Total Tayangan Laman

Sabtu, 31 Januari 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 4



****
Seo Jin nampaknya dibuat geram oleh kehadiran Robin lagi dalam hidupnya. Ia meminta sekretarisnya untuk mempercepat pencarian dokter Kang dan mengumpulkan semua file yang ada di kantor dokter Kang untuk mengetahui apakah ada metode penyembuhan dirinya disana.



Seo Jin melihat meja ruang tamunya berantakan dengan snack dan minuman kaleng, ia tau itu perbuatan Robin.



“ MSPku bukan lagi masalah, mulai sekarang ia bisa muncul kapan saja. Aku bersumpah, kalau Robin bukan diriku sendiri maka aku akan membunuhnya. Tapi karena ia di dalam aku, maka satu- satunya cara membuatnya mati ialah dengan membunuh diriku sendiri. itu membuatku gila!!” bentak Seo Jin pagi- pagi.

“ dan, singkirkan Ha Na dari hadapanku, aku tidak mau lagi melihatnya dimanapun.” Seo Jin tau bahwa Ha Na penyebab Robin muncul kembali, oleh karena itu ia meminta Ha Na dijauhkan supaya ia tidak tau bagaimana keadaan Ha Na termasuk pada saat Ha Na ada dalam bahaya.

Sementara Ha Na menceritakan tentang Robin kepada teman sirkusnya, beberapa saat kemudian datang sms dari Robin yang dikirim dari hapenya Seo Jin yang menanyakan bagaimana keadaan Ha Na.



Sms itu adalah scheduled  sms yang terkirim pada waktu yang sudah di set sebelumnya.

Ha Na membalas sms itu dan dibaca oleh Seo Jin, membaca sms itu Seo Jin marah besar karena Robin sembarangan menggunakan hapenya.

Di tempat lain, muncul tokoh baru bernama Woo Jung ia adalah seorang penulis yang tergila gila dengan Robin. Ia memiliki foto Robin baik yang sendiri maupun dengan dirinya di seluruh penjuru kamar.



Dengan setia ia menunggu kembalinya Robin setelah 5 tahun tidak pernah bertemu.

****
Ayah Seo Jin memanggil direktur Ryu ke kantornya, meminta untuk melakukan investigasi terhadap hilangnya dokter Kang.

Ayah Seo Jin menyebut dokter Kang sebagai dokter Seo Jin yang membantunya menyembuhkan insomnia. Tentu ia tidak ingin siapapun tau mengenai MPD yang di idap Seo Jin.

Seo Jin mendatangi kantor ayahnya, “ pergilah ke luar negeri untuk sementara waktu. Aku sudah cukup memberimu kesempatan.”  Poor kid, Seo Jin disuruh datang untuk pergi oleh ayahnya.



“ tapi bagaimana dengan dokter Kang?” tanya Seo Jin.

“ ayah akan urus itu..”

“ tidak, ayah pasti akan menyerah. Ayah bahkan menyerah terhadap aku anakmu sendiri.” balas Seo Jin pedih.

“ ya, aku bisa menyerah denganmu baik itu sekarang atau kapanpun aku mau. Kau, adalah satu- satunya kelemahanku, akan tetapi di sisi lain kau juga anakku satu satunya. Tapi kenapa kau begitu lemah?!”

“ aku sudah coba melakukan yang terbaik ayah! Aku selalu mengatakan kepada diriku sendiri untuk menjadi lebih baik, aku harus membuat ayah senang. Tapi ayah selalu membuatku menghukum diriku sendiri,”

“ pergilah, diam- diam.” Kata ayah Seo Jin.

“ ayah pengecut. Aku bisa membuka MPDku ke publik. Sesuatu yang ayah selalu sembunyikan.”

“ apa kau..”

“ ya, ini ancaman. Oleh karena itu, biarkan aku sendiri. akan kuurus semuanya dan akan kuputuskan semuanya sendiri.”

****
Entah untuk keberapa kalinya Seo Jin membatalkan kontrak dengan grup sirkus Ha Na. kali ini hal itu lagi- lagi terjadi.

Ha Na tidak mau tinggal diam, dengan bantuan salah satu teman sirkusnya, ia berhasil masuk ke suatu event dimana ada Seo Jin disana.

Saat sesi foto bersama, Ha Na berdiri di sebelah Seo Jin dengan menggunakan pakaian boneka beruang.



“ ini aku Jang Ha Na. disini banyak wartawan, aku bisa memberitahu mereka tentang pembatalan kontrak sepihakmu kepada mereka sekarang kalau kau tidak mau bicara denganku.” Bisik Ha Na.

Seo Jin mau tidak mau mengikuti kemauan Ha Na.

Ha Na pun menanyakan kali ini alasan apa yang Seo Jin ungkapkan mengenai pembatalan kontrak ini.

“ apa karena kejadian beberapa saat terakhir ini?”

Seo Jin tidak menjawab langsung, ia hanya bicara dalam hati.

“ baiklah aku akan memperbaikinya,,”

“ memperbaikinya? Terlalu banyak hal yang tidak seharusnya kau lakukan tapi kau lakukan. Aku paling benci dengan orang yang tidak tau apa kesalahan mereka tapi terus mengulanginya.”
Kata- kata Seo Jin menjurus ke arah bahwa Ha Na lah penyebab lahirnya Robin, dan penyebab Robin kembali lagi. Kesalahan Ha Na ialah muncul dalam hidupnya semenjak 15 tahun yang lalu.

Ha Na mengejar Seo Jin, saat itulah Seo Jin melihat kalung miliknya dipakai oleh Ha Na.

“ kenapa kau memakai itu? itu milikku, kembalikan!”

“ ini milik Robin.” Kata Ha Na.

“ apa yang menjadi milik Robin adalah milikku, ia tidak punya apa- apa. Jangan sebut namanya di depanku juga di depan orang lain!” kata Seo Jin sambil menarik paksa kalungnya.

“ Robin ada disana. Disaat aku memerlukannya dia selalu ada. Di saat genting, kau selalu lari dan Robin selalu datang.”

Seo Jin marah besar mendengar nama Robin terus menerus. Ia mendorong Ha Na ke tembok, tapi tiba- tiba ia sesak nafas.

*tu kan, ga boleh jahat- jahat sama Ha Na makanya, haha*

Seo Jin terlungkup di lantai, Ha Na bingung melihat itu dan Ha Na menutup telinga Seo Jin sejenak untuk menenangkannya.



Beberapa saat kemudian Seo Jin sudah pulih seperti semula dan malah mendorong Ha Na hingga jatuh.

****
Woo jung mengadakan pertemuan dengan fans Robin di sebuah café. Kebetulan disana juga sedang ada direktur Ryu yang bertemu dengan polisi untuk menanyakan tentang kasus dokter Kang.

Saat Woo Jung pergi, ia secara tidak sengaja menjatuhkan foto dirinya dengan Robin. Foto itu diambil oleh direktur Ryu.

Ia mengira bahwa Seo Jin ternyata juga suka bermain dengan wanita, ia tidak mengira bahwa Seo Jin MPD.



Ha Na mendatangi kantor Tae Joo, saat Ha Na tiba, ada pasien yang baru selesai konsultasi, orang itu adalah sopir Ahn penjahat yang mencelakai Ha Na.

Ha Na tentu tidak sadar dengan orang itu, akan tetapi sopir Ahn mengetahui Ha Na dan memandangnya dengan penuh niat jahat.



Ha Na memutuskan untuk kembali melakukan hypnotherapy, kali ini ia mencoba mengingat kejadian lampu jatuh kemarin, ia curiga bahwa kejadian kemarin juga dilakukan oleh penjahat yang sama.

Tapi kali ini Ha Na tidak melihat wajah penjahatnya, yang ia lihat malah Seo Jin yang memanggil namanya sesaat sebelum bola itu jatuh.

“ maafkan aku. Banyak orang yang berharap untuk bisa menemukan penjahat itu, tapi aku tidak bisa banyak membantu” kata Ha Na kepada Tae Joo.

“ sejujurnya aku senang kau menelpon. Biasanya yang mau melakukan hypnotherapy adalah korban atau keluarga korban. Tapi kau bukan siapa- siapa dan kembali. aku sangat berterima kasih.”

Polisi menelpon sekretaris Seo Jin dan memberitahu bahwa ia menemukan file penelitian dokter Kang dan sekarang file itu ada di Tae Joo.

Seo Jin pun bergegas kesana karena ia berharap di file itu ada metode penyembuhan untuknya.

Sampai disana Tae Joo membenarkan bahwa ia telah menyimpan file milik dokter Kang, akan tetapi tidak ada file atas nama Seo Jin.

“ apa maksudmu tidak ada?”

“ ada sekitar 500.000 kasus disini, tapi tidak ada satupun tercantum nama pasien. Yang ada hanya nomor kasus itu. setelah aku buka, yang ada juga hanya foto- foto saja tidak ada data lain.”



*aku tau nomor berapa kasusmu Seo Jin, kasus nomor 101484 , ada di episode 1.. makanya jadi penonton, jangan jadi pasien.. haha..*

Seo Jin terlihat kecewa, di meja Tae Joo ia melihat syal yang ternyata milik Ha Na yang tertinggal.

****
Dalam perjalanan pulang Seo Jin melihat Ha Na berjalan sendirian, ia memperhatikan Ha Na dari dalam mobil.

Dari arah berlawanan ada motor yang berjalan serampangan dan hampir saja menabrak Ha Na.

Secepat kilat Seo Jin menyelamatkan Ha Na dari motor tersebut.

“ berhenti membahayakan dirimu sendiri.” kata Seo Jin lalu mengembalikan syal milik Ha Na.



“ aku akan pergi. Itu kan yang kau mau? Baiklah aku pergi, kau tidak perlu membayarku apapun, akan tetapi tolong biarkan staffku bekerja di Wonderland, apapun pekerjaanya” pinta Ha Na.

“ baiklah..” balas Seo Jin setelah beberapa saat berpikir. Yang perlu ia singkirkan memang hanya Ha Na.

“ dan, aku akan melanjutkan hypnotherapynya. Tidak ada hubungannya lagi denganmu, hanya saja aku tidak bisa hidup tenang kalau dokter Kang belum ditemukan. Kau tidak perlu berterima kasih, itulah kepribadianku.” Ha Na menggunakan kata- kata Robin.

“ kepribadian macam apa itu, omong kosong.” Kata Seo Jin skpetis.

Ha Na hanya tersenyum membenarkan, “ dan, aku menarik kata- kataku tadi. Bahwa kau selalu lari di saat genting.” Sepertinya Ha Na menghargai pertolongan Seo Jin barusan.

Beberapa saat berjalan ke arah yang berlawanan, Seo Jin diam- diam memayungi Ha Na yang berjalan di saat salju tengah turun, “ pakai ini..”



*cie cie cie, sejak kapan salju itu bisa membahahayakan orang Seo Jin, apalagi kalo Cuma dikit dikit.. wkwkwkwk.. cie yang mulai perhatian cie..*

Ha Na memandang Seo Jin sebentar, lalu mengambil payung itu.

****
As expected, penabrak motor tadi adalah sopir Ahn. Sampai di rumahnya, ia mengirim pesan kepada seseorang melalui laptop.

“ aku gagal lagi, dia kembali muncul”

“Goo Seo Jin?” tanya bos sopir Ahn. Belum diketahui siapa. Ayah Seo Jin?

Ha Na pergi ke arena sirkus Wonderland, ia mengingat masa lalu saat ayahnya masih hidup.

Saat Ha Na kecil selalu duduk di bangku terdepan menyaksikan atraksi ayahnya. Sekarang arena sirkus ini harus ia tinggalkan mungkin untuk selamanya.

Ha Na menangis karena tidak bisa mempertahankan apa yang sudah ayahnya bangun selama hidupnya.



Handphonenya tiba- tiba berbunyi, ternyata Robin yang menelpon.

*what? See now he can show up anytime?*

Ha Na sangat senang Robin menelpon dan memberitahu keberadaannya.

Beberapa saat kemudian Robin sudah tiba di arena sirkus.

“ apa kau menangis?” tanya Robin. Ha Na bilang tidak.

Ha Na dan Robin akhirnya bermain di atas trampolin, Ha Na menceritakan bahwa trampolin itu adalah kenangannya bersama dengan ayahnya.

“ aku akan pergi.”

“ kemana?” tanya Robin.

“ ke Amerika, tapi tidak sekarang, mungkin setelah beberapa hal beres kuurus,”

“kenapa? Apa Goo Seo Jin menyuruhmu pergi?”

“ ya.” Jawab Ha Na. Robin terlihat upset, disuruh jagain malah disuruh pergi, haha..

“ dia bilang showku jelek, paradeku jelek.”

“ dia bilang begitu dan kau diam saja? Mestinya kau bilang, ‘ showku jelek? Karaktermu itu yang jelek!’” kata Robin kepada Ha Na. wkwkwkwkwk.. I love Robin.

Robin pun akhirnya meminta Ha Na untuk menyampaikan keluh kesahnya kepada Seo Jin, nanti akan Robin sampaikan.. wkwkwkwkwk..

****
Besok paginya Seo Jin bangun dengan badan sakit semua, ya iyalah, dipake trampolin semaleman..  hahahaha

Di mejanya kembali ada pesan dari Robin, kali ini ia mengatakan, “ Sorry,”



Seo Jin langsung curiga tentang apa yang telah dilakukan Robin.

Pertanyaan Robin terjawab saat ia melihat Ha Na dan temannya datang ke rumahnya pagi- pagi membawa kontrak dan koper.

“ aku baru akan pergi tapi aku lihat kontrak ini di mejaku tadi pagi. Kau bahkan banyak membuat kenentuan menguntungkan dan sudah mengecapnya dengan jarimu. Terima kasih direktur” kata Ha Na.

Seo Jin melihat jari jempolnya yang masih merah tanda bekas cap, sure, Robin.. hahaha.. good job!



“ dan kau juga bilang untuk keamananku sebagai saksi, aku boleh tinggal di rumahmu. Meski aku agak canggung, tapi aku memutuskan akan tinggal disini..”

Seo Jin pun hanya bis mengumpat dalam hati pada Robin..

Hahahahahaha..


****
Untuk pertama kalinya, aku suka bukan sama pemeran utama alias Seo Jin, aku suka banget sama Robin.. hahahaha..

Dalam drama ini baik Seo Jin maupun ayahnya sering sekali menyinggung peristiwa lima tahun lalu. Sampai sekarang belum terungkap sama sekali apa peristiwa lima tahun lalu itu.

Misteri baru muncul mengenai siapa bos dari sopir Ahn, ia sepertinya mengenal Seo Jin dengan baik..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar