Total Tayangan Halaman

Kamis, 16 Oktober 2014

SHE IS SO LOVABLE (MY LOVABLE GIRL) EPISODE 9



“ Aku akan melihat Dal Bong sekarang” kata Se Na setelah dicium oleh Hyun Wook untuk mencairkan suasana (mungkin).

Sementara hyun Wook terlihat bingung akan perasaannya setelah apa yang ia lakukan barusan.

Di ruangan tempat Dal Bong dirawat, Se Na bicara dengan Dal Bong dan memintanya untuk cepat sehat supaya mereka bertiga bisa main bareng lagi.



Sementara Dal Bong terus memejamkan matanya, huhu.. poor Dal Bong..

Setelah selesai, Se Na kembali menghampiri Hyun Wook menyampaikan pesan dari Dal Bong bahwa ia akan baik- baik saja..

Hyun Wook yang masih canggung berusaha mencairkan suasana dan mengajak Se Na pulang.

Saat mereka berjalan berdampingan, beberapa kali Se Na mencoba meraih tangan Hyun Wook, tapi ia tidak berani langsung menggandeng tangan Hyun Wook..

Wkwkwkwk..

Hyun Wook menoleh pada Se Na karena ia merasa bahwa Se Na terus menerus menyentuh tangannya, Se Na ngeles dan bilang bahwa ia bukan mau menggandeng tangan Hyun Wook, tapi ia hanya mau membersihkan tangannya Hyun Wook, mbeehhh.. hahahahaha..

Hyun Wook mengerti dan ia pun meraih tangan Se Na dan menggandengnya, ecieeee..



Beberapa saat kemudian hape Hyun Wook bergetar, ia sempat tidak mau menjawabnya karena ia harus melepaskan tangan Se Na, akan tetapi Se Na menyuruhnya untuk mengangkatnya..

Setelah menerima telpon itu, Hyun Wook mengatakan bahwa ia harus pergi dan tidak bisa mengantar Se Na pulang.
****

Teryata yang nelpon adalah Sung Jin, Hyun Wook pergi ke bar dan mendapati Sung Jin sedang menemani Hae Yoon yang mabuk dan udah ketiduran di bar.

Hyun Wook menanyakan kenapa tidak Sung Jin saja yang mengantarnya pulang?

Tapi Sung Jin mengatakan bahwa Hae Yoon seperti ini karena dirinya, Sung Jin tau bahwa Hyun Wook menurunkan Hae Yoon di jalan..

“ aku mau marah denganmu, kau tidak bisa memperlakukan orang seenaknya hanya karena mereka menyukaimu..”  TEPAT! Hahahahahahaha.. #semicurhat.

Hyun  Wook akhirnya mengantar Hae Yoon ke rumahnya, saat Hyun Wook akan mengambil air, Hae Yoon melarangnya untuk pergi. Ia bahkan meminta Hyun Wook untuk menemaninya malam ini (hei kau pikir Hyun Wook cowok apaan, huhu..).



“ bagaimana besok kau akan menghadapiku di kantor? Kita bicara kalau kau tidak mabuk, tidurlah.”

“ 12 tahun. Waktu itu aku stress karena tidak lulus ujian tengah semester. Aku tidak mau makan berhari- hari sampai ayahku membawaku ke rumahmu untuk bertemu ayahmu. Saat itu kau mengatakan padaku bahwa hidupku tidak akan berakhir hanya karena aku tidak lulus UTS. Kau tersenyum saat mengatakan hal itu. disaat itulah aku mulai suka padamu, “

“ aku belajar dengan keras supaya bisa sekolah diluar negeri denganmu, tapi saat itu kau jatuh cinta dengan wanita lain (So Eun). Aku benci sekali padanya, aku benci juga pada diriku sendiri karena membenci wanita itu. aku tidak bisa mendekatimu jadi aku hanya bisa menunggu. Tapi sekarang aku tidak mau lagi memberikanmu ke orang lain.”

Begitu pengakuan Hae Yoon, tapi Hyun Wook mengatakan bahwa ia tidak bisa jadian dengan Hae Yoon, ia tidak ingin menyakiti Hae Yoon.
****

Sampai di rumah lagi- lagi Hyun Wook nampak menyesali perbuatannya dengan Se Na tadi, tapi Se Na malah merasa sebaliknya di rumahnya, dia senyum- senyum sambil mengingat kejadian tadi.



Di kantor besoknya, Hyun Wook mempersiapkan debut Solo Shi Woo lalu nyamperin Hae Yoon. Cerdasnya, Hae Yoon pura- pura lupa dengan kejadian kemarin, jadi ia bisa mengatasi suasana canggung dengan baik.

Se Na senyum- senyum sambil melihat foto Hyun Wook dan Dal Bong di hapenya, hal ini dilihat oleh Shi Woo.

“ sepertinya kau sedang hepi?”

*Shi Woo cat rambutnya baru, hehehe*

Se Na membenarkan bahwa ia sedang melihat foto Dal Bong, Shi Woo bertanya apa Se Na masih jadi pet sitter?

Se Na bilang iya, apa tidak boleh?

Shi Woo bilang tidak boleh, “ karena itu sangat menyebalkan” EAAAA!!!

Ia langsung ngeles dan mengatakan, “ sekarang kau bukan lagi trainee, trainee yang lain pasti sebel kalo liat sikapmu ini..” halah, trainee apa kamu yang sebel? Wkwkwkwkwk..

“ Dal Bong baik padaku, aku juga menyukainya. Tapi sekarang dia lagi sakit, jadi aku ingin merawatnya.”

“ kalau aku sakit, apa kau mau merawatku?”

Se Na masih enggak geer, (diluar) dan mengatakan bahwa Shi Woo bisa minta ibunya merawatnya, haha..

Se Na kaget melihat lokernya tiba- tiba bagus dan banyak hiasannya, ia mengira Shi Woo yang melakukannya.

Tapi Shi Woo mengaku bahwa bukan ia yang melakukannya. Ia malah mengajak Se Na makan dan meraih tangannya (yang kemarin dipegang Hyun Wook).


“ hei! Kenapa kau memegang tanganku?”

“ kalau aku lepaskan, mau makan denganku?”

“ baiklah, baiklah..” hahahahahaha..



Se Na marah- marah ke Shi Woo karena ia memegang tangannya, waduh, jangan- jangan dari kemarin dia enggak cuci tangan.. wkwkwk..

Saat mereka berdua otw ke kantin untuk beli makan, mereka kepergok Hyun Wook dan Sung Jin.

Shi Woo mengatakan bahwa ia mau makan, dan meminta ijin presdir.

Sung Jin menawarkan mereka berempat tapi Shi Woo enggak mau, hahahahaha..

Hyun Wook mengijinkan tapi ini yang terakhir karena setelah ini ia harus fokus dengan promo single solonya.

Sung Jin menanyakan apakah Hyun Wook punya perasaan pada Se Na?

Hyun Wook mengelak dan bilang bahwa ia tidak ada apa- apa dengan Se Na.

Sung Jin coba menghargai jawaban sahabatnya meski ia tau bahwa Hyun Wook ada rasa, “ kau tau kalau kau tidak boleh.”

“ ya aku tau, aku hampir saja melupakan hal itu. terima kasih.”
****

Presdir Lee memasak untuk istrinya, tapi istrinya tidak di rumah. Istrinya mendatangi langsung selingkuhan presdir Lee dan mengkonfirmasi hubungan mereka.



Setelah didatangi istri presdir, wanita itu langsung nelpon presdir Lee melaporkan semuanya.

Istri presdir langsung menemui manager Kang di bar dan mengajaknya untuk bergandengan tangan dengannya, wkwkwkwk.. gimana maksudnya ini ibuk- ibuk.

di rumah, Hyun Wook membuatkan makanan seolah ada Dal Bong disana, huhu, gak kebayang nanti kalo Dal Bong beneran mati :’)

ia lalu teringat saat Se Na datang main dengan Dal Bong dirumahnya, saat itu juga hapenya bunyi dan ada pesan gambar masuk ke hapenya.

Isinya fotonya dengan Dal Bong dan beberapa saat kemudian fotonya dengan Se Na.



Hyun Wook ingin membalas pesan itu tapi ia mengurungkan niatnya. Sementara Se Na menunggu balasan Hyun Wook.

Besoknya di kantor Hyun Wook datang ke tempat rekaman dan menanyakan bagaiman dengan lagu Shi Woo yang akan broadcast pertama kali hari ini.

Disana ia mendengarkan lagu Shi Woo, beberapa saat kemudian Se Na masuk dan menayakan kenapa Hyun Wook engga bales pesannya kemarin padahal ia menerimanya.

Hyun Wook mengatakan bahwa ia sibuk dengan broadcast Shi Woo hari ini, banyak yang harus ia pikirkan sebagai presdir.

Se Na jadi bingung dengan sikap Hyun Wook, kalau ia tidak menyukainya, kenapa Hyun Wook menciumnya?

Hyun Wook menggantung jawaban dengan mengatakan, “ kau benar- benar tidak tau kenapa aku begitu?”

Gak tau lah bang, iseng? Pengen? Hehe..

Hyun Wook menerima telpon dari Tae Woo yang menyanyikan lagu Se Na kemarin, ia sebenernya ogah satu mobil sama Se Na, tapi ia terpaksa melakukannya karena profesionalitas.

Saat mereka keluar kantor, hal ini dilihat oleh Hae Yoon yang melihat mereka dengan tatapan “ mencoba bersabar”



Se Na diminta untuk bikin lagu untuk Tae Woo lagi, kali ini dengan kesan yang lebih manis.

Ia sangat senang tapi ia mengatakan bahw ia tidak bisa merayakannya dengan Hyun Wook.

Se Na jalan sendiri tapi Hyun Wook mengikutinya dari belakang.



Saat ia memilih syal, Hyun Wook tiba- tiba menghampirinya dan berlagak mau beliin Se Na syal, padahal enggak, haha..

Mereka berdua nonton band jalanan yang lagi manggung, di tengah kerumunan, Se Na kesenggol orang sampai ia terdorong ke arah Hyun Wook, cieciecieee.. skin ship :D

Hujan tiba- tiba turun, Se Na dan Hyun Wook berteduh di depan warung yang lagi tutup.

Hyun Wook bilang ia akan mengambil mobil dan meminta Se Na untuk tunggu disini. Se Na lalu melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Hyun Wook lalu menciumnya, (waduh)



“ aku menyukaimu paman, aku pikir kau juga, apakah aku salah?”

“ memang benar kau membuatku merasakan sesuatu, tapi hanya sampai disini aku bisa melangkah.”

“ kenapa?”

“ karena kau Yoon Se Na, “ eaaa, dan kakakmu Yoon So Eun. Ups! Hehe..

Sampai di rumah Se Na curhat sama Joo Hong dan bilang ia bingung sama Hyun Wook. Ia berkesimpulan bahwa Hyun Wook masih belum bisa move on dari wanita yang ia cintai.

Joo Hong menyemangati Se Na dan bilang bahwa ia harus ada di samping presdir terus, karena orang mati engga bisa ngapa- ngapain, hahahaha.. campah..
****

Besoknya Hyun Wook datang ke kantor SBC untuk membicarakan live show pertama Shi Woo.

Akan tetapi presdir Lee sudah mendahului dan bilang bahwa live show Shi Woo sudah aman. Presdir Lee mengatakan bahwa Jae Young mengancam SBC bahwa bila mereka menerima Shi Woo maka ia akan menarik Infinite Power, aigooo..

Hyun Wook kesal karena presdir Lee harus ikut campur padahal dia adalah presdirnya sekarang. Jae Young tiba- tiba datang dan mengejek Hyun Wook yang tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri dan malah memanggil ayahnya untuk dimintai tolong.

Jae Young memberi clue pada Hyun Wook bahwa ia harus berhati- hati mulai sekarang, akan dimulaui saat live show besok.

Saat diluar presdir Lee bilang bahwa Hyun Wook tidak seharusnya berantem dengan Jae Young, kematian So Eun bukanlah kesalahan ayahnya maupun Jae Young.

Hyun Wook kesal mendengarnya dan meminta ayahnya untuk mengurus saja sendiri hidupnya.

Di ruang latihan, Se Na memainkan keyboard dengan sedih karena kata- kata Hyun Wook kemarin, Shi Woo memperhatikannya dan bilang apa Se Na tidak punya lagu yang lebih bersemangat?



Se Na bilang bahwa ia tidak kepikiran lagu apapun, Shi Woo duduk di sebelahnya dan memainkan keyboard dengan asal- asalan.

“ semangat, semangat, Shi Woo oppa. Shi Woo oppa yang ganteng dan keren.” Shi Woo memainkan keyboard sambil nyanyi. Bhakaakakakakak.. parah..



“ skillmu benar- benar luar biasa..” ledek Se Na sambil ketawa ketawa.

“ kau tidak bisa main keyboard?”

“ gak  bisa, tapi aku bisa main yang lain, “ katanya sambil menyebutkan alat music yang bentuknya aja aku engga tau, hahaha..

Se Na kembali tertawa melihatnya, Shi Woo melarang Se Na ketawa, “ jangan ketawa, aku nerveous..” hahahahahaha..



Tapi ia kembali ngeles kaya biasa, “ aku nervous soalnya besok mau manggung.”

“ ini kan bukan kali pertamamu, kenapa nervous?”

“ itulah yang bikin aku makin nervous, karena ini bukan kali pertamaku.”

Se Na iba melihat Shi Woo, ia pun memainkan lagu yang ceria. Shi Woo tidak melepaskan pandangannya dari Se Na. gadd! Kalo aku, entah udah melelah kalik jadi air di lantai, hahahahaha..



Hyun Wook melihat itu, dan Se Na juga melihat Hyun Wook, Se Na takut Hyun Wook salah paham.

Besoknya fans Shi Woo memadati gedung SBC tempat Shi Woo akan live perform. Shi Woo terlihat senang tapi juga nervous dengan adanya fans yang mendukungnya.

Saat berjalan melintasi koridor, manager Shi Woo mengeluhkan kamar ganti infinite Power yang paling bagus.

Jae Young menghampiri Shi Woo, ia mengatakan bahwa Rae Hoon (HOYA!!) ingin bertemu dengannya, tapi Shi Woo mengatakan bahwa ia tidak ingin ketemu dengan Rae Hoon.

Jae Young berpesan kepada Shi Woo untuk memberikan yang terbaik.

Shi Woo ganti baju dan melihat panggung yang menentukan nasibnya ke depan.



 hyun Wook menghampiri Shi Woo yang terlihat nervous dan menawarinya permen lollipop.

“ kau presdir yang tidak berguna,” hahaha, campah banget ni artis.

“ kalau kau tidak mau ya udah, “ kata Hyun Wook, Shi Woo berubah pikiran dan nyamber permen itu.

Ia bertanya kepada Hyun Wook apa ia bisa mengalahkan Infinite Power?

*Hmm, selama masih ada Hoya, susah, hahaha.. #peace*

“ jangan memikirkan hal itu, kosongkan saja pikiranmu.”

Di ruang latihan, dancer Shi Woo Cuma ada tiga orang yang biasanya empat orang.

Shi Woo menelpon satu lagi dancernya yang belum datang, akan tetapi manager Shi Woo datang dan bilang bahwa Kyu Hyun, dancer satu lagi, barusan menghubungi dan bilang bahwa ia tidak bisa tampil hari ini.

Shi Woo langsung down (aku juga), Hyun Wook tau bahwa inilah yang dibilang Jae Young kemarin.

Se Na hendak nonton comeback Shi Woo juga di ruang latihan, tapi dia di suruh duduk paling pinggir, hehe..

Sementara di backstage SBC, Hae Yoon mencari cara untuk cari pengganti Kyu Hyun. Akan tetapi Hyun Wook minta bahwa biar mereka bertiga plus Shi Woo aja yang perform, minta kamera menyesuaikan.

Shi Woo menyanggupi hal itu dan ia siap naik ke atas panggung. Sebelum naik ke atas panggung ia disemangati oleh Hae Yoon, bilang bahwa Shi Woo keren sekali hari ini, yah itu sih bukan nyemangatin, ngingetin, hahaha..

Saat naik ke atas panggung, penontonnya pada diem semua, Hae Yoon langsung tau bahwa ini bukan fansnya Shi Woo, tapi Infinite Power,

Arghh, pasti kerjaannya Jae Young, hiks..

di tengah lagu, Shi Woo terjatuh, untung dia sempat di tangkap oleh dancernya.

Setelah jatuh Ia langsung gerogi sesaat, beruntung ia masih bisa menguasai dirinya sampai akhir lagu.

Saat selesai, ia langsung jatuh di belakang panggung.

Ga tega liatnya, Shi Woo yah.. T.T

Ia mengatakan bahwa ia tidak bisa menggerakkan kakinya, dan ia pun segera dilarikan ke rumah sakit.
****

Shi Woo harus dirawat di rumah sakit karena ligamennya robek, gosh..

“ bukan berarti kau tidak bisa menari selamanya, kau akan sembuh setelah istirahat beberapa bulan dan mendapatkan terapi.”

Shi Woo keberatan karena beberapa bulan itu terlalu lama, ia bilang bahwa ia bisa.

Hyun Wook melarangnya dan bilang bahwa Shi Woo tidak akan bisa comeback dalam waktu dekat dan memintanya untuk istirahat saja.

Shi Woo menanyakan berapa banyak Hyun Wook rugi gara- gara dirinya,

Hyun Wook mengatakan bahwa itu adalah urusannya,bukan Shi Woo.

“ kenapa kau tidak marah padaku?”

“ kau adalah pihak yang paling menderita sekarang,,” aww.. thoughtful president.

“ dan alasan kau jatuh bukan karena ligamenmu, tapi karena kau itu kelelahan.” Shi Woo terlihat sangat kecewa.

Puk puk.. huhu..
****

Hyun Wook tidak sengaja ketemu dengan Jae Young, ia bilang bahwa ia tau Jae Younglah yang mengambil Kyu Hyun. Jae Young mengatakan bahwa Hyun Wook telah kalah satu langkah.

“ apa kau juga berencana akan mengambil alih ANA?”

“ akan kupikirkan, kira- kira apa yang bisa membuatmu paling marah.. aku ambil ANA, Hae Yoon, atau Yoon Se Na?”

BUG!

Pukulan mendarat di wajah Jae Young, “ harusnya udah dari tiga tahun lalu aku melakukan ini padamu,” kata Hyun Wook.

Sensitif yak kalo udah ngomongin Se Na.. hehe..

Di kantor ANA, Se Na diminta membereskan poster- poster Shi Woo karena ia tidak bisa promo dalam waktu dekat.

Se Na lalu melihat berita tentang Shi Woo yang terluka, (dia engga liat ya pas Shi Woo jatuh di panggung?)

Ia langsung mengirimi Shi Woo sms, “ bagaimana kakimu?”

Shi Woo engga bales, langsung telpon, hahaha, “ kalo penasaran, kesini, selamatkan aku, aku udah pengin lompat dari jendela.”

“ hei! Berhenti bicara seperti itu!” kata Se Na. ia pun segera menjenguk Shi Woo.

Beberapa saat kemudian Se Na datang, Shi Woo menanyakan kenapa Se Na begitu lama?

Se Na bilang kalau ia nunggu bis, wiihh.. bayangin kalo naik sarbagita, Shi Woo udah keburu keluar dari rumah sakit, bhakakakakak..

“ ini gara- gara kau aku begini, kau bilang kau akan merawatku kalau aku sakit.. sekarang rawat aku..”

Hah? perasaan Se Na engga pernah setuju deh waktu itu, hahahaha..

“ saat aku sakit, aku ingin melihatmu.. aku juga tidak tau kenapa..”

“ tanda tangani kakiku, “ hahaha.. Shi Woo memberikan spidolnya.

Saat Se Na menulis di perbannya, ia melihat Se Na terus menerus.

“ aku senang melihatmu tidak terlalu depresi..”

Shi Woo menarik tangan Se Na dan mendekatkan wajah Se Na ke arahnya, “ sekarang aku tau kenapa aku merasa begini..”



Diluar, ada paparazzi yang memoto adegan itu, woops!

“ apa kau menyukaiku?” tanya Se Na.

“ apa boleh kalau aku benar menyukaimu?” balas Shi Woo.. melted.

“ pulanglah, sampai ketemu saat aku keluar dari rumah sakit.”
****

Hyun Wook berada di kantor bersama dengan Hae Yoon, ia kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apa- apa sebagai presdir ANA.

Ia mohon diri untuk pergi mengurus pembatalan jadwal panggung Shi Woo.

Telpon Hae Yoon berbunyi, reporter yang tadi moto Se Na sama Shi Woo memberitahunya tentang foto itu dan bilang bahwa ia akan menyebarluaskan foto itu. (kok bilang- bilang ya?) hehe..

Se Na menemui Hyun Wook di rooftop, ia tidak mengijinkan Hyun Wook berbalik melihat dirinya, ia hanya minta Hyun Wook tetap di posisinya.



“ dulu aku selalu sendiri menghadapi semuanya, tapi saat aku bertemu denganmu aku menemukan seseorang yang bisa aku ajak berbagi. Aku harap kau juga merasakan hal yang sama, aku harap saat kau sedih maupun bahagia, kau bisa membagi itu denganku.”

Hyun Wook berbalik dan memanggil Se Na yang sudah berbalik pergi, “ berdirilah disana dan hitung sampai 10”

Se Na melakukannya, setelah hitungan kesepuluh, Hyun Wook mengatakan bahwa itu  cukup..

Aaaa, Hyun Wook Cuma perlu liat Se Na..hehe..

Kejadian ini kembali dilihat oleh Hae Yoon, ia memanggil Se Na ke kantor dan membuktikan kata- katanya, bahwa apabila ia melihat Se Na bersama dengan Hyun Wook sekali lagi di kantor, ia bisa membuat Se Na pergi.

Hae Yoon benar- benar meminta Se Na pergi dari ANA, “ kenapa?’”



“ kau akan kaget bila aku memberi tahunya padamu..”

Hae Yoon, Hyun Wook, dan semua staff rapat di ruangan Hyun Wook. Setelah selesai rapat Hae Yoon berbicara pribadi dengan Hyun Wook.

“ aku harus melaporkan sesuatu padamu, aku memecat Yoon Se Na..” kata Hae Yoon sambil menunjukkan foto antara Se Na dan Shi Woo yang sudah beredar hari ini.



Hyun Wook mengatakan bahwa tidak ada apa- apa diantara mereka,

“ kenapa kau bisa begitu yakin? Apa karena Yoon Se Na sukanya padamu? Atau kau yang suka padanya?” tanya Hae Yoon.

“ apa maksudmu?”

“ kau tidak kau tidak boleh! Meski Yoon Se Na suka padamu, tapi kau tidak boleh suka padanya! Karena ia adiknya Yoon So Eun,,”

Hyun Wook kaget, ia tidak menyangka kalau Hae Yoon sudah tau, “ darimana kau tau?”

“ Yoon Se Na, “

“ apa ia tau?”

“ tau apa? Tau kalau kau adalah pacar kakaknya?”

“ kau memberi tau Se Na?”

“ apa itu penting sekarang? Apa hanya itu yang kau kuatirkan? Kenapa? Kau takut dia tidak akan menyukaimu lagi?”

Hyun Wook membentak Hae Yoon, “ kau memberi tahunya atau tidak?”

“ bagaimana kalau iya?”

Hyun Wook langsung pergi ke rumah Se Na, tapi Se Na masih belum di rumah.

Saat Hyun Wook hendak pergi, ia bertemu dengan Se Na. hyun Wook speechless, sementara Se Na terlihat seperti takut melihat Hyun Wook.

Saat Hyun Wook melangkah mendekatinya, Se Na mundur satu langkah..



Apa benar dia tau semuanya?
****
Hmm.. masih engga yakin sih apa Hae Yoon benar- benar mengatakan semuanya pada Se Na?

Apa menjadi hak Hae Yoon untuk mengatakan semuanya pada Se Na? bukankah harusnya Hyun Wook yang harus ngomong?

Kalaupun dia bilang sendiri, tidakkah itu membuat Se Na benar- benar terpukul dan merasa dibodohi? Karena ketulusan Hyun Wook hanya akan diartikan sebaliknya oleh Se Na.

Lets see di episode selanjutnya, hehe..

Untuk Shi Woo, semangat yaaa.. mudah- mudahan masih bisa comeback dan sukses.. mudah- mudahan juga momen injurednya Shi Woo bisa jadi ajang perekatan silaturahmi antara Shi Woo sama Se Na..hehe.


Jumat, 10 Oktober 2014

SHE IS SO LOVABLE EPISODE 8




****

“ tentu saja kau harus melakukan sesatu denganku, aku kan presdir. Mana mungkin trainee tidak melakukan apapun dengan presdirnya.”

“ lalu kalau di rumah bagaimana? Haruskah aku tidak menemui Dal Bong lagi?”

“ memang Dal Bong salah apa sampai kau tidak mau ketemu dia lagi??”  kata Hyun Wook.

“ baiklah kalau begitu, aku pergi dulu presdir..” Se Na pergi dengan wajah 
gembira.


****
Hae Yoon duduk bersama dengan Istri Presdir Lee, istri presdir bertanya bagaimana perkembangan hubungan Hae Yoon dengan Hyun Wook.

Hae Yoon bilang bahwa masih belum ada progress berarti. Istri Presdir menyuruh Hae Yoon untuk mencari laki- laki lain saja yang memang mencintai dirinya.



Hyun Wook datang menghampiri mereka berdua dan menanyakan apa yang sedang mereka bicarakan. Istri presdir meninggalkan Hae Yoon dan Hyun Wook berdua. Hae Yoon minta maaf atas perkataannya tentang Hyun Wook yang terlihat cemburu dengan Se Na, Hae Yoon mengatakan bahwa mulai sekarang ia akan mulai coba mengerti sikap Hyun Wook kepada Se Na.

Istri Presdir Lee jalan- jalan sendiri dan ketemu dengan manager Kang yang juga bekerja di ANA. Saat mereka sedang duduk berdua, istri presdir di telpon oleh detektif yang dulu ia tugaskan mengintai presdir Lee.



Ia memang telah menyuruh untuk menghentikan penyelidikan, akan tetapi detektif itu masih mengambil gambar presdir Lee dan mengirimnya ke istri presdir Lee.

Istri presdir langsung marah sekali dan menyusul suaminya di kamar, meminta suaminya keluar dan melempar cincin berlian pemberian presdir Lee sampai kena mata Presdir Lee.. wkwkwk.. cian juga,,


****
Se Na terbayang- bayang perkataan Hyun Wook tadi, tiba- tiba Shi Woo menelpon dan meminta Se Na keluar sebentar.

“ kau belum balik ke Seoul?” tanya Se Na.

“ kau bilang aku boleh bicara kalau sudah tidak mabuk, aku sudah tidak mabuk lagi sekarang.”

Awww.. manis banget, padahal tadi siang juga dia gak mabuk kok.. huhu..

“ kau aneh sekali, kenapa kau melakukan ini?”

“ karena aku menyesal. Aku beneran menyukai laguku, hanya saja dengan kemampuanku ini, aku tidak percaya diri dengan lagumu sebagai lagu debut soloku.. jadi tolong mengertilah aku..”

“ jadi kau kesini hanya untuk bilang ini padaku? “

“ aku tidak bisa diam saja kalau tau orang bisa saja tersakiti sama aku.. aku tau aku keliatan seperti pria brengsek karena aku ganteng dan modis,” wkwkwkwk.. iya deh Shi Woo..

“ ini ambillah..” Shi Woo memberikan sepatu kepada Se Na.



“ kau keras kepala sekali, “ Se Na tetap menolak pemberian Shi Woo.

“ haruskah aku berada semalaman denganmu?” kata Shi Woo.

Se Na langsung jawab dengan cepat, “tidak!” lalu menerima pemberian Shi Woo.. wkwkwkwk.. great couple!

“ aku tidak membencimu, makanya jangan lakukan apapun lagi padaku, karena aku tidak akan melakukan apa- apa denganmu..” Se Na langsung masuk ke dalam tenda.

Hyun Wook melihat ha itu, Se Na mengambil hadiah Shi Woo dan Shi Woo pergi dengan wajah tersenyum (ganteng)..

****

Staff ANA menyaksikan latihan koreografi Shi Woo secara streaming di ruang rapat. Hyun Wook langsung menanyakan kesiapan team untuk debut solo Shi Woo dari logo album dan semua keperluannya.

Wah, keren juga persiapannya, hehe..

Hyun Wook meminta Hae Yoon untuk mengawasi kehidupan pribadi Shi Woo agar tidak muncul skandal sebelum debut solonya.

Ia kemudian bilang pada Hae Yoon bahwa ia akan pulang cepat karena Dal Bong harus ke dokter. Hae Yoon mau ikut tapi Hyun Wook tidak mengijinkan, karena Dal Bong tidak suka pada Hae Yoon, wkwkwkwk..

Se Na menyapa Hyun Wook dengan sangat formal, “ halo, Presdir..”

“ kau tidak perlu sopan kalau hanya ada kau dan aku. Laporkan apa yang sudah kau lakukan..” kata Hyun Wook.

Se Na melaporkan bahwa ia sedang mempelajari alat- alat di ruang rekaman dan sedang mengerjakan judul lagu Ra Eum.

Hyun Wook melihat sepatu Se Na yang baru dengan tatapan cemburu, ia tau bahwa itu pasti pemberian Shi Woo.. wkwkwk



“ sepatumu baru?”



“ ya..”

Hyun Wook melangkah mendekat, lalu menginjak sepatu Se Na.. bhakakakakakak.. aigoo, ahjussi ini enggak banget deh cemburunya..



“ beginilah harusnya sepatu baru diperlakukan, terutama sepatu pemberian..” kata Hyun Wook sambil pergi meninggalkan Se Na yang lagi heran.

Setelah cukup jauh Hyun Wook menggumam kenapa Se Na harus menerima sepatu itu, bhakakakak.. sirik aja,,
****

Se Na menceritakan hal tersebut kepada Joo Hong dan pacarnya. Mereka mengatakan bahwa jelas Hyun Wook menyukai Se Na dan tadi itu jelas ia sedang cemburu.

Hyun Wook baru pulang dari rumah sakit, diagnosa mengatakan bahwa Dal Bong tidak nafsu makan karena penyakitnya. Ia harus banyak refreshing untuk mengembalikan lagi energinya.

Sementara di teras rumahnya, Se Na duduk menunggu Hyun Wook. Heran, rumah kok pagernya gak ke kunci.. huhu..

Se Na membawa makanan dan baju untuk Dal Bong, ia memakaikan topi untuk Dal Bong.

 

Hyun Wook menawarkan apakah Se Na mau jadi penjaga Dal Bong lagi?

“ lalu kapan aku buat lagunya kalo gitu?”

“ baiklah kalau kau tidak mau, “

“ tidak tidak, aku mau!”

Hyun Wook tersenyum puas.. hehe..

Se Na bingung mau pakai baju apa untuk ke rumah Hyun Wook dan menjaga Dal Bong, ia bahkan menanyakan kepada Joo Hong dan pacarnya apakah ia harus mengurai rambut atau mengikat rambutnya.. wkwkwk.. anak muda jatuh cinta..


****

Sementara Hae Yoon bermaksud pdkt dengan Hyun Wook dengan cara pdkt dengan Dal Bong dulu,ia bahkan membeli makanan anjing untuk Dal Bong.. hahahaha

Dal Bong, Hyun Wook, dan Se Na piknik di taman bersama. Se Na menanyakan berapa umur Dal Bong.



Ia bilang 7 tahun, Hyun Wook menemukan Dal Bong di tempat penampungan anjing. Se Na melihat Hyun Wook dan bilang bahwa Hyun Wook sangat mirip dengan Dal Bong

Hyun Wook marah marah karena dibilang mirip anjing, wkwkwk..

Se Na memanggil Dal Bong untuk membuktikan perkataannya, ia memaksa Hyun Wook untuk menempelkan wajahnya dengan Dal Bong dan difoto.. wkwkwk..



Hyun Wook meminta Se Na untuk menghapus foto itu sampai ia merebut hape Se Na. akan tetapi  Se Na bilang bahwa ia tidak punya foto Hyun Wook. Hyun Wook pun luluh dan membiarkan Se Na menyimpan foto itu dengan janji tidak akan memperlihatkan itu ke siapapun.

The whole world is seeing it ahjussi, hahahahaha..

Hae Yoon berada di depan rumah Hyun Wook dan mendapati rumah itu kosong, Hyun Wook memberitahu ia dimana dan membiarkan Hae Yoon menyusul mereka di taman.

Di taman Hae Yoon kaget melihat ada Se Na, tapi ia berusaha menguasai diri dan meminta Se Na mengajarinya supaya Dal Bong bisa baik sama dia.

Akan tetapi Dal Bong nampaknya enggan baik sama Hae Yoon, wkwkwkwkwk..

Se Na dan Hae Yoon duduk berdua, Hae Yoon menyatakan bahwa ia ingin berhubungan baik dengan Se Na dan menganggap ia sebagai kakaknya sendiri.



Akan tetapi Se Na tidak mau dan berkata bahwa ia punya satu kakak saja, (So Eun).

“ apa kau suka presdir?” tanya Hae Yoon

“ aku tidak harus menjawab pertanyaanmu,,”

“ jangan mensalahartikan perhatiannya padamu, ia memiliki wanita yang ia sangat cintai. Saat wanita itu pergi, Hyun Wook sangat terpukul. Saat ini ia tidak siap mencintai siapapun, aku menunggu luka itu sembuh,,” kata Hae Yoon.

Se Na memikirkan perkataan Hae Yoon dan mulai mencari tau siapa mantan Hyun Wook yang bikin dia gak bisa move on, (oh no..)

Ia pergi ke rooftop dan ketemu Shi Woo disana.

“ kau tidak latihan?” tanya Se Na.

“ aku berlatih selama 7 jam dan istirahat selama 7 menit.. aku berlatih dengan sangat keras supaya tidak ada yang meremehkan aku. Jadi tidak perlu kuatir padaku, Se Na” cieee, udah mulai non formal

“ aku tidak kuatir, Shi Woo..” Se Na membalas. Haha..

“ bukankah aku lebih tua darimu?” kata Shi Woo. Ia minta dipanggil oppa, haha..

“ tidak juga, kita seumuran,.”

“ wah, kau sudah cek backgroundku?” bhakakakakak,,

“ hmm., aku penasaran akan satu hal.. berapa lama waktu yang diperlukan laki- laki untuk move on dari mantannya?”

“ aaa, kau bertanya apa aku sudah melupakan Ra Eum?” bahahahahahahaha.. narsisnya, super sekali.

“ lupakan, aku salah nanya..”

Shi Woo tersenyum dan melihat sepatu Se Na, tiba- tiba ia mengatakan, “ kau cantik sekali hari ini..”



Ecieciecie,, tembak!!
****

Se Na menerima telpon dari kim tae Woo, penyanyi terkenal. Lagu Se Na yang ditolak sekarang dijadikan OST drama. Thanks to Hyun Wook.

Se Na langsung berlari menuju studio rekaman, di tengah jalan ia ketemu Hyun Wook. Saat di mobil Se Na baru tau bahwa ini berkat Hyun Wook.

Sampai di studio rekaman, Hyun Wook membiarkan Se Na men direct lagu yang ia buat, sementara Hyun Wook bernostalgia di ruangan lain.



Hyun Wook dulu juga men direct orang yang menyanyikan lagunya, ia terkenal bisa membuat emosi penyanyi keluar sehingga bisa mendapatkan soul dari lagu tersebut.

Sesaat kemudian Se Na kembali dan melaporkan bahwa lagunya sudah selesai dan meminta Hyun Wook mendengarnya.



“ bagus.. secara keseluruhan..” kata Hyun Wook.

“ kenapa kau membantuku sampai sejauh ini?” Se Na mancing.

“ karena aku sudah membayar hutangmu dulu.. dan kau harus bayar balik padaku”

“ benar? Tidak ada alasan lain?”

“ tidak,,”

“ kau sebentar lagi akan jadi song writer sesungguhnya, selamat ya!!” kata Hyun Wook sambil membelai kepala Se Na. tapi Se Na tidak mau.

“ kau hanya melakukan itu pada anak kecil”

“ kau memang masih kecil..” yap!

“ aku selalu gugup di dekatmu, apa kau tidak gugup di dekatku?”

“ tentu tidak, laki- laki hanya gugup kalo sebelahan sama cewek..” hahahahaha..

Se Na ngetes dengan mendekatkan tubuhnya ke Hyun Wook sampai Hyun Wook terbaring di sofa, hahahaha.. astaga, liar banget ini anak muda.



“ kau masih tidak gugup?”

“ tidak,”

Se Na menyentuh dada Hyun Wook, ia merasakan jantung Hyun Wook berdegup kencang.

“ kau bohong, jantungmu berdebar”

Hyun Wook ngeles dan bilang itu karena ia berada dalam posisi yang tidak nyaman. Ia segera meninggalkan Se Na.. wkwkwk..
****

Istri presdir mabuk di suatu bar, entah bagaimana datanglah manager kang berusaha membangunkan istri presdir.

Sementara itu presdir menelpon istrinya dan diangkat oleh manager Kang. Presdir Lee marah- marah kenapa dia yang mengangkat telpon istrinya..

Manager Kang mengelak bahwa tadi ia datang kesini dan tiba- tiba istri presdir sudah begini, ia berusaha membangunkannya tapi malah dimarahi oleh Presdir Lee

“ jangan menyentuh istriku..” wkwkwkwkwk..

Awas aja kalo ujung- ujungnya Manager Kang menikah sama istrinya presdir Lee.. :’)

Di kantor, Se Na senang sekali karena lagunya benar- benar masuk ke dalam album OST drama, sebentar lagi albumnya akan rilis.

Senior Se Na yang dulu nyuruh nyuruh dia buat bersih bersih pun engga berani lagi nyuruh- nyuruh dia.. hehe..

Hyun Wook bersama staff ke ruang latihan dance untuk melihat latihan Shi Woo, semua mengatakan bahwa Shi Woo telah jauh lebih baik dan berubah dalam waktu yang cukup cepat termasuk presdir.

Akan tetapi entah karena memang begitu atau karena ia masih cemburu, Hyun Wook mengatakannya dengan nampak setengah hati, hehe.. iya kalo dibandingin sama Rain sih jauh ya, wkwkwkwkwk..

Se Na mengirimi Hyun Wook sms, menanyakan apakah ia sudah melihat album baru yang berisi lagunya.

Hyun Wook bingung mau bales ato enggak karena kejadian kemarin, ia memutuskan pulang ke rumah.

Sampai di rumah Hyun Wook bermaksud meminta Se Na tidak usah datang, akan tetapi dia bingung mau sms apa,

Akhirnya Se Na duluan datang mengagetkan Hyun Wook, hahahahahaha.. makanya pager itu digembok mas..

Se Na menanyakan apakah Hyun Wook sudah donlot albumnya?

Hyun Wook enggan melakukannya dan meminta Se Na download aja sendiri di hapenya. Tapi Se Na beralasan bahwa harus banyak orang yang download supaya ia bisa dapet banyak uang.

Hyun Wook menyatakan bahwa tiap ada orang yang download itu dihargai 600 won, kalo 100.000 orang yang download baru dapet 6.000.000 won. Tapi akhir- akhir ini orang lebih suka nonton streaming, dan dengan begitu hanya dihargai 6 won saja sekali dengerin, kalo 1.000.000 orang yang dengerin, baru deh Se Na dapet 6.000.000 won.

**Hmm, bagus juga ya sistem disana, jadi meskipun hanya dengerin dan gak download, si musisi tetap dihargai karyanya, bisa gak ya diterapin di Indonesia? Biar musisi kita gak repot kampanye sana- sini anti pembajakan. If people break the system, it’s better to make a new one, am I right? Hehe :D hari gini emang agak repot kalo minta orang beli CD terus.. **
****

Ayah Hyun Wook datang, ia melihat Hyun Wook sedang bersama Se Na. presdir Lee menanyakan siapa itu dan Hyun Wook menjawab bahwa ia penjaga Dal Bong. Dia engga bilang kalo dia adalah song writer baru di ANA, bisa repot ntar. Untung presdir Lee belum ngecek sendiri ya, hehe..

Se Na diminta untuk mengajak Dal Bong jalan- jalan sementara ia bicara dengan ayahnya di dalam.

Presdir Lee meminta Hyun Wook untuk jangan membawa wanita seperti itu ke dalam rumah, Hae Yoon bisa salah paham.



“ kau tidak perlu ikut campur dalam urusan wanita di hidupku.”

“ dia bisa menjadi investasi yang baik bagimu di kemudian hari,” hadeh..

Presdir meminta Hyun Wook untuk pulang ke rumah, karena Presdir Lee merasa rumah semakin sepi sekarang dan ia sudah makin tua.

Akan tetapi Hyun Wook menolak melakukan itu dan meminta ayahnya pulang saja.
****

Di tengah Se Na membawa Dal Bong jalan- jalan, Shi Woo menelponnya..

“ apa?” jawab Se Na jutek, ih gak boleh gitu.. huhu..

“ lagi apa?” tuh kan, Shi Woo baik..

“ lagi part time job..”

“ dimana?”

“ kok kepo?”

“ ada hal penting yang mau aku bilang sama kamu, “

“ apa?”

“ kasih aku kembalian yang 1400 won kemarin..” bhakakakakakak..

Beberapa saat kemudian, Se Na menghampiri mobil warna coklat milik Shi Woo. Ia segera memberikan uang itu kepada Shi Woo.



“ kau sudah selesai? Ayo kita pergi, bawa aja anjing itu bersama kita..”

Se Na bingung dengan sikap Shi Woo, “ kau kenapa sih? Kau masih merasa menyesal dan bersalah?”

“ kau kira aku melakukan ini karena aku hanya menyesal?”

DAR! Duh, ga kuat sama oonnya.. huhu,,

Dal Bong tiba- tiba terlepas dari tali pengikatnya yang dibawa Shi Woo, Se Na kerepotan mengejarnya begitu juga Shi Woo.

Hyun Wook menelpon dan mengatakan bahwa ia akan menjemput Dal Bong, Se Na tidak bilang bahwa Dal Bong lagi kabur.

Sampai Dal Bong pulang sendiri ke Hyun Wook, good dog..hehe..



Hyun Wook melihat Se Na dan Shi Woo mengejar Dal Bong.

“ jadi ini anjing milik presdir? Waaaa, bagaimana aku harus mengartikan hal ini?” kata Shi Woo di depan hyun wook.



“ apa yang kau lakukan disini?” tanya Hyun Wook,

“ aku datang menemui Se Na..”

“ apa kau lupa hal yang aku sampaikan padamu?”

“ aku tidak lupa, aku sudah berlatih dengan keras. Kau menyuruhku menjauhinya, tapi kau malah menyuruh dia bekerja part time denganmu, ada apa sebenarnya denganmu?” JACKPOT! Tepat sasaran.. akakakak..

Shi Woo bilang kalau ia mau mengajak Se Na pergi, Hyun Wook akhirnya mempersilahkan dan bilang pada Se Na bahwa kerja part timenya berakhir hari ini (yaaahhh..)

Shi Woo mengajak Se Na ke rooftop untuk melihat kembang api, itu apa ya? Aku curiga itu kembang api closing ceremony Asian Games..wkwkwkwk..



Tapi sayang Se Na terlihat sangat tidak menikmati pesta kembang api karena kejadian tadi siang, huhu.. kasian Shi Woo.

Setelah itu Shi Woo mengantar Se Na pulang, Se Na langsung turun dan membuka pintu mobil sendiri.

“ lain kali tunggu sampai aku membukakan pintu untukmu,” GADDD.. manis banget sih ini cowok >.<

Di dalam mobil Shi Woo mengeluhkan kenapa Se Na bisa tinggal deket deketan dengan presdir,

Awwwww… he’s totally jealous…
****


Se Na langsung melangkahkan kakinya ke rumah Hyun Wook dan membicarakan masalah yang tadi siang. Kenapa Hyun Wook malah menyuruhnya pergi.

“ tidak ada apa- apa antara aku dan Shi Woo..”

“ aku tidak mau tau, kau tidak perlu menjelaskannya padaku..” jawab Hyun Wook dingin. Entah dia lagi cemburu atau sedang mencoba pushing Se Na away.

“ aku hanya mencemaskan scandal yang mungkin terjadi, bukan kehidupan pribadimu.”

“ lalu kenapa kau memintaku jadi pet sitter? Karena Dal Bong aja?”

“ ya.. jangan sampai kehilangan Dal Bong lagi seperti tadi..”

“ kalau begitu aku mau berhenti jadi pet sitter, aku juga akan berhenti memanggillmu paman, kau hanya presdir sekarang dimataku.”

“ baiklah kalau begitu, “

“ sampai ketemu di kantor..” kata Se Na lalu keluar dan menangis. Huhu..



Sampai di rumah, Joo Hong dan pacarnya menunggu lagu Se Na diputar di dalam drama, hahahaha.. baik- baik banget deh temennya ini.

Saat lagu Se Na diputar, mereka berdua yang heboh, sementara Se Na malah nangis karena keinget yang barusan.



Paginya Hyun Wook nampak mencari cara untuk bisa melihat Se Na, hehe,

Ia meminta Se Na untuk datang ke kantornya melalui sekretaris untuk tanda tangan kontrak.

Saat Se Na datang (dengan wajah patah hati), Hyun Wook meminta Se Na duduk, membaca kontrak dan menandatanginya.

Tapi Se Na tidak membacanya lagi, langsung tanda tangan aja.. waduh, bahaya jugak nih anak.. haha..

Setelah itu Se Na langsung pamit,
****

Hae Yoon mengajak Hyun Wook pergi ke acara pembukaan sekolah music Sung Jin. Disana ia ketemu dengan Jae Young.

Jae Young nampak memamerkan bahwa ia get along dengan baik dengan perusahaannya sekarang. Ia memberitahu tanggal comeback infinite supaya tidak bareng dengan tanggal debut Shi Woo.

Karena kalo bareng, mungkin tidak ada yang mau make Shi Woo..

Aigoo, mulutnya..huhu..

Jae Young melihat Hae Yoon memperhatikan mereka berdua sedang bicara,

“ aku tertarik pada Hae Yoon, bagaimana denganmu?” kata Jae Young.

“ aku tidak mungkin tertarik pada hal yang kau sukai, tidak perlu kuatir..” kata Hyun Wook.

Auch!

Saat diluar, Hyun Wook menanyakan apakah Hae Yoon tau kalau Jae Young suka padanya?

Hae Yoon diam saja tanda bahwa ia sudah tau, Hyun Wook jadi bisa paham kenapa Jae Young benci banget sama dia, penyebabnya ada disebelah gue toh, hehe..

“ apa kau tidak mau menerima perasaannya? Dia lumayan juga,,” kata Hyun Wook.

“kau tau kenapa aku tidak bisa menerimanya, “

“ tapi bagaimana ya, aku pun belum yakin dengan perasaanku.”

Hae Yoon mau mencium Hyun Wook, akan tetapi Hyun Wook langsung reflex menoleh ke samping untuk menghindari Hae Yoon.

Di dalam mobil, Hae Yoon coba untuk mencairkan suasana. Tiba- tiba ia mendengar lagu Se Na yang dinyanyikan oleh Tae Woo.

Hae Yoon kaget dan mengkonfirmasinya kepada Hyun Wook. Hyun Wook membenarkan bahwa ia yang membantu Se Na (lagi) kali ini.

Hae Yoon marah besar kenapa Hyun Wook sampai harus bertindak sejauh ini, sebenarnya apa arti Se Na bagi Hyun Wook?

Ia menanyakan hal itu sampai berkali- kali dengan nada yang semakin meninggi, membuat Hyun Wook jadi emosi.

“ aku tidak bisa berhenti memikirkannya, aku pikir aku menyukainya, itukah yang ingin kau dengar?!?” bentak Hyun Wook.

“ turun!” kata Hyun Wook. Hae Yoon pun akhirnya diturunin di jalan, bhakakakakak.. cian..



Beberapa saat kemudian Hyun Wook ditelpon, ia meminta seseorang dibawa ke rumah sakit.
****

Se N lagi mumet ada di rumah bersama Joo Hong, pacarnya Joo Hong tiba- tiba datang ke rumah dan bilang bahwa Hyun Wook sepertinya dalam masalah, ada ambulans depan rumahnya dan membawa Dal Bong.

Oke, seseorang itu telah berubah menjadi seekor, hehe..

Se Na langsung lari ke rumah Hyun Wook dan menanyakan apa yang terjadi. Penjaga Dal Bong mengatakan bahwa Dal Bong terkena tumor, Se Na sangat kaget karena ia juga baru tau hal ini.

Di rumah sakit Hyun Wook diberi tau bahwa waktu Dal Bong mungkin tidak sampai akhir tahun ini, bersiaplah.



Hal ini membuat Hyun Wook sangat sedih, Se Na datang menghampirinya



“ kenapa kau tidak bilang padaku? Kalau kau bilang, aku tidak akan keluar sebagai pet sitter..”

Hyun Wook diam saja,

“ apakah kau baik- baik saja?”

Masih diem,

“ apakah kau yakin akan baik- baik saja?”

Hyun Wook masih diam, akhirnya Se  Na menyerah dan bilang dia mau liat Dal Bong dulu

Tapi dicegah oleh Hyun Wook, gimana sih, huhu..



“ bisakah kau disini bersamaku?”

Akhirnya Se Na duduk di samping Hyun Wook. Ia lalu memberanikan diri memeluk Hyun Wook yang terlihat sangat terpukul.



Setelah beberapa saat, ia melepaskan pelukannya,

Hyun Wook menatap Se Na tanpa kata,

Lalu menciumnya..


****
Aku pikir masalah waktu aja sampai Hae Yoon akan memberi tau Hyun Wook bahwa ia tau siapa Se Na. melihat bagaimana keduanya makin dekat, ditambah lagi dengan adegan terakhir diatas, entah bagaimana perasaan Hae Yoon kalau tau keadaan itu.

Aku takut dia akan memanfaatkan pengaruhnya di ANA untuk membuat Hyun Wook bertekuk lutut di hadapannya, karena Presdir Lee pun beranggapan bahwa Hae Yoon adalah aset penting, nahlooo..

Sementara Shi Woo kayanya hanya akan menjadi korban “ cinta pertama tidak akan berhasil” selanjutnya deh, huhu..