Total Tayangan Halaman

Jumat, 20 Februari 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 9



Tae Joo mengingat dulu saat ia menghipnotis Ha Na pertama kalinya dan saat itu Ha Na mengatakan bahwa ia melihat wajah pelaku, dalam hati Tae Joo merasa kesal dan mengatakan, “ jadi kau ingat, kau ingat melihat wajahku?”

Tae Joo kemudian membuka pintu dan melihat Ha Na bersama dengan Robin. Tae Joo tentu mengira bahwa itu adalah Seo Jin.

“ Goo Seo Jin- ssi? Kau terlihat berbeda hari ini,” kata Tae Joo berusaha menutupi kebingungannya.

“ aa,, ini bukan Seo Jin,. Ini saudara kembar Seo Jin.” Kata Ha Na,

Tae Joo mohon ijin sebentar, di ruang kerjanya, Tae Joo memikirkan apa yang terjadi.

“ kembaran? Seo Jin tidak punya saudara kembar.”



Akhirnya ia pun menghipnotis Ha Na untuk melihat siapa yang mencelakai dirinya di rumah sakit saat itu, tapi tentu saja Tae Joo tidak mengijinkan Ha Na untuk melihat wajahnya.

Ia mengatur sedemikian rupa untuk membuat Ha Na sangat ketakutan sehingga ia tidak bisa melihat bahkan mengingat wajah pelaku.

Ha Na dibangunkan dari hipnotisnya tapi saat ia sudah membuka matanya, Ha Na masih berada di alam bawah sadarnya dan dalam keadaan mata terbuka Ha Na memegang lehernya karena ia merasa ada yang mencengkram.

Akhirnya setelah dua kali dibangunkan, Ha Na sepenuhnya sadar dari pengaruh hipnotisnya.

Robin menunggu Ha Na keluar dari toilet untuk menenangkan dirinya sendiri.


Robin nampak tidak senang dengan Tae Joo padahal mereka pertama kalinya bertemu.

Sambil memeluk Ha Na, Robin nampak menyesal karena selama ini Ha Na harus melewati semuanya sendiri, tanpa ada yang menemani.



“ ia terlihat begitu gelap dan muram..” nilai Robin terhadap Tae Joo.

“aku tau bahwa kau mengalami kesulitan selam ini, tapi aku tidak bisa berbuat apapun untuk membantu.”

“ ada kau di sampingku sudah sangat membantuku,,” kata Ha Na.

*awww..*
****

Di apartemen selepas kepergian Ha Na dan Robin, Tae Joo mengamati video rekaman hipnotisnya kepada Ha Na, akan tetapi ia tentu bukan fokus dengan Ha Na, tapi dengan Robin.



Di saat itu juga direktur Ryu menelpon dan minta bertemu dengan Tae Joo, Tae Joo pun mempersilahkan direktur Ryu untuk datang ke apartemennya.

Direktur Ryu ingin mengetahui tentang mental hacking yang disebutkan oleh Tae Joo.

Saat menjelaskan Tae Joo terus menekankan bahwa di korea ini masih belum ada yang bisa melakukan hal itu kecuali dokter Kang, Tae Joo sepertinya ingin semua pihak menyalahkan dokter Kang agar rencana balas dendamnya berjalan dengan lancar.

“ haruskah aku menunjukkan padamu bagaimana mental hacking dilakukan?” tawar Tae Joo kepada direktur Ryu.


Direktur Ryu pun menerima tawarannya, untuk memulai proses awalnya, direktur Ryu diperlihatkan gambar- gambar di monitor, gambar yang sama terus diulang dan direktur Ryu diminta menyebutkan apa yang dilihatnya secara berulang  ulang, kira  kira inilah yang dilakukan pada saat mental hacking dilakukan.



Jadi seseorang terus menerus diberikan informasi tertentu sampai ia percaya bahwa informasi itu adalah kebenaran.

“ kebohongan yang dilakukan terus menerus lama kelamaan memiliki kekuatan yang lebih daripada kebenaran itu sendiri..”

*wooo scary..*

“ merupakan sifat dasar manusia untuk mengingat apa yang mau mereka ingat dan melupakan apa yang mau mereka lupakan lalu merubahnya menjadi cerita yang berbeda.” tambah Tae Joo, saat mengatakan ini sepertinya ia merujuk kepada sifat Seo Jin yang tidak mau mengingat bagaimana cara ia kabur 22 tahun yang lalu saat diculik.

Tae Joo mengijinkan direktur Ryu datang dengan maksud tertentu, ia menghipnotis Direktur Ryu dan menanyakan beberapa info yang ingin Tae Joo pastikan, salah satunya apakah Seo Jin punya saudara kembar?

Dalam keadaan tidur Direktur Ryu menjawab, “ tidak, dia tidak punya.”



Tae Joo tersenyum puas mendengar hal tersebut.
****

Malam itu di ruang kerja sirkus Wonderland Ha Na dan robin membicarakan konsep untuk proposal sirkus mereka.


Saat itu Ha Na menanyakan kenapa saat kecil dulu Robin selalu berjalan di jembatan saat malam hari dan ingin bunuh diri?

Robin akhirnya menjelaskan sesuatu pada Ha Na, “ yang ingin bunuh diri itu bukan aku, tapi Seo Jin, jadi yang kau selamatkan itu bukan aku tapi Seo Jin. Dan yang menyelamatkanmu saat kau hampir jatuh itu baru aku.”

Ha Na sedikit bingung dengan clue yang diberikan Robin barusan, akan tetapi ia tidak bertanya lebih jauh.



 Sementara Robin bermain ke kafe Woo Jung dan bertemu dengan ayah Woojung.

“ aku paham bahwa Ha Na adalah gadis special untukmu, tapi kau tidak bisa menyembunyikan rahasia ini selamanya.”

“ hari ini ia sudah tau sesuatu, saat Seo Jin mau bunuh diri saat itulah aku lahir. Tapi aku tidak tau kenapa Seo Jin mau bunuh diri, oleh karena itu aku tidak tau kenapa aku lahir. Disaat aku tidak tau kenapa aku ada, aku tidak bisa memberitahu semuanya pada Ha Na” jelas Robin



*eh berarti ayahnya Woojung tau kalo Robin itu alter egonya Seo Jin? I knew it!”

****
Seo Jin mulai mempercayai kebohongan yang mengatakan bahwa dokter Kang adalah pelaku mental hacking.

Seo jin terlihat amat terpukul karena dokter Kang adalah dokter yang sudah merawatnya selama 10 tahun ke belakang ini.

Ha Na sudah berpesan padanya bahwa dokter Kang tidak mungkin melakukan hal itu,

Tae Joo (meski boong) bahkan mengatakan pada Seo Jin untuk percaya pada dokter Kang. Seo jin kembali memastikan apa dokter Kang benar – benar satu satunya orang di Korea yang bisa melakukan mental hacking? Dan Tae Joo pun membenarkan.



Seo Jin makin tidak percaya pada dokter Kang, ia pun mulai mempelajari semua thesis dokter kang selama ini.

 Ha Na melihat Seo Jin berada di kamarnya membaca setumpuk thesis dokter Kang, ia memberanikan diri masuk kesana.



“ kenapa kau tidak percaya pada dokter kang? Ia doktermu selama sepuluh tahun ini,tidak bisakah kau percaya padanya?”

“ bahkan ayahku pun tidak menyelamatkan aku! Aku percaya pada dokter Kang? Siapa bilang aku percaya padanya? Aku tidak pernah percaya pada siapapun,” bentak Seo Jin.

Ha Na iba melihat Seo Jin seperti itu, “ kau tau dulu saat kecil aku pernah terjatuh saat main tali, aku tidak mau main lagi selama beberapa saat sampai ayahku bilang bahwa bukan talinya yang membuat kau jatuh tapi dirimu sendiri. percayalah pada dirimu sendiri maka kau tidak akan jatuh lagi. Kau pun aku berharap bisa berbuat demikian, disaat kau tidak bisa percaya pada siapapun, paling tidak percayalah pada dirimu sendiri.” kata Ha Na lalu pergi dari kamar Seo Jin.

****
Seo Jin tertidur di lantai karena kelelahan, saat itulah Robin bangun. Ia heran melihat Seo Jin membaca sampai sebegininya.



Robin melakukan beberapa hal saat ia bangun, besok paginya yang bangun bukanlah Seo Jin tapi Robin.

Sekretaris Kwon kaget setengah mati saat ia menelpon, yang menjawab malah bilang, “ hyung.. ini aku.”

“ robin?!”

“ bagaimana ini bisa terjadi?”

“ aku tidak tau, tapi lihatlah ini semua, ini bukanlah seo jin yang biasa. Setelah nama dokter Kang dimasukkan dalam daftar tersangka, aku pikir ia mungkin mau lari dari kenyataan ini.”

*makes sense*

“ tapi meski ia mau kabur, kenapa harus hari ini?!!” kata sekretaris Kwon.

“ ada apa dengan hari ini?”tanya Robin.

Sekretaris kwon pun menjelaskan bahwa hari ini adalah pertemuan dengan BOD untuk melaporkan hasil kerja selama setahun, bisa gawat kalau Robin ketauan dan rapat menjadi kacau.

Sekretaris Kwon pun mencoba untuk mendandani Robin seperti Seo Jin mulai dari rambut sampai ekpresi muka.



“ jangan tersenyum, angkat dagumu selalu.” Wkwkwk,

Di jalan Robin menghafalkan satu persatu jajaran BOD Wonder Group serta mempelajari presentasi yang sudah Seo Jin siapkan.



Saat rapat Robin melakukannya dengan baik, kecuali bagian ia menyalami semua BOD dengan ramah dan membuat keputusan mendadak bahwa sirkus akan tetap ada di Wonderland.

Sekretaris Kwon murka tapi hanya bisa meluapkannya dalam hati.. wkwk..



Setelah rapat presdir memanggil Robin dan sekretaris Kwon ke kantornya,

“ kau, Robin kan?” tanya presdir tepat pada sasaran. Sekretaris Kwon melarang Robin untuk mengatakan yang sebenarnya akan tetapi Robin berbuat sebaliknya.

“ maafkan aku,”

“ dimana seo Jin?”



“ ia menghilang,”

“ bawa dia pergi sekarang, terapi atau apapun itu, Seo Jin berakhir hari ini.” kata presdir.

“ itu tidak akan mengubah apapun.” Kata Robin.

“ saat ini Seo Jin bersembunyi di belakangku, kalau ada yang bisa menariknya keluar itu maka orang itu hanya aku yang bisa.”

“ apa aku harus percaya padamu? kau bisa saja memanfaatkan kesempatan ini untuk menyingkirkan Seo Jin selamanya!”

“ kalau aku mau menyingkirkan Seo Jin maka aku tidak akan hadir di rapat tadi! Aku akan melakukan apa yang aku suka kalau aku tidak peduli pada Seo Jin.”

Presdir pun akhirnya melepaskan Robin,

“ apa kau ingin membantu Seo Jin?” tanya sekretaris Kwon.



“ aku tidak tau ini membantu Seo Jin atau diriku sendiri. tapi aku ingin tau, kenapa Seo Jin melarikan diri.”

****
Robin sedang mengikuti Ha Na dari belakang, ada Woo Jung yang melihat Robin berpakaian Seo Jin memperhatikan Ha Na.

“ kau suka pada Ha Na kan? Tunggu disini, aku akan memanggilkannya.”

Saat Ha Na keluar, Robin alias Seo Jin sudah tidak ada, ia melihat Seo Jin sedang berjalan sambil menerima telpon.

Telpon itu dari orang yang tidak dikenal bahkan nomornya pun tidak terbaca,

“ ayo bertemu, jangan melakukan hal yang bodoh atau dokter Kang akan tamat.”

Suara itu adalah suara Tae Joo, tapi Robin tentu tidak hapal dengan suara itu.

Tae Joo meminta Robin untuk masuk ke wahana rumah hantu,



Tanpa ragu dan rasa takut Robin pun masuk ke sana, di belakang Robin ada Ha Na yang melihat Robin yang dikira Seo Jin masuk ke rumah hantu, tempat yang seharusnya ia paling takuti di tempat ini.
****



Sabtu, 14 Februari 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 8


****
 Seo Jin melepaskan pelukan nnya kepada Ha Na, bukan hanya melepaskan, tapi ia juga menghempaskan Ha Na untuk menjauh darinya.

Ia sepertinya masih belum siap membuka hatinya untuk siapapun saat ini. ha Na bingung dengan sikap Seo Jin yang begitu drastis berubah.

Seo Jin menenangkan dirinya di toilet, disana ia mengatakan bahwa ia dan Soo Hyun ialah masa lalu, tidak ada hubungannya lagi dengan hidupnya sekarang.



Keluar dari toilet Seo Jin kembali pada sikapnya yang dingin seperti dinding, hehe.

Seo Jin meminta maaf kepada Ha Na akan sikapnya (memeluk) barusan, “ aku sangat shock tadi, aku minta maaf jika aku membuatmu bingung.”

“ apa kau tidak apa- apa?” tanya Tae Joo yang saat itu juga ada disana.

“ ya, dimana aku harus memberikan keteranganku?” tanya Seo Jin. Akibat pengakuan Sung Goon yang mengaku sebagai Soo Hyun teman kecil Seo Jin, maka Seo Jin dimintai keterangan juga terkait kasus ini.

Detektif Na melakukan interogasi terhadap Seo Jin.

“ benar, aku dan So Hyun pernah diculik saat kami bersama di Wonderland. Ayah So Hyun adalah sopir keluargaku. Ayahku tidak bersedia membayar uang tebusan, hingga aku harus melarikan diri sendiri, aku tidak tau apa yang terjadi pada Soo Hyun setelah itu.”

Detektif Na lalu mengkonfirmasi apakah benar ayah Soo Hyun meninggal akibat kecelakaan saat akan menyelamatkan Soo Hyun, akan tetapi Seo Jin bilang bahwa ia tidak tau tentang hal itu.

“ yang aku tau Lee Joo Kyung (ayah Soo Hyun) mengabaikan pesan polisi untuk tidak memberikan uang tebusan kepada penculik, dan karena ia tetap bersikeras maka ia kecelakaan dalam perjalanan untuk menyelamatkan anaknya.”

“ bagaimana caramu melarikan diri saat itu?” tanya Tae Joo.

“ kenapa aku harus jawab itu? apa hubungannya pertanyaan itu saat ini?”

“ aku hanya mencoba mengetahui keadaan mental Soo Hyun pada saat itu untuk memahami kenapa ia berbuat sampai sejauh ini.” kata Tae Joo.

“ aku tidak ingat bagaimana aku kabur saat itu.” Seo Jin sepertinya berbohong, karena di episode sebelumnya sudah diberitahu bagaimana cara ia kabur.. belum dikatahui apa itu benar ingatannya atau dia salah mengingat kejadian karena trauma.

“ tapi yang aku herankan, kalau Soo Hyun punya dendam padamu, kenapa ia harus menculik dokter Kang, kenapa ia tidak langsung datang padamu?” tanya detekfif Na.

“ karena dokter Kang punya sesuatu yang sangat aku butuhkan, jika Soo Hyun tau hal tersebut maka ia pasti akan menjauhkan dokter Kang dariku.”

****
Ha Na tidak bisa konsentrasi kerja karena terus mengkhawatirkan Seo Jin, “ dia bilang dia baik baik saja, tapi kenapa aku kuatir begini?”



Sementara Seo Jin sudah sampai di rumah, Sekretaris Kwon menawarkan apa perlu ia menginap malam ini. seo Jin melarang dan menyuruh Sekretaris Kwon pulang saja.

Saat Ha Na pulang, ia mengecek kamar Seo Jin, ia mengetuk dan memanggil Seo Jin tapi tidak ada yang menjawab. Ha Na pun masuk ke kamar Seo Jin.

Di kamar, Seo Jin menyelimuti dirinya, Ha Na membuka selimut yang menutupi kepala seo Jin dan memegang dahinya.



Dahi Seo Jin panas sekali, Ha Na segera mencarikan obat dan thermometer untuk Seo Jin, ia sempat bingung karena banyak sekali obat Seo Jin.

“ apa dia punya perusahaan farmasi juga?” wkwkwkwk,

Seo Jin meminum obat itu lalu menyuruh Ha Na keluar..

Ha Na beneran keluar tapi ia membuatkan teh dan jus untuk Seo Jin sesuai instruksi petugas kesehatan yang barusan ia telpon.

*wah keren ya, disana petugas kesehatan bisa ditelpon, keren keren.. hehe*

Ha Na kembali masuk ke kamar Seo Jin dengan teh dan jusnya, seo Jin tidak mau menerima jus dan juga perhatian Ha Na. ia menatap Ha  Na dan mengingat hal baik yang sudah ia lakukan untuk Ha Na selama ini.

“ semua ini sia sia.” Katanya dalam hati lalu membuka pintu kamarnya dan menyuruh Ha Na keluar.

“ keluar juga dari sini secepatnya.”

“ kenapa kau begini tiba tiba?”

“ bukan tiba tiba, ini semua memang tidak seharusnya terjadi. Robin muncul karena kau. Selama ini aku menjalani hidupku dengan baik tanpamu. Meski aku sakit dan sekarat aku ingin sendiri, kenapa kau muncul? Kenapa?!” bentak Seo Jin.

“ karena aku mengkuatirkanmu,” jawab Ha Na singkat dan membuat Seo Jin sedikit tersentuh. Sepertinya ia tidak pernah punya dan merasakan seseorang kuatir tentang dirinya selama ia hidup.

“ kuatir? Kau pikir kau siapa? Berani mengasihaniku. Sudah aku bilang bahwa kau bukan apa apa untukku. Kehadiranmu adalah gangguan dalam hidupku.”

Ha Na terlihat terluka akan kata kata Seo Jin,  “ kau memintaku hidup seperti hantu kan? Tapi hantu itu adalah kau, kau tidak mau melihat, mendengar, dan mencoba mengerti apapun. Jika itu adalah hidup yang ingin kau jalani, jalanilah mulai saat ini, seperti hantu.” Ha Na lalu keluar dan menutup pintu kamar Seo Jin.

Saat pintu itu tertutup, Seo Jin sekuat tenaga tidak membuka pintu itu untuk minta maaf pada Ha Na, ia hanya terduduk di belakang pintu kamarnya.



Sama seperti pintu itu, Seo Jin juga berusaha keras untuk tetap menjaga pintu hatinya tertutup. Disaat ia berusaha keras melakukan itu, hatinya justru makin terluka.



****
Direktur Ryu masih mengorek info tentang kasus Seo Jin dan dokter Kang. Ia ke kantor polisi untuk mencari detektif Na.

Diluar dugaan, direktur Ryu ternyata kenal dengan Soo Hyun, “ aku dan dia dekat sekali, bahkan dia lebih dekat denganku daripada dengan seo Jin.”

Akhirnya detektif Na memberi kesempatan kepada direktur Ryu untuk bertemu dengan Soo Hyun.



Akan tetapi Soo Hyun tidak mengenali direktur Ryu bahkan setelah direktur Ryu menceritakan masa lalu yang mereka alami bersama.

Curiga akan laki laki yang mengaku sebagai Soo Hyun di depannya ini, direktur Ryu memeriksa sesuatu yang pasti ada di leher Soo Hyun asli. Mungkin tanda lahir bekas luka atau semacamnya.

Tanda itu tidak ada, membuat direktur Ryu tau bahwa itu bukan Soo Hyun.

Direktur Ryu menghampiri detektif Na, “ dia bukan Soo Hyun. Siapa dia?!”

*lah?* tapi aku seneng sih omnya Seo Jin akhirnya bisa bantu, meski tetep rese.. hehe

Dengan info dari Direktur Ryu, detektif Na pun kembali mengobrak abrik rumah Soo Hyun atau Sung Goon, hehe.

Mereka akhirnya menemukan tempat rahasia di loteng, dari sana tidak ditemukan hal berarti selain album foto kosong yang di dalamnya ada tulisan “ panti asuhan harapan, 1989”



****
Robin dibuatkan acara meet and greet oleh Woo Jung, ia mengajak Ha Na untuk datang bersama kesana.

Saat sampai, Ha Na tidak mau masuk, sehingga Robin terpaksa meninggalkan acara meet and greetnya itu.

Di sebuah tempat makan, Ha Na menceritakan apa yang baru saja ia hadapi dengan Seo Jin.

Robin mengatakan bahwa Seo Jin tidak bisa menerima perhatian dari orang lain, “ begitulah keluargaku.”

“ semua keluargamu begitu?” tanya Ha Na.

“ aku tidak dibuang oleh keluargaku, tapi aku yang menjauh dari mereka.”

“ tapi kenapa seo jin bilang bahwa aku dank au mengacaukan hidupnya?” tanya Ha Na.

“ Seo Jin mengalami masa berat semasa hidupnya, presdir adalah sebuah tembok bagi Seo Jin, bisakah kau menyalahkan tembok atas apa yang terjadi padamu? oleh karena itu Seo Jin mencari orang lain untuk di salahkan dan di keluhkan akan apa yang terjadi pada hidupnya. Orang itu adalah aku dan kau.”

Ha Na kembali ke rumah dan membuatkan Seo Jin teh lagi, ia mengetuk pintu kamar Seo Jin untuk membawa minuman masuk.

Tapi di dalam kamar itu tentu Seo Jin tidak ada, melainkan Robin. Robin sedikit panik karena takut ketauan, ia masih memakai baju Robin.

“ minumnya aku letakkan di sini ya, pastikan kau meminumnya,”

Robin berpura pura jadi Seo Jin dan menjawab dengan dingin, “ baiklah”

Besok paginya saat Seo Jin bangun ia melihat pesan dari Robin yang memintannya untuk mengecek monitor rahasi mereka.

Di ruangan rahasia itu Robin menyiapkan makanan kecil dan Soju beserta gelas kecil.



Robin mengatakan bahwa ia ingin mengatakan sesuatu, sejak lama ia ingin mengatakan ini. dan suasana pun berganti seolah Robin sungguh ada di depan Seo Jin, bukan monitor.

“ kau ingat apa yang dikatakan dokter Kang kan? Perasaan bersalah, tersakiti, dan kebencian yang kau rasakan terlalu berat untuk kau tangani sendiri sehingga mentalmu menjadi berantakan. Dan itu kenapa aku ada.”



“ tapi satu hal yang pasti, aku ada karena aku adalah salah satu caramu untuk dapat bertahan hidup. Itu kenapa kau butuh aku.  Jadi, mari kita jalani hidup kita masing – masing. Meski aku benci mengatakan ini, tapi aku ada berkat dirimu. Dan meski kau juga enggan mengatakan ini, tapi kau juga butuh aku untuk bertahan hidup.”

“ kau membuatku karena kau ingin aku menjadi seseorang yang tidak bisa kau capai.”

“ lalu kau mau aku bagaimana?” tanya Seo Jin dingin.

“ aku bisa membantumu, hanya cukup minta tolong padaku. Aku akan menunggumu,” jawab Robin.

****
Detektif Na mengunjungi panti asuhan harapan untuk mencari keberadaan Sung Goon.

Akan tetapi Sung Goon ada di panti itu sejak tahun 1984, bukan 1989.

“ ia disini sejak tahun 1984 dan di adopsi tahun 1994.”

Setelah itu detektif Na makin yakin bahwa Soo Hyun bukanlah Soo Hyun,

*aku mulai panggil Sung Goon aja lagi deh, hehe*

Seo Jin mengetahui hal itu dan langsung ke kantor polisi, ia langsung mendatangi Soo Hyun dan melakukan hal yang sama dengan direktur Ryu, mengecek sesuatu yang pasti ada di leher Soo Hyun.



“ kau bukan Soo Hyun, dimana Soo Hyun?!” Seo Jin membentak Sung Goon yang masih berpura pura jadi Soo Hyun.

“ kenapa ia tetap bersikeras bahwa ia Soo Hyun?” tanya Direktur Ryu di ruang terpisah saat melihat Sing Goon dengan Seo Jin.

“ tapi ia lolos uji kebohongan” kata detektif Na.

“ bukankah ada kriminal terlatih yang juga bisa lolos?  Bisa saja ia tau kejadiannya atau itu memang sesuatu yang dia percaya sebagai kebenaran. ”

“ hal itu mungkin,” kata Tae Joo yang juga ada disana. “ jika memang itu yang ia percayai, maka tidak ada yang ia katakan adalah kebohongan.”

“ mental hacking,” lanjut Tae Joo.

*aku pernah denger tentang false memory, jadi ada seseorang yang menanamkan memori yang salah terhadap orang lain sehingga orang yang ditanami memori tersebut  menganggap dirinya sudah berbuat jahat atau mencelakai orang yang dipercayainya sudah berbuat jahat padanya. People these days is just so scary*

****
“ kalau dia bukan Soo Hyun, bagaimana ia bisa tau tentang kejadian ini?” tanya detektif Na di ruangan bersama dengan Seo Jin, Tae Joo dan direktur Ryu.

Seo Jin menganggap bahwa Sung Goon pasti kenal dengan Soo Hyun.

“ bagaimana caramu lolos saat itu? apa ada sesuatu yang terjadi sesaat sebelum kau kabur?” Tae Joo kembali menanayakan hal yang sama.

“ sudah kujelaskan padamu bahwa aku melarikan diri sendiri, aku bermaksud menyelamatkan Soo Hyun tapi aku tidak kuat untuk menariknya,”

“ tapi, apa yang kau maksud dengan mental hacking?” tanya sekretaris Kwon.

“ sudah ada beberapa penelitian tentang hal itu, itu adalah metode hipnotis yang dapat digunakan untuk menyembuhkan trauma berat seseorang. Tapi aku masih belum pernah melihat orang melakukan hal itu secara langsung.”

“ apa maksudmu?” tanya Seo Jin.

“ artinya, memori seseorang di manipulasi melalui metode ini. seseorang dengan sengaja menanam memori itu pada Sung Goon seolah Sung Goon mengalami apa yang sebenarnya di alami Soo Hyun.”

“ jika memang seperti itu, orang yang bisa melakukannya pasti seorang ahli dan tau tentang Seo Jin.”

Mendengar itu Seo Jin langsung berspekulasi bahwa yang melakukan ini adalah dokter Kang.

Tapi kenapa? But why??!

Detektif Na mencari Ha Na dan mengatakan sepertinya Ha Na harus mengetahui siapa pria yang meyerangnya di rumah sakit, apa orang itu adalah Sung Goon juga atau bukan.



“ aku yakin yang aku lihat di Wonderland adalah Sung Goon. Tapi di rumah sakit itu, aku tidak yakin kalau itu Sung Goon.”

Tae Joo menerima telpon dari Ha Na yang meminta bertemu dengannya untuk melakukan terapi hipnotis lagi. Tae Joo mempersilahkan Ha Na datang dalam waktu satu jam.

Tae Joo masuk ke dalam apartemennya, ia masuk ke dalam kamarnya, di kamar itu terdapat rak buku yang berisi banyak koleksi buku Tae Joo.

Dan tanpa diduga, rak buku itu bisa terbuka, kaya di pilem james bond, hehe.



Di balik rak buku itu, ada ruangan rahasia, Tae Joo masuk ke ruangan tersebut sambil membawa gelas kopinya. Ekpresi Tae Joo berubah tidak seperti biasanya.

*damn, perasaan gak enak*

“ Ha Na akan kembali kesini sebentar lagi, ia mau diterapi dan mengingat siapa yang menyerangnya di rumah sakit. tapi tidak akan mudah mengingatnya kan?” Tae Joo berbicara pada seseorang yang dari belakang tampak seperti wanita yang memakai jubah dokter.

Dan itu adalah dokter Kang!!! Ya Yoon Tae Joo!! Kau!!!

Dokter Kang berada dalam keadaan terikat dan mulut di lakban,



Sekarang semuanya jelas, hari itu yang masuk ke ruangan dokter Kang bukanlah Sung Goon tapi Tae Joo.



Hari itu dokter Kang mengetahui bahwa Tae Joo adalah,

Adalah Soo Hyun!!

What????!!!

Dokter Kang menyebut nama Seo Jin dan itu membuat Tae Joo atau Soo Hyun marah, itu kenapa ia mendorong dokter Kang hingga pingsan.

Dan hari itu, yang mencoba membunuh Ha Na adalah Tae Joo, penglihatan Ha Na benar bahwa bukan Sung Goon yang ada di rumah sakit itu.

Tae Joo membawa dokter Kang pergi dari rumah sakit itu dalam keadaan dokter Kang di bawah pengaruh hipnotis, Tae Joo menghipnotis dengan karet gelang seperti saat ia menghipnotis Ha Na.



Saat Sung Goon datang untuk berkonsultasi, saat itulah Tae Joo malah menanamkan memorinya sendiri kepada Sung Goon. Kayanya saat itu adalah saat detektif Na menelpon Tae Joo dan memberi tau bahwa Sung Goon adalah penjahatnya, saat Tae Joo sempat pingsan karena ulah Sung Goon.



Sung Goon sudah menganggap dirinya Soo Hyun sehingga ia mencelakai Tae Joo.

Hari itu saat Tae Joo melihat Seo Jin shock dengan pengakuan Sung Goon sebagai Soo Hyun, Tae Joo tersenyum senang.

Kembali ke masa sekarang, “ metode yang kau bilang sempurna itu, gagal.”

“ dia terus saja berbohong tentang kejadian hari itu, padahal aku sudah memberi dia kesempatan untuk berkata jujur.”

di perlihatkan saat Tae Joo ada saat Seo Jin memberikan keterangan di kantor polisi, ia sempat dua kali menanyakan apa yang terjadi saat Seo Jin coba lari saat itu.

tae Joo alias Soo Hyun ternyata Cuma mau ngetes apa Seo Jin merasa bersalah dan berkata jujur, ternyata Seo Jin terus menutupi kebenaran.

“ dokter bilang bahwa Seo Jin akan minta maaf padaku kalau dia bertemu denganku. Tapi kau salah, tau kenapa? Karena ia tidak pernah merasakan sengsara yang aku rasakan. “

“ sebentar lagi Ha Na akan datang. Hmm, aku tidak tau harus berbuat apa padanya. Tapi dia tidak akan bisa ingat siapa pelakunya, karena bukan dengan cara itu aku menghipnotisnya.” Tae Joo tersenyum licik.

Bel apartemen Tae Joo berbunyi, itu pasti Ha Na, ia segera menghadirkan senyum di wajahnya.

“ kau sudah datang?” sapa Tae Joo ramah seperti biasanya.

Tapi diluar dugaan Tae Joo, Ha Na membawa seorang teman,

Teman itu adalah Robin,

Melihat orang yang sangat mirip dengan Seo Jin, Tae Joo pun sangat kaget.


****
Comment :

Shit! Aku tertipu aku terjebak, aku terperangkap muslihatmu.

Aku terjebak sama wajah ganteng dan sikap gentlenya Tae Joo, omo.. ternyata dia yang psikopat, huhu..

Menurutku wajar saja kalau Tae Joo atau Soo Hyun kaget melihat Robin, karena yang ia tau Seo Jin adalah anak tunggal. Kalau Ha Na memperkenalkan Robin sebagai saudara kembar, bukankah Tae Joo atau Soo Hyun adalah orang yang paling tau bahwa itu adalah kebohongan?

Belum lagi direktur Ryu pernah melakukan konsultasi berkaitan dengan seseorang yang mengidap MPD, tidakkah orang secerdas dan se psycho Tae Joo akan curiga dan menyimpulkan bahwa Seo Jin mengidap MPD dan Robin adalah alter egonya?

Kalau hal itu sampe terjadi, entah apa yang akan dilakukan Tae Joo atau Soo Hyun kepada Seo Jin sebagai bentuk balas dendam.. dan aku kuatir kalau Ha Na juga akan ada dalam bahaya setelah ini.

Jumat, 13 Februari 2015

HYDE, JEKYLL, ME EPISODE 7

Sekretaris kwon datang dan mendengar Seo Jin sedang marah – marah di ruang rahasia, padahal itu bukan Seo Jin tapi Robin yang sedang ngomel – ngomel sama Seo Jin karena membuat Robin terlihat buruk di mata Ha Na.

Hmm.. jadi ruangan itu tidak menutup dengan sendirinya? Apa dengan cara itu juga Ha Na akan tau identitas ganda Seo Jin?

“ apa kau bahagia melihat Ha Na sedih? “ kata Robin.

Seo Jin mengernyitkan dahinya, “ sedih? Kenapa?”



“ saat seorang wanita mengutarakan perasaannya kepada lelaki, dan lelaki itu tidak merespon apapun dan malah pergi begitu saja, menurutmu dia akan baik baik saja? Ah, aku lupa kalau kau pria yang tidak punya perasaan.” Papar Robin.

Ekspresi wajah Seo Jin langsung berubah, ia tidak tau bahwa Ha Na akan bersedih karena ulahnya.

Seo Jin akan berangkat kerja dengan Ha Na, ia melihat ekspresi Ha Na yang muram saat turun dari tangga, ia kembali teringat kata – kata Robin barusan.

“ kenapa wajahmu seperti itu? apa kau baru ditolak seseorang?” tanya Seo Jin.



Ha Na kaget, “ apa saudaramu memberitahumu hal itu?”

“ memberitahu apa? Dia bukan orang yang baik, bukan juga lelaki yang baik. Ia sama sekali tidak sensitif.” Kata Seo Jin, wkwkwkwk.. itu mah elu!

Saat sampai di kantor, Seo Jin bertanya kepada sekretaris Kwon, “ apa yang wanita butuhkan saat ia mengalami putus cinta?”

“ hmm, lelaki?” jawab sekretaris Kwon.

“ lelaki?”

“ ya, dia perlu lelaki baru untuk menggantikan laki – laki sebelumnya. Dia harus bertemu banyak lelaki,”

“ jangan lelaki, yang lain.”

“ alcohol?”

“ hmm.. bisa juga. Apa lagi?”

“ pekerjaan? Itu bisa menjadi hal yang membuatnya melupakan perasaannya terhadap lelaki itu.”

Seo Jin terlihat sepakat dengan masukan terakhir dari sekretaris Kwon.

****
Seo Jin melihat dan menyetujui proposal yang diajukan grup sirkus pimpinan Ha Na untuk mengisi acara di hari Valentine.



Ia teringat kata – kata Ha Na yang pernah mengatakan bahwa Wonderland adalah mimpi masa kecilku, ayahku mendirikan sirkus di tempat ini dengan segala kemampuannya.

Ia juga mengingat betapa sulitnya posisi Ha Na sebagai pemimpin muda yang harus menjamin kehidupan banyak orang di kelompok sirkusnya.

“ kenapa kostum mereka kuno sekali?” tanya Seo Jin. Sekretaris Kwon memberitahu bahwa karena mereka tidak pernah punya budget memadai untuk kostum.

Dalam hitungan detik, kostum baru muncul di ruang kerja kelompok sirkus Ha Na. sekretaris Kwon yang mengantarkan langsung dan disambut dengan meriah oleh kelompok sirkus kecuali Ha Na, ia bingung ada apa dengan Seo Jin tiba – tiba baik begini.



Seo Jin menjadikan kelompok sirkus sebagai main event hari valentine tahun ini, mereka akan tampil di panggung utama Mall Wonder. Ia bahkan mengatakan akan memantau langsung gelada yang akan dilaksanakan oleh kelompok sirkus.

Presdir Goo marah besar mendengar Robin menjalin hubungan dengan Ha Na, ia semakin marah saat ia tau Seo Jin memberikan banyak bantuan ke kelompok sirkus Ha Na.

Sementara Seo Jin memperhatikan Ha Na dari jauh, ia melihat bagaimana Ha Na sangat excited dengan event yang dipercayakan kepadanya.



Seo Jin dan presdir bertemu dan memerintahkan Seo Jin untuk menghentikan sirkus sebagai event utama dan memecat kelompok sirkus dari Wonderland.



“ tidak bisa, Wonderland adalah milikku.”

“ milikmu? Wonder group adalah milikku! Kenapa kau bisa mengatakan bahwa ini milikmu?”

“ Wonderland adalah perusahaan yang go public. Ayah hanya memiliki 17 % saham, 82 % saham lain dimiliki oleh pemegang saham lainnya. Selama ini aku bekerja dengan baik dan mengesankan 82 % pemegang saham itu. sampai saat itu berbalik, jangan menyentuh Wonderland dan para pegawaiku.”

* hua,, keren banget!!! >.<*

“ sejak kapan kau peduli pada Wonderland?”

“ ya, karena ayah aku tidak peduli, tapi aku sedang berusaha untuk peduli pada Wonderland.”

Percakapan itu disaksikan langsung oleh Woo Jung dan Eun Chang (staff Ha Na). mereka terlihat kagum dengan Seo Jin. Ye, itu baru baru aja kok Seo Jin gitu, haha.



Seo Jin menengok kelompok sirkus yang sedang rehearsal, seolah tidak cukup akan kejutan yang sudah ia berikan, Seo Jin kembali mengirimkan team orchestra untuk menyemarakkan show kelompok sirkus,

“ aku lihat di proposalmu terdapat music orchestra, berlatihlah dengan baik. “ kata Seo Jin lalu pergi dari sana. Cieeee.. the big point is, Seo Jin is smiling when he said that, first time!! haha


****

Seo Jin dipanggil ke kantor presdir untuk memberikan penjelasan terkait Ha Na,

Seo Jin menjelaskan bahwa ia hanya berterima kasih pada Ha Na karena sudah membantunya menemukan keberadaan dokter Kang, itu saja..

“ tapi memang tidak ada yang terjadi kan?” tanya sekretaris Kwon pada Seo Jin saat di kantor Seo Jin.

“ aku juga manusia. Beberapa hari ini aku merasa aku bisa bernafas dengan lega untuk pertama kalinya setelah lima tahun. Ha Na sudah melakukan banyak hal untukku bahkan disaat aku merasa jatuh karena Robin kembali lagi. Apa aneh yang kulakukan pada Ha Na?”

“ tidak begitu, tapi kau mengingatkanku pada Robin.”



“ siapa? Apa hanya dia yang boleh berbuat baik? Lagipula aku tidak sebaik itu kepada Ha Na.”

“ aku ini businessman, aku tidak akan melakukan hal yang tidak membawa keuntungan untukku. Dan aku sedang dalam mood baik hari ini, apa orang kaya seperti aku tidak boleh membahagiakan orang lain karena aku sedang senang?”

Hahahahaha, iya deh iya iya..

Ha Na akhirnya diberi tau Woo Jung tentang Seo Jin yang membela kelompok sirkus di hadapan presdir. Staffnya meledek Ha Na dan mengatakan bahwa Seo Jin pasti menyukai Ha Na.

Sambil berjalan mengelilingi mallnya, Seo Jin memikirkan bahwa selama ini telah banyak hal berubah di dalam dirinya.

Mulai dari memberikan payung kepada Ha Na, berusaha membuka password untuk tau pesan apa yang dikirim Ha Na, memberikan obat pribadinya kepada Ha Na tanpa berpikir panjang.. hal itu bukanlah dirinya yang biasa.



Come on Seo Jin, it’s not even a bad thing to do :D

“ berterima kasih sudah cukup, kenapa ia kembali membuat aku bingung?” kata Ha Na di ruang kerjanya.

Ha Na dan staffnya minum bersama di sebuah bar, mereka terlihat senang.



Eun Chang yang membuat tiga kesalahan saat gladi disuruh minum 3 gelas alcohol sekaligus.

“ sekarang maknae kita, Woo Jung, kau juga harus minum.”

Woojung kaget, “ tapi aku tidak melakukan kesalahan apapun.”

“ bagaimana menjadi maknae bukan merupakan suatu kesalahan?” hahahahaha, derita maknae.

Dari luar, Seo Jin memperhatikan Ha Na yang sedang minum bersama staffnya.




Ha Na sempat melihat sosok Seo Jin tapi ia tidak yakin apa itu benar Seo Jin, ia mau mengejar tapi Seo Jin sudah tidak ada.

Saat sampai di rumah, Ha Na menanyakan apa maksud Seo Jin dengan semua hal untuk kelompok sirkusnya.

Seo Jin bilang kalau itu semua hanya kompensasi.

“ jadi itu kompensasi untuk apa yang sudah aku lakukan?”

“ ya,,”

“ tapi ini pekerjaanku, aku lebih senang kalau kau menghormati pekerjaanku daripada memberikan kompensasi seperti ini.”

“ kau mengatakan bahwa aku sudah menyinggung harga dirimu?”

“ ketimbang harga diriku, aku lebih memikirkan timku. Mereka sangat senang hari ini karena apa yang kau lakukan, tapi kalau setelah ini mereka harus kembali ke rutinitas awal, maka aku tidak tau apa yang harus kau perbuat. Aku berterima kasih atas apa yang sudah kau berikan pada kami hari ini, tapi tolong jangan memberikan sesuatu yang bisa memberikan harapan yang terlalu tinggi untuk kami.”

Seo Jin menghampiri Ha Na ke kamarnya, “ aku tidak bermaksud untuk memberikan harapan apapun kepada kalian. Aku membaca proposal kalian dan aku melihatnya itu baik.” Setelah mengatakan itu, untuk kedua kalinya dalam sehari Seo Jin kembali tersenyum.. hehe.

****
Detektif Na mengajak Tae Joo ke rumah Ahn Sung Goon untuk mencari clue yang mungkin bisa ditemukan oleh Tae Joo.

Di dalam rumah Sung Goon,Tae Joo menemukan diari Sung Goon yang berisikan cerita singkat Sung Goon tentang bagaimana ia susah payah melupakan kenangan pahit yang ia miliki.



Di dalam diari itu Tae Joo menemukan foto yang disinyalir adalah Sung Goon saat kecil, ia tau bahwa foto itu di ambil di Wonderland melihat balon yang dipegang Sung Goon.



Waktu menunjukkan pukul 8 dan ini waktunya Robin dengan Ha Na.

Dengan sikap Ha Na yang masih dingin pada Robin membuatnya tidak bisa menjelaskan apapun kepada Ha Na,

Robin mengikuti Ha Na yang berbelanja di convenient store. Meski berusaha supaya tidak ketauan, tapi Ha Na tetap bisa memergoki Robin yang sedang mengikutinya.

“ aku tidak bermain dengan hatimu, aku datang kesini karena merindukanmu. Percaya atau tidak itu terserah padamu, tapi aku tulus dan jujur padamu.”

Saat berjalan berdua, tidak disadari mereka sudah melanggar lampu lalu lintas. Mereka berjalan di zebra cross saat lampu untuk pejalan kaki sudah merah, mereka pun didatangi polisi.



* what? Gitu doang? Gosh, kalo disinni sih sebodo amat asal ga ditabarak, haha.. miris*

Polisi itu menanyakan siapa nama Robin dan berapa nomor IDnya, tapi Robin tidak mau menjawab, tentu saja ia takut Ha Na mengetahui identitasnya sebenarnya,

Untung akhirnya sekretaris Kwon datang dan membereskan segalanya.

Setelah dari kantor polisi, Robin dan sekretaris Kwon berbicara berdua.

“ hyung kau tau kan, saat kau suka sama seseorang maka kau hanya akan menyukainya. Aku bahkan tidak bisa menemukan keburukan Ha Na. saat aku tidur aku takut aku tidak akan bisa bangun lagi seperti ini. tapi semuanya kacau karena aku tidak bisa menyelesaikan salah pahamku dengannya.

 “ kau ada salah paham apa dengan Ha Na?”

“ seo Jin menghapus pesanku dari Ha Na, jadi aku tidak bisa melihatnya.”

Disaat mengatakan itu, diam diam Ha Na mendengar semua itu dan langsung mendatangi Robin.

“ kenapa kau tidak bilang padaku dan membiarkan aku salah paham? Ayo kita cari Goo Seo Jin dan meminta penjelasan darinya, ia harus minta maaf!”

Akan tetapi Robin malah membawa Ha Na ke rumahnya, disana ia meminta maaf pada Ha Na akan apa yang terjadi dan meminta Ha Na untuk berusaha mengerti.

Ha Na menanyakan sampai kapan ia harus bertahan tidak boleh bertanya?

Robin bingung mau menjawab apa dan malah mencium bibir Ha Na.



Ok, that’s answer everything, hahahahahaha..
****

Besoknya Seo Jin bangun dengan tanpa gangguan dari Robin seperti sebelumnya,

Iyalah ya, semalem Robin hepi gilak, haha.

Seo Jin diberi tau bahwa Sung Goon sudah memberikan pernyataan resminya bahwa dokter Kang masih hidup.

Seo Jin mengkonfirmasi itu kepada Ha Na, ia tanya apa ia sudah tau tentang itu.

“ ya aku sudah tau. Oia, aku menahan diri karena Robin memintaku, tapi kau tidak seharusnya menjalani hidupmu dengan cara seperti itu.” ha Na referring ke pengakuan Robin yang mengatakan Seo Jin menghapus pesan untuknya.

Seo Jin bingung akan apa yang dimaksud oleh Ha Na, haha.

Ha Na dan Seo Jin tiba di kantor polisi untuk melihat langsung kesaksian Sung Goon.

Disana juga ada Tae Joo yang berusaha menganalisis apa yang dikatakan oleh Sung Goon.

“ aku juga ingin melupakannya, tapi aku terus mengingatnya. Apa yang sudah si brengsek itu lakukan padaku,” kata Sung Goon di ruang investigasi.

“ si brengsek?” siapa?” tanya Seo Jin,

“ apa dia ada disini?” Sung Goon melihat kaca di depannya seolah ia bisa melihat Seo Jin ada di balik kaca itu.



“ oh, kau disini? Dia pernah menjadi temanku, teman dekat.” Setelah mengatakan itu, Sung Goon menyanyikan theme song Wonderland, membuat Seo Jin mengingat sesuatu.

“ saat itu sedang natal, ada santa dan balon juga. Kau ingat kan? Seo Jin- ah.” Kata Sung Goon kepada Seo Jin.

“ Soo Hyun?” kata Seo Jin.



“ ini aku, soo Hyun. Lee So Hyun.” What? Trus kenapa jadi Ahn Sung Goon sekarang? Ganti nama?

Seo Jin kaget setengah mati hingga tidak bisa mengendalikan dirinya, ia sangat terkejut.

Sung Goon atau Soo Hyun menceritakan apa yang terjadi. Saat itu natal disaat ia dan Seo Jin ke Wonderland dan masuk ke wahana rumah hantu. Disana ada hantu yang ternyata adalah penculik.

Mereka pun diculik tapi ayah Seo Jin tidak mau memberikan tebusan, “ begitulah ayah Seo Jin meninggalkan anaknya sendiri.”



“ karena peristiwa itulah ayahku meninggal dunia, seo Jin, kau tau kan kenapa saat itu aku tidak bisa kabur bersamamu?”

Seo Jin tiba tiba sesak nafas setelah mendengar pengakuan Sung Goon. Ia meninggalkan ruangan investigasi.

Ia berlari ke ruangan tangga darurat masih dengan susah bernafas, di keadaan itu ia mengingat kejadian masa lalu bersama Soo Hyun.



Saat itu Seo Jin sudah berhasil kabur dari jendela, ia bermaksud untuk menarik Soo Hyun akan tetapi ia tidak cukup kuat untuk melakukannya, ia pun akhirnya terpaksa ( or not ) meninggalkan Soo Hyun.

 

Ha Na mencari Seo Jin kemana – mana sampai akhirnya ia menemukan Seo Jin di ruang tangga darurat.

“ direktur, apa kau baik – baik saja?”

Mendengar Ha Na di sampingnya, Seo Jin pun  memeluk Ha Na. tangannya masih gemetar saat memeluk Ha Na, Ha Na pun menyambut pelukan Seo Jin yang semakin erat, di tengah pelukan itu Seo Jin menangis,



It breaks my heart to see him like that.. huhu..
****