Total Tayangan Halaman

Kamis, 06 November 2014

SHE IS SO LOVABLE (MY LOVABLE GIRL) EPISODE 14

Rest In Peace, Dal Bong-ie :')

Shi Woo mengajak Se Na pergi menjauh dari Hyun Wook, ia berusaha melakukan apapun demi membuat Se Na tidak lagi bersedih hati.

Ia mengajak Se Na nonton film komedi, tapi sedetik pun Se Na tidak tertawa.



Sementara staff mulai kuatir kenapa Se Na dan Shi Woo belum juga menyelesaikan lagu mereka, Hyun Wook meyakinkan staff bahwa mereka pasti segera menyelesaikannya.

Secara personal Hyun Wook berbicara dengan Shi Woo, bahwa saat ini Shi Woo lah yang bisa membuat Se Na merasa lebih baik.

Dan hal itu ialah dengan cara membawa Se Na ke taman yang sama dimana Hyun Wook memberitahu Se Na bahwa lagunya tidak dipakai dulu.

Se Na memang menceritakan banyak hal kepada Shi Woo disana, tetapi tetap tidak membuat Se Na merasa lebih baik.



Setelah dari taman, Se Na dan Shi Woo akhirnya mengerjakan lagu mereka. Saat setengah jadi, Se Na mendengarkan lagu itu kepada Shi Woo.

But rather than to really listen into the song, he only looked at Se Na’s face. Gosh, gak kuat sama tatapan matanya Shi Woo.. haha..



“ aku menyukai semua yang kau buat..” kata Shi Woo.

Beberapa saat kemudian, Jae Young datang menghampiri Se Na dan Shi Woo. Ia tiba- tiba mengungkit tentang Hyun Wook yang dulu selingkuh dari So Eun dan oleh karena itulah So Eun meninggal.

Se Na kesal sekali karena Jae Young terus memberitahunya hal yang tidak ingin dia dengar,

“ aku tidak tahan mendengar nama kakakku keluar dari mulutmu..” kata Se Na.

Dan saat itu, Shi Woo lah orang yang paling bingung dengan apa yang terjadi. Ia menanyakan itu pada Se Na, akan tetapi jelas Se Na tidak mau menjelaskan karena ini terlalu pribadi.



Se Na terus memikirkan hal yang dikatakan Jae Young semalaman, besoknya saat di kantor Se Na mempunyai kesempatan untuk mengkonfirmasi semua pada Hyun Wook.

Akan tetapi saat Se Na menanyakan apa yang Jae Young bilang padanya, Hyun Wook tidak mengelak apapun.

Ia mengakui bahwa memang karena dirinyalah So Eun meninggal.

Shi Woo menghampiri Se Na di ruang latihan, ia telah mengetahui bahwa Hyun Wook dulu pacaran dengan kakaknya Se Na. I think that’s it, Shi Woo doesn’t even know about the misunderstanding.
****

Lagu Shi Woo yang dibuat bersama Se Na membuatnya menduduki tempat nomor 1 di semua  tangga lagu terkemuka di Korea.



Ia bahkan mendapat trofi pertamanya sebagai penyanyi Solo, what? What about Kim Sunggyu? Akakakakakak..

Setelah show, Shi Woo memberikan Se Na buket bunga dan trofi pertamanya,



“ ambillah, aku yakin minggu depan aku pasti dapet lagi..” haha, cheerful guy :D

Ia bahkan memberikan sebuah kotak yang sepertinya berisi cincin, tapi Se Na tidak menerimanya.

Sebagai bentuk promo, besoknya Shi Woo mendatangi stasiun radio terkemuka.



Ia ditanyakan berbagai hal menyangkut lagu barunya yang ujung- ujungnya bikin dia curhat tentang perasaannya, haha..

“ aku menyukai dia, tapi sepertinya dia tidak menyukaiku..” bhakakakakak.. ya owoh,,

Setelah siaran itu, berita langsung tersebar, dan foto Se Na dengan Shi Woo pun tersebar tak terkendali, membuatnya hampir kehilangan popularitasnya..

Shi Woo benar- benar tidak menyangka bahwa apa yang ia katakan akan membuat semuanya kacau seperti ini.

Bahkan Se Na pun memarahinya karena tidak bisa mengontrol omongannya di radio.



“ menurutmu kenapa aku melakukan itu? laguku itu, ‘ I Miss You’ kau menulisnya ketika memikirkan Presdir kan? Pernahkah kau memikirkan bagaimana perasaanku saat menyanyikannya? Aku menyukaimu dan aku tidak suka kalau kau memikirkan orang lain. Aku bicara begitu tanpa maksud apa- apa, aku hanya berkata jujur. Karena untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tidak suka jadi selebriti. Aku tidak tau bahwa semuanya akan seperti ini, tapi aku tidak menyesali apa yang aku katakan di radio, karena itulah perasaanku yang sebenarnya..”

Shi Woo pertama kalinya bicara panjang lebar, dan Se Na Cuma diem!

Sebel!

Bahkan saat di kantor pun Shi Woo meminta ANA untuk memikirkan cara supaya Se Na aman di tangan fans.
****

Sebagai jalan keluar akan masalah ini, ANA memutuskan untuk mensetting suatu scenario.

Mereka akan mengatakan bahwa Shi Woo dan Se Na memang pacaran, dan sebulan kemudian mereka akan bilang bahwa mereka sudah putus.. wahh.. setingan ada dimana- mana, haha.

Hyun Wook memanggil Se Na ke kantor dan menyampaikan pada Se Na apa yang akan terjadi sebulan kemudian.



Se Na melihat tidak ada kecemburuan sama sekali di nada suara Hyun Wook tentang rumor datenya dengan Shi Woo.

“ baiklah, akan kulakukan sesuai dengan yang telah direncanakan..” kata Se Na.

Diluar, pers menunggu Se Na, beruntung ada Hyun Wook yang menyelamatkan Se Na dari para wartawan dan mengantarnya pulang.


****

Mendengar bahwa dirinya dan Se Na pacaran, Shi Woo mencari Se Na ke rumahnya.

Untuk kedua kalinya ia memberikan kotak berisi cincin (kayanya) kepada Se Na.



“ kau punya waktu sebulan untuk memikirkan memberiku kesempatan. Sebulan lagi kita tidak tau konferensi pers apa yang aku lakukan, putus denganmu, atau lanjut denganmu..”

Sung Jin tidak habis pikir kenapa Hyun Wook membiarkan Se Na salah paham sampai sekarang,

“ memang sudah seharusnya aku jadi yang jahat dimatanya,,”

Sung Jin sedih sekali melihat Hyun Wook yang terus menyalahkan dirinya atas kematian So Eun dan membiarkan Se Na salah paham.

Ia menelpon Se Na dan mengajak Se Na bicara, ialah yang menceritakan semua kenyataannya kepada Se Na.



“ Hyun Wook tidak pernah selingkuh dengan siapapun, dia tidak bisa melakukan itu. dan pemakaman? Aku bersamanya waktu itu, dan saat itu ibumu tidak mengijinkan Hyun Wook masuk. Ibumu tidak bisa terima So Eun meninggal begitu saja dan ia ingin menyalahkan Hyun Wook untuk itu, karena itulah Hyun Wook pergi dan tidak datang ke pemakaman kakakmu..”

Se Na nampak terkejut, sedih, dan merasa bersalah mendengar kenyataan itu.
****

Malamnya, Dal Bong sangat lemas, ia akhirnya minta jalan- jalan dengan Hyun Wook. Akan tetapi dia lari begitu saja dan bertemu dengan Se Na.

Saat bertemu Se Na,Dal Bong pingsan, dan mereka berdua pun membawa Dal Bong ke rumah sakit.



Dokter mengatakan bahwa umur Dal Bong tidak akan lama lagi, lebih baik bawa Dal Bong ke tempat yang ia sukai.

Se Na meminta Hyun Wook untuk membawa Dal Bong ke pantai.

Di pantai, Hyun Wook menceritakan bahwa So Eun lah yang membawa Dal Bong pertama kali.

Se Na akhirnya menanyakan kenapa Hyun Wook tidak jujur padanya? Kenapa ia membiarkan Se Na salah paham pada dirinya?



“ karena memang aku yang salah, karena akulah So Eun meninggal..”

“ aku menolongmu dulu untuk membuat diriku sendiri merasa lebih baik, bukan karena aku murni ingin membantumu, aku pikir wajar jika sekarang kau membenciku..”

Di tengah pembicaraan mereka, Dal Bong yang duduk memandang pantai berada cukup jauh dari Hyun Wook dan Se Na.

Tiba- tiba Dal Bong membaringkan tubuhnya lalu kepalanya di pasir pantai, ia nampak lelah :’)



Hyun Wook curiga akan gerak gerik anjing yang sudah menemaninya selama ini, ia segera menghampiri Dal Bong.

Dan, yah, Dal Bong menghela nafas terakhirnya di pantai itu, Hyun Wook terlihat sangat terpukul..

Sampai di rumah, Hyun Wook melihat tempat tidur Dal Bong, tempat tidur yang akan kosong mulai malam ini, ia membereskan barang- barang milik Dal Bong..

Se Na pun merasakan hal yang sama, baginya Dal Bong adalah anjing yang sangat manis.

Hyun Wook duduk di teras rumahnya dengan wajah sedih.

Tiba- tiba Se Na datang, kali ini dengan topeng anjing yang dulu pernah ia pakai untuk menghibur Hyun Wook.



“ aku teman Dal Bong, Dal Bok. Aku ingin menyampaikan pesan terakhir Dal Bong untukmu. Sekarang Dal Bong sudah ada si surga bersama dengan kakakku, tapi dia belum bisa bahagia karena kau masih terus menyalahkan dirimu sendiri. ia memintamu untuk merelakan dia dan kakaku, ia ingin kau bahagia karena ini semua bukanlah kesalahanmu..”

Hyun Wook menangis mendengar pernyataan itu, Se Na datang menghampirinya dan melepas topengnya.

“ jangan menangis lagi..” kata Se Na,



Hyun Wook langsung memeluk Se Na dan mengatakan bahwa ia sangat rindu pada Se Na sampai ia mengira bahwa ia hampir gila..


****

Yappp.. inilah klimaks dari drama ini, kasian juga liat Se Na yang ga senyum sepanjang episode ini..hehe

Tapi, aku protes kenapa kenyataan yang terjadi sebenarnya harus Sung Jin yang jelasin??

Kenapa bukan Hyun Wook aja sih? Haduh..

Atau mungkin di episode selanjutnya ya? Hehe.. lets see..

Sementara Shi Woo kayanya akan menerima kembali kotak yang ia kasi ke Se Na.. poor Shi Woo.. hiks :’)

Sabtu, 01 November 2014

SHE IS SO LOVABLE (MY LOVABLE GIRL) EPISODE 13



Hyun Wook menelpon Se Na berkali- kali tetapi tidak kunjung diangkat oleh si empunya hape.

Tentu, karena Se Na sedang shock melihat foto kakaknya dengan Hyun Wook, berarti pacar kakaknya ialah Hyun Wook.

Hyun Wook mencari Se Na di rumahnya tetapi temannya mengatakan bahwa Se Na mestinya sudah sampai di airport bahkan sudah berangkat ke Boston.

Hyun Wook langsung bergegas ke bar tempat So Eun pernah bekerja, Se Na melihat kedatangan Hyun Wook lalu ia bersembunyi sambil mengamati Hyun Wook dari belakang.

Se Na menemui Jae Young untuk mengkonfirmasi kenapa Jae Young membuatnya melihat foto itu,

“ bukankah aku bilang bahwa aku dan kakakmu berteman? Oleh karena itu aku tidak bisa melihat kalian berdua menjalin hubungan juga. Tanyakan apa saja tentang foto itu, aku akan menjawabnya..” tawar Jae Young. Akan tetapi Se Na menolak dan bilang bahwa apa yang dilihatnya sudah lebih dari cukup.

Malam datang, Hyun Wook menunggu di dekat rumah Se Na, saat Se Na datang Hyun Wook menanyakan dari mana saja Se Na, ia sangat kuatir.

Melihat Hyun Wook, Se Na tau bahwa ia tidak mungkin menghindar, ia langsung menanyakan pertanyaan yang sudah terngiang di kepalanya.




“ apa sejak awal kau tau siapa aku?”

Hyun Wook mengatakan iya,

“ lalu kenapa kau tidak mengatakan padaku? Kalau aku tau maka aku tidak akan menyukaimu dan aku tidak akan memintamu balik menyukaiku, dan kejadiannya tidak akan sampai sejauh ini.”

“ Se Na- yah..”

“ jangan mendekatiku, jangan lagi..”

Se Na langsung masuk ke rumah. Saat kembali, Joo Hong bingung kenapa Se Na tidak jadi ke Boston, tapi Se Na bilang nanti saja dia cerita dan sekarang dia mau istirahat saja.
****

Hyun Wook mengambil Dal Bong ke tempat Sung Jin, Sung Jin langsung menebak apakah Hyun Wook tidak jadi pergi karena Se Na tau segalanya?

Bingo! Best pren emang paling jago tebakannya, hehe..

Sung Jin datang ke kantor dan memberitahu Hae Yoon tentang apa yang terjadi, Hae Yoon senang karena Hyun Wook tidak jadi pergi jauh, ia pun segera datang mampir ke rumah Hyun Wook.

Sampai disana, Hae Yoon mengakui bahwa ia lah yang memberitahu Jae Young tentang Se Na, ia mencoba meminta Jae Young diam tapi tetap saja tidak mempan. Ia sungguh ingin menjaga rahasia ini selamanya.

Hae Yoon ini  baik ternyata :’)

Hyun Wook menghela nafas, “ cepat atau lambat Se Na pasti juga akan tau, mau itu dari kau atau dengan cara lain. Aku coba untuk lari ke tempat yang jauh dimana tidak ada yang tau tentang kisah kita, aku tau itu pengecut tapi aku tidak menghentikan diriku.”
****

Se Na masih terlihat terpukul akan kenyataan kemarin, tiba- tiba hapenya berbunyi dan itu dari Shi Woo.

Shi Woo protes kenapa Se Na tidak nelpon kalo dia sudah sampai Boston, Shi Woo menanyakan bagaimana cuaca disana?

“ cerah..”

Shi Woo meminta Se Na datang ke Logan Airport besok jam dua siang, karena besok Shi Woo juga akan ke Boston, hahaha.. enak punya gebetan artis tajir ya, kemana- mana disusulin.

Tapi Se Na langsung panik, ia akhirnya mengaku bahwa ia tidak jadi ke Boston.

Mereka berdua akhirnya bertemu tetapi Se Na tidak menceritakan keadaan yang sebenarnya. Shi Woo meminta Se Na untuk kembali bekerja akan tetapi ia bilang ia tidak bisa kembali bekerja. Shi Woo memberi waktu beberapa hari pada Se Na untuk memutuskan.

Saat  pulang, Se Na melewati warung tempat dia sempat rebutan eskrim dengan Hyun Wook, ia sedih dan melanjutkan langkahnya dengan gontai.



Dal Bong tiba- tiba datang menghampirinya diikuti dengan tuannya.



Se Na terlihat canggung bagaimana harus bersikap, akan tetapi Se Na berhasil melewati percakapan pendek dengan Hyun Wook.
****

Suasana perusahaan ANA sedang tidak bagus, ada rumor bahwa investor dari Cina akan menarik investasinya dari ANA.

Seluruh staff panik akan tetapi mereka tidak bisa mengambil keputusan tanpa Hyun Wook yang tidak masuk kerja selama beberapa hari.

Presdir Lee menelpon Hae Yoon mengkonfirmasi apa yang terjadi, Hae Yoon berusaha menjelaskan apa yang terjadi bahkan berbohong bahwa Hyun Wook baik- baik saja dan hanya libur beberapa hari.

Tidak ingin tinggal diam setelah tau apa yang terjadi antara Se Na dengan Hyun Wook, Hae Yoon menghubungi Se Na dan menemuinya.

Ia memberitahu Se Na bahwa ia sudah tau tentang siapa Se Na beberapa saat yang lalu.

“ apakah kau menyalahkan Hyun Wook saat ini? setelah kakakmu meninggal dunia, Hyun Wook sangat menderita, ia meninggalkan semuanya, music, keluarga, dan teman lalu menghilang selama tiga tahun. Yang membuatnya kembali adalah kau. Karena kau adiknya So Eun, dan kau memiliki bakat. Aku harap kau bisa menyadari hal itu..”

“ lalu apa yang kau ingin aku lakukan?” tanya Se Na.

“ aku tidak tau apa aku berhak mengatakan ini, tapi aku ingin kalian berdua kembali seperti dulu. Semakin kau menderita, Hyun Wook juga akan begitu. Aku tidak ingin ia menghilang lagi dan meninggalkan semua begitu saja. Cobalah memahami niat baik Hyun Wook yang ingin kau sukses..”
****

Hyun Wook minum minum bersama dengan Sung Jin, akan tetapi dia tidak banyak bicara. Bahkan Sung jin yang banyak bicara tetap tidak  bisa membuat Hyun Wook memberi respon. Setelah dari bar, Hyun Wook duduk di dekat rumah Se Na.



Se Na melihat Hyun Wook dari atas rumahnya dan  menghampiri Hyun Wook yang sedang duduk sambil membenamkan wajahnya di balik tangannya.



Se Na mengutarakan semua isi hatinya, bahwa ia bisa sampai di titik ini karena Hyun Wook. Akan tetapi dia tidak akan menyerah sebelum ia bisa sesukses Jae Young.

“ aku tidak mau lagi bergantung padamu atau kecewa padamu lebih lama lagi. Tapi lihatlah dirimu, kau kacau sekali. Kau tidak pergi ke kantor atau bekerja, yang kau lakukan hanya minum minum. Kau selalu bertingkah seperti orang dewasa, tapi lihatlah dirimu sekarang. “

Hyun Wook diam saja seperti adik yang dimarahi oleh kakak perempuannya, hehe..



“ aku tidak mati, jadi jalanilah hidupmu lagi. Seperti kau yang selalu aku kagumi selama ini..”

Yak, Hae Yoon berhasil ngomporin Se Na.. wkwkwkwk..
****

Se Na menelpon Shi Woo dan mengatakan bahwa ia akan bekerja lagi dengan Shi Woo.

Joo Hong masuk ke kamar Se Na dan ngobrol- ngobrol dengan Se Na, tanpa sengaja Joo Hong melihat Foto So Eun dengan Hyun Wook. Ia kaget setengah mati dan mengkonfirmasi hal tersebut kepada Se Na.



Se Na tidak mengelak dan menceritakan yang sebenarnya.

Presdir Lee dirawat di rumah sakit karena tiba- tiba ia menderita sakit kepala. Dokter mengatakan bahwa ia tidak boleh stress atau penyakitnya akan semakin menjadi.



Setelah dari rumah sakit Presdir Lee mendatangi rumah Hyun Wook, ia membawakan hadiah untuk Hyun Wook dan memintanya untuk tidak menolaknya kali ini.

Presdir Lee bahkan minum wine bersama dengan Hyun Wook, pertama kalinya selama 12 episode ayah dan anak ini bisa duduk bersama lebih dari lima menit kayanya, hehe..



Hyun Wook menanyakan kenapa ayahnya bersikap aneh, tapi Presdir Lee terus mengalihkan pembicaraan. Presdir Lee bahkan meminta maaf karena ia tidak merawat Hyun Wook dengan baik dan ia minta maaf atas kejadian So Eun.
Besoknya keadaan ANA semakin hectic, Hae yoon yang berusaha mengatasi masalah sambil mem back up Hyun Wook akhirnya bisa bernafas lega karena tepat saat meeting mau dimulai, Hyun Wook datang ke ANA.

Masalah langsung dijelaskan kepada Hyun Wook, bahwa Jae Young terus melakukan gerakan gerilya dengan mengontak orang- orang bertalent di ANA untuk ikut bersamanya seperti Infinite Power dan dancer mereka.



Hyun Wook pun diminta untuk menemui Presdir Jang, investor dari Cina yang dikabarkan akan menarik investasinya.

Disaat ia dan Hae Yoon hendak menemui Presdir Jang, telah ada Jae Young disana.

Hyun Wook berusaha meyakinkan Presdir Jang bahwa ANA akan segera kembali pulih, Presdir Jang pun memberi waktu sebulan untuk membuktikannya.

Setelah pertemuan dengan presdir Jang, Hyun Wook memanggil Shi Woo dan Se Na ke kantornya.

Suasana canggung terlihat antara Hyun Wook apalagi Se Na yang berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri.



Hyun Wook mengatakan pada Shi Woo bahwa saat ini dirinya merupakan tumpuan ANA, oleh karenanya ia harus melakukan yang terbaik.

Hyun Wook menanyakan kepada Se Na apakah waktu sebulan itu cukup untuk menyelesaikan sebuah lagu?

Se Na dengan dingin menjawab bahwa ia dan shi Woo akan berusaha melakukan yang terbaik. Hyun Wook sedih melihat sikap Se Na.

Melihat Se Na yang tidak konsen dan terlihat depresi, Shi Woo mengajak Se Na chilled out dan minum.

Seru ya minumannya warna warni ^^


Beberapa kali Shi Woo ngajak Se na bercanda tapi tetap tidak mempan.

Se Na hanya memberi clue sedikit saat Shi Woo menanyakan apa hubungan antara Se Na dan Hyun Wook?

“ hubungan yang tidak boleh di lanjutkan..” jawab se Na lemas.

“ jadi kalian berdua jadian trus putus?” tanya Shi Woo, tapi Se na tidak menjawab dan meminta Shi Woo mengambilkan air, Shi Woo manut dan tidak ngotot bertanya..

He really a thoughtful friend, hehe..

Se Na diantar pulang, saat di kamar Joo Hong bilang sama Se Na bahwa sebaiknya Se Na tidak lagi bekerja di ANA, it just doesn’t feel right.

Akhirnya Se Na nangis juga dan bilang, “ meskipun begitu, aku masih tetap 
melihatnya..”


****

Besok paginya Shi Woo mendatangi Hyun Wook dan bilang bahwa mungkin lagunya akan telat keluar.

“ apa ada masalah?”

“ ya, tapi kau tidak usah kuatirkan…”

“ bukankah kalau ada masalah dalam suatu project, aku harus tau?”

“ saat ini tidak, karena aku merasa kaulah penyebab Yoon Se Na seperti sekarang. Jangan coba mencari composer lain selain se Na.”

Hyun Wook menghampiri se Na di rooftop, ia memberikan USB yang isinya rekaman konser yang mungkin bisa jadi inspirasinya untuk menulis lagu

Se Na berusaha keras menolak tapi Hyun Wook juga tidak kalah ngotot untuk membantu,

“ dari sinilah semuanya berasal, kau baik padaku kau membantuku menyelesaikan segalanya. Sekarang biarkan aku melakukan semuanya sendiri. apa kau tidak lihat seberapa keras aku sedang berusaha menahan diri?”

Shi Woo melihat percakapan ini sejak tadi dan ia segera menghampiri Se Na yang terlihat tersudut.

“ tolong biarkan dia pergi sekarang..” kata Shi Woo sambil meraih tangan Se Na.


****

Jumat, 31 Oktober 2014

SHE IS SO LOVABLE (MY LOVABLE GIRL) EPISODE 12

Se Na terus berceloteh tentang kakaknya juga Jae Young yang mengatakan kenal dengan kakaknya lalu menanyakan apakah Hyun Wook kenal dengan kakaknya?

“ ahjusshi..” Se Na memanggil Hyun Wook yang diam saja dari tadi.

“ ya?” Hyun Wook tersadar dari pikirannya yang melayang entah kemana.

“ kau tidak mendengarku ya? Hmm lagipula mungkin kau tidak kenal kakakku, tapi kakakku kayanya pasti tau kamu, karena kau sangat terkenal..”

Hyun Wook diam saja,,

Mereka berdua pulang ke rumah Se Na, Hyun Wook menyuruh Se Na masuk dan istirahat karena beberapa hari ini Se Na kurang tidur.

Selesai mengantar Se Na, Hyun Wook datang ke rumah Jae Young untuk mengkonfirmasi apa yang terjadi.



Hyun Wook meminta Jae Young untuk tidak menganggu Se Na, karena Se Na adalah urusan pribadinya.

Jae Young bilang bahwa ia hanya kasihan dengan Se Na, jika tau sejak awal maka ia akan memperlakukan Se Na dengan baik.

Tapi tentu saja Hyun Wook tidak percaya bahwa Jae Young akan diam saja.

Hyun Wook kembali ke depan rumah Se Na dan menelpon Se Na dan mengatakan bahwa ia merindukan Se Na.

Se Na segera keluar dan bermaksud ke rumah Hyun Wook, akan tetapi Hyun Wook sudah ada di depan rumahnya.

“ kenapa kau tidak bilang kalau disini?”

Hyun Wook hanya melihat Se Na, “ lihatlah aku sampai puas, besok kau tidak akan ketemu aku..” kata Se Na,

Tanpa kata, Hyun Wook memeluk Se Na..


****

Respon sangat bagus dihasilkan oleh lagu solo Shi Woo, hal ini menyebarluas di ANA dan di asrama Shi Woo bersama manajernya.

“ waahh!! Ada 2000 comment di artikelmu..” kata manajer.



Manajer terus membacakan komen bagus untuk Shi Woo, sementara sang solois sok santai dan mengatakan bahwa para fans harusnya menyadari kekerenannya sejak lama, hahahaha..

Shi Woo lalu menelpon Se Na yang lagi bersih bersih rumah sambil roll rambut, hehe.



Ia mengundang Se Na datang ke asramanya untuk merayakan lagu pertama mereka.

Se Na datang dan duduk berhadapan dengan Shi Woo dengan kue di tengah- tengah lengkap dengan lilin.



“ aku ingin mengerjakan albumku denganmu..” kata Shi Woo..

“ aku sih mau, tapi apa perusahaan akan mengijinkan?”

“ pastilah, reaksi akan lagu soloku bagus sekali.. tiuplah lilinnya, ini perayaan kita..”

Se Na meniup lilinnya sambil diiatin sama Shi Woo, hayo liatin lilinnya apa yang niupin lilin? Wkwkwkwk…

“ apa kau mau mulai bekerja hari ini?” tanya Shi Woo.

“ kerja apa?”

“ kau ini lambat sekali,,” oo Shi Woo ngajak kencan, haha..

“ aku, suka dengan orang lain..”

Shi Woo berusaha tetap cool, “ apa aku baru saja ditolak?” sure, indeed.. hahaha.. sabar yaaa..

Meski ditolak, tapi Shi Woo tetap nganter Se Na pulang, what a gentleman, hehe..

“ bagaimana mungkin kau suka sama orang lain saat ada aku di sampingmu? Aku sangat shock sampai aku tidak bisa nyetir dengan baik..”

Bruakakakakakak.. mental breakdown..

“ hei, aku menikmati menulis lagu denganmu, tapi kalau kau gini terus, akan sulit untuk kerja sama lagi..”

“ makanya akan lebih baik kalau kita tidak hanya nulis lagu..” Shi Woo maksa.

“ ya!”

“ baiklah baiklah.. tapi mulai hari ini jangan pikirkan yang lain selain aku.” Tetep.. usaha.. haha..

Se Na hanya tertawa, some how they seems like a very good friend.. hehe..

“ jangan tertawa, aku tidak mau membiarkanmu keluar,,”

Se Na noyor kepalanya Shi Woo lalu keluar, “ ati ati yaaaww..”
****

Hae Yoon bertemu dengan Presdir Lee, ia merasa tidak enak karena Presdir Lee akhirnya tau bahwa ia memiliki niat untuk keluar dari ANA.

Presdir Lee pun membujuk Hae Yoon sebisa mungkin untuk kembali ke ANA.

Di rumah, Se Na di telpon oleh seseorang yang mengajaknya membuat kontrak sebagai penulis lagu.

Se Na menunggu dan penasaran akan sosok yang menelponnya.

Ternyata orang itu adalah Jae Young, ia menawarkan Se Na agar mau kerja sama dengannya.



Selain menawarkan kerja sama, Jae Young menggunakan kesempatan ini untuk mengungkit So Eun di depan Se Na. hingga membuat Se Na kepo

Jae Young bilang bahwa ia dan So Eun cukup dekat, So Eun pernah cerita tentang adiknya dan juga ia sering cerita kalau lagi kesel sama pacarnya.

Se Na kaget mendengar tentang pacar kakaknya, “ apa pacarnya juga dari dunia music?”

“ ya, tapi aku tidak bisa memberitahumu, karena ini adalah bagiannya untuk memberitahumu..”
****

Se Na kembali ke rumah dengan langkah gontai, ia ketemu dengan Hyun Wook dengan Dal Bong.

“ kenapa dengan wajahmu? Apa pertemuannya tidak berjalan dengan baik?” tanya Hyun Wook.

Se Na mengatakan bahwa ternyata yang nelpon adalah Jae Young, “ aku sebenarnya tidak suka dengannya, tapi dia bilang dia kenal dengan kakakku dan bahkan tau siapa pacar kakakku. Aku sebenarnya sempat penasaran dengan pacar kakakku itu, tapi sekarang tidak lagi, karena aku pikir aku akan benci padanya kalau aku ketemu..”

Hyun Wook langsung bingung..

Malamnya ia bertemu dengan Sung Jin dan mencurhatkan kegalauan hatinya, ia mulai bimbang apakah ia benar- benar akan bisa melindungi Se Na? atau ia malah hanya akan melukai Se Na?

I think it depends on how you react to her anger later, hehe..

Paginya Hae Yoon memutuskan untuk kembali ke ANA, ia nampak lebih baik sekarang, kayanya dia udah move on dari Hyun Wook, pelan- pelan,,

Manajer Kang membantu istri Presdir untuk menyelidiki simpanan presdir, setelah datang ke kafenya, ternyata manajer kang mengenal selingkuhan presdir,. Mantan istri kah jangan- jangan? Hehe..
Di asrama Shi Woo ditemani ibunya menandatangani banyak kertas, dia bilang inilah konsekuensi jadi artis terkenal.. haha..



Di sela- sela obrolan hangat antara ibu dan anak, shi Woo menanyakan apakah ada cewek yang bisa gak suka dengan dirinya?

“ tentu saja tidak ada..” jawab ibunya, wah,, salah nanya.. hahaha..

Setelah mendapat encouragement dari sang bunda, Shi Woo langsung datang ke rumah Se Na.

Ia memberikan kontrak ekslusif ala Shi Woo kepada Se Na, isinya bahwa Se Na akan menulis lagu dengannya.. haha..



Kontrak tersebut di sahkan dengan cap jari dari lipstick,

Ah itu sih gak sah, kan ada unsur paksaan, wkwkwkwk..


 tapi Shi Woo tetap senang, aku pikir selain dapet kontrak, he’s happy enough to see her face :D
****

Jae Young dan Sung Jin ketemuan di sebuah café, Jae Young meminta Sung Jin untuk jadi guru vocal di perusahaannya. Akan tetapi Sung Jin menolak dengan halus karena ia masih kerja juga di ANA.

Sung jin ini keren deh, bisa temenan baik sama dua orang yang saling bermusuhan.. hehe..

Mereka terlibat perang mulut mengenai kejadian kematian So Eun dan mengenai keadaan Hyun Wook setelahnya. Jae Young masih mempertahankan harga dirinya dan bilang bahwa Hyun Wook lah yang mengambil So Eun yang lebih dulu ia temukan..

Lah, ibarat beli barang, yang bayar duluan ya dia yang berhak lah mas,, huhu..

Sung Jin terlihat mengalah dengan Jae Young, di tengah pembicaraan, Se Na menelpon Jae Young dan bilang bahwa ia tidak bisa menerima tawaran Jae Young.

Jae Young tidak begitu saja menyerah, ia mengajak Se Na ketemuan di bar tempat kakaknya kerja untuk membahas masalah ini.

Sung Jin kaget kenapa Jae Young bisa tau, ia langsung memberitahu Hyun Wook mengenai hal ini.

Hyun Wook bergegas menelpon Se Na untuk mencegahnya datang ke bar kakaknya, akan tetapi Se Na tidak menjawab telponnya.

Sementara di bar Jae Young melihat kumpulan foto yang ada di tembok bar dan melihat sesuatu yang ia ingin Se Na lihat.



Tepat saat Se Na mau sampai di bar, Hyun Wook datang dan menyuruh Se Na untuk masuk ke mobil.



“ kau menelponku berkali- kali.. apa ada sesuatu?”

Jae young menelpon Se Na akan tetapi Hyun Wook melarang Se Na mengangkatnya, Se Na menurut karena mengira Hyun Wook sedang cemburu.. yee -.-

Hyun Wook mengajak Se Na ke pantai, disana ia menanyakan pertanyaan sensitive yang saat itu hanya Hyun Wook yang mengerti apa maksudnya, seperti

“ kalau aku bukan seperti yang kau bayangkan, apa kau tetap cinta padaku?”

“ bagaimana kalau aku ini ternyata jahat?” atau

“ maukah kau pergi jauh bersamaku?”

Dan Se Na menjawab pertanyaan itu dengan respon yang positif. Hyun Wook memeluk Se Na dengan pelukan yang mengandung arti I don’t wanna loose you, yes I wanna hold you, I don’t wanna make you, make you sad and make you cry.. hahaha..



Malamnya, Hyun Wook lagi- lagi menemui Jae Young dan bilang untuk jangan menganggu Se Na lagi. Akan tetapi Jae Young mengatakan bahwa ia tidak tahan melihat adik So Eun dibohongi oleh orang seperti Hyun Wook, ia meminta Hyun Wook untuk mengakhiri ini semua sebelum ia berubah pikiran dan membeberkan semua pada Se Na.
****

Shi Woo mendatangi kantor Hyun Wook dan menunjukkan kontrak yang baru dia buat kemarin dengan Se Na.

Hyun Wook mengatakan bahwa Se Na tidak bisa melakukannya, Shi Woo kesal kenapa Hyun Wook tau banyak hal tentang Se Na melebihi dirinya.

“ apa sebenarnya hubunganmu dengan Se Na?”

“ apa kau benar- benar ingin tau?”tanya Hyun Wook. Batinnya, biarin lah, gua mau pergi ini.. biarin aja dia tau.. hehe..

“ tidak, aku akan tanya sendiri dengan Se Na”

Shi Woo langsung ke rumah Se Na dan bertemu dengan Se Na.

“ aku dengar kau tidak bisa kerja denganku.”

“ maaf, aku baru aja mau bilang ke kamu,”

Se Na bilang bahwa ia akan belajar di luar negeri,

“ tidak, tidak boleh. Aku tidak mau rilis album tanpamu disini..”

Se Na tersenyum, “ banyak penulis lagu bagus selain aku,,”

“ bagiku kaulah yang terbaik.”

Shi Woo langsung memeluk Se Na, menyatakan bahwa ia tidak rela Se Na pergi, wawawawawawawa!!!



Se Na memeluk balik Shi Woo dan menepuk pundaknya, “ hei, kita kan masih bisa bertemu..”
****

Di Rumah, Hyun Wook mulai packing untuk pergi ke Boston bersama dengan Se Na, ia akan menitipkan Dal Bong kepada Sung jin.

Se Na juga berpamitan kepada temannya untuk pergi ke Amerika bersama Hyun Wook lalu pergi ke rumah Hyun Wook untuk membantu packing.

Saat di sana Se Na menemukan figura berisi foto Dal Bong saat masih kecil, di foto itu ada yang menarik perhatiannya, syal yang dipakai oleh Dal Bong.



Syal itu adalah syal yang sama seperti yang ia berikan kepada kakaknya, dan ada brosnya juga..



Se Na menanyakan darimana Hyun Wook mendapatkan syal ini, Hyun Wook mengatakan bahwa dirinya benar- benar lupa karena itu sudah lama sekali.. bohong..

Di rumah, Se Na masih kepikiran syal dan bros yang tadi dia liat di foto..

Paginya, Hae Yoon tidak sengaja menemukan tiket pesawat Hyun Wook dan Se Na ke Boston di meja kerja Hyun Wook.

Hyun Wook tidak mengelak dan mengatakan bahwa ia dan Se Na memang akan pergi supaya tidak terkena ulah Jae Young yang sudah tau tentang Se Na dan So Eun.

Hae Yoon langsung menghampiri Jae Young dan mengatakan bahwa ia kecewa karena jae Young tidak mengindahkan kata- katanya untuk tidak menganggu Se Na.

Hae Yoon bilang bahwa ia sudah bisa terima Hyun Wook tidak cinta padanya, akan tetapi sekarang ia hanya ingin Hyun Wook bersamanya, dan sekarang keinginannya hancur karena Jae Young..

Kasian juga Jae Young, hehe..

Di rumah, Hyun Wook melakukan acara pamitan secara diam- diam kepada ayahnya dan ibu tirinya.

Ia meminta ayahnya untuk kembali ke ANA dan menitipkan ayahnya kepada ibu tirinya.
****

Se Na sudah siap dengan tasnya, ia berpamitan kepada teman- temannya untuk terakhir kalinya.

Sebelum ia pergi, ia ditelpon Jae Young yang menanyakan kenapa kemarin Se Na tidak datang.

“ sayang sekali, padahal ada banyak foto kakakmu disana, lihatlah sendiri kalau kau memang penasaran..” kata Jae Young.

Hyun Wook menelpon Se Na dan bilang bahwa Hyun Wook sudah sampai di rumah Se Na. akan tetapi Se Na berada di dalam taksi, dia bilang bahwa ia akan ke airport sendiri saja. Ia mau pamitan sama seseorang.

Se Na mendatangi bar tempat kakaknya bekerja dulu, ia mencari foto yang dibilang oleh Jae Young, setelah beberapa saat melihat, ia menemukan foto kakaknya.

Foto itu hanya memperlihatkan wajah kakaknya, sementara setengah lagi tertutup foto lainnya.

Se Na menggeser foto lain untuk melihat dengan siapa kakaknya berfoto.

Dan saat menggeser foto itu,

Yak..

Ada foto Hyun Wook dengan kakaknya,



Se Na terpaku dalam diam, terngiang bayangan masa lalu sejak Hyun Wook berusaha keras mendekatinya, menyelamatkannya dari kecelakaan sampai Hyun Wook melukai tangannya sendiri.

Saat itu Se Na menanyakan kenapa Hyun Wook baik dengan orang asing, dan Hyun Wook menjawab bahwa Se Na bukan orang asing baginya.

Teringat pula saat Hyun Wook mengatakan bahwa ia tidak bisa melangkah lebih jauh karena dia adalah Yoon Se Na.

Hyun Wook menelpon Se Na karena ia sudah ada di bandara, sementara Se Na masih tidak tau apakah akan mengangkat telpon apa tidak.
****

Kind of good how she figure thing out, meski secara tidak langsung dari Jae Young memang, hehe..

Hyun Wook telat menyadari untuk khawatir tentang Se na kalau nantinya Se Na tau, sekarang entah apa yang bisa dilakukan Hyun Wook atau bagaimana Se Na akan memperlakukan Hyun Wook.

Tapi Se Na punya temen yang baik, dan dia punya Shi Woo juga yang siap sedia menjadi pendengar or someone that she can turn to..