Total Tayangan Halaman

Sabtu, 24 Juni 2017

RULER : MASTER OF THE MASK EP 25 - 28

Sumpaaahhhh males banget bikin review minggu ini.. Jalan ceritanya menyakiti hatiku.. Hiks hiks..



Ga Eun dirawat oleh guru Woo bo di istana. Woo Bo mengatakan pada Lee Sun bahwa Ga Eun baik baik saja dan akan pulih selama beberapa hari.



Woo Bo mengijinkan putra mahkota melihat Ga Eun, saat putra mahkota di samping Ga Eun, Ga Eun pun sadarkan diri.

“ saat aku dalam bahaya, kau selalu ada di sampingku. Entah kau sebagai Chunsoo, sebagai kepala pedagang, terkadang aku bertanya Tanya siapa kau sebenarnya. Tapi untukku, kau hanyalah tuan Chunsoo..”

Putra mahkota merasa tidak nyaman dengan perkataan Ga Eun itu karena ia masih belum bisa mengakui jati dirinya ke Ga Eun. Ia pun hanya bisa memeluk Ga Eun dengan erat.



Woo Bo, Moo Ah, dan putra mahkota berkumpul untuk mendiskusikan siapa kira kira dalang dari teh beracun ini. Woo Bo merasa bahwa ini bukan ulah Pyunsoo karena mereka tidak medapat keuntungan apapun dari insiden ini, mereka malah dirugikan karena kehilangan dua kandidat mereka.



Di tempat Dae Mok, mereka juga bingung siapa kira kira dalangnya. Hwa Gun dengan yakin mengatakan bahwa ini semua adalah ulah ibu suri. Ibu suri sengaja melakukan ini semua agar ia punya kuasa penuh untuk melakukan pemilihan ratu. Di tempat lain, putra mahkota juga memikirkan hal yang sama.

Hwa Gun sama putra mahkota ini cerdasnya sama, hehe..

****

Proses seleksi tahap kedua dilakukan, di tengah proses seleksi, tiba tiba Hwa Gun datang untuk menjadi juri. Ia ingin memastikan bahwa proses seleksi berjalan dengan fair. Ibu suri dan raja sama sama tidak berani melarang Hwa Gun menjadi juri.

Ga Eun kaget melihat Hwa Gun yang tiba tiba masuk ke ruangan, ia makin kaget saat Hwa Gun memperkenalkan dirinya sebagai ketua Pyunsoo.



Hwa Gun sengaja memberikan pertanyaan yang menyakiti hati Ga Eun, yakni pertanyaan mengenai ayahnya.

Hwa Gun bertanya kepada semua kandidat, apa hukuman yang diberikan kepada orang yang mencatut nama raja?

Ga Eun hanya bisa mengepalkan tangannya menahan marah. Biasa lah, kesempatannya Hwa Gun meluapkan kecemburuan.. wkwk..



Selesai menjadi juri, Hwa Gun tidak sengaja bertemu dengan putra mahkota. Ia mengajak putra mahkota pergi untuk bicara privat.

Putra mahkota ogah ogahan tapi akhirnya ngikut juga. Hwa Gun menjelaskan bahwa insiden keracunan kemarin bukanlah perbuatan Pyunsoo.

Putra mahkota mengatakan bahwa ia juga tau itu dan ia berterima kasih pada Hwa Gun atas bantuannya selama ini.

“ aku sungguh berterima kasih kepadamu. Tetapi aku berharap kita tidak bertemu lagi seperti ini. Aku dan Pyunsoo akan selalu menjadi musuh bebuyutan, aku tidak bisa bertemu terus denganmu yang adalah ketua Pyunsoo. Jaga dirimu, selamat tinggal.”



Saat putra mahkota mau pergi, air mata menggenang di mata Hwa Gun, ia pun memanggil putra mahkota

“ Putra Mahkota!”

Putra mahkota tertegun, ternyata Hwa Gun sudah tau bahwa ia adalah putra mahkota selama ini.

“ sejak kapan kau tau identitasku sesunguhnya?”

“ aku tau sejak lima tahun lalu kita bertemu di greenhouse. Akulah yang menyelamatkanmu dari tebing dan memberikanmu obat agar kakekku percaya bahwa kau sudah mati. Tidakkah kau mau tau kenapa aku melakukannya?”

“ karena aku menyukaimu. Karena aku mencintaimu. Aku menjadi ketua Pyunsoo untuk membuat kakekku berjanji bahwa ia tidak akan menyentuhmu lagi. Dan sekarang kau mengatakan bahwa kita tidak bisa bertemu lagi karena aku adalah ketua Pyunsoo? Tidak taukah kau seberapa banyak hal yang sudah kulakukan hanya untukmu? Apa aku pernah meminta banyak darimu? Aku hanya ingin berada di dekatmu. Apalagi yang harus aku lakukan agar kau mau melihatku?”

Oh my god, ini kaya pengakuan tersedih yang pernah gue liat. Akhir akhir ini, Hwa Gun is not bitchy at all. Dia semakin dewasa dalam cara dia mencintai putra mahkota.

Setelah mengatakan hal itu, Hwa Gun tidak menunggu respon putra mahkota. Ia langsung pergi bersama Gon.

Sementara putra mahkota tidak menyangka bahwa Pyunsoo yang sangat ia benci malah menyelamatkan nyawanya.

Chungwoo pun mengatakan pada putra mahkota, bahwa jika Dae Mok sudah berjanji tidak akan melukai putra mahkota, maka yang kemarin mencoba membunuh putra mahkota bukanlah Dae Mok. Putra mahkota pun langsung yakin bahwa itu semua adalah rencana ibu suri.



****
hasil seleksi tahap dua akan di umumkan, saat akan di umumkan, menteri dalam negeri yang merupakan orang Dae Mok menangkap Ga Eun dan menuduhnya bahwa ia adalah pelaku dari insiden keracunan kemarin.

Ga Eun pun langsung dibawa ke tempat interogasi untuk dipaksa mengaku.



Lee sun dan putra mahkota sama sama mencari cara terbaik untuk melepaskan Ga Eun.

Putra mahkota memberi ide kepada Lee Sun untuk bernegosiasi dengan ibu suri.

Sayang, Lee Sun tidak melakukan sesuai dengan saran putra mahkota. Ia malah membuat kesepakatan yang lain dengan ibu suri.



Putra mahkota meminta Lee Sun untuk melepaskan Ga Eun dan membuatnya keluar dari istana. Tapi rupanya Lee Sun salah paham dan malah menganggap putra mahkota mau merebut Ga Eun dari sisinya.

Maka dari itu, Lee Sun membuat kesepakatan dengan ibu suri untuk membuat Ga Eun tetap berada di istana, jadi putra mahkota tidak akan bisa memiliki Ga Eun.

Setelah bebas, GA Eun dibawa ke istana untuk mendengar hasil seleksi ketiga.



Putra mahkota tau duluan hasilnya, bahwa Ga Eun lolos dan terpilih menjadi selir, sementara ratunya adalah ponakan dari ibu suri.

Salah Fokus sama mulusnya tangan abang L.. huhu..


Putra mahkota mencak mencak di depan gerbang karena ga mau Ga Eun menjadi selir.



Ia bicara empat mata dengan Lee Sun, “ apa yang kau lakukan? Ga Eun akan menjadi ratuku. Kau pikir aku akan membiarkan dia menjadi selir rendahan?”


****
Hyun Seok membawakan titipan yang katanya dari putra mahkota.

Menurut surat yang dibaca oleh Lee Sun, pil itu ialah penawar dari kecanduannya akan ganja. Hyun Seok memberi saran kepada Lee Sun untuk tidak mudah percaya dan menyuruh salah satu dayang untuk mencobanya lebih dulu.



Dayang itu pun mencoba dan ia mengatakan bahwa pil ini aman dikonsumsi.

Saat Lee Sun hendak meminumnya, dayang itu pun terbatuk dan darah keluar dari mulutnya. Beberapa detik kemudian, dayang itu pun mati.



Lee Sun marah besar sekaligus sedih karena merasa dikhianati.

“ bisa bisanya ia, yang mengaku temanku, hendak membunuhku dengan cara seperti ini?”

Lee Sun menyangka bahwa putra mahkota ingin membunuhnya dan mengambil kembali tahtanya. Lee Sun pun memberitau Hyun Seok bahwa ketua pedagang itu merupakan putra mahkota yang asli.

Ia pun lalu pergi ke tempat Dae Mok dan mengatakan hal yang sama.



Duh mulai limis deh ini laki laki.

Dae Mok marah besar, terutama pada Hwa Gun yang jelas jelas mengkhianati kakeknya sendiri. Meski sudah tertangkap basah, Hwa Gun tidak gentar. Ia tetap meminta kakeknya menepati janjinya dan mengancam bahwa ia akan bunuh diri jika kakeknya membunuh putra mahkota.



Dae Mok keliatan sangat sedih karena cucunya begitu mencintai musuhnya. Kasian ngeliatnya si kakek ini, mukanya nelangsa.. makan ati cyiin.. wkwk..

****

Ga Eun diajak Mae Chang untuk keluar istana menemui Chunsoo. Awalnya Ga Eun semangat, tapi mereka berdua ketauan oleh penjaga dan malah dibawa ke hadapan raja.



Ga Eun dibawa ke green house oleh Lee Sun.

Disana, Lee Sun melepas topengnya dan mengakui identitasnya kepada Ga Eun.

Ga Eun menatap wajah Lee Sun seolah tidak percaya bahwa Lee Sun masih hidup.



“ aku menunggumu begitu lama. Apa yang kau lakukan disini, Sun-ah?”

Lee Sun pun memulai dramatisasi kehidupan, ergh.. kesel banget..

“ lima tahun lalu, raja melarikan diri dan membuat aku memakai topeng ini dan menjadi boneka Dae Mok.”



Apaan sih, waktu itu kan elu yang mau.. idih..

Ga Eun pun tidak menyangka bahwa raja yang asli jahat sekali.

“ tidak cukupkah ia membunuh ayahku? Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?”

“ yang mulia memintaku merahasiakannya darimu, nona..”

“ merahasiakan dariku?” ga Eun curiga bahwa putra mahkota yang asli adalah seseorang yang ia kenal.

“ ya, ia adalah seseorang yang kau kenal. Ketua pedagang, yang kau kenal sebagai Chunsoo, ia adalah putra mahkota yang asli. Ialah yang membunuh ayahmu..”

Apaan sih tahap kedua, padahal kan waktu itu Lee Sun liat dengan mata dengkulnya sendiri kalo bukan putra mahkota yang menggal bapaknya Ga Eun.  

Oke he tell the truth, tapi dia memanipulasi faktanya demi kepentingannya sendiri. Kalo ngasi info itu yang jelas dong, jangan di tambahin ato dikurangin. Kan berabe..

Ga Eun menemui putra mahkota. Ia memandang putra mahkota dengan tatapan dingin dan membawa putra mahkota ke greenhouse.

Ga Eun menunjukkan surat perintah yang lima tahun lalu ditulis oleh putra mahkota sebagai surat perintah untuk ayahnya.

“ itu merupakan satu satunya bukti yang aku punya demi bisa memulihkan nama baik ayahku.”

Putra mahkota sudah mulai speechless.

“ tuan, ijinkan aku menanyakan sesuatu padamu. Apa greenhouse ini adalah milikmu? Apa kau adalah putra mahkota yang sesungguhnya?”

Putra mahkota tidak bisa berkata apa apa dan hanya menghela nafas panjang berkali kali.

“ tolong katakanlah bahwa kau bukan putra mahkota yang asli.”

Putra mahkota pun mengatakan yang sesungguhnya.

“ Ga Eun-ah, memang akulah putra mahkota yang asli.”

Kaki Ga Eun langsung lemas, putra mahkota berusaha membantu tapi malah dibentak oleh Ga Eun. Ya iyalah bos, gile aja lu..



“ jika kau adalah putra mahkota, lalu kenapa kau menipuku? Apa membunuh ayahku tidak cukup? Apa kau mau mengejekku juga?!”

Ya oloh, suudzon banget sih.. huhu.. tapi bisa dimengerti sih..

“ aku tidak bisa mengungkapkan yang sesungguhnya karena aku takut kehilanganmu. Aku mohon, maafkan aku Ga Eun..”

“ beraninya kau meminta maafku!!!” bentak Ga Eun.

Galak banget bok, cucok..

Ga Eun ingin menusukkan pisaunya ke leher putra mahkota, dua kali ia mencobanya dan putra mahkota bahkan tidak melakukan perlawanan apapun. Tapi Ga Eun tidak bisa melakukannya.



“ayahku meminta untuk tidak menyalahkanmu, ia bilang bahwa kematiannya bukanlah salahmu. pergilah dari hadapanku. Jangan muncul di hadapanku sampai kapanpun juga.”
Ga Eun dan putra mahkota menangis di tempat yang berbeda. Menangisi nasib kisah cinta mereka yang tragis.



Lee sun mengambil kesempatan ini untuk mengambil hati Ga Eun, ia datang ke greenhouse dan mendekap Ga Eun dalam pelukannya..



Iuh..

Chungwoo bicara dengan Woo Bo bahwa Ga Eun sudah tau identitas putra mahkota. Chungwoo ingin bicara langsung dengan Ga Eun bahwa ia lah yang sebenarnya membunuh ayah Ga Eun. Tetapi Woo Bo sepertinya agak tidak setuju dengan ide ini.


****

“ apakah Lee Sun dan putra mahkota sungguh mencintai Ga Eun itu?” Dae Mok bertanya pada seseorang.

Kamera menyorot pada sosok itu, dan sosok itu ternyata adalah Hyun Seok.. ajudan kepercayaan Lee Sun.



Sialan.. maling kedua nih.. parah..

Berarti kiriman obat yang katanya dari putra mahkota itu ternyata dari Hyun Seok. Dan ternyata lagi, yang dikirim kemarin adalah beneran penawar untuk orang yang kecanduan, dan akan menjadi racun bagi yang tidak kecanduan.

Dayang yang nyoba kemarin,  dan meninggal,  kan engga kecanduan kaya Lee Sun, makanya saat minum pil itu dia langsung mati. Kayanya Hyun Seok sengaja menghasut Lee Sun untuk membuat orang lain mencoba obat itu supaya Lee Sun merasa bahwa ia dikhianati oleh putra mahkota. Padahal kalo kemarin dia langsung minum, uda sembuh deh dia sekarang..

Lee Sun mendapat surat dari Dae Mok bahwa bila Lee Sun membunuh putra mahkota maka Dae Mok akan membuatnya menjadi raja sungguhan.



Lee Sun pun meminta Hyun Seok untuk memanggil putra mahkota dan mengatakan bahwa ada hal yang ingin ia bicarakan berdua saja.

Malamnya, putra mahkota datang ke ruangan raja.

Intinya, Lee Sun meremehkan putra mahkota yang tidak bisa mengungkapkan identitasnya dengan mulutnya sendiri. Lalu Lee Sun juga mengatakan bahwa ia tidak mau lagi percaya pada putra mahkota karena menurut dia ga ada untungnya.



Lee Sun pun memberitahu bahwa pertemuan ini adalah jebakan untuknya.

“ jika kau berhasil kabur mala mini, jangan pernah kembali ke istana ini karena istana ini bukan lagi milikmu. Bila kau kembali lagi, aku sendiri yang akan membunuhmu..”

Halah, main pedang aja ga bisa lo, gaya gaya mau bunuh orang..

Sesaat kemudian, istana dikepung oleh pasukan Dae Mok yang ingin membunuh putra mahkota. Beruntung kasim utama istana akhirnya tergerak untuk membantu putra mahkota dan Chungwoo untuk sembunyi dari pasukan Dae Mok.



Putra mahkota dan Chungwoo pun bisa bebas keluar istana.

Putra mahkota lalu berlatih pedang di tengah hutan belantara, ia mengayunkan pedangnya sambil mengingat bagaimana Ga Eun menghempaskan tangannya saat tau bahwa ia adalah putra mahkota yang asli. Ia juga teringat bagaimana Lee Sun mengatakan bahwa ia tidak akan mengembalikan tahta kepada dirinya.

Nothing goes right for him now,, kasian..

Ga Eun diculik oleh Dae Mok dan dibawa ke kediaman Dae Mok. Ia dipanggil oleh Dae Mok entah dengan maksud apa. Tidak ada raut takut sama sekali di wajah Ga Eun saat berhadapan dengan Dae Mok.



Di sela itu, putra mahkota diberitahu bahwa Ga Eun diculik oleh Dae Mok. Putra mahkota langsung emosi dan mengatakan bahwa ia akan pergi ke rumah Dae Mok.



“ aku pun ingin segera menyelamatkan Ga Eun, yang mulia. Tapi, kau harus hidup dan harus menjadi raja suatu hari nanti.” Kata Mae Chang.

Woo Bo membenarkan hal ini, “ Ga Eun adalah murid kesayanganku. Tetapi, aku tidak bisa menukarkan nyawamu dengan nyawanya. Kau, kau bertanggungjawan atas setiap nyawa yang ada di kerajaan ini. “



Putra mahkota Nampak lebih reda emosinya dan berusaha mencerna saran saran brilian di sekitarnya. Akhirnya ia pun memutuskan pergi ke rumah Dae Mok sendirian. Disana sudah ada Ga Eun yang duduk berhadapan dengan Dae Mok, Ga Eun kaget melihat kedatangan putra mahkota.



****
Komen :
I would say lee sun selangkah lebih maju daripada putra mahkota, dia berani ngaku duluan sama ga eun meski dia memanipulasi fakta yang bikin aku geregetan. Play victim banget padahal ada busuknya juga…

Penasaran sama apa yang akan dilakukan putra mahkota untuk membuat Dae Mok melepaskan Ga Eun tapi tidak perlu membahayakan nyawanya putra mahkota.


Seru nih seru.. tinggal 3 minggu lagi tamat T.T

Sabtu, 17 Juni 2017

RULER : MASTER OF THE MASK EP 21 - 24


****

*Flashback*

Putra mahkota dan mendiang raja berada di ruang rapat raja. Raja mengatakan bahwa duduk di tahta akan membuat Putra mahkota merasa kesepian. Akan ada masa di mana rakyat tidak mau mendengarkanmu.

Putra mahkota yang lugu menanyakan kepada ayahnya apa yang harus ia lakukan jika masa itu datang?



Raja pun menjawab bahwa jika masa itu datang, maka putra mahkota harus mendengarkan kata hatinya sendiri dan jangan membiarkan seorangpun mengambil keputusan bagi raja.

*end of flashback *

Putra mahkota menatap kedua hambanya, Woo Bo dan Jenderal Jeo Heon, yang sedang berlutut di hadapannya.

“ aku akan menyerang Pyunsoo sekarang juga. Aku akan membalaskan dendam atas kematian keluargaku, ayah Chung Woo, dan ayah Gae un.”



Jenderal Jeo Heon senang mendengarnya, sementara Woo Bo bersedih hati mendengarnya.

“ aku sangat ingin melakukannya, tapi aku tidak bisa. “

Guru Woo Bo menatap kembali putra mahkota dengan penuh harap.

“ aku bisa saja menyerang Pyunsoo sekarang dan merebut singgasanaku kembali. Tetapi aku tidak bisa memastikan apakah Pyunsoo sudah hancur seluruhnya. Aku tidak ingin mengorbankan nyawa rakyatku demi mendapatkan kembali singgasanaku.”

Jenderal Jeo Heon kecewa berat.

“ lagipula, bila pasukanmu meninggalkan perbatasan, suku Jurchen ( semacem Negara tetangga yang suka berulah ) tidak akan tinggal diam dan akan menyerang wilayah perbatasan kita. Menjadi raja yang meresahkan dan membuat Negara kita diserang oleh musuh, aku tidak ingin menjadi raja yang seperti itu. Di bawah kepemimpinanku, aku akan menjadi raja yang peduli dan melindungi rakyatku.”

“ jenderal, bila kau betul menganggap aku rajamu, maka kembalilah ke perbatasan. Kau tidak perlu melindungiku, tetapi lindungilah rakyatku..”

Oh my God, bijak bingits coiii…

Jenderal Jae Heon akkhirnya mengikuti perintah putra mahkota, sementara guru Woo Bo menangis haru melihat muridnya sudah menjadi sangat bijak sekarang..

****

Besoknya, Jenderal Jae Heon menghadap ibu suri dan menyatakan bahwa ia tidak akan mengerahkan pasukannya melawan Dae Mok.



Ibu suri Nampak marah dan kecewa.

“ aku melakukannya atas perintah putra mahkota.”

Ibu suri syok mendengar bahwa putra mahkota masih hidup.

Ibu suri menangis haru dan menanyakan kondisi putra mahkota di luar sana.

“ jangan kuatir yang mulia. Sesungguhnya yang mulia pernah bertatap muka dengan putra mahkota.”

Ibu suri pun kaget.

“ kepala pedagang itu ialah putra mahkota yang sesungguhnya..” kata Jenderal. Duh si bapak ini limis banget deh beneran. Mulutnya ember kaya emak emak..

Malam harinya, Chunsoo di undang oleh ibu suri ke istana. Ga Eun ditugasi untuk membawa kudapan untuk tamu ibu suri tanpa tau bahwa tamu itu adalah Chunsoo.



Saat Chunsoo melihat kedatangan Ga Eun, ia meminta Ga Eun untuk menemaninya sampai tehnya habis.

“ tuan masih saja suka melecehkan dayang istana seperti ini. Lain kali saya akan meminta orang lain melakukan hal ini.”

“ aku.. tidak bisa menyelesaikan tegukan terakhir tehnya..”

Ga Eun tidak menggubris Chunsoo dan membawa kudapan itu keluar. Sampai di luar Ga Eun menangis karena sudah mengacuhkan Chunsoo.



Tiba tiba Ga Eun melihat ke dalam wadah teh Chunsoo, ia mencium aroma teh itu dan menyadari bahwa teh itu beracun.



Ga Eun segera kembali ke ruangan Chunsoo tapi Chunsoo sudah di bawa oleh segerombol orang yang ternyata adalah orang orang ibu suri.

Ternyata DIA MALINGNYA! Gue tertipu sama mulut manisnya. Di awal drama dia seneng karena akhirnya lahir pangeran meski bukan dari rahimnya. Ibu suri bahkan memberikan gelar kehormatan pada ibu kandung putra mahkota.

Ternyata semua itu hanyalah tipu muslihat saudara saudara.. * kezel *

Ga Eun berhasil mengikuti Chunsoo yang dibawa ke tebing dalam keadaan tangan dan kaki terikat dan diberi pemberat batu di kakinya.



Orang suruhan itu pun menenggelamkan putra mahkota ke dasar danau.

Mending bu menteri Susi lah ya, menenggelamkan kapal pencuri ikan..

Hehehehe..



Setelah orang orang itu pergi, Ga Eun terjun ke danau dan menyelamatkan putra mahkota. Ia berhasil melepaskan ikatan ditangan dan kaki putra mahkota dan berusaha membawanya naik.



Meski Ga Eun tidak terlalu pandai berenang, tapi yang ada di pikirannya hanyalah menyelamatkan putra mahkota. That is sweet :D

Putra mahkota dan Ga Eun sama sama pingsan di pinggir danau.



Putra mahkota lebih dulu tersadar dan mendapati Ga Eun di sebelahnya dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“ Ga Eun – ah, bangunlah… “

Ga Eun pun akhirnya terbangun dan lega karena Chunsoo selamat.

“ kenapa kau melakukan hal yang berbahaya seperti itu?” kata putra mahkota.

“ karena aku takut. Aku takut akan kehilangan seseorang yang lebih berharga dari nyawaku..”

*oh come on.. gombal abis deh.. wkwk *



Putra mahkota terharu sekali mendengar pernyataan Ga Eun. Ia pun mencium Ga Eun dengan penuh kasih sayang.

By the way scene ini bikin penonton heboh banget, aku nonton videonya di You tube dan commentnya pada bilang , “ akhirnya adegan ini kejadian juga..” wkwkwk.. pada ngarep semua ternyata.



Putra mahkota mengantar Ga Eun kembali ke istana. Di jalan, Ga Eun meminta maaf karena sudah mengacuhkan putra mahkota.

“ tidak apa. Aku memahamimu.. “

****

Sampai di istana, Ga Eun dan putra mahkota kedapatan sedang berduaan. Mereka berdua pun dibawa ke hadapan raja.

Lucu deh, Ga Eun kaya anak gadis ketauan pacaran sama bapaknya.. wkwk..



Ga Eun dan putra mahkota sama sama menyalahkan diri sendiri di hadapan raja.

Ga Eun bilang bahwa ia ceroboh dan terjatuh ke sungai, sementara Putra mahkota mengatakan bahwa ialah yang kelewat batas mendekati dayang istana.



Lee Sun marah melihat aksi bela belaan mereka berdua. Lee Sun pun menutupi kejadian ini dengan mengatakan bahwa ia mengutus Chunsoo untuk mencari Ga Eun.

Lee Sun mengenakan jubah kerajaannya pada Ga Eun karena ia melihat Ga Eun yang basah kuyup dan kuatir Ga Eun akan sakit.



Ia meminta kasim utama membawa Ga Eun dan memastikan bahwa Ga Eun baik baik saja.

Sementara itu, Lee Sun, di depan pasukannya,  menegur Putra mahkota yang sembarangan berduaan dengan dayang istana.

Putra mahkota meminta maaf akan kecerobohannya.

Tidak cukup dengan hal itu, Lee Sun menunjukkan kekuasaannya dengan memberikan hadiah kepada Putra mahkota karena sudah menyelamatkan dayang kesayangannya.



Putra mahkota bahkan dipaksa untuk mengatakan terima kasih kepada Lee Sun..

Erghhh.. apaan sih ni raja abal abal.. enggak banget deh.

Mulai dari sinilah putra mahkota mulai menyadari bahwa bukan hanya dirinya yang menaruh hati pada Ga Eun.


****

Setelah yakin bahwa putra mahkota sudah meninggal, ibu suri pun memulai dramanya.

Ia memanggil Jeo Heon dan mengatakan bahwa Pyunsoo sudah membunuh putra mahkota.



Jae Heon pun meledak dan menyatakan bahwa ia akan membawa pasukannya ke ibukota dan memenggal kepala Dae Mok dengan tangannya sendiri.

Ternyata ibu suri mengincar pasukan Jae Heon yang jumlahnya 40.000 orang itu. Dia pikir, setelah putra mahkota meninggal, maka pasukan Jae Heon akan berpihak padanya..

Hei hei.. siapa bilang tante.. pede amat..

Jae Heon mengirim surat kepada Ryul mengatakan bahwa putra mahkota dibunuh oleh Pyunsoo dan sekarang ia dalam perjalanan menjemput pasukannya di perbatasan.

Ryul menyampaikan hal ini kepada Woo Bo dan Park Moo Ah.

Mereka semua menangis,

Di tengah tangisan mereka yang pecah, datanglah putra mahkota yang dikira sudah meninggal.

Putra mahkota ikut nimbrung membaca surat Ryul yang menyatakan bahwa Jae Heon akan mengerahkan pasukannya ke ibukota di hari jadi ibu suri.

Woo Bo kaget melihat putra mahkota yang masih hidup, Woo Bo pun keceplosan dan mengatakan, “ siapa kau?”



Wkwkwkk… kocak parah ini guru..

Mereka pun akhirnya berdiskusi mencari cara agar Jae Heon tidak bisa membawa pasukannya ke ibukota.



Putra mahkota pun pergi meminta bantuan kepada Hwa Gun.

Hwa gun kaget mendengar putra mahkota yang mengatakan bahwa Jae Heon akan menyerang Pyunsoo.



Bagaimanapun juga Hwa Gun adalah pemimpin Pyunsoo sekarang.. tapi Hwa Gun bisa menguasai diri dengan baik di hadapan putra mahkota.

“ tuan, Pyunsoo adalah musuh besarmu, tetapi kenapa kau ingin mencegah Jenderal untuk menyerang Pyunsoo?”

“ karena, kita tidak boleh mengorbankan rakyat yang tidak tau apa apa..”



Aseekk… wkwk..

Besoknya, Hwa Gun pergi menemui kakeknya. Hwa Gun menanyakan kenapa kakeknya berusaha membunuh putra mahkota lagi?


Dae Mok menoleh cucunya dan tersenyum simpul, “ ternyata banyak juga yang tidak suka dengan kepala pedagang itu..”

Dari situ Hwa Gun tau bahwa bukan kakeknya pelakunya.



Hwa Gun pun mengadakan rapat  bersama tetua Pyunsoo. Ia membeberkan bahwa Jae Heon sedang menuju ibu kota untuk menyerang Pyunsoo.

Hwa Gun berhasil meyakinkan kakeknya bahwa Jae Heon harus segera dihentikan dan Pyunsoo harus melakukan sesuatu untuk ini.

Dae Mok menanyakan bagaimana caranya menghentikan pasukan yang jumlahnya puluhan ribu itu..



Hwa Gun pun menawarkan rencana brilian,

“ aku akan memindahkan pedagang dari utara dan menghentikan suplai makanan bagi suku Jurchen. Dengan begitu maka dalam beberapa hari Suku Jurchen akan mulai berulah. Bila suku Jurchen sudah berulah, maka pasukan Jae Heon tidak akan bisa meninggalkan perbatasan itu..”

Dae Mok sangat terkesan dengan kecerdasan cucunya. Demi apa, ini pertama kalinya ngeliat Dae Mok senyum selebar itu.. hehehehe..



Bapaknya Hwa Gun pun manggut manggut, mungkin dia mulai bisa ngerti kenapa anaknya bisa jadi pemimpin Pyunsoo dan bukannya dia.. hehe..

****

Putra mahkota dan Lee Sun ngobrol dengan menggunakan secarik kertas. Awalnya mereka membicarakan masalah jenderal Jeo Heon.



Tapi kemudian putra mahkota membicarakan Ga Eun dan menyatakan ingin bertemu dengannya.

Lee sun kembali tersulut emosinya.

Ia pun memanggil Ga Eun dan menanyakan kondisinya. Sengaja untuk manas manasin putra mahkota dan menunjukkan bahwa Ga Eun adalah dayang istana ‘ miliknya ‘

Lee Sun mengajak putra mahkota bicara di green house. Disana Lee Sun menyatakan bahwa ia akan mengembalikan tahta ini kepada putra mahkota bila waktunya tiba, tetapi ia tidak akan menyerahkan Ga Eun kepada putra mahkota.

Tapi kalo Ga Eun yang menyerahkan diri ke putra mahkota, bisa apa lo?

Kezel..

“ Ga Eun membenciku karena topeng ini. Tidakkah yang mulia sadar bahwa sesungguhnya ia membencimu bukannya aku? Sampai kapan yang mulia akan menipunya dengan berkedok sebagai Chunsoo?!” gertak Lee Sun.



Bener juga sih.. aku punya firasat kalau hal ini yang akan membuat putra mahkota gentar untuk memperjuangkan Ga Eun suatu hari nanti.. hmm..

****
Mae Chang menemui ayahnya, kasim utama,

Kasim utama mengetahui bahwa yang berencana melenyapkan putra mahkota adalah ibu suri.



Mae chang kaget mendengarnya.. kenapa ibu suri melakukan hal sekeji itu?

“ sekali ini ibu suri sudah bertindak keterlaluan, aku harus memberinya peringatan.. “ kata kasim utama.

Ibu suri datang ke tempat pesta ulang tahunnya. Saat masuk ke ruangan, terlihat Dae Mok yang duduk di tempat ibu suri,  leh uga ni kakek.. wkwk..



Dae Mok membawakan hadiah 3 untuk ibu suri, 2 carik kertas dan satu lagi darah harimau. Maap aku engga ngerti apa yang ditulis di 2 carik pertama..

Tapi saat membuka hadiah ketiga, ibu suri terkaget kaget. Dae Mok hanya mengatakan pada ibu suri untuk mengingat masa lalu.



Pesta dimulai, Chunsoo datang membawa hadiah untuk ibu suri. Betapa kagetnya ibu suri karena melihat putra mahkota masih hidup.



Dae Mok membaca ekspresi ibu suri dengan tatapan curiga.


Di puncak perayaan, ada semacam pementasan wayang kecil kecilan. Tapi ternyata cerita wayang ini merupakan kisah nyata. Kisah nyata tentang kejahatan yang dilakukan oleh ibu suri kepada Lee Sun.

Ternyata saat kecil, yang meracun Lee Sun bukanlah Pyunsoo. Saat itu Dae Mok sungguh sungguh ingin memberikan hadiah untuk putra mahkota yang baru lahir. Akan tetapi hadiah itu ditukar dengan darah harimau yang sudah di isi racun oleh ibu suri.



Itu mengapa Dae Mok memberikan darah harimau kepada ibu suri tadi dan meminta ibu suri untuk mengingat masa lalu. Ibu suri sepertinya cemburu karena ia tidak bisa memberikan keturunan kepada raja. Ia ingin melenyapkan putra mahkota karena ia ingin berkuasan sepenuhnya terhadap Joseon.

Woo Bo memberitahu putra mahkota bahwa kisah ini adalah kisah nyata dan adalah kisah dirinya saat kecil. Putra mahkota pun kaget saat tau bahwa ibu suri ternyata adalah orang yang mau membunuhnya dulu. Well she did it again few days ago, crown prince..



****
Ibu suri marah besar atas pertunjukan wayang barusan. Ia pun mengira bahwa Dae Mok lah yang merancang ini. Tidak hanya ibu suri, kubu putra mahkota pun mengira bahwa Dae Mok lah pelakunya.. padahal yang merencanakan ini ialah kasim utama untuk memperingatkan ibu suri karena coba melenyapkan putra mahkota.



Wkwk.. si kakek di fitnah lagi.. sabar kek..

Besok paginya, putra mahkota datang menghadap ibu suri dan mengadu bahwa beberapa saat lalu dirinya coba dibunuh oleh Dae Mok. Putra mahkota pun meminta perlindungan ibu suri, sebagai gantinya, ia akan memberikan informasi mengenai Pyunsoo yang akan berguna bagi ibu suri.

Putra mahkota menyarankan ibu suri untuk segera melakukan pemilihan ratu sebelum Dae Mok memintanya.

“ akan lebih baik jika Yang Mulia menyiapkan ratu dari pihak yang mulia. Kita tidak bisa membiarkan orang Dae Mok menjadi ratu..”

Ibu suri pun setuju akan hal itu, tetapi saat keluar dari ruangan ibu suri, raut wajah putra mahkota tiba tiba berubah. Seolah ia merencanakan sesuatu dengan dalih membantu ibu suri. Mungkinkah ia mau membongkar kedok ibu suri?



Ibu suri memanggil Ga Eun dan pura pura baik dengan mengatakan bahwa ia menyesal karena belum bisa memulihkan nama baik ayahnya. Ibu suri dulu berjanji bahwa ia akan memulihkan nama baik ayah Ga Eun di hari ulang tahunnya.

“ bisakah kau percaya padaku dan tetap membantuku? Aku bersumpah akan menepati janjiku.”



Ga Eun pun akhirnya bersedia.

Ibu suri meminta Ga Eun mengambil wadah bamboo yang ada di kamar raja dan memberikannya pada ibu suri karena ibu suri ingin tau apa isi di dalamnya.

****

Putra mahkota menemui Hwa Gun. Ia memperlihatkan pil yang dikonsumsi oleh Yang, ternyata pil itu adalah pil opium. Btw opium apaan sih? Ganja yak?

Hwa Gun kaget melihat putra mahkota punya pil itu, karena baru saja kemarin ia melihat pegawai yang mati karena tidak bisa makan pil itu.

Namun lagi lagi Hwa Gun bisa mengendalikan ekspresinya.



“ apa ini, tuan?”

Putra mahkota pun menjelaskan apa pil itu, ia menjelaskan bahwa bahkan ahli herbal di Joseon pun tidak tau apa saja kandungan di dalamnya. Ia pun mengira bahwa mungkin Hwa Gun akan tau pil apa ini karena ia sering bergaul dengan pedagang jepang.

Hwa Gun berbohong dan berkata bahwa ia tidak pernah melihat pil itu sebelumnya. Namun ia meminta pil itu untuk ia pelajari lebih lanjut. Tanpa curiga, putra mahkota pun memberikan pil itu kepada Hwa Gun.

Ga eun membawakan teh kepada raja. Setelah meminumnya, raja tertidur dan Ga Eun mengambil wadah bamboo itu dari raja.



Saat keluar ruangan, Ga Eun bertemu dengan Mae Chang. Mereka berdua minum teh bersama dan Mae Chang mengingatkan Ga Eun untuk tidak bertindak gegabah karena ia bisa kehilangan nyawanya bila demikian.

Ga Eun segera menghadap ibu suri dan memberikan wadah bamboo itu, setelah di buka ternyata wadah itu kosong.



Mae chang sudah menukar bamboo yang asli saat mengajak Ga Eun minum tadi. Jadi bamboo yang berisi pil opium itu kini ada di tangan Mae Chang.



Lee sun kebingungan mencari pil opiumnya yang hilang. Putra mahkota menghampirinya ke green house dan melihat Lee Sun yang memiliki gejala seperti Yang.

“ apa kau kecanduan pil opium juga?”

Bukannya jawab, Lee Sun malah marah marah bahwa ia menjadi seperti ini karena putra mahkota.

“ katanya Yang mulia akan segera kembali. Tapi kenapa kau tidak kunjung kembali?”



Aduh, my little puppy.. hehe.. kacian..

Putra mahkota minta maaf dan mengatakan bahwa ia akan mendapatkan pil itu untuk Lee Sun bagaimana pun caranya.

Ternyata, putra mahkota dan Chungwoo menjadi penyusup ke rumah Dae Mok untuk mendapatkan pil untuk Lee Sun.

Udah setres nih putra mahkota.. wkwk..

Mereka berdua ketauan oleh orang orang Dae Mok, mereka berdua lari ke sebuah kamar dan malah ketemu Gon.

Gon kaget meliat putra mahkota dan Chungwoo.

“ apa yang terjadi?” Tanya Hwa Gun dari dalam.

Betapa kagetnya Hwa Gun saat melihat putra mahkota dan Chungwoo ada di kamarnya, begitu pula dengan putra mahkota.

“ Hwa Gun apa kau di dalam?” Tanya Dae Mok mengecek keadaan cucunya.

“ kakek tunggu sebentar! “

Putra mahkota makin syok. What ? kakek kata lo? What? What?


****

Dae Mok masuk dan memastikan bahwa Hwa Gun baik baik saja. Akan tetapi ia tau bahwa penyusup itu ada di kamar Hwa Gun dan ia tau bahwa penyusup itu adalah ketua pedagang.

“ dia ketua pedagangmu itu kan? Berani sekali ia menyusup ke rumahku. Gon, jagalah ketua Pyunsoo baik baik..”



And that’s it. Dae Mok tidak melakukan apa apa pada putra mahkota dan meninggalkannya bersama Hwa Gun. Sementara putra mahkota kaget ternyata perempuan yang anggun cantik jelita ini adalah ketua kelompok yang menjadi musuh besarnya.

Ini baru namanya di tipu mentah mentah T.T

Si Dae Mok ini tepat janji banget, gentle man.. wkwk.. tapi kita liat aja sampe akhir, masih gentleman apa engga dia waktu tau kalo ketua pedagang ini adalah putra mahkota.

“ apa yang membawamu kesini, tuan?” Tanya Hwa Gun.

Putra mahkota pun menjelaskan bahwa ia perlu pil opium untuk temannya. Hwa Gun pun menyerahkan pil opium yang tadi diberikan oleh putra mahkota.



“ aku akan menjelaskan semuanya nanti. Sekarang pergilah dari sini, Gon akan mengantarmu dengan selamat..”

Oh yes of course, you have a lot to explain young lady.. wkwk..

Di istana, dalam keadaan sekarat, Lee Sun mengakui perasaannya pada Ga Eun. Tetapi Ga Eun langsung mengatakan bahwa ia tidak bisa menerima perasaan Raja karena ia memiliki seseorang dalam hatinya.

“ kenapa kau lebih memilih ketua pedagang dibanding seorang raja?”

“ kami memiliki mimpi yang sama, bagiku itu sudah cukup..”


Skak mat! Bye!

Lee Sun ingin menunjukkan wajahnya kepada Ga Eun, tepat di saat itu, putra mahkota datang membawakan pil opiumnya.

Putra mahkota segera menyuapi Lee Sun pil itu, bercak di wajah Lee Sun pun hilang sedikit demi sedikit. Lee Sun berterima kasih karena putra mahkota sudah menyelamatkan nyawanya.


****
Chunsoo menemui Ga Eun di luar ruangan raja. Ga Eun menanyakan apakah pil yang diberikan Chunsoo tadi ada hubungannya dengan wadah bamboo yang tadi Ga Eun ambil.

Saat melihat wadah bamboo itu, putra mahkota mengingat bahwa ayahnya juga memiliki wadah bamboo yang sama. Disana ia langsung menyimpulkan bahwa ayahnya juga kecanduan opium, makanya ayahnya manut banget sama Pyunsoo.



Putra mahkota mengatakan kepada Ga Eun bahwa wadah bamboo ini berhubungan dengan pil yang diminum oleh Lee Sun.

“ aku bersumpah wadah itu kosong.. “ kata Ga Eun dengan wajah yang syok.

“ apa kau yang mencuri wadah ini?” Tanya putra mahkota enggak kalah syoknya.

Ga Eun mengangguk dan mengatakan bahwa ia hampir saja membunuh raja. Putra mahkota mengatakan bahwa pasti ada pil di dalam wadah itu dan ada yang mau menjebak Ga Eun.

Ga Eun akhirnya mengungkapkan alasannya menjadi dayang istana.

“ ia menjanjikan akan memulihkan nama baik ayahku. Aku menjadi dayang karena ingin memulihkan nama baik ayahku dan menjatuhkan kelompok Pyunsoo.”

Mereka berdua kembali kepergok oleh kasim utama saat putra mahkota menanyakan siapa yang menjanjikan hal tersebut.

****

Putra mahkota mendiskusikan mengenai pil itu dengan Woo Bo. Ia menyampaikan bahwa Lee Sun juga kecanduan pil itu.



Putra mahkota mengatakan bahwa mereka harus segera menemukan keberadaan ladang itu dan membuat penawarnya.

Ibu suri mengumumkan bahwa akan segera diadakan pemilihan ratu.

Baik ibu suri dan pihak Pyunsoo sama sama menyiapkan kandidatnya.

Pada hari pemilihan, semua kandidat datang ke istana dengan di absen lebih dahulu oleh Woo Bo yang diserahi tanggung jawab untuk pemilihan ini. Putra mahkota pun ikut andil sebagai pengawas pemilihan.

Betapa kagetnya mereka saat melihat Ga Eun yang juga menjadi kandidat ratu.

Ekspresinya putra mahkota kaya mau copot jantungnya.. wkwk..



Ga Eun juga kaget melihat Guru dan Chunsoo ada disana, namun ia tidak bisa melangkah mundur atas keputusannya. Rupanya ia kembali di iming imingi pemulihan nama baik ayahnya oleh ibu suri. Ibu suri memberikan nama Choi Soo Yeon untuk Ga Eun, supaya orang tidak tau bahwa dia anak mendiang menteri Han yang masih dianggap pengkhianat Negara.



Seleksi dimulai. Semua kandidat berkumpul dengan para dayang dan tetua termasuk ibu suri. Mereka diminta memperlihatkan cara menyajikan teh dan memberikan teh itu kepada para tetua dan calon kandidat yang lain.

Tibalah saatnya Ga Eun menyajikan teh, ia membuat para tetua terkesima dengan keterampilannya.



Ga Eun memberikan teh itu kepada semua orang, namun saat ia akan meminum teh buatannya sendiri, Ga Eun kaget dengan aromanya. Teh itu sudah diracuni.

Satu persatu orang yang ada di ruangan itu pingsan, ga Eun dan Mae Chang kaget dengan keadaan ini. Ga Eun berniat keluar mencari bantuan tapi Mae Chang mencegahnya.

“ nona, minumlah teh ini. Jika kau jadi satu satunya yang sadarkan diri, maka mereka akan menuduhmu sebagai pelakunya. Tentukan pilihanmu sekarang.”



Ga Eun akhirnya minum teh itu, sementara Mae Chang memberi tau putra mahkota bahwa orang di dalam keracunan teh.

Putra mahkota langsung mencari dimana Ga Eun dan panik Ga Eun yang juga ikut pingsan.



Komentar :
Kim Myungsoo, kenapa kamu harus membuatku ga suka sama kamu sih di drama ini. I cannot believe I can hate your face T.T

Fix drama ini penuh dengan intrik, anjrit gue ketipu sama manisnya ibu suri selama ini. Ternyata dia busuk juga. Baru kali ini aku kasian sama Dae Mok karena difitnah.. wkwk..

Harus kuakui aku suka sama perannya Hwa Gun yang terkesan lebih dewasa sekarang, dia makin keren semenjak jadi ketua Pyunsoo.. ehehehe..


Ga Eun oh Ga Eun, sampai kapan kau akan terus dijebak. Kayanya putra mahkota harus cepet naik tahta. Kayanya Cuma dia yang bisa melindungi Ga Eun sepenuhnya di istana. Kalo Mae Chang sih juga bisa, tapi terbatas.