Total Tayangan Laman

Sabtu, 24 Januari 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 2


****

Seo Jin tidak bisa mengingat apa yang terjadi pada dirinya selama mengira dirinya pingsan. Ia tidak bisa menjawab pertanyaan Ha Na tentang apakah ia menyelamatkan Ha Na.

Seo Jin menyuruh Ha Na keluar karena ia tidak mau Ha Na melihat kebingungannya. Sebelum keluar, Ha Na melihat kalung yang selalu dikenakan Seo Jin.



“ apakah kalung itu milikmu?” tanya Ha Na seperti melihat sesuatu yang sangat penting.

“ apa?” tanya Seo Jin bingung. Ha Na mengatakan bahwa bukan apa- apa dan keluar dari kamar Seo Jin.

Di depan pintu kamar Seo Jin,Ha Na teringat akan masa lalunya.

Ada seorang gadis kecil yang hampir terjatuh ke  sungai dan hanya mampu bertumpu pada kedua tangannya.



Lalu tiba- tiba seorang laki- laki datang untuk mengulurkan tangannya, saat ia menolong gadis itu, gadis itu melihat ada kalung yang terjuntai dari leher lelaki itu.

Gadis itu adalah Ha Na saat kecil, ia ingat betul saat itu lelaki itu juga ikut lompat ke sungai. Pada saat di dalam air, Ha Na melihat kalung yang dipakai anak lelaki itu, dan sangat mirip dengan yang dipakai Seo Jin.

Kembali ke masa sekarang, Ha Na mengelak, ia tau bahwa pasti bukan Seo Jin yang menyelamatkan dia, baik itu dulu maupun kemarin.
****

Ayah Seo Jin, presdir Wonderland, berarti Seo Jin itu direktur, salah.. haha..



Ayah Seo Jin mendengar kondisi anaknya di Korea, ia tau bahwa anaknya mengidap MPD, sehingga ia menanyakan pada asistennya apakah Seo Jin mengingat apa yang terjadi?

Dan ternyata Seo Jin tidak mengingatnya. Ayahnya pun segera datang ke rumah sakit untuk menemui anaknya.

Sementara di rumah sakit, Seo Jin sedang shock karena Robin yang tiba- tiba kembali setelah lima tahun tidak pernah mengganggunya.

“ telpon dokter kang..” kata Seo Jin. Akan tetapi sekretarisnya mengatakan bahwa dokter Kang menghilang di hari Seo Jin datang ke rumah sakit.

Polisi sedang menyelidiki kasus hilangnya dokter Kang berdasarkan telpon dari dokter Kang sesaat sebelum ia hilang, ia meminta seseorang untuk datang dan menyelamatkannya.

Akan tetapi saat polisi datang kesana, dokter Kang sudah hilang. Polisi hanya mendapati dari saksi bahwa ada Seo Jin dan Ha Na di sekitar tempat itu di waktu itu, semua CCTV di matikan di lantai tempat kantor dokter Kang berada.

Semakin mengindikasikan bahwa penculikan ini sangat terencana.

Ayah Seo Jin sampai di rumah sakit dan meminta Seo Jin untuk pergi jauh sampai kasus ini selesai dan dokter Kang ditemukan.

Akan tetapi Seo Jin menolak dengan alasan bahwa ia akan sembuh dan selama lima tahun ini pun ia bisa hidup dengan baik dan normal.
****

Keluar dari rumah sakit, Seo Jin langsung pulang ke rumah dan menuju ke ruangan hutan dalam ruangan, haha..

Di dalam ruangan itu, ternyata ada tombol yang mengantar Seo Jin ke ruang rahasia lainnya, dimana hanya dia yang tau mengenai ruangan itu.

Di ruangan rahasia tersebut terdapat tiga layar monitor, dua yang besar tertempel di tembok, dan satu lagi seperti computer biasanya.



Seo Jin menyalakan computer itu dan melihat rekaman CCTV selama beberapa tahun ke belakang di Wonderland.

Terlihat rekaman itu pada tahun 2010, ia melihat dirinya menolong banyak orang di berbagai kesempatan.

Ada saat ia menolong orang yang terjatuh dari caroussel, saat menolong orang yang terjatuh dari escalator, dan saat orang terjebak di dalam lift.

Seo Jin tau bahwa itu bukan dia, tapi Robin. Itu adalah saat Robin mulai muncul dalam hidup Seo Jin.

Seo Jin nampak kesal dengan dirinya di dalam CCTV itu, dengan sandi rahasia yang cerdas, ia mengirim pesan rahasia untuk Robin yang dibuat dalam bentuk video.



“ dengarkan aku Robin, saat kau melihat ini berarti kau sudah kembali. kau ingat kan peraturan nomor 19 kita? Tidak ada alasan bagimu untuk muncul lagi, aku sudah berubah dan aku tidak mau lagi ada kau disekitarku. Kalau kau muncul sekali lagi, aku akan memusnahkanmu, selamanya.

****

Sekretaris memberikan laporan bahwa polisi sedang menyelidiki hilangnya Dokter Kang. Seo Jin menyayangkan tidak ada saksi yang melihat dokter Kang.

Akan tetapi saat melihat staff sirkus yang hendak pergi, ia ingat bahwa seseorang adalah saksi yang dapat menguak hilangnya dokter Kang.

Jang Ha Na. ia ingat bahwa hari itu ia melihat Ha Na keluar dari ruangan dokter Kang sambil dikejar penjahat itu.

Ha Na dimintai keterangan oleh polisi mengenai dokter Kang, ia mengatakan bahwa saat ia masuk, dokter Kang sudah tergeletak di lantai.

Akan tetapi polisi mencurigai bagaimana cara Ha Na masuk, padahal CCTV di lantai bawah tidak pernah merekam Ha Na masuk dan keluar gedung ini.

Saat itu Ha Na masuk dengan menggunakan tali dari gedung satu ke gedung rumah sakit dokter Kang untuk mencari Seo Jin, jadi wajar kalau CCTV tidak merekam kedatangannya.

Seo Jin tiba- tiba datang dan menyampaikan bahwa Ha Na masuk dengan menggunakan tali sling shot.

Akhirnya Seo Jin, Ha Na, dan pak polisi masuk ke dalam ruangan dan Ha Na merekonstruksi ulang kejadian hari itu.



Semua dapat di ingat oleh Ha Na kecuali saat ia harus mengingat wajah si penjahat.

Seo Jin sangat geregetan karena Ha Na melupakan bagian yang paling penting. Mereka membawa Ha Na ke rumah sakit dan dokter bilang bahwa ini adalah jenis amnesia sementara dan Ha Na akan segera pulih ingatannya.

Seo Jin tidak sabar menunggu lama karena nyawa dokter Kang bisa saja dalam bahaya. Ia pun menjadwalkan hypnotherapy tanpa persetujuan Ha Na.

“ tunggu dulu, kenapa aku harus melakukan hypnotherapy?”

“ karena seseorang menghilang dank au satu- satunya saksi.”

“ jadi aku penting untukmu?”

“ ya.”

“ kau butuh aku?”

“ ya.”

“ sangat butuh aku?”

“ ya,,”

“ kalau begitu aku tidak mau melakukannya.”

“ apa?”

“ dalam kondisi ini, seseorang harusnya minta tolong dengan tulus, dan membayar orang yang membantu dengan layak.” Kata Ha Na sambil meninggalkan Seo Jin.

Seo Jin paham betul dengan maksud Ha Na, ia akhirnya memperpanjang kontrak grup sirkus Ha Na di Wonderland.



Ha Na meminta kontrak diperpanjang sampai 10 tahun.

“ 10 tahun atau tidak sama sekali..” kata Ha Na, Seo Jin tidak ada pilihan lain selain setuju.. haha

What a deal.

****
Ha Na akhirnya sepakat untuk melakukan hypnotherapy meski ia tidak terlalu percaya dengan metode tersebut.

Ha Na sampai di sebuah apartemen dimana ia akan di hypnotherapy oleh mantan murid dokter Kang. Namanya Yoon Tae Joo.

Ha Na ngobrol- ngobrol dengan Tae Joo sejenak dan mengatakan bahwa ia tidak terlalu percaya dengan hal ini.

Akan tetapi Tae Joo meminta Ha Na untuk percaya padanya, Tae Joo menyalakan music dan mengatakan bahwa music inilah yang akan membuat Ha Na terhipnotis dan music ini juga yang akan membuat Ha Na terbangun. Ha Na mengerti.

Tanpa sepengetahuan Ha Na, Tae Joo mengalihkan perhatian Ha Na dengan mengajaknya bermain karet gelang, ia meminta Ha Na mengikuti polanya sambil menjawab pertanyaannya.



“ tanggal 22 januari jam 4 sore, kau ada di kantor dokter Kang, satu dua tiga, gambarkan situasinya.” Tae Joo menjentikkan jarinya dan Ha Na pun tertidur.

Tae Joo meminta Ha Na menggambarkan apa yang terjadi, ia menanyakan beberapa hal yang dijawab Ha Na sambil tertidur.

Ha Na sempat berteriak saat ia dicekik oleh penjahat itu, saat ia hendak membuka masker penjahat, Tae Joo membangunkan Ha Na dengan music yang tadi.

“ aku melihat wajahnya, aku ingat wajahnya.” Kata Ha Na.

Berita itu sampai ke Seo Jin, ia tau bahwa jika Ha Na melihat wajah penjahat, maka penjahat akan mencelakai Ha Na sekarang karena telah melihat wajahnya.

Seo Jin mencari Ha Na untuk mengamankan saksi kunci ini.

Enaknya punya urusan sama direktur taman hiburan, di amankannya di penthouse, haha..



Seo Jin menyuruh Ha Na untuk tinggal disini dan jangan kemana- mana, sementara diluar sana penjahat itu terus mencari Ha Na untuk mencelakainya.

Ha Na menolak tinggal disana karena ia merasa sangat dimanfaatkan oleh Seo Jin demi kepentingan Seo Jin sendiri.

Ha Na ikut naik lift yang dinaiki oleh Seo Jin, ia mengatakan bahwa pasti bukan Seo Jin yang menyelamatkannya.

Seo Jin mulai curiga mengenai apa yang dikatakan oleh Ha Na, “ apa yang kau bilang sudah menyelamatkanmu itu, mirip denganku?”

“ tidak, tidak sedikitpun..” kata Ha Na pergi meninggalkan Seo Jin..

Seo Jin coba mengumpulkan bagian- bagian puzzle beberapa hari terakhir.

Dimulai saat Bing Bing menghampiri Ha Na dimana MPDnya langsung naik, dan saat Ha Na mengatakan bahwa ia telah menyelamatkan Ha Na kemarin.

“ apa mungkin Robin kembali karena Ha Na?”

Seo Jin mengikuti Ha Na ke tempat sirkus yang baru, ia ingat bahwa tempat itu adalah tempat yang sama seperti yang ia lihat di dalam mimpinya.

Bajunya, bahkan detail anglenya pun sama.

Ia melihat lampu yang sama di dalam mimpinya, dan tau bahwa lampu itu akan jatuh,

Dan benar lampu itu jatuh, penjahat itulah pelakunya yang akan membuat Ha Na terluka karena lampu itu menimpa dirinya.

Saat itu MSP Seo Jin kembali naik, dan beberapa saat kemudian, tanpa ragu Seo Jin menolong Ha Na dari lampu yang jatuh.



Ha Na terjatuh di pelukan Seo Jin, saat terbangun ia melihat kalung itu lagi, dan yang lebih mengejutkan lagi, ia melihat Seo Jin tersenyum. Sangat lebar..

“ apakah kau baik- baik saja? Pergilah ke rumah sakit dan pastikan kau baik baik saja dan tidak ada luka dalam..”



“ tapi sepertinya kau baik- baik saja, syukurlah..” kata Seo Jin sambil tersenyum.

Ha Na sangat bingung dengan perubahan sikap Seo Jin yang tiba- tiba dan sangat drastis ini.

Salah satu utusan ayah Seo Jin melihat perubahan sikap itu dan langsung menyimpulkan bahwa itu adalah Robin.

Kedua petugas itu langsung mengeluarkan alat kejut listrik untuk Robin,

Robin melihat itu dan langsung kabur dengan wajah pelajar yang mau bolos.. hehe..



Ha Na melihat dan mengikuti Robin, ia bersembunyi di dalam keranjang besar menunggu petugas pergi.

Setelah pergi ia keluar dari sana dengan wajah senang, ia melompat kesana kemari dengan wajah sangat senang seolah sudah sangat lama tidak bisa bermain seperti itu.

“ apa yang aku lihat ini?” Ha Na bertanya pada dirinya sendiri. Robin terlihat sangat playful.

Ia mengikuti Robin sampai ke atap  dengan masih menganggap bahwa itu adalah Seo Jin.

Di balkon, Robin membentangkan tangannya dan mengatakan,

“ aku sudah kembali..”


****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar