Total Tayangan Halaman

Jumat, 09 Juni 2017

RULER : MASTER OF THE MASK EP 17 - 20

Aku pake fotonya myungsoo dalam rangka memperingati 7 tahun debutnya INFINITE..



Maaf ya kalo ada yang bukan fans, tapi tahun 7 adalah tahun yang sangat krusial buat group di korea, hehe..

****

Hwa gun menghadap sang kakek untuk membuat kesepakatan.



Dae mok menanyakan pada Hwa Gun, apa yang bisa Hwa Gun berikan sebagai ganti nyawa Chunsoo si kepala pedagang.

“ aku akan menjadi pengganti kakek..”

Dae Mok kaget sekaligus terkesan dengan keberanian dan keyakinan cucu semata wayangnya ini. Ayah Hwa Gun Nampak kecewa dan ditusuk dari belakang oleh anaknya sendiri. Hwa gun pun bersedih melihat ayahnya yang menatap dirinya dengan mata nanar. Tapi Hwa Gun harus melakukan ini semua demi putr mahkota.

Dae Mok pun akhirnya menyetujui tawaran Hwa Gun. Setelah melalui proses pelantikan oleh para tetua Pyunsoo, Hwa Gun pun resmi menjadi ketua organisasi rahasia dan kuat yakni Pyunsoo.



Gile bener, leadernya perempuan cyinn..

Setelah dilantik, Hwa Gun meminta Gon membawanya menemui putra mahkota.

Sayang, yang dicari malah lagi pacaran.. hehe..



Putra mahkota mengenggam tangan Ga Eun saat Hwa Gun datang mencarinya. Hwa Gun mengatakan bahwa ia sangat mencemaskan putra mahkota, tapi nampaknya putra mahkota kini sudah baik baik saja.

“ di masa depan, mohon jangan membuat hatiku berhenti berdetak lagi saat tuan terluka.. “

Putra mahkota kaget mendengar perkataan yang lebih mirip pengakuan dari Hwa Gun ini.

Apalagi Ga Eun, wkwkwk..



This means war.. hehehe..

Selepas Hwa Gun pergi, Ga Eun melepaskan tangan putra mahkota. Ia menanyakan ada hubungan apa antara Chunsoo dan Hwa Gun.

Putra mahkota panik melihat Ga Eun yang lagi ngambek,

“ kita ga ada hubungan apa apa.. serius.. “

“ kita?” Tanya Ga Eun merujuk pada putra mahkota yang lebih memilih menggunakan ‘ kita ‘ daripadai ‘ aku dan dia’



Salah ngomong deh putra mahkota, wkwkwk..  cute abis parah..

Sementara yang di sono lagi lovey dovey, si Hwa Gun lagi pengen menggal kepala seseorang..

“ nona, apa kau tidak mau menyingkirkan gadis itu?” Tanya Gon.

“ buat apa aku meimikirkan gadis ga penting itu. Aku punya sesuatu yang akan membuat putra mahkota datang kepadaku. Sesuatu yang tidak dimiliki gadis itu.”

Wooo.. scary.. watch out Ga Eun.. hehe..

****

Lee Sun mendengar berita tentang kepiawaian kepala pedagang, ia bahkan tau bahwa ibu suri sudah bekerja sama dengan kepala pegadang tersebut.

Woo Bo, Park Moo Ah, Putra mahkota dan Chungwoo pergi menemui seorang pejabat bernama Ryul yang dulunya loyal dengan mendiang raja tetapi sekarang ia di mutasi ke posisi yang rendah.

Pejabat itu ditawari Woo Bo untuk kembali menempati posisinya yang dulu.



Pejabat itu menolak karena ia hanya mau diangkat oleh raja, bukan ibu suri yang merupakan koneksi Chunsoo saat ini.

Chunsoo berusaha meyakinkan Ryul untuk mau menduduki jabatan di isntana. Saat itulah Ryul teringat akan mendiang raja saat masih muda.

Akhirnya, putra mahkota pun mengakui identitas sebenarnya pada Ryul. Dengan begitu Ryul pun sekaligus menyetujui jabatan sebagai menteri.

Chungwoo mengkhawatirkan keputusan putra mahkota untuk membuka identitasnya, tapi putra mahkota mengatakan bahwa,

“ untuk membalas kemauan orang orang yang mau mempertaruhka nyawanya untukku, hal yang dapat kutawarkan hanyalah kesungguhanku..”

Woo bo tersenyum mendengar jawaban putra mahkota.

****

Seorang anak kecil bernama Yang jatuh sakit, ia adalah anak dari salah satu penduduk di lingkungan Ga Eun.



Ga Eun dan guru Woo Bo merawat anak itu dan mengetahui bahwa anak itu sudah di racun.

Selidik punya selidik, ternyata Yang bekerja di ladang milik Pyunsoo yang mengembangkan tanaman untuk pembuatan obat beracun.

Menurut guru Woo Bo, obat ini adalah racun yang biasa digunakan oleh Pyunsoo untuk melenyapkan kelompok yang menentang keberadaan Pyunsoo.



Nampaknya ladang ini juga yang menjadi pemasok obat yang bikin mendiang raja dan Lee Sun ketergantungan. Kalau Lee Sun ga minum obat ini tepat waktu, maka akan timbul bercak merah besar di wajah dan sekujur tubuhnya dan jantungnya terasa sangat sesak.

Anak kecil yang bernama Yang pun akhirnya meninggal. Sebelum meninggal, ia dengan sekuat tenaga menggambar tempat ia bekerja agar Ga Eun dan Chunsoo bisa menemukan tempat itu dan menyelamatkan teman temannya.



Yang meninggal di pangkuan Mae Chang yang kebetulan ada di TKP saat pertama kali Yang pingsan. Mae Chang memberikan peta yang di gambar oleh Yang.



Tapi peta tersebut berbeda dengan yang digambar oleh Yang, karena peta yang dibuat oleh Mae Chang tempatnya sangat detail bahkan lengkap dengan nama pegunungan tempat ladang itu berada.



Semakin menjadi misteri apa sebenernya motifnya si Mae Chang ini..

Ga Eun dan Chunsoo ngobrol ngobrol berdua di luar. Chunsoo meminta Ga Eun untuk pergi agak jauh karena situasi sangat membahayakan sekarang ini.



Setelah perdebatan sedikit, akhirnya Ga Eun menuruti permintaan Chunsoo untuk pulang ke kampung halamannya bersama ibunya Lee Sun dan Koo Mool.

“ sebelum aku pergi, bisakah tuan meluangkan waktu satu hari untukku?

Chunsoo pun menyanggupi hal tersebut. Di hari Ga Eun akan berpamitan, Ga Eun mengajak Chunsoo ziarah ke makam almarhum menteri Han yang adalah ayah Ga Eun.

Cie mentang mentang bulan Ramadhan, hehe..

Chunsoo kaget saat Ga Eun mengajaknya ke sana, karena Chunsoo sebenarnya ingin mengakui bahwa dirinya adalah putra mahkota. Kalo dibawa ke makam ayahnya, bisa berabe urusannya.. bubar dramanya.. wkwk..

Chunsoo berlutut di makam menteri Han semnetara Ga Eun bercerita kepada ayahnya bahwa ia bertemu dengan raja yang membunuh ayahnya. Ga Eun pun meminta ayahnya untuk melindungi Chunsoo yang sedang berjuang melawan Pyunsoo.



Chunsoo tidak bisa mengatakan apa apa dan hanya bisa menghela nafas dalam dalam. Ia sepertinya tidak berani membayangkan bagaimana kalau Ga Eun mengetahui bahwa dirinya adalah putra mahkota sebenarnya.

Setelah dari makam itu, Chunsoo tidak berkata apa apa. Hingga malam menjemput, Chunsoo ingin tetap mengakui siapa dirinya namun di cegah oleh Ga Eun, entah dengan alasan mengapa.

“ tuan, aku ingin kau berjanji padaku. Saat aku tidak ada dekatmu, jangan membahayakan dirimu sendiri.. bisakah kau berjanji?”



Chunsoo mengangguk.

“ kalau begitu maka aku bisa pergi dengan tenang.” Chunsoo agak bingung dengan perkataan Ga Eun, tetapi dia tidak terlalu ambil pusing.

Dalam hatinya, Ga Eun mengatakan bahwa ia sesungguhnya ia ingin terus bersama Chunsoo. Tapi sekarang ia punya mimpi besar yang lain. ia pun ingin melawan Pyunsoo seperti yang Chunsoo lakukan.

****

Lee Sun mendengar bahwa toko ibunya akna ditutup. Ia pun bergegas ke toko adik dan ibunya dengan menyamar sebagai rakyat biasa.

Lee sun melihat ibunya dan bahkan memeluk adiknya, Koo Mool. Saat itulah Dae mok beserta pasukannya datang dan mengancam kalau Lee Sun berhenti menjadi raja boneka, maka Dae Mok akan menghabisi keluarganya.



Koo Mool berlari saat melihat Chunsoo datang, dengan riang ia menyapa Chunsoo.

Lee Sun menoleh melihat siapa yang disambut oleh adiknya dan betapa kagetnya dia saat melihat bahwa itu adalah putra mahkota.



Lee sun berusaha mengalihkan perhatian Dae Mok agar tidak melihat putra mahkota. Lee sun pun berjanji bahwa ia tidak akan berbuat gegabah dan mendatangi keluarganya lagi.

Putra mahkota iba sekali melihat Lee Sun yang harus sampai memohon seperi itu kepada Dae Mok. Chunsoo pun meminta Koo Mool untuk menyampaikan pesan pada Lee Sun agar dirinya dan Lee Sun bisa bertemu lagi.



Ga Eun akhirnya memutuskan untuk menjadi dayang istana. Ia ingin melancarkan rencana ibu Suri untuk melengserkan raja. Ga Eun bersedia membantu ibu suri untuk memakzulkan raja yang berpihak pada Pyunsoo.

Ternyata itulah kenapa Ga Eun mengucapkan perpisahan kepada Chunsoo. Ia ingin berpamitan karena sekali ia masuk ke istana dan menjadi dayang, maka ia tidak akan bisa keluar lagi karena dayang istana adalah wanita kepunyaan raja.

Mampus lo putra mahkota, hayo cepetan jadi raja.. wkwk..

Chunsoo berusaha mencegah Ga Eun tapi Ga Eun tidak bergeming. Hatinya sudah sangat tetap untuk memakzulkan raja dan memulihkan nama baik ayahnya.



Lee sun senang sekali saat ibu suri membawa Ga Eun ke hadapannya sebagai dayang istana. Lee sun pun langsung menyetujui Ga Eun untuk bisa melayaninya setiap hari.



Ga Eun Nampak tidak peduli dengan Lee Sun, ia mendengar pembicaraan ibu suri dengan tatapan dingin..



What ever you say, I will bring you down.. gitu kali ya batinnya Ga Eun.. hehe.

Besok paginya, Ga Eun membantu raja memakai baju kebesarannya. Lee sun tentu sangat senang, tapi berlaku sebaliknya untuk Ga Eun.



Saat keluar dari ruangan raja, Ga Eun bertemu dengan Chunsoo. Ia kaget tapi berusaha menguasai diri. Ga Eun bahkan menghempaskan tangan Chunsoo yang mengenggam tangannya.

“ apa kau tidak tau bahwa menyentuh dayang istana adalah pelanggaran besar?”

Chunsoo terkejut dengan jawaban Ga Eun dan hanya bisa menatap kepergian Ga Eun dengan kesedihan. * makanya cepetan balik sebelum di kawinin sama Lee Sun.. wkwk *



****

Kasim utama istana mengantarkan Chunsoo untuk bertemu dengan Lee Sun.

Lee sun senang sekali melihat putra mahkota ternyata masih hidup. Mereka berdua ngobrol dengan menggunakan kode kode yang hanya dimengerti oleh mereka berdua karena terlalu banyak orang yang mendengar pembicaraan mereka.



Putra mahkota menanyakan kepada Lee Sun apakah ia tau bahwa Ga Eun ada di istana. Lee sun bingung kenapa putra mahkota tau kalau Ga Eun ada di istana. Lee Sun pun memutuskan bohong dan bilang bahwa ia tidak melihat Ga Eun.

Ooops.. pertanda buruk nih.. huhu..

Ga Eun dan dayang lainnya belajar mengenai pusisi. Ga Eun kaget saat melihat bahwa gurunya adalah Mae Chang.



Saat pelajaran usai, Ga Eun menghampiri Mae Chang dan menyampaikan keterkejutannya.

Ga Eun menanyakan soal peta yang di gambar oleh Mae Chang tempo hari. Ga Eun menanyakan kenapa Mae Chang menyerahkan peta itu kepada Chunsoo.

Mae Chang mengatakan bahwa ia terpaksa melakukan hal itu, tapi ia tidak menjelaskan alasan ia terpaksa karena tau bahwa ada yang menguping pembicaraan mereka. Mae Chang hanya memberikan petunjuk baru pada Ga Eun bahwa ladang itu ada di wilayah Gyeonggi do.

Malamnya, Ga Eun menunggu Chunsoo yang akan pulang keluar dari istana. Chunsoo sangat kaget melihat Ga Eun dan mengikuti Ga Eun.

Ga Eun berdiri membelakangi putra mahkota hanya untuk menyampaikan bahwa ladang Pyunsoo berada di Gyeonggido.

Putra mahkota lelah di cuekin mulu sam Ga Eun, ia meraih tangan Ga Eun saat Ga Eun beranjak pergi.



“ apa kau baik baik saja? Istana terlihat megah dari luar tapi kau tidak akan tenang berada disini. Apa tidak terlalu berat bagimu?”

Batinnya putra mahkota, ‘ trust me, I know.. I grew up here..’

“ apa menurutmu takdir kita memang hanya sampai disini?”

Ga Eun menitikkan air mata masih dengan membelakangi putra mahkota.

“ aku sudah memutuskan menjadi dayang istana. Kita tidak bisa mengubah apa yang sudah ditakdirkan.”

Mendengar itu, putra mahkota melepaskan tangan Ga Eun.

Ga eun menangis dan berkata dalam hati, “ aku tidak tau bahwa melepaskanmu akan terasa sesakit ini..”

Ga eun pikir Chunsoo akan pergi, tapi ternyata Chunsoo melepaskan tangannya hanya untuk menatap wajah dan air mata Ga Eun.



Ga Eun kaget melihat Chunsoo yang kini berada di hadapannya, tidak ada kata yang bisa ia ucapkan.

“ aku akan mengubah takdir. Kau hanya cukup mengatakan bahwa masih ada ruang di hatimu untukku.”



Yes! Become a king! Please!

Ga Eun tidak berkata apa apa dan meninggalkan Chunsoo dalam kesedihan.

Di balik pilar, ternyata Lee Sun mendengar pembicaraan Chunsoo dan Ga Eun. Dari sana ia menyadari bahwa putra mahkota menaruh perasaan kepada Ga Eun.



Lah, kemana aja lu bro selama ini.. hadehhh..

Lee sun langsung kalang kabut karena takut Ga Eun direbut oleh putra mahkota. Ia pun menghadap ibu suri dan memohon agar Ga Eun bisa menjadi selirnya segera.



Catet, SEGERA.

Setdah.. so immature..

Ibu suri menangkap bahwa raja sangat menyukai Ga Eun dan melihat kesempatan besar bahwa ia memilih senjata yang tepat untuk memakzulkan raja yang sekarang.

****

Jenderal Jeo Heon datang dari perbatasan untuk menghadap sang raja. Ia kecewa karena ia tidak bisa minum dengan raja untuk merayakan kembalinya dia dari medan perang.



Ibu suri heran kenapa Jae Heon tiba tiba datang, padahal dia tidak mau pulang karena saking tidak sukanya dengan Pyunsoo dan kekuasaanya.

Telisik punya telisik, ternyata Jeo Heon datang karena dipanggil oleh Ryul.



Ryul membeberkan bahwa raja yang sekarang ini adalah raja palsu dan memberi tau bahwa putra mahkota yang sebenarnya adalah Chunsoo.

Jae Heon sangat kaget mendengar hal ini sekaligus membakar jiwa perangnya untuk segera memusnahkan Pyunsoo dan raja yang memihak kepada Pyunsoo.

Hadeh,, jenderal ini baru juga nyampe udah mau perang aje..

****

Ibu suri meminta Ga Eun masuk ke kamar raja dan mencari tau apa yang diberikan Pyunsoo kepada Raja setiap bulan di tanggal 15..


THR? Wkwkwk..

Saat Ga Eun membuka kotak dari Pyunsoo, ia tidak menemukan apa apa selain pot yang berisi tanaman anggrek dan sepotong wadah bamboo.



Ga Eun hampir ketauan mengintai kamar raja saat Kasim utama masuk membawa air minum untuk raja.

Lee sun terbangun sebelum Ga Eun ketauan. Ia menarik Ga Eun ke balik kelambunya dan menutupi Ga Eun dengan tubuhnya sehingga kasim utama tidak tau akan keberadaan Ga Eun di balik punggung Lee Sun.

Duh, bisa aja deh ni terong terongan.. wkwk..



Ga Eun memohon ampun karena berani berani masuk ke kamar raja. Lee Sun ( tentu ) mengampuni Ga Eun dan ( dengan lembut bahkan sedikit terpaksa, wkwk ) menyuruhnya meninggalkan kamarnya.

Lee Sun bahkan membantu Ga Eun berdiri saat Ga Eun bersujud memohon ampun.

*Terusin, pegang pegang aja terus oppa.. -.- *

Ga Eun bingung kenapa raja terus membantunya, mungkin Ga Eun jadi galau mau bantu memakzulkan apa enggak, habisnya rajanya baik.. hehe..

Paginya, Jae Heon datang menemui ibu suri dan memberitahu langsung bahwa raja yang sekarang bertakhta adalah bonekanya Pyunsoo.

Jae Heon langsung meminta ibu suri untuk segera menyerang Pyunsoo dan melengserkan raja yang sekarang.

“ aku mempunyai 10.000 kuda dan 30.000 pasukan. Mereka bisa sampai ke ibukota dalam waktu singkat.”

Hadeh, ni kakek mulutnya limis banget..

Tidak hanya ibu suri, malam harinya Jae Heon bersama Ryul meyakinkan Putra mahkota untuk segera memusnahkan Pyunsoo.



Woo Bo datang dan mencegah putra mahkota untuk melakukan saran Jae Heon.

“ jika yang mulia melawan Pyunsoo sekarang maka sama saja yang mulia memulai perang. Apa yang mulia ingin menjadi raja yang seperti itu?”



Putra mahkota naik pitam, “ sampai kapan aku harus diam melihat keadaan ini? Bahkan saat aku tidak melakukan apapun telah banyak orang yang mati karena Dae Mok.

Woo Bo dan Jae Heon sama sama berlutut di hadapan putra mahkota. Memohon agar pendapat mereka masing masing dipenuhi oleh putra mahkota.



Woo bo membujuk putra mahkota untuk tidak melawan Pyunsoo dengan konfrontasi langsung karena pasti akan menelan banyak korban rakyat, sementara Jae Heon meminta putra mahkota untuk menggunakan pasukannya segera untuk menghabisi Pyunsoo dan antek anteknya.

Putra mahkota pun dilanda dilema yang besar..


****

Aigoo dramanya semakin rumit dan seru..

Hwa Gun emosinya terpancing melihat putra mahkota yang menaruh hati kepada Ga Eun. Baru liat putra mahkota gandengan aja dia langsung mau jadi pengganti kakeknya. Gimana kalo ngeliat putra mahkota punya anak dari Ga Eun yak.. waduh bisa diobrak abrik itu Negara sama dia.. hehe..

Hal yang paling mengerikan adalah di saat cinta berubah menjadi benci..

Ga Eun nampaknya bertransisi dari gadis manis menjadi gadis dingin yang penuh ambisi menakutkan namun tersembunyi di balik wajah anggunnya. i really wanted to take this moment to appreciate Kim So Hyun's micro expression that makes this drama alive. 

meski tanpa kata, Ga Eun bisa memberi tau putra mahkota bahwa dia cemburu. dari tatapan matanya, Ga Eun bisa menunjukkan kepada siapa hatinya tertambat. terlihat sekali bedanya cara dia menatap putra mahkota dan Lee Sun. 

Kalau begini, yang kasian sekarang ya Lee Sun, dia tidak tau rencana Ga Eun untuk memakzulkan dirinya. Meskipun secara personal Ga Eun tidak membenci Lee Sun bahkan tidak tau bahwa di balik topeng itu adalah Lee Sun, tapi ya bayangin aja disaat kamu mencintau seseorang dengan sepenuh dan setulus hati tapi malah yang kamu cintai punya niat jahat sama kamu.

Bayangin aja gimana rasanya menatap seseorang dengan penuh sayang dan harap tapi malah di balas dengan tatapan dingin yang penuh dendam seolah berkata, “ you want me to love you? Over my dead body.. “

Aku udah nyangka kalo Lee Sun akan jadi antagonis ujung ujungnya, tapi aku engga tau akan se antagonis apa dia nantinya,, jangan jahat jahat ya oppa.. huhu.. cepatlah bertobat..

Oh by the way, kakek di balik pintu yang diajak omong sama Mae Chang episode lalu bukan mendiang raja. Mendiang raja udah rest in peace beneran.. hehe.

Ternyata yang diajak omong sama Mae Chang adalah kasim utama. Dan kasim utama ini adalah ayahnya Mae Chang, tapi aku ga tau sih ayah kandung atau ayah angkat atau ayah tiri.. yang jelas kasim utama ini doesn’t seems like a nice person..



Berarti kasim utama ini pura pura ga kenal sama putra mahkota waktu putra mahkota ketemu sama raja sebagai kepala pedagang. Entah apa motifnya mencari tau apa putra mahkota masih hidup tapi malah nyuekin waktu tau kalau putra mahkota masih hidup?


Sabtu, 03 Juni 2017

RULER : MASTER OF THE MASK EP 13 - 16



Peta rahasia milik ayah Hwa Gun berhasil dicuri oleh perempuan yang kemudian diketahui bernama Mae Chang.

Ayah Hwa Gun sangat panik saat tau bahwa petanya hilang, karena peta itu berisi tanggal dan tempat transaksi tembaga dengan pihak jepang.

Saat mengalihkan perhatian pasukannya Pyunsoo, Chungwoo “ tertangkap basah “ oleh Park Moo Ah, yang dulu adalah asisten ayah Ga Eun untuk menginvestigasi Pyunsoo. Sampai sekarang ia masih sering mengunjungi Ga Eun, ia jugalah yang mengusahakan hingga Ga Eu berhasil masuk ke istana.

Chungwoo tidak bisa mengelak bahwa ia adalah ajudan putra mahkota karena Moo Ah pernah melihat wajahnya saat ia melaporkan kejahatan Pyunsoo kepada Putra mahkota untuk pertama kalinya beberapa tahun lalu.

Park Moo Ah pun akhirnya tau bahwa ketua pedagang yang menjadi rekanannya kini ialah putra mahkota. Bukannya takut, ia malah menangis sedih karena teringat kematian Menteri Han yang dipenggal oleh putra mahkota.

“ akulah putra mahkota yang memintamu menginvestigasi Pyunsoo beberapa tahun yang lalu.”

“ lalu siapa yang ada di istana sekarang?”

“ ia adalah Lee Sun, temanku, yang bersedia menggantikan aku. Ia saat ini sepenuhnya dikendalikan oleh Pyunsoo.”

Park Moo Ah semakin marah karena menganggap putra mahkota itu egois. Ia hidup dengan bebas sebagai kepala pedagang, seolah tidak mengingat bahwa ada banyak nyawa berharga yang sudah melayang termasuk nyawa menteri Han.

Putra mahkota mencegah Chungwoo untuk menjauhkan Park Moo Ah, putra mahkota berlutut di hadapan Moo Ah dan meminta maaf atas kecerobohannya..



What a heartbreaking scene.. putra mahkota kita sudah dewasa :’)

Setelah rekonsiliasi, akhirnya Moo Ah bersedia bekerja sama untuk membasmi Pyunsoo. Ini karena Moo Ah juga ingin menepati janjinya dengan menteri Han untuk membantu Putra mahkota menjadi raja yang kuat dan membasmi Pyunsoo.

****

Ga Eun berhasil masuk ke ruangan pribadi raja yang disebut green house. Di dalam ruangan itu ada banyak tanaman yang dipelihara oleh putra mahkota dulu dan dijaga oleh Lee Sun dengan baik.

Ga Eun ingin mencari wadah yang diceritakan mendiang ratu untuk diberikan kepada Chunsoo.

Namun sebelum ia masuk, pedang terhunus di lehernya dan pedang itu adalah milik ajudan raja.

Raja meminta Ga Eun berbalik dan menunjukkan wajahnya.



Betapa syoknya Lee Sun saat melihat Ga Eun ada di hadapannya.

Lee Sun mengajak Ga Eun masuk ke greenhouse dan menanyakan apa maksud kedatangannya.

“ apa yang mulia tidak mengingatku sama sekali? Karena aku mengingat yang mulia dengan sangat baik.”


Lee sun langsung tau bahwa Ga Eun menganggap dia putra mahkota yang membunuh ayahnya. Saat itu juga Lee Sun ingin membuka topengnya dan membeberkan jati dirinya.

Tapi ia tidak melakukannya,

Iyalah ya, kalo dibuka kan bubar dramanya, wkwk..

Lee sun berbohong dan bilang bahwa ia tidak ingat pada Ga Eun. Ga Eun jadi sedih karena raja tidak mengingat kematian ayahnya yang tragis dan penuh fitnah.



Malamnya, Lee Sun meminta Hyun Seok, ajudannya untuk mencari tau kenapa Ga Eun bisa ada di istana dan meminta Hyun Seok untuk memcarikan kesempatan agar ia bisa bertemu lagi dengan Ga Eun.

****

Putra mahkota kembali menyusup ke kamar ayah Hwa Gun untuk mengumpulkan bukti keterlibatan Pyunsoo dengan hilangnya tembaga dari Joseon.

Mereka sempat hampir tertangkap basah kalau saja tidak diselamatkan oleh Mae Chang.

Ditengah tengah kepanikan, Mae Chang tiba tiba muncul dari pintu rahasia yang ada di kamar ayah Hwa Gun.

“ ikutlah aku kalau kalian tidak mau tertangkap.” Kata Mae Chang kepada Putra mahkota, Chungwoo, dan Moo Ah.

Di balik pintu rahasia yang nembus ke laut itu, sudah ada Hwa Gun. Mereka berlima pun berkumpul di kediaman Mae Chang.

Putra mahkota dan Mae Chang sama sama saling menyindir dengan mengatakan bahwa mereka berdua bukanlah pencuri biasa dan pasti ada maksud lain dibaliknya.



Setelah tau kenapa Pyunsoo membeli tembaga dalam jumlah besar, Mae Chang pun memberikan peta yang ia curi kepada putra mahkota. Ia sempat menanyakan siapa sebenarnya identitas asli kepala pedagang, tapi saat putra mahkota tidak menjawab, Mae Chang langsung menyimpulkan bahwa mungkin ini belum waktunya.

****

Menteri menteri yang sebagian besar adalah orang Dae Mok terus mendesak raja untuk memberikan kewenangan kepada Pyunsoo untuk mencetak uang.

Raja tidak langsung mengiyakan dan meminta menteri lain untuk coba mencari tembaga terlebih dahulu.

Sementara itu Putra mahkota berhasil tau kapan dan dimana transaksi tembaga rahasia akan dilakukan. Ia mendapatkan orang yang bisa mendatangkan pasukan kerajaan demi menggerebek transaksi rahasia tembaga.

Transaksi berhasil dibatalkan akan tetapi ayah Hwa Gun masih bisa kabur. Ternyata Ga Eun tau bahwa putra mahkota akan menyerang ayahnya dan ia meminta Gon untuk melindungi ayahnya. Hwa Gun bahkan bertemu dengan ayahnya dan memberikan kudanya kepada ayahnya untuk kabur. Ia berjanji akan menjelaskan semuanya kepada ayahnya nanti.



Hwa Gun sedih karena ia harus mengkhianati putra mahkota. Ia menangis di hadapan putra mahkota dan berjanji dalam hatinya bahwa ia tidak akan lagi mengkhianati putra mahkota.



Sementara itu tembaga berhasil diselamatkan oleh putra mahkota.

Putra mahkota berencana memberikan tembaga itu kepada Ibu Suri agar kementrian keuangan bisa mencetak uang tanpa perlu bergantung pada Pyunsoo.

Menurutnya, hanya ibu surilah yang bisa melawan Pyunsoo saat ini.

Di tengah pembicaraannya, ia mendengar bahwa pasukan Pyunsoo mencari Ga Eun karena mengira Ga Eun yang membocorkan transaksi rahasia kepada pemerintah. Ga Eun mengelak dan dengan berani menyingkirkan pedang yang terhunus di lehernya.

Leh uga ni cewek, wkwk..

Saat keadaan semakin genting, Hyun Seok, ajudan Lee Sun datang mencari Ga Eun dan mengatakan bahwa raja ingin bertemu dengannya.

Sampai di greenhouse, Ga Eun bertemu dengan raja.

“ aku mengingatmu dan ayahmu. Aku ingin menebus kesalahanku dengan cara apapun. Apa yang kau inginkan? Aku bisa memberikanmu apa saja.”

Ga Eun dengan berani menatap raja dan mengatakan bahwa ia tidak memerlukan apapun selain nama baik ayahnya dipulihkan kembali.

Lee sun tidak bisa memenuhi permintaan Ga Eun yang sulit itu. Sebaliknya ia malah meminta Ga Eun untuk mengurus greenhousenya dengan menanam dan merawat tanaman di dalamnya.

Cie Lee Sun pengin liat Ga Eun terus .. wkwk..

*****

Ga Eun menangis saat keluar istana, ia bertemu dengan Putra Mahkota yang sejak tadi menunggunya keluar dari istana.

Putra mahkota ( kayanya ) melihat air mata Ga Eun tetapi ia tidak berani menanyakannya. Ia malah menanyakan apakah penagih hutang menyulitkannya lagi?

Wkwk..

Putra mahkota pun akhirnya mengantarkan Ga Eun pulang ke rumah ibu Lee Sun dan adiknya, Koo Mool.



Disana, putra mahkota di interogasi oleh Koo Mool.

“ apa kau masih punya ayah dan ibu?”

“ tidak,,”

“ hmm.. bagus kalau begitu kakak ( Ga Eun ) tidak perlu tinggal bersama dengan mertua. Apakah kau mau pacaran dengan kak Ga Eun?”

Putra mahkota kaget dengan analisa dan pertanyaan  Koo Mool,

Wkwkwk… gue juga..

Putra mahkota menemui menteri yang ia ketahui berpihak kepada Ibu Suri. Putra mahkota melakukan negosiasi bahwa ia bisa memberikan tembaga yang cukup kepada kementrian keuangan asalkan menteri bisa memberikan jawaban menteri kepegawaian kepadanya sebagai imbalan.



Awalnya ratu tentu menolak permintaan besar ketua pedagang itu, tetapi setelah mendengar reputasi baik ketua pedagang dari menteri, maka ratu pun akhirnya mengiyakan permintaan itu karena ratu memang perlu suplai tembaga saat ini.

Putra mahkota mendatangi Woo Bo untuk minta tolong agar guru Woo Bo mau menjadi menteri kepegawaian karena putra mahkota tidak boleh menampakkan dirinya sembarangan.



Guru Woo Bo menolak karena itu bertentangan dengan janji yang sudah ia buat yakni mengabdi untuk rakyat.

****

Ratu memanggil Ga Eun ke ruangannya untuk menanyakan siapa identitas Ga Eun.

Begitu tau bahwa Ga Eun adalah anak dari mendiang menteri Han yang terkenal loyal, ibu suri pun berjanji bahwa ia akan mengembalikan nama baik ayah Ga Eun.

Ga Eun sangat terharu dan berjanji bahwa ia pasti akan membalas kebaikan ratu.

Sementara itu, raja berusaha mengulur waktu pengambilan keputusan sesuai keinginan ratu karena ratu harus menunggu sampai tembaga sampai di kementrian keuangan.

Ayah Hwa Gun kembali tertipu dengan kotak besar yang dikiranya tembaga tapi isinya malah batu batu besar.

Hanya sesaat sebelum raja memberikan otoritas kepada Pyunsoo untuk mencetak uang, seseorang masuk dan mengatakan bahwa ia tau kenapa Joseon tidak bisa mengimpor tembaga akhir akhir ini.

Orang itu ialah guru Woo Bo dalam pakaian pejabat istana.



Yak, akhirnya setelah dibujuk sedemikian rupa oleh putra mahkota, guru Woo Bo akhirnya mau kembali bekerja di pemerintahan.

Guru Woo Bo pun membeberkan bahwa ada orang jahat yang sengaja menghentikan suplai tembaga di Joseon.

“ isu bajak laut itu hanyalah kebohongan yang mulia. Aku sudah mengirim orang dan berhasil membawa tembaga itu ke kementrian keuangan.”

Menteri keuangan pun mengecek ke kementriannya dan melihat sendiri tembaga itu sudah di tumpuk dalma kotak kotak besar.



Menteri keuangan pun melaporkan kepada raja bahwa kini Negara sudah punya stok yang cukup untuk mencetak uang yang diperlukan oleh rakyat.

Dae mok emosi jiwa karena ia tidak bisa mendapat otoritas untuk mencetak uang. Ia tau bahwa ketua pedagang ada di balik semua ini dan meminta orangnya untuk membawa ketua pedagang itu ke hadapannya.

****

Sementara itu putra mahkota pergi menemui ratu. Ratu kaget karena ketua pedagang ini mirip sekali dengan mendiang raja terdahulu. Bahkan cara bicara pun sangat mirip dengan putra mahkota yang asli.



Ketua pedagang pada intinya meminta ratu untuk mengangkat Guru Woo Bo sebagai menteri kepegawaian untuk memperkuat raja.

Ratu menanyakan kenapa ketua pedagang getol sekali mau melawan Pyunsoo. Akan tetapi putra mahkota menolak menjawab pertanyaan itu.

Untuk merayakan pengangkatan guru Woo Bo, putra mahkota, Chungwoo, Moo Ah dan Woo Bo minum bersama.

Guru Woo Bo mabuk dan memukul kepala putra mahkota,

“ kau, apa yang kau lakukan terhadap Ga Eun? Apa kau akan berjuang untuknya atau merelakannya?”

Gila ini orang berani beraninya mukul kepala raja, wkwkwk…

“ aku tidak pantas mendapatkan Ga Eun..”

“ kalau begitu relakanlah dia. Dia berhak untuk menikah dengan pria yang lebih baik dan tampan seperti aku!”

Ya deh terserah kakek aja, wkwk..

Karena perkataan guru Woo Bo, putra mahkota jadi galau. Ia masih sangat merasa bersalah atas kematian ayah Ga Eun. Bahkan saat Chungwoo mengingatkan bahwa Chungwoo lah yang memenggal ayah Ga Eun, putra mahkota tetap saja merasa bertanggungjawab atas kematian ayah Ga Eun.

****

Ga Eun galau setelah bertemu dengan ratu dan ditawari posisi sebagai dayang istana.

Ratu mengatakan bahwa ia perlu orang yang bisa ia percaya karena ia berencana untuk melengserkan raja yang sekarang.



Oh mai gat.. this is bad..

Kalo Ga Eun jadi dayang istana, dia ga bisa pacaran sama putra mahkota dong T.T

Di tengah kegalauannya itu, putra mahkota tiba tiba menampakkan diri bermaksud untuk menghibur Ga Eun.

“ katamu kau bukan Chunsoo. Pergi dan jangan muncul lagi dihadapanku.. “

Selepas putra mahkota pergi, Ga Eun menangis bersedih karena merindukan Chunsoo..



Dan ternyata, putra mahkota mendengar semua itu.. jadilah mereka berdua sedih tapi engga bisa berbuat apa apa.. hehe.. tapi paling enggak putra mahkota semakin yakin bahwa Ga Eun memang menaruh hati padanya.

Ga Eun pulang dan melihat Koo Mool sudah tertidur. Di dekatnya ada gambar yang Ga Eun ketahui adalah kalung yang diberikan oleh Chunsoo untuknya dulu


Ga eun membangungkan Koo Mool menanyakan dimana ia melihat gambar ini. Dengan polosnya Koo Mool mengatakan bahwa ia kakak yang tadi memegang kalung it uterus.

Ga eun pun semakin yakin bahwa ketua pedagang itu ialah Chunsoo..

Ia mengejar putra mahkota untuk memastikan hal ini.

“ aku ingin memastikan hal ini untuk terakhir kalinya. Apa kau benar benar bukan Chunsoo?”

Putra mahkota bingung mau jawab apa, saat dia mau ngeles, tiba tiba pasukan hitam menyerangnya. Untung ada Chungwoo juga disana dan Hwa Gun yang tau bahwa kakeknya ingin menyerang putra mahkota ( yang saat ini diketahui Dae Mok sebagai ketua pedaganga ) dan membawanya kepada Dae Mok langsung.

Hwa Gun melihat putra mahkota yang diserang tapi malah sibuk melindungi Ga Eun. Hwa Gun terlihat sangat terluka,

Beginilah rasanya cinta bertepuk sebelah tangan.. hiks hiks.. kau buat remuk seluruh hatiku putra mahkota..

Putra mahkota berhasil lolos meski harus menderita luka yang cukup dalam. Setelah diobati guru Woo Bo, Ga Eun pun menemani putra mahkota yang masih belum sadarkan diri.



Ga Eun melihat kalung yang dipakai putra mahkota dan memverifikasi langsung bahwa sosok yang ada di depannya saat ini ialah Chunsoo.

Fix banget lo Chunsoo pokoknya, wkwk..

Ga Eun menangis sedih dan bertanya kenapa Chunsoo bersembunyi darinya, “ taukah kau betapa aku merindukanmu?”

Preet, wkwkwk.. map yak.. merusak suasana.

Chunsoo terbangun dan menghapus air mata Ga Eun, “ jangan menangis.. Ga Eun – ah.. “



Akhirnya putra mahkota menyerah pura pura ga kenal sama Ga Eun, wkwkwk.. iyalah, ntar nyesel loh.. :D

“ maafkan aku karena pura pura tidak mengenalimu. Aku pikir dengan menjaga jarak, bisa membuatmu aman. Sesungguhnya aku tidak pernah sedetikpun melupakanmu. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi.. akupun berharap kau tidak akan meninggalkanku..”

Ga Eun menangis di pelukan Chunsoo, di lain sisi ia senang karena ia bertemu lagi dengan Chunsoo yang ia rindukan. Di lain sisi, ia pun gundah karena ia tidak mampu menolak permintaan ratu untuk menjadi dayang istana sebagai imbalan pembersihan nama baik ayahnya. Haruskah ia meninggalkan putra mahkota demi ayahnya?



Begitulah hidup pemirsah, penuh pilihan sulit.. wkwkwk..

****

di episode ini, diperjelas bahwa Lee Sun menyimpan perasaan mendalam terhadap Ga Eun. Bisakah ia merelakan Ga Eun untuk putra mahkota nantinya?

By the way kalau Ga Eun jadi dayang istana, Putra mahkota pasti makin semangat yak buat balik ke istana dan jadi raja, wkwk.. tapi kalo Lee Sun ga mau lengser gimana ya hayo? Wkwk..

Dengan berhentinya Chunsoo berpura pura dengan Ga Eun , yah meskipun belum ngaku kalo dia putra mahkota, mudah mudahan rencana putra mahkota untuk meruntuhkan Pyunsoo bisa berjalan makin lancar. Karena kalo berlama lama sama urusan asmara yang muter di sana sana aja, nanti malah ga jadi balas dendam dan dramanya jadi hambar.. hehe..

By the way, ternyata Mae Chang ini bukan perempuan biasa, ternyata dia dayang istana juga oh mai gat.. dia lapor sama seseorang kalau putra mahkota masih hidup.. hmm.. kira kira siapa tuannya Mae Chang ya? Kalo dari suaranya sih kakek kakek.. masa iya suaranya mendiang raja? Soalnya si kakek yang ga keliatan mukanya ini tau namanya putra mahkota itu Lee Sun..



 Oh mai gat gue asal banget nebaknya.. hehe..

Fix ga sabar banget nunggu episode berikutnya :D