tidak bergeming. Hatinya sudah sangat tetap untuk memakzulkan raja dan memulihkan nama baik ayahnya.



Lee sun senang sekali saat ibu suri membawa Ga Eun ke hadapannya sebagai dayang istana. Lee sun pun langsung menyetujui Ga Eun untuk bisa melayaninya setiap hari.



Ga Eun Nampak tidak peduli dengan Lee Sun, ia mendengar pembicaraan ibu suri dengan tatapan dingin..



What ever you say, I will bring you down.. gitu kali ya batinnya Ga Eun.. hehe.

Besok paginya, Ga Eun membantu raja memakai baju kebesarannya. Lee sun tentu sangat senang, tapi berlaku sebaliknya untuk Ga Eun.



Saat keluar dari ruangan raja, Ga Eun bertemu dengan Chunsoo. Ia kaget tapi berusaha menguasai diri. Ga Eun bahkan menghempaskan tangan Chunsoo yang mengenggam tangannya.

“ apa kau tidak tau bahwa menyentuh dayang istana adalah pelanggaran besar?”

Chunsoo terkejut dengan jawaban Ga Eun dan hanya bisa menatap kepergian Ga Eun dengan kesedihan. * makanya cepetan balik sebelum di kawinin sama Lee Sun.. wkwk *



****

Kasim utama istana mengantarkan Chunsoo untuk bertemu dengan Lee Sun.

Lee sun senang sekali melihat putra mahkota ternyata masih hidup. Mereka berdua ngobrol dengan menggunakan kode kode yang hanya dimengerti oleh mereka berdua karena terlalu banyak orang yang mendengar pembicaraan mereka.



Putra mahkota menanyakan kepada Lee Sun apakah ia tau bahwa Ga Eun ada di istana. Lee sun bingung kenapa putra mahkota tau kalau Ga Eun ada di istana. Lee Sun pun memutuskan bohong dan bilang bahwa ia tidak melihat Ga Eun.

Ooops.. pertanda buruk nih.. huhu..

Ga Eun dan dayang lainnya belajar mengenai pusisi. Ga Eun kaget saat melihat bahwa gurunya adalah Mae Chang.



Saat pelajaran usai, Ga Eun menghampiri Mae Chang dan menyampaikan keterkejutannya.

Ga Eun menanyakan soal peta yang di gambar oleh Mae Chang tempo hari. Ga Eun menanyakan kenapa Mae Chang menyerahkan peta itu kepada Chunsoo.

Mae Chang mengatakan bahwa ia terpaksa melakukan hal itu, tapi ia tidak menjelaskan alasan ia terpaksa karena tau bahwa ada yang menguping pembicaraan mereka. Mae Chang hanya memberikan petunjuk baru pada Ga Eun bahwa ladang itu ada di wilayah Gyeonggi do.

Malamnya, Ga Eun menunggu Chunsoo yang akan pulang keluar dari istana. Chunsoo sangat kaget melihat Ga Eun dan mengikuti Ga Eun.

Ga Eun berdiri membelakangi putra mahkota hanya untuk menyampaikan bahwa ladang Pyunsoo berada di Gyeonggido.

Putra mahkota lelah di cuekin mulu sam Ga Eun, ia meraih tangan Ga Eun saat Ga Eun beranjak pergi.



“ apa kau baik baik saja? Istana terlihat megah dari luar tapi kau tidak akan tenang berada disini. Apa tidak terlalu berat bagimu?”

Batinnya putra mahkota, ‘ trust me, I know.. I grew up here..’

“ apa menurutmu takdir kita memang hanya sampai disini?”

Ga Eun menitikkan air mata masih dengan membelakangi putra mahkota.

“ aku sudah memutuskan menjadi dayang istana. Kita tidak bisa mengubah apa yang sudah ditakdirkan.”

Mendengar itu, putra mahkota melepaskan tangan Ga Eun.

Ga eun menangis dan berkata dalam hati, “ aku tidak tau bahwa melepaskanmu akan terasa sesakit ini..”

Ga eun pikir Chunsoo akan pergi, tapi ternyata Chunsoo melepaskan tangannya hanya untuk menatap wajah dan air mata Ga Eun.



Ga Eun kaget melihat Chunsoo yang kini berada di hadapannya, tidak ada kata yang bisa ia ucapkan.

“ aku akan mengubah takdir. Kau hanya cukup mengatakan bahwa masih ada ruang di hatimu untukku.”



Yes! Become a king! Please!

Ga Eun tidak berkata apa apa dan meninggalkan Chunsoo dalam kesedihan.

Di balik pilar, ternyata Lee Sun mendengar pembicaraan Chunsoo dan Ga Eun. Dari sana ia menyadari bahwa putra mahkota menaruh perasaan kepada Ga Eun.



Lah, kemana aja lu bro selama ini.. hadehhh..

Lee sun langsung kalang kabut karena takut Ga Eun direbut oleh putra mahkota. Ia pun menghadap ibu suri dan memohon agar Ga Eun bisa menjadi selirnya segera.



Catet, SEGERA.

Setdah.. so immature..

Ibu suri menangkap bahwa raja sangat menyukai Ga Eun dan melihat kesempatan besar bahwa ia memilih senjata yang tepat untuk memakzulkan raja yang sekarang.

****

Jenderal Jeo Heon datang dari perbatasan untuk menghadap sang raja. Ia kecewa karena ia tidak bisa minum dengan raja untuk merayakan kembalinya dia dari medan perang.



Ibu suri heran kenapa Jae Heon tiba tiba datang, padahal dia tidak mau pulang karena saking tidak sukanya dengan Pyunsoo dan kekuasaanya.

Telisik punya telisik, ternyata Jeo Heon datang karena dipanggil oleh Ryul.



Ryul membeberkan bahwa raja yang sekarang ini adalah raja palsu dan memberi tau bahwa putra mahkota yang sebenarnya adalah Chunsoo.

Jae Heon sangat kaget mendengar hal ini sekaligus membakar jiwa perangnya untuk segera memusnahkan Pyunsoo dan raja yang memihak kepada Pyunsoo.

Hadeh,, jenderal ini baru juga nyampe udah mau perang aje..

****

Ibu suri meminta Ga Eun masuk ke kamar raja dan mencari tau apa yang diberikan Pyunsoo kepada Raja setiap bulan di tanggal 15..


THR? Wkwkwk..

Saat Ga Eun membuka kotak dari Pyunsoo, ia tidak menemukan apa apa selain pot yang berisi tanaman anggrek dan sepotong wadah bamboo.



Ga Eun hampir ketauan mengintai kamar raja saat Kasim utama masuk membawa air minum untuk raja.

Lee sun terbangun sebelum Ga Eun ketauan. Ia menarik Ga Eun ke balik kelambunya dan menutupi Ga Eun dengan tubuhnya sehingga kasim utama tidak tau akan keberadaan Ga Eun di balik punggung Lee Sun.

Duh, bisa aja deh ni terong terongan.. wkwk..



Ga Eun memohon ampun karena berani berani masuk ke kamar raja. Lee Sun ( tentu ) mengampuni Ga Eun dan ( dengan lembut bahkan sedikit terpaksa, wkwk ) menyuruhnya meninggalkan kamarnya.

Lee Sun bahkan membantu Ga Eun berdiri saat Ga Eun bersujud memohon ampun.

*Terusin, pegang pegang aja terus oppa.. -.- *

Ga Eun bingung kenapa raja terus membantunya, mungkin Ga Eun jadi galau mau bantu memakzulkan apa enggak, habisnya rajanya baik.. hehe..

Paginya, Jae Heon datang menemui ibu suri dan memberitahu langsung bahwa raja yang sekarang bertakhta adalah bonekanya Pyunsoo.

Jae Heon langsung meminta ibu suri untuk segera menyerang Pyunsoo dan melengserkan raja yang sekarang.

“ aku mempunyai 10.000 kuda dan 30.000 pasukan. Mereka bisa sampai ke ibukota dalam waktu singkat.”

Hadeh, ni kakek mulutnya limis banget..

Tidak hanya ibu suri, malam harinya Jae Heon bersama Ryul meyakinkan Putra mahkota untuk segera memusnahkan Pyunsoo.



Woo Bo datang dan mencegah putra mahkota untuk melakukan saran Jae Heon.

“ jika yang mulia melawan Pyunsoo sekarang maka sama saja yang mulia memulai perang. Apa yang mulia ingin menjadi raja yang seperti itu?”



Putra mahkota naik pitam, “ sampai kapan aku harus diam melihat keadaan ini? Bahkan saat aku tidak melakukan apapun telah banyak orang yang mati karena Dae Mok.

Woo Bo dan Jae Heon sama sama berlutut di hadapan putra mahkota. Memohon agar pendapat mereka masing masing dipenuhi oleh putra mahkota.



Woo bo membujuk putra mahkota untuk tidak melawan Pyunsoo dengan konfrontasi langsung karena pasti akan menelan banyak korban rakyat, sementara Jae Heon meminta putra mahkota untuk menggunakan pasukannya segera untuk menghabisi Pyunsoo dan antek anteknya.

Putra mahkota pun dilanda dilema yang besar..


****

Aigoo dramanya semakin rumit dan seru..

Hwa Gun emosinya terpancing melihat putra mahkota yang menaruh hati kepada Ga Eun. Baru liat putra mahkota gandengan aja dia langsung mau jadi pengganti kakeknya. Gimana kalo ngeliat putra mahkota punya anak dari Ga Eun yak.. waduh bisa diobrak abrik itu Negara sama dia.. hehe..

Hal yang paling mengerikan adalah di saat cinta berubah menjadi benci..

Ga Eun nampaknya bertransisi dari gadis manis menjadi gadis dingin yang penuh ambisi menakutkan namun tersembunyi di balik wajah anggunnya. i really wanted to take this moment to appreciate Kim So Hyun's micro expression that makes this drama alive. 

meski tanpa kata, Ga Eun bisa memberi tau putra mahkota bahwa dia cemburu. dari tatapan matanya, Ga Eun bisa menunjukkan kepada siapa hatinya tertambat. terlihat sekali bedanya cara dia menatap putra mahkota dan Lee Sun. 

Kalau begini, yang kasian sekarang ya Lee Sun, dia tidak tau rencana Ga Eun untuk memakzulkan dirinya. Meskipun secara personal Ga Eun tidak membenci Lee Sun bahkan tidak tau bahwa di balik topeng itu adalah Lee Sun, tapi ya bayangin aja disaat kamu mencintau seseorang dengan sepenuh dan setulus hati tapi malah yang kamu cintai punya niat jahat sama kamu.

Bayangin aja gimana rasanya menatap seseorang dengan penuh sayang dan harap tapi malah di balas dengan tatapan dingin yang penuh dendam seolah berkata, “ you want me to love you? Over my dead body.. “

Aku udah nyangka kalo Lee Sun akan jadi antagonis ujung ujungnya, tapi aku engga tau akan se antagonis apa dia nantinya,, jangan jahat jahat ya oppa.. huhu.. cepatlah bertobat..

Oh by the way, kakek di balik pintu yang diajak omong sama Mae Chang episode lalu bukan mendiang raja. Mendiang raja udah rest in peace beneran.. hehe.

Ternyata yang diajak omong sama Mae Chang adalah kasim utama. Dan kasim utama ini adalah ayahnya Mae Chang, tapi aku ga tau sih ayah kandung atau ayah angkat atau ayah tiri.. yang jelas kasim utama ini doesn’t seems like a nice person..



Berarti kasim utama ini pura pura ga kenal sama putra mahkota waktu putra mahkota ketemu sama raja sebagai kepala pedagang. Entah apa motifnya mencari tau apa putra mahkota masih hidup tapi malah nyuekin waktu tau kalau putra mahkota masih hidup?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar